10 Kuliner Khas Grobogan Yang Enaknya Jempolan

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”66671″
data-slug=””>

5
/
5
(
1

vote

)

Sudah tahukah kamu bila Grobogan yang merupakan kabupaten terluas di provinsi Jateng sesudah Cilacap memiliki berbagai masakan khas dengan rasa yummy dan unik?

Ya, kabupaten beribukotakan Purwodadi ini sekarang mulai bergerak bangun dalam hal kuliner dimana sebelumnya ada beberapa kuliner khas Grobogan yang hampir punah.

Dan kini banyak wisatawan dari banyak sekali luar kota sengaja datang berbondong-bondong ke Grobogan hanya untuk sekedar merasakan aneka kulinernya.

Nah, buat kau yang sedang berkunjung ke kota di Jawa Tengah dan ingin tahu apa saja makanan khas Grobogan paling pas untuk memanjakan pengecap, tak perlu bingung.

Berikut 10 daftar makanan khas Grobogan rekomendasi JejakPiknik yang rasanya sangat maknyus dan banyak diburu para wisatawan. Apa saja itu? Mari kita simak sama-sama!

1. Garang Asem

Foto By @imahbabaturan

Makanan khas pertama yang perlu kamu cicipi ketika bertandang ke Grobogan adalah Garang Asem. Ini merupakan salah satu kuliner tradisional favorit para wisatawan alasannya rasanya berbeda dari sajian yang ada di kota lain.

Garang Asem ini terasa lebih segar alasannya adalah mempunyai kuah yang begitu gurih dan juga khas. Ditambah lagi, cara memasaknya cukup unik dimana dibungkus dengan menggunakan daun pisang lalu di kukus (digarang).

Seperti namanya, kuliner tradisional ini rasanya cenderung asam, karena bumbunya dicampur dengan irisan belimbing wuluh serta daun tomat.

Tak sulit untuk menemukannya, tapi kalau ingin menikmati citarasa paling juara, Warung Mbak Ping yakni pilihan sempurna. Letaknya ada di depan pasar Purwodadi. Atau bisa juga ke Rumah Makan Rahardjo di selatan jembatan Lusi Getasrejo.

2. Ayam Pencok/Bledug

Foto By @beritakulinernusantara

Ayam Pencok atau bledug juga termasuk makanan paling wajib buat kau cicipi. Memiliki resep dan cara pembuatannya yang khas membuat masakan berbahan hewani ini memberikan citarasa tersendiri.

Kenapa diberi nama ayam bledug? Menurut asal-usulnya, penganan ini dulunya digunakan sebagai sesaji untuk sesepuh Grobogan yang ada di tempat wisata Bledhug Kuwu.

Terkadang juga disebut ayam pencok karena disajikan bersama sambal pencok, jika di Jateng dikenal dengan nama sambel kelapa. Makara, kelapanya itu dicampur cabe, kencur dan bawang merah. Sebelum diuleg, materi-bahan dikukus dulu biar tahan lama.

Nah, sehabis ayam matang dan sambel jadi, maka ayam bledug siap untuk disantap. Hmm, membayangkannya aja udah bikin perut keroncongan kan?

3. Swike

Foto By @yuni989

Mendengar kata “swike” mungkin yang tersirat di pikiranmu ialah daging kodok. Namun bagi masyarakat Purwodadi, itu adalah sejenis bumbu.

Lantaran sangat hegemonic, membuat masakan satu ini masuk dalam jajaran masakan berbasis nasional dan cukup terkenal di seantero Indonesia. Nah, keren kan?

Karena sebagian besar masyarakat Grobogan adalah warga muslim dan menganggap daging kodok itu haram, maka mereka mengganti materi pembuatnya menjadi daging ayam atau mentok.

Untuk mencicipi swike bukanlah hal sulit, alasannya kau mampu menjumpainya di warung makan yang tersebar di kawasan Grobogan. Semakin ingin tau kan bagaimana rasanya?

4. Nasi Pager Godong

Foto By @letathaleta18

Diberi nama demikian, karena sajian khas satu ini konon katanya berasal dari kecamatan Godog yang ada di kawasan Grobogan dan memiliki sejarah unik dibalik penamaannya.

Makara pada awalnya, materi utama pembuatannya dibuat dari sayur-sayuran di pekarangan rumah yang zaman dahulu dijadikan sebagai pagar. Maka dari itulah dinamakan Nasi Pager Godong.

Nasi Pager ini juga termasuk kuliner legendaris karena sudah ada semenjak tahun 1970-an. Hidangan berbahan nabati tersebut biasanya disajikan bersama sambal kelapa atau urap dan kemudian disiram dengan sambal kacang, kemudian ditaburi uyah bakar diatasnya.

Disajikan dengan beralaskan daun pisang, membuat kuliner khas satu ini semakin memiliki aroma khas dan menggugah selera.

5. Sayur Becek

Foto By @rasasayange

Mendengar namanya saja sudah unik, tentu saja rasanya juga sudah pasti khas. Hidangan sayur becek ini bergotong-royong tidak berbeda jauh dengan kuliner iga, hanya saja yang dipakai bukan sapi melainkan kerbau.

Sementara untuk resep atau bahan bumbunya diperlukan cabe, ketumbar, bawang merah dan bawang putih. Setelah dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam rebusan iga kerbau. Tak lupa, diberi daun kedondong agar rasanya semakin lezat.

Setelah matang, becek akan semakin nikmat jikalau disantap dengan nasi putih hangat, kacang tolo dan kering tempe. Wah, sungguh menggugah selera bukan?

Sayur ini kerap disajikan dikala program hajatan lho, mirip sunatan atau mantenan. Namun begitu, kamu juga tetap mampu menjumpainya di warung-warung makan.

6. Nasi Jagung

Foto By @banjarnegara.keren

Nasi jagung bisa dibilang masih menjadi kuliner pokok warga Grobogan, terutama yang tinggal di tempat pelosok atau pedesaan. Kaprikornus ketika bertandang kesana, jangan hingga lewatkan kesempatan untuk menyantapnya.

Namun seiring bergantinya zaman dan cara pembuatannya pun cukup sulit menciptakan penjual nasi jagung semakin jarang, sehingga keberadaannya tergeser dengan nasi putih yang gampang didapat.

Meski begitu, kamu masih mampu menjumpai penjual nasi jagung di beberapa warung makan di daerah Purwodadi. Menu ini sangat cocok dinikmati dengan sayur lombong peyek gereh urap atau botok mlanding, sejenis hidangan perpaduan semua lauk.

7. Mie Tek-Tek

Foto By @venijulianti

Kuliner khas Grobogan satu ini hanya mampu kamu temui dikala malam hari dan cuma ada di kawasan Alun-alun. Ada yang menjajakannya secara berkeliling atau berjualan di tempat.

Meski dapat ditemukan di kota-kota namun khas Grobogan ini rasanya lebih spesial karena dimasak secara tradisional dengan kayu bakar, bukan kompor gas. Sehingga menciptakan citarasanya semakin nikmat di pengecap.

Mie Tek-tek awalnya berasal dari daerah Ketitang, tapi karena saking enaknya lalu semakin menjamur ke beberapa wilayah di sekitarnya, seperti Rembang, Demak, Kudus dan Semarang.

8. Emping Jagung

Foto By @camilannusantara

Kalau kau mencari masakan khas Grobogan yang lezat untuk dijadikan cemilan sekaligus oleh-oleh, maka membeli emping jagung bisa menjadi solusi paling sempurna.

Sebagai produsen jagung terbesar, tak heran bila banyak masakan khas di kabupaten Grobogan yang terbuat dari materi tersebut dan emping jagung yaitu salah satu hasil kreasi masyarakat disana.

Selain nikmat untuk disajikan dengan secangkir teh hangat, kamu juga boleh membawanya pulang sebagai oleh-oleh. Harganya murah kok, cuma Rp.3.500-Rp.9.000 saja per bungkusnya.

9. Sego Pecel Gambringan

Foto By @infomakan

Nah, bila masakan tradisional satu ini populer sangat menarik hati sebab memiliki rasa yang khas, tanpa disertai aroma bawang putih dan daun jeruk nipis, mirip yang sering kita jumpai.

Diberi nama demikian karena dulunya sego pecel ini banyak ditemui di stasiun Gambringan. Namun kini, kau sudah mampu menjumpai penjualnya dimana pun selama di Grobogan. Untuk harganya tak perlu khawatir, sangat nyaman di kantong.

10. Sate Sapi Pak Beng

Foto By @djokosaksono

Sate sapi Pak Beng yaitu salah satu masakan yang terkenal enak dan wajib kau eksplor dikala bertandang ke Purwodadi. Rasanya begitu nikmat, tak heran jikalau dia memiliki banyak penggemar.

Dagingnya empuk, gurih dan legit dengan aroma bakaran yang menciptakan rasanya semakin sempurna lezatnya. Menu sate sapi Pak Beng ini punya dua macam sambal, ada kecap dan kacang, kau tinggal pilih sesuai selera.

Lokasi warung sate Pak Beng sendiri ada di Pilang Lor, Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa tengah. Letaknya itu cukup strategis, sehingga gampang untuk dijangkau, tepatnya di pertigaan bundaran Gubug, di gugusan warung pinggir jalan menuju Purwodadi.

Demikianlah gosip mengenai beberapa kuliner khas yang favorit di Grobogan rekomendasi dari JejakPiknik, agar bermanfaat dan bisa menambah pengetahuannmu tentang kuliner di Nusantara ya!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni