10 Kuliner Khas Wonogiri Yang Paling Wajib Buat Dicicipi

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”36253″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Kabupaten Wonogiri adalah salah satu kota yang terletak di provinsi Jawa tengah. Daerah tersebut namanya cukup kondang di bidang pariwisata sebab memiliki berbagai destinasi menarik.

Namun, tak hanya hanya wisatanya saja yang menjadi sorotan, makanan serta minuman khasnya juga populer tak kalah menggugah selera.

Nah, bila Sahabat JejakPiknik sedang berkunjung atau hanya sekedar melintas ke Wonogiri, jangan hingga ketinggalan merasakan kuliner khas daerah tersebut ya.

Tapi sebelumnya, Sahabat JejakPiknik tahu tidak apa saja kuliner enak yang menjadi ciri khas kota Wonogiri? Nah, tenang saja alasannya kami sudah merangkum daftar lengkapnya.

1. Nasi Tiwul

foto by kulinersoloraya.com

Makanan khas Wonogiri pertama yakni Nasi Tiwul, salah satu masakan yang pastinya sudah familiar di seluruh kalangan masyarakat Indonesia.

Nasi tiwul tersebut merupakan salah satu makanan berbahan dasar singkong yang sudah dikeringkan atau lebih sering disebut gaplek kemudian ditumbuk halus lalu ditambah gula jawa sebagai suplemen.

Selain banyak ditemukan di pasar tradisional, satu tempat paling rekomendasi untuk menikmati nasi tiwul lezat yaitu Pondok Degan di jln.Paranggupito bersahabat RS.Maguan Husada.

Penyajian nasi tiwul di warung tersebut masih tradisional dan untuk harganya hanya berkisar antara Rp.8.000-Rp.20.000/porsinya, sudah lengkap dengan lauknya.

2. Cabuk Wijen

foto by kompasiana.com

Kuliner khas Wonogiri berikutnya yang rasanya juga tak kalah nikmat yakni Cabuk Wijen, salah satu penganan berbahan dasar ampas pembuatan minyak wijen.

Dimana ampas dicampur dengan merang padi yang dibakar sehingga membentuk pasta berwarna hitam kemudian diolah bersama adonan gula jawa, kemangi, garam, cabe rawit, serta bawang putih. Setelah itu dibungkus daun pisang dan dipanggang diatas bara api.

Sekilas tampak dari foto atau gambar, penganan langka seperti pepes ini memiliki rasa pedas dan sedikit getir. Akan sangat cocok kalau dinikmati dengan nasi putih.

Penganan tersebut banyak dijual di pasar kota Wonogiri dan untuk harganya hanya sekitar 2 hingga 5 ribu per bungkusnya, tergantung ukuran besar atau kecil.

3. Pindang Kambing

foto by kulinersoloraya.com

Bila di tempat lain pindang biasanya identik dengan kuliner berkuah berbahan dasar ikan, namun tidak dengan kota Wonogiri ini. Sahabat JejakPiknik mungkin akan salah membayangkannya.

Pindang khas Wonogiri ini bisa dikatakan cukup unik alasannya adalah bahan dasarnya ialah tepung gaplek, kikil daging kambing dan juga jeroan.

Proses pembuatannya cukup mudah, sesudah semua materi dicampur lalu dibungkus dengan memakai daun jati, guna untuk mempertahankan citarasanya yang cantik dan juga gurih.

Selain di pasar Kokoh, masih ada satu kawasan lainnya yang rekomendasi buat menikmatinya yakni warung makan Mbok Sinem di Niru Wetan, Ngadirojo, Wonogiri. Di lapak tersebut harga menu ini hanya dikenai sekitar Rp.5.000/porsinya.

4. Wader Goreng

foto by ceremende.blogspot.com

Kuliner khas Baturetno ini materi dasarnya terbuat dari wader, salah satu jenis ikan air tawar berukuran sebesar kelingking yang hanya ditemukan di tempat Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Menurut resepnya, pembuatan masakan ini sangat mudah hanya perlu digoreng hingga kering saja. Selain mantap dijadikan cemilan ringan, penganan tersebut juga elok lho sebagai buah tangan.

Bagi yang ingin mencobanya, silahkan datang ke RM.Pak Glinding d Jln.raya Wonogiri-Pracimantoro. Disini, harga wader goreng hanya sekitar Rp.7.500-Rp.10.000/porsinya, tergantung dari ukurannya.

5. Jangan Lombok Ijo

foto by cookpad.com

Mendengar nama kuliner ini mungkin terdengar sedikit janggal ya, padahal dalam bahasa Jawa, kata Jangan itu artinya ialah sayur.

Makara Jangan Lombok Ijo yaitu salah satu masakan sayuran bersantan yang dimasak dengan cabe hijau, rawit, tahu, tempe serta petai. Karena memiliki resep cukup sederhana kuliner ini bahkan kerap dijadikan hidangan sehari-hari.

Namun jika ingin menikmatinya, Sahabat JejakPiknik mampu mendatangi warung makan di sekitar kota Wonogiri. Sebagai sajian komplemen, harga menu ini tidaklah mahal dan masih sangat terjangkau.

6. Emping

foto by bukalapak.com

Selain Jangan Lombok Ijo, Emping khas Wonogiri ini juga menjadi salah satu kuliner pendamping yang harus dicoba.

Tak hanya sebagai makanan pendamping, tapi emping juga cocok buat dijadikan oleh-oleh ataupun cemilan saat sedang bersantai bersama keluarga.

Untuk mendapatkan emping bukanlah hal sulit alasannya cemilan ini banyak dijual di pasar tradisional dan harganya hanya 20 sampai 30 ribuan saja per kilonya.

7. Geti

foto by azzamaviero.com

Selain emping dan aneka macam masakan lainnya, Geti juga merupakan salah satu buah tangan khas kota Wonogiri yang wajib buat dibawa pulang.

Jajanan tradisional yang terbuat dari campuran biji wijen, gula jawa dan jahe ini banyak ditemukan di pasaran dan biasanya hanya dibanderol sekitar Rp.5.000-Rp.7.000/pack nya. Nah, murah kan?

8. Ayam Panggang

foto by tribunnews.com

Nah, sesuai namanya kuliner berbahan dasar ayam panggan ini termasuk salah satu masakan khas Wonogiri yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Penyajiannya yang cukup berbeda dimana dilengkapi dengan banyak sekali hidangan suplemen seperti urap, sambal dadak dan jus, membuat menu ayam panggang ini menjadi salah satu masakan favorit di Wonogiri.

Nah, penasaran rasanya? Langsung aja meluncur ke warung Mbok Tiyem di Jatisrono, kab.Wonogiri. Selain enak, disini harga ayam panggang juga terjangkau lho, hanya sekitar Rp.17.000/porsinya.

9. Besengek

foto by travel.kompas.com

Kuliner berbahan dasar tempe kara ini biasanya dihidangkan dengan cara unik dimana dibungkus menggunakan daun jati supaya citarasanya tetap terjaga.

Penganan tersebut sangat cocok disantap bersama cabai rawit sebagai lalapannya atau bisa juga menjadi kuliner pendamping dari nasi tiwul.

Bagi yang ingin mencicipinya, silahkan tiba aja ke pasar Dohlang di desa Pandan, Slogohimo ya. di tempat surganya masakan ini, harga besengek dibanderol hanya sekitar Rp.3.000 saja per porsinya.

10. Lentho

foto by putratravel.net

camilan berbahan dasar singkong dan kacang tolo ini merupakan salah satu penganan sederhana dan merakyat yang paling banyak dijajakan pada dikala pagi hari.

Jajanan satu ini banyak ditemui di sekitar pasar tradisional dan harganya biasanya hanya dibanderol kisaran Rp.1.000-Rp.2.000/bijinya. Murah tapi rasanya tidak murahan.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni