10 Makanan Khas Nias Yang Langka Namun Rasanya Menarik Hati

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”38325″
data-slug=””>

4
/
5
(
5

votes

)

Berkunjung ke pulau Nias untuk menikmati keindahan pantai, bermain surfing, melaksanakan atraksi lompat watu atau menikmati tari perang tak lengkap rasanya kalau kita tidak mencoba kulinernya.

Nias yakni salah satu kepulauan yang terletak di barat Pulau Sumatera. Konon katanya, wilayah ini dihuni oleh suku yang masih sarat dengan etika dan budaya megalitik.

Tak hanya memiliki sejumlah tempat wisata menarik, Nias juga mempunyai segudang kuliner dan minuman khas yummy yang sangat patut buat dicicipi ketika sedang melancong ke pulau tersebut.

Nah, penasaran apa saja nama masakan khas Nias yang siap menggoyang lidah? Langsung saja ya kita simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

1. Silio Guro

Foto By phinemo.com

Makanan yummy pertama yang menjadi ciri khas dari kawasan Nias dan paling wajib buat dicicipi yaitu Silio Guro, salah satu jenis menu masakan seperti dengan pepes bakar.

Menurut resep, Silio Guro ini bahan utamanya terbuat dari daging udang giling dan kelapa bumbu yang kemudian dibungkus dengan daun pisang kemudian dibakar diatas bara api.

Sayangnya, menu tradisional satu ini sangat susah untuk didapatkan seiring dengan adanya masakan kekinian. Kaprikornus jika ingin menikmatinya harus rela menjelajah ke pelosok ataupun memasak sendiri.

2. Gowi Nifufu

Foto By merahputih.com

Pada zaman dahulu, masyarakat Nias beranggapan bahwa ketika makan pagi, siang atau malam tidak lengkap rasanya bila mereka belum menyantap ubi atau Gowi Nifufu sebelum nasi.

Menurut sejarah, pada dikala lampau beras masih sangat langka dan harganya pun cukup mahal. Maka semenjak itu orang-orang di Nias pun menimbulkan Gowi Nifufu sebagai sajian kuliner pokoknya.

Untuk mendapatkan menu tersebut bukanlah hal sulit alasannya adalah sudah menjadi makanan pokok, maka hampir setiap rumah di kota tersebut menyediakannya sebagai sajian sehari-hari.

3. Hambae Nititi

Foto By superadventure.co.id

Kuliner khas Nias selanjutnya yang wajib buat dicoba adalah Hambae Natiti, salah satu hidangan berbahan dasar daging kepiting dan santan kelapa.

Sekilas tampak dari gambar, Hambae Nititi ini bentuk seperti dengan abon baik itu dari cara membuat ataupun rasanya yang sangat gurih.

Namun, hidangan musiman tersebut hanya ada pada bulan Mei, Juni serta Juli dan untuk mencicipi Sahabat JejakPiknik harus beranjak ke Kepulauan Hanako, Kecamatan Siromba, Kabupaten Nias.

4. Ni’Owuru

Foto By kebudayaan.kemdikbud.go.id

Ni’Owuru ialah sejenis makanan khas Nias berbahan dasar daging yang diasinkan memakai garam agar tahan abadi usang dan siap disantap kapanpun.

Namun seiring perkembangan inovasi masakan, masyarakat di Nias mulai memodifikasi bahan utama dengan memakai daging ayam, sapi ataupun kerbau. Penganan ini juga sangat cocok buat dijadikan sebagai oleh-oleh.

Untuk mendapatkannya tidaklah sulit, Sahabat JejakPiknik silahkan datang ke Toko Waristo di jalan Sirao No.37, Saombo, Gunung Sitoli dan soal harga, satu bungkusnya bisa dikatakan masih sangat terjangkau.

5. Kofo-Kofo

Foto By merahputih.com

Kofo-Kofo merupakan salah satu kuliner berbahan dasar ikan yang telah dikuliti kemudian dimasak dengan santan lalu selanjutnya digoreng.

Namun sebelum digoreng, ikan terlebih dahulu ditumbuk sampai halus kemudian dicampur dengan telur dan selanjutnya di steam. Citarasa sajian ini bisa dibilang sangat seperti mirip gulai.

Makanan tradisional yang berasal dari Pulau Batu, Nias Selatan tersebut sangat cocok buat disantap sebagai sajian makan siang lho.

Sayangnya, untuk mendapatkan masakan ini tidaklah gampang sebab tergolong sangat langka dan harganya pun cukup menguras isi dompet.

6. Dodol Durian

Foto By reservasiku.com

Nah, Penganan berwujud dodol satu ini bisa dibilang salah satu masakan khas Nias yang dihentikan dilewatkan begitu saja, alasannya bahan utamanya sendiri terbuat dari olahan buah durian.

Memiliki tekstur lengket dan kenyal serta beraroma tajam, dodol durian ini juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh buat keluarga tercinta.

Bagi yang hendak berburu penganan tersebut, satu kawasan paling pas buat dikunjungi adalah UD. Tanda Setya di Jln.Pattimura No.69, Gunung Sitoli, Nias. Di toko tersebut harga dodol ini biasanya dibanderol sekitar Rp.100.000/kg.

7. Lehendalo Nifange

Foto By merahputih.com

Lehendalo Nifange merupakan lauk khas pesisir Pulau Nias. Kuliner terbuat dari talas yang direndang ini cukup terkenal dan merupakan salah satu makanan pendamping favorit orang-orang disana.

Kuliner ini biasanya paling nikmat kalau disantap bersama sagu. Namun sayangnya, hidangan tersebut juga sudah sangat langka. Makara untuk menemukannya bisa dibilang cukup sulit.

8. Harinake

Foto By dev.cariresep.com

Nah, mendengar nama masakan ini mungkin sudah bukan ajaib lagi bagi Sahabat JejakPiknik yang sudah sering berkunjung ke pulau Nias.

Yap, Harinake adalah salah satu kuliner favorit orang Nias yang terbuat dari daging babi cincang dan biasanya hanya disajikan dikala ada tamu atau mertua sedang berkunjung. Tak heran jikalau menu tradisional ini sangat sulit ditemukan.

9. Tamboyo

Foto By kompasiana.com

Menu khas selanjutnya yang juga wajib buat Sahabat JejakPiknik cicip dari Nias yakni Tamboyo, salah satu jenis ketupat berbahan dasar beras ketan.

Untuk cara membuat Tamboyo sendiri bisa dikatakan tidaklah sulit alasannya bahan pelengkapnya hanya diperlukan santan kelapa saja.

Bagi yang hendak merasakan masakan satu ini, Sahabat JejakPiknik silahkan tiba pribadi ke sentra masakan atau Eks Pasar Gomo di Nias. Tak hanya tamboyo, di tempat tersebut juga banyak dijual penganan lain bercitarasa enak dengan harga sangat terjangkau.

10. Biga

Foto By daerahwisata.com

Biga atau lebih dikenal dengan nama Bika ini merupakan salah satu penganan paling banyak dicari orang baik itu masyarakat lokal maupun wisatawan.

Pasalnya, cemilan yang terbuat dari madu ini rasanya sangat elok. Dan masakan tersebut banyak dijual di Eks Pasar Gomo. Soal harganya sangat bersahabat, cukup bermodalkan 30 ribu saja kita sudah mampu membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni