11 Kawasan Wisata Sumba, Keindahan Tersembunyi Di Pulau Para Jagoan Berkuda.

Tempat wisata sumba mungkin kurang terdengar selama ini. Padahal di dunia internasional Sumba telah memilki reputasi tinggi. Paling tidak dengan pengharagaan pantai terbaik 17 dari 100 pantai dunia, telah memberikan legalisasi dunia kepada keindahan alam sumba.

Tempat wisata sumba mungkin kurang terdengar selama ini. Padahal di dunia internasional Sumba telah memilki reputasi tinggi. Paling tidak dengan pengharagaan pantai terbaik 17 dari 100 pantai dunia, telah menunjukkan pengakuan dunia kepada keindahan alam sumba.
Tempat Wisata Sumba. Image via: tripcanvas.co

Sekilas Soal Sumba

Sumba, sebuah pulau misterius dan “liar”yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Sebelah barat daya Flores. Pengunjung mampu menjumpai desa-desa tradisional yang dibangun di atas puncak bukit dan dilindungi oleh dinding kerikil bersejarah.

Di sini, hamparan padang rumput dan perbukitan kerikil kapur memberi nuansa tersendiri, sementara desa-desa di puncak bukit dengan rumah-rumah beratap ilalang “dijaga” oleh makam megalitik.

Dari teladas spektakuler sampai desa-desa kuno, Sumba pasti akan menjadi tujuan yang tidak akan terlupakan. Meski perlahan mulai mendapat daya tarik di media umum, pulau ini masih dianggap sebagai destinasi yang cukup tersembunyi.

Pasola, adalah atraksi budaya utama dan terbesar di pulau ini. Atraksi ini berupa perang kavaleri pasukan berduka. 2 kelompok pasukan berkuda bersenjata lembing, saling serang dengan melemparkan lembing dari kuda yang dipacu cepat.

Waitabula, kota besar yang paling timur di Sumba merupakan pintu gerbang menuju Sumba. Di sana ada bandara Bandara Tambolaka. Unutk berkeliling pulau, pengunjung mampu menyewa mobil atau motor untuk berkeliling. Tarif bergantung pada jarak dan tawar menawar.

11 Tempat Wisata Sumba

  1. Lapangan Pasola Lamboya

Atraksi di tempat wisata sumba ini adalah Pasola. Pasola saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan.
Lapangan Pasola Lamboya. Image via: travelingyuk.com

Simak juga: 11 daerah wisata Banjarnegara

Pasola berasal dari kata “sola” atau “hola”, yang berarti sejenis lembing kayu yang digunakan untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Kaprikornus pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.

Pasola merupakan bab dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama orisinil yang disebut Marapu. Permainan pasola diadakan di daerah wisata Sumba berupa Lapangan Pasola yang ada di empat kampung.

Keempat kampung tersebut antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari sampai Maret setiap tahunnya.

Tradisi puncak ini akan dipenuhi ribuan orang tepatnya di padang rumput atau savana Lahigalang. Akan ada puluhan cowok dari 10 dusun/paraingu yang beradu ketangkasan mengendalikan kuda dan menombak lawannya dengan lembing tumpul.

Acara di tempat wisata Sumba ini dihadiri ribuan penonton dari seluruh sumba, bahkan luar pulau.

Lokasi:  Patiala Bawa, Lamboya, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur

Tiket:-

Jam Buka:24 Jam

  1. Danau Weekuri

danau tempat wisata Sumbawa ini terbentuk dari percikan air laut yang menembus batu karang.
Danau Weekuri. Image via: trepup.com

Nama Weekuri sendiri berasal dari bahasa Sumba yang berarti air percikan. Itu alasannya adalah danau daerah wisata Sumbawa ini terbentuk dari percikan air maritim yang menembus batu karang. Kedalaman Danau Weekuri berkisar antara 30 cm hingga 2,5 meter, tapi ketika air sedang pasang bisa mencapai 5 m.

Danau Weekuri merupakan danau air asin, berasal dari air laut yang menembus batu karang yang mengelilingi danau. Akibat dari akumulasi garam, kandungan kadar garam di danau ini lebih pekar dari pada di laut. Pengunjung bahkan bisa mengapung tanpa harus menggunakan pelampung.

Danau daerah wisata Sumba di tepi pantai ini dikelilingi oleh batuan bagus. Mulai dari batuan gua yang membentuk stalaktit hingga stalagmit. Selain itu ada juga batuan karang yang ditumbuhi oleh tumbuhan seperti kaktus.

Beberapa titik air di Danau Weekuri mempunyai gradasi warna yang cantik. Ada yang berwarna biru, kehijauan, hingga putih dari pantulan dasar danau. Saat berenang di kawasan wisata Sumba ini, pengunjung juga mampu mencicipi suhu air yang berbeda-beda.

Lokasi: Desa, Kalena Rongo, Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur

Tiket: –

Jam Buka:07.00-17.00

  1. Pantai Walakiri

Satu hal yang unik di Pantai tempat wisata Sumba ini adalah pasir yang putihnya. Ada dua jenis tekstur pesisir di pantai tempat wisata Sumba ini.
Pantai Walakiri. Image via: excellenttourstravel.com

Simak juga: 11 daerah wisata Brebes

Pantai Walakiri memiliki pasir putih dan ombak cenderung damai. Letaknya memang cukup jauh dari Kota Waingapu, yaitu sekitar 24 kilometer. Letaknya yang jauh dari kota justru menciptakan Pantai Walakiri semakin istimewa. Pantai ini mempunyai hutan mangrove alias bakau yang unik.

Jika biasanya pohon bakau tinggi menjulang, di Pantai Walakiri ukurannya lebih mungil. Letaknya yang saling berjauhan justru membuat pohon bakau di Pantai Walakiri semakin menarik sekaligus membuat suasana terasa asri dan sejuk. Suasana di sini juga sungguh damai.

Satu hal yang unik di Pantai tempat wisata Sumba ini ialah pasir yang putihnya. Ada dua jenis tekstur pesisir di pantai daerah wisata Sumba ini. Yakni antara pasir di tepi pantai dan pasir di area bekas bahari yang surut.

Pasir di tepi pantai mempunyai tekstur butiran berwarna putih gading, layaknya pasir di pantai pada umumnya. Sementara tekstur pasir yang ada di area bekas maritim surut lebih halus, seperti semen atau bedak berair. Pasir ini kemudian mengering dan mengeras.

Banyak sekali pengunjung yang sengaja datang ke pantai kawasan wisata Sumbawa ini untuk menyaksikan sunset di Pantai Walakiri yang sungguh memesona. Selain sunset, beberapa pengunjug dan juga fotografer juga sering datang pagi-pagi buta untuk melihat matahari terbit.

Lokasi: Watumbaka, Pandawai, Watumbaka, Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Tim.

Tiket:-

Jam Buka: 24 Jam

  1. Air Terjun Waimarang

Di tempat wisata Sumba ini Air terjun pertama memiliki ukuran paling kecil, tingkatan kedua paling lebar sekitar tujuh meter, dan tingkatan terakhir sekitar tiga meter.
Air Terjun Waimarang. Image via: travel.kompas.com

Air terjun ini berdinding bebatuan, dengan tiga tingkatan penderasan. Di tempat wisata Sumba ini Air terjun pertama memiliki ukuran paling kecil, tingkatan kedua paling lebar sekitar tujuh meter, dan tingkatan terakhir sekitar tiga meter.

Air terjun ini mengalir dari kolam alami di atasnya yang keluar dari celah tebing. Airnya berasal dari sungai kecil di atasnya lagi. Yang memebuat daerah wisata Sumba ini menarik yakni bak alami di bawah penderasan. Kolam dikelilingi tebing batu berkarakter yang bikin tambah elok bila difoto.

Air di dalam bak teladas kawasan wisata Sumba ini berwarna hijau toska dan kolamnya cukup luas. Airnya tentu saja sejuk. Mengundang untuk diceburi.

Waktu terbaik mengunjungi Wai Marang yakni pukul 09.00-10.00 Wita, alasannya adalah pada pagi hari sinar mentari akan masuk melalui celah riam. Jangan datang terlalu sore, alasannya ketika kembali ke lahan parkir akan gelap tanpa penerangan. sedangkan jalur trekking terbilang curam dan licin.

Lokasi: Ngaru Kanoru, Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Tiket:-

Jam Buka: 08.00-17.00

  1. Bukit Warinding

Suhu udara di Bukit tempat wisata Sumba ini juga sangat sejuk karena berada diketinggian.
Bukit Warinding. Image via: travelingyuk.com

Simak juga: 11 tempat wisata Gresik

Bukit Warinding terkenal dengan pemandangannya yang begitu mempesona. Dibutuhkan sekitar satu jam perjalanan dari hotel tempat aku menginap di Waingapu. Pemandangan dalam perjalanan kesana pun juga membuat saya ingin selalu menatap keluar jendela.

Suhu udara di Bukit tempat wisata Sumba ini juga sangat sejuk alasannya adalah berada diketinggian. Pas sekali untuk anda yang ingin menghilangkan penat. Di Bukit Wairinding ini akan menemui anak-anak Sumba yang tengah bermain atau mengembala binatang ternak mereka mirip kuda atau pun domba.

Ada dua kegiatan menarik yang dilarang dilewatkan saat berada di Bukit Warinding yakni, momen matahari terbit (sunrise), dan momen matahari karam (sunset). Bisa dibayangkan seperti apa indahan sinar matahari yang terlihat kemerahan, kemudian tenggelam di hamparan padang rumput dan deretan bikit yang bangkit megah.

Periode terbaik untuk mengunjungi Bukit kawasan wisata Sumba iniadalah pada trend kering. Antara bulan Juni hingga Oktober. Sore hari yaitu waktu yang pas mengunjungi Bukit Warinding, cahaya yang tidak terlalu panas serta dapat menyaksikan matahari karam menyisakan semburat jingga di langit berteman sejuknya angin bukit.

Lokasi: Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Kab. Sumba Timur, NTT.

Tket: 5.000

Jam Buka: 24 Jam

  1. Air terjun Tenggedu

Air terjun tempat wisata Sumba ini di beri nama sesuai dengan nama desa tempat air terjun ini berada. Air terjun Tanggedu letaknya ada di antara tebing bebatuan
Air terjun Tenggedu. Image via: tripadvisor.co.id

Air terjun daerah wisata Sumba ini di beri nama sesuai dengan nama desa tempat riam ini berada. Lokasi ini sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat alasannya keunikannya.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, tampak pemandangan perbukitan khas Sumba Timur dengan binatang-hewan ternak yang berkeliaran bebas padang rumput. Setelah memarkir kendaraan dekat rumah warga, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan tracking menyusuri ladang warga.

Air terjun Tanggedu letaknya ada di antara tebing bebatuan, kami harus lebih berhati-hati ketika turun ke bibir sungai. Setibanya di Air terjun Tanggedu, semua kelelahan kami terbayar dengan keindahannya. Namun sayang, air sungai dikala itu sedang tidak jernih sebab semalam turun hujan.

Air terjung tempat wisata Sumba ini memiliki dua sumber air yang berbeda. Hal ini pula yang menyebabkan warna air berbeda. Bersantai di tepi air terjun dengan mendengerkan gemericik air yang turun sungguh menyejukan perjalanan yang cukup melelahkan.

Lokasi: Ndapayami, Kanatang, Ndapayami, Kanatang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

tiket: –

Jam Buka: 08.00-17.00

  1. Pantai Nihiwatu

Pantai tempat wisata Sumba ini merupakan salah satu tujuan para surfer atau peselancar kelas dunia untuk mencoba keganasan ombak pantai tersebut
Pantai Nihiwatu. Image via: katalogwisata.com

Simak juga: 11 daerah wisata Ponorogo

Pantai Nihiwatu berada di peringkat ke 17 dari 100 pantai terbaik di dunia. Pantai tempat wisata Sumba ini merupakan salah satu tujuan para surfer atau peselancar kelas dunia untuk mencoba keganasan ombak pantai tersebut. Bahkan para peselancar menjuluki pantai ini dengan sebutan God’s Left.

Pantai ini memang mimiliki suasana yang sepi dan nyaman sehingga sangat cocok bagi yang ingin menyendiri dan menikmati suasana pantai. Hal ini disebabkan alasannya adalah letak Pantai Nihiwatu jauh dari keramaian kota dan belum terjamah oleh industri.

Bangunan resort kawasan wisata Sumba ini terdiri dari villa-villa yang menghadap ke maritim. Beberapa bungalow yang ada terdiri dari 3 kamar tidur berukuran besar yang dibangun di atas bukit dan dilengkapi dengan kolam renang langsung yang langsung menghadap ke Samudera Hindia.

Restorannya yang sengaja dibangun menghadap ke arah pantai dengan model bangunan terbuka. Arsitektur dan ornamen bangunan yang ada di resort ini merupakan adonan dari desain tradisional dan modern. Selain memberikan keindahan lautnya, di resort ini anda akan dikenalkan budaya Pulau Sumba.

Ombak di tempat wisata Sumba ini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia bahkan merupakan ombak tercepat di dunia. Pantai Nihiwatu ini bahkan berhasil mengalahkan keindahan panorama populer di Hawaii, adalah Hanalei Bay.

Lokasi:  Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur

tiket:-

jam Buka: 24 Jam

  1. Pantai Watu Bela

Warna tebing di tempat wisata Sumba ini Sesuai dengan namanya.  Watubela dalam bahasa lokal memiliki arti batu yang berwarna putih.
Pantai Watu Bela. Image via: limakaki.com

Pantai Watubela di Kabupaten Sumba Barat ini mampu di tempuh sekitar 90 menit dari kota Waikabubak menuju kecamatan Lamboya. Akses jalan ke daerah wisata Sumba ini sudah bisa dibilang baik.

Dari kejauhan sudah ter lihat birunya lautan yang berkilau dan nyiur-nyiur yang melambai di tepiannya. Ketika kita tiba di bibir pantai Watubela kekaguman bertambah. Hamparan pasir putih yang halus dan bersih mirip dijaga oleh tebing-tebing dengan bebatuan indah yang ada disekitarnya.

Pengunjung mampu bermain dengan ombak pantai yang memang menggoda dengan airnya yang jernih. Namun harus tetap memperhatikan kondisi gelombang air maritim demi keselamatan. Pengunjung juga bisa sekadar menikmati dan berfoto dengan latar tebing putih yang eksotis di Watubela.

Warna tebing di daerah wisata Sumba ini Sesuai dengan namanya.  Watubela dalam bahasa lokal memiliki arti watu yang berwarna putih.

Di atas tebing terbentang padang rumput yang semakin manis dengan kerbau memakan rerumputan. Para sampaumur Kampung Watubolo, terlihat asik bersama kerbau-kerbau yang asyik merumput. Mereka duduk, jongkok, dan bangkit di atas punggung kerbau yang seakan tak perduli.

Lokasi: Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur

Tiket: 10.000

jam Buka: 24 Jam

  1. Air Terjun Lapopu

Air di tempat wisata Sumba ini sangat jernih berwana hijau toska dan deras.
Air Terjun Lapopu. Image via: blog.vokamo.com

Simak juga: 11 kawasan wisata Kudus

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 90 meter dengan tipe berudak-undak. Air terjun Lapopu berada di tepi Sungai Wanokaka dan bersumber dari penggalan sungai Labariri yang muncul dari gua. Air di kawasan wisata Sumba ini sangat jernih berwana hijau toska dan deras.

Pengunjung juga mampu merasakan segarnya ajaran penderasan dengan berenang di kolam alami yang terbentuk dari teladas tersebut. Selain sebagai kawasan wisata favorit, ternyata Air Terjun Lapopu ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air bagi masyarakat setempat dan berpotensial sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro listrik.

Selain keunikan bentuk air terjunnya yang bertangga-tangga, kolam air terjun ini mampu untuk berenang. Kedalaman bak ini hanya 2 meter. Banyak wisatawan yang berkunjung ke teladas ini untuk mandi dan berenang, berselfie, serta memotret keunikan air terjun ini

Waktu terbaik untuk mengunjungi teladas kawasan wisata Sumba ini yakni pada animo kemarau ialah sekitar Bulan Mei sampai Oktober dengan debit air yang tidak terlalu besar sehingga pas untuk dinikmati.

Lokasi: Dusun Malodong, Desa Rewarara, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tiket: 5.000

Jam Buka: 24 Jam

  1. Kampung Adat Tarung

Ada tiga bagian utama rumah adat di tempat wisata sumba ini. Atap, ruang huni, dan kolong rumah
Kampung Adat Tarung. Image via: lifestyle.okezone.com

Kampung Tarung merupakan salah satu destinasi yang selalu masuk dalam daftar penjelajahan daerah wisata Sumba yang menarik. Cukup beberapa menit saja dari pusat kota, pengunjung sudah bisa melihat wajah orisinil budaya Sumba yang begitu murni.

Kampung ini bukan sekadar kampung biasa, melainkan juga berfungsi sebagai institusi sosial dan keagamaan (Marapu). Inilah salah satu potret terbaik menyentuh eksklusif agama Marapu di Sumba, bersama tradisinya yang tidak banyak berubah semenjak abad lampau.

Ada tiga bagian utama rumah adat di tempat wisata sumba ini. Pertama, bab atap rumah (toko uma) berbentuk kerucut seperti menara biasa dipakai untuk menyimpan benda-benda pusaka. Terkadang pula di sana dipakai untuk menyimpan hasil panen.

Kedua, ruang hunian (bei uma) yang tidak menyentuh tanah. Pada ruang dalam dibedakan atas ruang jalan masuk untuk pria dan wanita. Ada juga ruang hunian berlantai bambu untuk daerah bermusyawah berupa beranda luas (besar hati). Ketiga, bab bawah rumah (kali kabunga) menjadi sangkar ternak, seperti kambing, babi, atau bahkan kuda dan kerbau.

Lokasi: Wailiang, Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur

tiket: 15.000

Jam Buka: 24 Jam

  1. Kampung Adat Praijing

Di tempat wisata Sumba berjenis budaya ini, ada 38 rumah di kampung tersebut. Semula ada 42, namun kebakaran pada 2000 menghanguskan 20 rumah.
Kampung Adat Praijing. Image via: nationalgeographic.grid.id

Simak juga: 11 tempat wisata Lumajang

Kampung Adat Praijing terletak di Desa Tebara. Di daerah wisata Sumba berjenis budaya ini, ada 38 rumah di kampung tersebut. Semula ada 42, namun kebakaran pada 2000 menghanguskan 20 rumah.

Yang paling mencolok dari barisan rumah budpekerti di Kampung Praijing itu memang atapnya. Tak semua atap dilengkapi menara yang menjulang tinggi. Itulah yang membedakan Uma Bokulu dan Uma Mbatangu, dua jenis rumah adat Sumba.

Uma Bokulu berarati rumah besar. Atapnya tidak dibuat tinggi mirip menara. Sedangkan Uma Mbatangu berarti rumah menara. Konstruksi atapnya mirip menara yang tingginya bisa mencapai 30 meter. Baik Uma Bokulu atau Mbatangu berupa rumah panggung yang atapnya dilapisi alang-alang.

Tak hanya sekadar kawasan bernaung, rumah etika Sumba juga memuat kearifan lokal. Tiap bagian rumah etika di kawasan wisata Sumba ini mengandung makna. Misalnya, tiap rumah dibagi menjadi tiga bagian yang merupakan simbol keseimbangan alam.

Bagian bawah dianggap sebagai simbol kawasan arwah, biasanya difungsikan untuk kandang binatang ternak. Bagian tengah untuk acara sehari-hari insan. Sedangkan bagian atas adalah tempat leluhur dan difungsikan untuk menyimpan materi masakan.

Lokasi: Desa Tebara, Kecamatan Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

tiket: 15.000

Jam Buka: 24 Jam

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni