30 Kawasan Wisata Di Solo Dan Sekitarnya

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”854″
data-slug=””>

4.4
/
5
(
8

votes

)

Sebagai salah satu kota bau tanah yang ada di Pulau Jawa, Solo yang juga dikenal dengan sebutan kota Surakarta menyimpan banyak objek wisata sejarah dan wisata budaya.

Tidak hanya itu, panorama alamnya yang memukau juga banyak memikat para wisatawan untuk singgah dan menikmati objek rekreasi di kotamadya yang ada di propinsi Jawa Tengah ini.

Terlebih lokasinya relatif erat dengan Yogyakarta yang merupakan salah satu primadona pariwisata di Indonesia, menjadikan banyak perusahaan travel membuat Paket Wisata Jogja – Solo.

Selain itu, untuk menuju ke Solo, terusan transportasi sangat mudah dan dapat dilakukan dengan beberapa macam cara.

Mulai dari memanfaatkan pesawat terbang lewat bandara Adi Sumarmo, menggunakan kereta api lewat stasiun Balapan, Stasiun Jebres dan Stasiun Purwosari, serta menggunakan bus yang ada di Terminal Tirtonadi.

Pesatnya pertumbuhan industri pariwisata di Solo dan sekitarnya, menciptakan Pemerintah Daerah Jateng pun tidak hanya berpangku pada tempat wisata yang telah ada.

Tapi terus mengembangkannya dengan membuka lokasi-lokasi wisata terbaru, sehingga para wisatawan pun memiliki lebih banyak tujuan ketika berkunjung ke Solo.

Tidak heran jikalau disepanjang tahun 2020, Solo terus dibanjiri para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Inilah daftar tempat wisata di Solo dan sekitarnya berikut gambarnya yang wajib dikunjungi.

1. Museum Radya Pustaka

Lokasi: JL. Brigjend Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, Surakarta

Koordinat: Klik Disini

Tarif: Rp.5.000

Jam Operasional: 07.00 – 17.00 WIB

Radya Pustaka Museum, foto by @jullianapaundra

Bagi penggemar wisata edukasi, Museum Radya Pustaka dilarang dilewatkan, alasannya adalah di sini Anda mampu melihat dan mempelajari benda-benda kuna yang merupakan peninggalan dari Keraton Mataram serta benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan kota Surakarta atau Solo.

Beberapa koleksi yang tersimpan di museum ini diantaranya yakni arca perunggu dan watu peninggalan zaman Hindu Budha, keramik, gamelan, wayang kulit, koleksi banyak sekali macam senjata tradisional termasuk keris.

Dan yang paling terkenal yakni koleksi porselen yang dulu diberikan Napoleon Bonaparte sebagai hadiah kepada Sri Susuhunan Paku Buwono IV.

2. Museum Batik Danar Hadi Solo

Lokasi: JL. Brigjend Slamet Riyadi, Sriwedari No.261, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah

Koordinat: Klik Disini

Tiket Masuk: Pelajar Rp.15.000, Umum Rp.25.000

Jam Operasional: 09.00 – 16.00 WIB

gambar by @wisata_tuti_

Bagi para pecinta batik akan terpuaskan saat memasuki museum ini, karena di dalamnya Anda mampu menikmati banyak sekali macam corak dan motif batik dari seluruh Nusantara, mulai dari batik klasik hingga dengan batik kontemporer.

Seperti Batik Pesisir (Pekalongan, Kudus, Lasem), Batik Sumatera, Batik Kraton (Surakarta, Mangkunegaran, Pakualaman dan Jogjakarta), Batik Hokokai atau batik yang mendapat imbas budaya Jepang, Batik China serta yang lain.

Bahkan, museum ini juga memiliki koleksi batik-batik dari Belanda yang didominasi dengan warna-warna cerah, seperti pink, merah, oranye, hijau.

Tidak hanya aneka macam macam jenis batik saja yang dapat dilihat di sini, tapi juga proses pembuatan kain batik, mulai dari membuat contoh, mencanting sampai mewarnai, baik batik tulis maupun batik cap.

3. Pasar Klewer

Lokasi: JL. Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Sukoharjo, Surakarta, Jawa Tengah

Koordinat: Klik Disini

Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

gambar by @lilia_tjan

Pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara ini menarik untuk dikunjungi, terutama bagi para pedagang batik, alasannya adalah pasar ini merupakan pusatnya grosir pakaian, utamanya kain batik.

Karena pasar ini bentuknya masih berupa pasar tradisional, maka untuk mampu memperoleh harga murah, pembeli harus cendekia menawar. Jika tidak, bukan tidak mungkin harga yang Anda bayar justru lebih mahal dari tempat lain.

Selain sentra belanja tekstil, di sekitar lokasi pasar juga banyak ditemui para penjual makanan yang menjajakan berbagai masakan khas Jawa Tengah.

4. Museum Purbakala Sangiran

Lokasi: Kalijambe, Sragen, Krikilan, Kalijambe, Karanganyar, Jawa Tengah

Koordinat: Klik Disini

Tarif: Wisatawan Domestik Rp.5.000, Wisatawan Asing Rp.7.500

Jam Operasional: 08.00 – 16.30 WIB

foto by @inekewsari

Museum ini berada di daerah “Kubah Sangiran”, ialah kawasan yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site alasannya adalah di sekitar lokasi tersebut banyak ditemukan fosil-fosil, mulai dari fosil manusia purba dan berbagai peralatan yang mereka gunakan, sampai dengan fosil hewan dan tumbuh-flora yang hidup pada jaman purba.

Jika ditinjau dari sisi stratigrafis, situs insan purba yang ada di Sangiran ini merupakan situs terlengkap di Asia sekaligus menunjukkan secara berurutan kehidupan pada zaman Pliosen hingga dengan zaman akhir Pleistosen Tengah sekitar 2 juta tahun yang kemudian.

5. Kampung Batik Laweyan

Lokasi: JL. Dr. Radjiman No.521, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah

Koordinat: Klik Disini

foto by @cahya.putri92

Kampung dengan luas 24 hektar yang terbagi atas 3 blok ini, menjadi spot yang menarik sebagai kawasan wisata edukasi dan wisata sejarah alasannya kampung yang dihuni para juragan batik tersebut telah berumur tua, karena telah bangun semenjak kurun kerajaan Pajang sekitar tahun 1546 M.

Sebagai kampung tua, bangunan yang ada di sini pun diisi dengan bangunan-bangunan kuna dengan berbagai macam gaya arsitektur, mulai dari gaya tradisional Jawa, China hingga dengan gaya Eropa.

Selain bangunan kuna yang menjadi saksi bisu sejarah perkembangan peradaban masyarakat Surakarta tersebut, wisata sejarah lainnya yang dapat ditemui di sini adalah makam Kyai Ageng Henis yang menurunkan raja-raja di Mataram dan Museum H. Samanhudi yang merupakan tokoh pendiri Syarekat Dagang Islam.

Sedang untuk wisata edukasi, para pengunjung yang datang ke kampung ini dapat melihat secara eksklusif proses pembuatan batik dari tangan-tangan terampil para pengrajin yang ada di kampung batik terpadu ini.

Sambil mendengarkan lantunan merdu musik keroncong, karawitan atau rebana yang dimainkan oleh grup kesenian milik warga setempat.

Tentu saja jadwal yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke sini adalah memborong kain batik, alasannya harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan di kawasan lain.

6. Kampoeng Batik Kauman

Lokasi: Kauman, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah

Koordinat: Klik Disini

Kampung Batik Kauman, foto by @wonderful_world_by_utami

Selain Laweyan, Kampung Wisata Batik di Solo yang banyak dikunjungi para wisatawan ialah Kauman. Berbeda dengan Laweyan yang susukan jalannya lebar, jalan yang menghubungkan satu kawasan dengan daerah yang lain di Kauman relatif sempit.

Namun demikian, di sepanjang jalan tersebut banyak ditemui showroom-showroom batik serta rumah-rumah yang memproduksi batik sekaligus dijadikan sebagai butik untuk menjual hasil produksi.

Kampung yang jaman dahulu merupakan tempat untuk menciptakan kain batik bagi keluarga Kraton tersebut mempunyai ciri khas produk yang berbeda dari Kampung Laweyan.

Jika batik produk Laweyan cenderung didominasi warna terperinci, untuk batik Kauman cenderung menggunakan warna gelap. Pada sisi pemasaran, Batik Kauman tidak kalah dari Laweyan, alasannya adalah produk batik dari Kauman banyak yang diekspor ke luar negeri dengan harga jutaan rupiah perpotongnya.

7. Pasar Antik Triwindhu

Lokasi: Pasar Triwindu, JL. Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah

Koordinat: Klik Disini

Jam Operasional: 09.00 – 16.00 WIB

Pasar Antik Triwindhu (foto: arifwahyu93.wordpress.com)

Meski sebenarnya merupakan pasar loak dengan konsep pasar tradisional, namun Pasar Antik Triwindhu menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berbagai macam benda seni yang menarik untuk dijadikan souvenir dan pajangan di rumah, serta banyak sekali macam benda antik yang memikat para kolektor mampu dijumpai di sini.

Seperti gelas, piring, cermin dan lampu antik, lampu minyak, frame beserta lukisan kuna, gramafon, wayang, patung-patung, keris, koin kuna, sampai dengan fosil makhluk purba yang diambil dari Sangiran.

Baca Halaman Selanjutnya, Klik: 8 – 13 Kolam Renang di Solo

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni