7 Tip Work From Home selama Pandemik COVID-19

Sudah satu minggu lebih, kita menerapkan social distancing ya? Yes, mungkin ada yang sudah lebih dari seminggu, dua minggu kerja di rumah. Mungkin juga malah ada yang baru hari ini mulai work from home.

Welcome on board, fellas! Saya sudah work from home sejak 2014. Hmmm, mayan juga ya? 6 tahun. Tapi tetep aja beda sih, karena meski sudah 6 tahun kerja dari rumah, tapi enggak karena social distancing.

Jadi, saya tetep aja ngider keluar; kalau bosen di rumah, ya pindah kerja ke coworking space atau coffee shop, atau meeting sama klien di mana. Atau, kalau suntuk ya, ajak beberapa teman dekat untuk meetup, di samping kegiatan ibu-ibu lainnya yang saya lakukan (belanja, antar jemput anak sekolah dan les), dan sebagainya.

Sudah seminggu lebih ini, saya benar-benar stay at home. Keluar buat belanja keperluan doang, sejam dua jam, langsung balik lagi.

Jadi, ya, tetep beda rasanya. So, sekali lagi, welcome on board, buat teman-teman yang sekarang juga work from home. Gimana? Lebih enak kerja dari rumah atau ke kantor? Hehehe.

Buat sebagian orang, barangkali hal ini perlu adaptasi yang lebih ya. Bagaimanapun, cara dan metode kerja di rumah itu jelas berbeda dengan kalau kita berinteraksi langsung dengan rekan kerja di kantor. Biasanya sih yang jadi kendala utama adalah komunikasi, karena ya gitu, mesti pakai alat.

Kendala lain adalah kalau kerja di rumah itu harus siap mandiri. Kalau di kantor, kinerja turun kita akan ditegur sama HR. Di rumah? Nggak ada yang negur. Yang ada malah makin rajin rebahan, karena memang kondisinya seperti itu. Terlalu enak di rumah tuh. Hahaha.

Makanya, mesti punya disiplin diri yang kuat–karena kita kan work from home, bukannya liburan.

Masih tetep pengin punya kerjaan kan, ketika krisis ini berakhir?

Nah lo, pertanyaannya kok nggak enak?

Tenang, ini ada beberapa tip work from home buat kamu yang sekarang mulai bekerja dari rumah, berdasarkan apa yang saya lakukan selama ini. Ingat, kunci utamanya: disiplin diri. Tanpa ada disiplin, jamin deh, bubar semua tugas. Nggak akan ada yang selesai.

7 Tip Work From Home

1. Bangun Rutinitas

Sekali lagi, disiplin diri itu perlu ya. Jadi, meski “hanya” di rumah, kamu perlu membuatnya seperti kerja biasa di kantor. So, membangun rutinitas itu penting.

So, meski work from home, ya bangunlah seperti biasa di hari kerja. Lalu segera bersiap. Kamu yang butuh olahraga dulu sebelum bekerja, olahragalah seperti biasa. Kalau biasa jogging atau ke gym, sekarang cukup kamu lakukan di rumah aja dulu. Banyak video-video workout at home di Youtube, mulai dari olahraga kardio sampai yoga.

Jangan lupakan olahraga ya. Ini justru sangat penting kamu lakukan di masa-masa seperti ini.

Yang biasa minum kopi dulu sebelum mulai bekerja, silakan buat kopi dulu. Lalu juga mandi dan sarapan. Pokoknya, lakukan seperti biasa.

Bahkan, kalau perlu, berpakaianlah baju kerja (meski mungkin enggak seformal biasanya)–jangan pakai daster atau piama, karena auranya bakalan bikin males aja. Yang biasa ke kantor pakai makeup, bolehlah makeup-an dulu juga, meski yang natural aja.

2. Siapkan Alur Kerja

Setiap orang bisa jadi punya alur kerja masing-masing, tergantung job desc dan wewenangnya. Jadi, seharusnya hal ini nggak terlalu masalah juga karena kamu hanya perlu memindahkan apa yang biasa kamu kerjakan di kantor ke rumah.

Hanya saja, mungkin karena kamu enggak bisa langsung koordinasi dengan rekan atau atasan, maka kamu perlu memikirkan tambahan di alur kerjamu.

3. Buat Suasana Kondusif untuk Bekerja di Rumah

Agar nyaman work from home, pikirkan satu sudut yang paling nyaman dipakai buat kerja. Pilihlah tempat kerja yang terang dengan sirkulasi udara yang baik. Kalau perlu, beri lampu duduk tambahan, enggak hanya mengandalkan pencahayaan lampu di langit-langit ruangan saja.

Sebaiknya sih, jangan bekerja di atas tempat tidur ya. Selain jadi bikin pengin rebahan terus, juga nggak bagus buat laptop. Jadi lebih mudah panas.

7 Langkah Menjadi Penulis Buku

4. Buat To Do List

Kerja di rumah itu rentan distraksi. Palagi buat buebu, kek saya. Baru sebentar megang kerjaan, udah dicolek-colek ditanya tugas sekolah online. Baru mulai pegang kerjaan lagi, udah dicolek minta camilan. Belum sempat pegang beneran lagi, udah waktunya masak untuk makan siang.

Ya begitulah. Makanya, bikin to do list, kalau perlu dilengkapi dengan jam. Meski nantinya juga keteteran, dengan to do list + jam ini kita jadi tahu, bagian yang bikin keteterannya di sebelah mana.

Besoknya biar bisa diatur lebih baik lagi.

Kalau mau work from home, kita memang mesti siap fleksibel. Soal atur waktu kerja ini bisa saja kejadian setiap hari, tergantung situasi hari itu. So, to do list bukan semacam “ikatan”, tapi sekadar alat bantu agar kita jangan sampai terdistraksi malah mengerjakan hal-hal yang kurang penting dan melupakan hal-hal penting. Tapi juga nggak perlu terlalu saklek, harus sesuai dengan to do list.

Be flexible tapi sekaligus disiplin.

5. Siapkan Jalur Komunikasi

Siapkan kuota internetmu. Bakalan butuh lebih banyak dari biasanya. Apalagi kalau kamu perlu tele conferencing beberapa kali dalam sehari. Kuotanya lumayan banyak.

Apalagi sekarang, semuanya juga online. Saya sendiri juga harus berbagi kuota dengan anak-anak, yang sekolah online. Untunglah video-videonya nggak terlalu banyak. Beberapa teman mengaku, anaknya yang sudah duduk di bangku perguruan tinggi juga harus kuliah live online. Lumayan juga tuh kuotanya.

Jadi, silakan disiapkan sesuai kondisi.

Saya sendiri juga lihat-lihat kebutuhan. Kalau butuh video call/conference, ya wifi dimonopoli dulu. Yang lain, bisa pakai kuota data dulu, apalagi kalau hanya buat scrolling media sosial.

Banyak provider yang ngasih ekstra ini itu, manfaatkanlah. Kalau perlu, ganti nomor dulu sementara, biar dapat promo-promonya.

6. Masukkan Istirahat dalam Agenda

Selain rentan distraksi rebahan, kerja di rumah juga malah bikin kita nggak istirahat. Entah sakin enjoy-nya, jadi lupa kalau mesti makan siang.

Masukkan jam-jam istirahat ini dalam agenda atau to do list. Saya memasukkan snacking time, lunch time, dan afternoon snacking juga kok di to do list. Bahkan kadang, saya masukkan juga nonton film di akhir agenda. Biar jadi semacam motivasi buat cepat-cepat menyelesaikan tugas. Hehe.

cukup tidur selama ramadan

7. Tentukan Jam Kerja Berakhir

Work from home doesn’t mean jam kerja kita endless.

Tentukan sendiri kapan jam kerja selesai. Meski kerjanya di rumah, tapi teteup, yang namanya kerjaan bakalan datang terus juga kayak di kantor.

So, adalah penting untuk menentukan batas sendiri; kapan kita selesai bekerja, dan apa saja yang bisa dilakukan esok hari. Nggak perlu semua diselesaikan hari ini kok. Sesuaikan saja kondisinya seperti di kantor.

Aight, itu dia 7 tip untuk tetap efektif dan efisien kerja di rumah.

Hvft, kayaknya emang bakalan lama nih kita mesti work from home yak? Tapi enggak apa, kalau nggak dibelain kerja di rumah juga malah akan lebih parah kali kan?

So, mari berkarya dari rumah, dan terus berdoa semoga bencana ini segera berlalu. Cheers!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni