9 Perbedaan Tradisi Lebaran Di Arab Saudi Dan Indonesia

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”12051″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Indonesia merupakan negara dengan secara umum dikuasai agama islam. Sehingga, perayaan idul fitri atau lebaran menjadi momen yang sangat dinantikan-tunggu dan membahagiakan semua orang. Perayaan ini bahkan bisa dirasakan beberapa ahad sebelum dan setelah idul fitri datang.

Tak hanya Indonesia, tetapi setiap negara memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan lebaran begitu pula dengan negara-negara arab. Perayaan ini biasanya tergantung pada budaya masing-masing negara. Ada yang meriah sekali dan ada pula yang biasa saja.

Suasana Masjidil Haram Setelah Sholad Idul Fitri, foto: republika.co.id

Kalau Indonesia termasuk negara dengan tradisi idul fitri yang meriah. Mulai dari tradisi pulang kampung, takbir keliling sampai halal bi halal dari satu rumah ke rumah lainnya. Tapi, tentunya berbeda dengan tradisi lebaran di Arab Saudi. Nah, berikut perbedaan tradisi idul fitri di Indonesia dan Arab Saudi!

Mudik

Jika di Indonesia setiap tahunnya ketika lebaran pastilah ada mudik. Mudik ini dilakukan oleh para perantau dari kota-kota menuju kampung halamannya. Walaupun berdesak-desakkan di terminal maupun di stasiun.

Meriahnya Kembang Api Pada Malam Takbiran, foto: kabarmakkah.com

Beberapa diantaranya memesan tiket sampai bulan sebelumnya semoga mampu pulang ke kampung halaman. Rela membeli tiket mahal hanya untuk berkumpul bersama keluarga besar di rumah.

Pulang kampung ketika lebaran memerlukan usaha besar, tapi itu tetap dilalui banyak orang untuk merayakan lebaran. Namun berbeda lebaran di arab saudi, tak ada yang namanya mudik berbondong-bondong ke kampung asal.

Jalanan pun tak penuh dengan kendaraan bermotor. Jika ingin bepergian atau berwisata ke luar kota, masyarakat arab saudi melaksanakan di hari pertama lebaran. Bukannya jauh-jauh hari sebelum lebaran.

Malam Takbiran

menyalakan kembang api, foto: kabarmakkah.com

Malam takbiran merupakan malam sebelum hari raya idul fitri datang. Nah, di malam ini semua masjid dan mushola mengumandangkan takbir. Takbiran juga dilakukan secara keliling dari jalan A ke B. Takbir dikumandangkan bersama dentuman bedug.

Malam idul fitri semakin meriah bila di Indonesia. Sementara di Arab Saudi, takbir hanya dikumandangkan saja tanpa pukulan bedug.

Halal Bi Halal

Berkumpul Bersama Keluarga, foto: kabarmakkah.com

Sejak hari pertama idul fitri selepas sholat id, umat islam di Indonesia melakukan halal bi halal. Bisa dengan mengunjungi rumah tetangga atau saudara maupun kerabat bersahabat untuk meminta maaf sekaligus bersilaturahmi.

Karena memang momen hari raya idul fitri identik dengan saling memaafkan. Sehingga melaksanakan halal bi halal merupakan aktivitas wajib. Sedangkan di Arab Saudi, tradisi halal bi halal hanya pada keluarga terdekat dan dilaksanakan pada malam hari.

Biasanya mereka berkumpul di rumah keluarga tertua, menikmati hidangan idul fitri lalu berbahagia merayakan hari nan suci ini.

Makan Bersama Anggota Keluarga, foto: kabarmakkah.com

Bila tidak ada di rumah, masyarakat arab saudi juga menyiapkan sebuah meja dengan kertas dan pena di atasnya. Mereka meletakkan meja itu di bersahabat pintu. Itu merupakan langkah menyambut tamu dikala tidak ada di rumah.

Selain menuliskan ucapan, pengunjung yang ingin bersilaturahmi juga menaruh sebuah bingkisan atau parcel lebaran.

Sajian Idulfitri

suasana lebaran di arab saudi, foto: tribunnews.com

Beda daerah beda kulinernya. Kalau di Indonesia menu khas lebaran ialah ketupat, opor ayam, sambal goreng, semur daging, kerupuk dan lainnya. Hampir setiap rumah memasak hidangan tersebut. Setelah sholat id, semua keluarga berkumpul kemudian menyantap kuliner itu.

Rasanya pastilah sangat nikmat. Jika lebaran di arab saudi, menu lebaran yakni masakan elok-cantik hampir sama dengan hidangan buka puasa. Jadi, ketika idul fitri tiba masyarakat arab memakan kurma, coklat dan makanan elok lainnya.

Bingkisan Lebaran

Nonton Bareng Bersama Keluarga, foto: tribunnews.com

Lebaran di Indonesia sudah biasa dengan tradisi tukar parcel atau bingkisan lebaran. Isi bingkisan itu banyak seperti snack, sirup, serta kuliner lain untuk peserta.

Tradisi ini juga ada di arab saudi, tapi hanya saja isi bingkisannya tidak sama. Disana isi parcel tidak lebih dari 3 macam yakni sekotak kue, permen dan satu set parfum beserta ucapan idul fitri pada bab atasnya.

Angpau Lebaran

Sama mirip Indonesia, orang arab menyiapkan angpau atau mainan yang disebut dengan eidiyah. Eidiyah ini disediakan oleh orang renta pada anak-anaknya sebagai penyenang atau ucapan terima kasih sebab sudah berpuasa selama satu bulan. Hal itu juga merupakan langkah mendorong atau motivasi semoga mau berpuasa lagi di tahun depan.

Kembang Api

bagi bagi ampao, foto: tribunnews.com

Dalam menyambut datangnya idul fitri, kembang api menghiasi langit-langit. Menunjukkan rasa bahagia dengan datangnya hari suci. Begitu pula lebaran di arab saudi, penduduk sana juga menyalakan kembang api.

Baju Baru

Penduduk arab saudi juga berbelanja sebelum lebaran tiba. Mereka memadati toko-toko baju sama seperti masyarakat Indonesia. Bagi yang tidak berbelanja pakaian baru, mereka akan mencuci baju lebaran lama, agar bisa nampak seperti gres saat dipakai.

Baju lebaran mereka umumnya jubah putih yang dikenakan untuk sholat id. Kalaupun ada sobek atau robek, eksklusif dijahit. Menjelang idul fitri area pertokoan dan tukang jahit sangat ramai. Tak sedikit pula para pemilik toko memberikan hadiah gratis pada pembeli menjelang idul fitri.

Kaum Duafa

Mengadakan Pentas Drama, foto: kabarmakkah.com

Di Arab Saudi memiliki tradisi bahwa pria arab membeli materi-materi pokok dalam jumlah besar, kemudian meletakkannya di depan pintu rumah kaum duafa secara acak. Itu cara mereka membantu sesama.

Kadang-kadang orang murah hati turun ke jalanan membagikan hadiah kepada belum dewasa tidak dikenalnya. Mereka berlomba-lomba mendapatkan pahala dengan mengembangkan rezeki yang diperoleh selama setahun.

Sebenarnya, tidak banyak perbedaan antara tradisi lebaran di Indonesia dan arab saudi alasannya adalah sama-sama senang atas hari nan fitri. Sekarang, kamu sudah tahu bagaimana suasana lebaran di arab saudi. Kaprikornus, dikala berkunjungi pada momen idul fitri kamu takkan gundah mau berbuat apa.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni