Ada Apa Saja Di D Mall

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”8686″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: Jl. Margonda Raya Kav. 88, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16423

Map: Klik Disini

HTM: Gratis

Telepon: (021) 7753487

Buka Jam Berapa

Senin 10.00–21.30

Selasa 10.00–21.30

Rabu 10.00–21.30

Kamis 10.00–21.30

Jumat 10.00–21.30

Sabtu 10.00–22.00

Minggu 10.00–22.00

foto by instagram.com/ummi_haira_

Berbagai wilayah di Indonesia pun banyak yang telah menjadi sasaran pengembangan sentra perbelanjaan gres. Pengembangan mall yang terbilang pada seri mega terlihat terperinci di area sekitar ibukota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Namun perkembangan tersebut tidak hanya merambah pada area Jabodetabek dan Pulau Jawa saja, melainkan kota-kota besar lainnya dari Sabang bahkan sampai ke ujung Merauke sekalipun ikut menyaksikan perkembangan ini. Tak bisa dipungkiri, sentra perbelanjaan pun selalu menjadi animo dan primadona hingga selalu dipadati oleh masyarakat.

Jika ditelusuri satu per satu, terlihat beberapa unit Mall yang mempunyai ikon anggun, megah nan selalu ramai dikunjungi mirip Taman Anggrek, Plaza Senayan, Kelapa Gading, AEON Serpong, FX Sudirman khususnya di bab selatan Jakarta.

Namun, perkembangan mall di Indonesia tidak selalu membuahkan hasil yang baik. Banyak juga berbagai sentra perbelanjaan mengalami peristiwa pahit ialah selalu sepi sampai hampir bangkrut, mirip halnya dengan Mall Grand Serpong, ITC Kuningan, ITC Fatmawati, Kelapa Gading Trade Center W, Bekasi Square, Mega Karawang, Grand Palladium Medan, Kaza City Surabaya.

Tidak samapai situ saja, Saphir Square Jogja Yogyakarta, Lippo Kuta Bali, Big Samarinda, Lombok City Center, Palur Plaza Solo, Rita Pasaraya Wonosobo, Lamongan Plaza, Tulungagung Plaza, Lippo Jember, Suncity Madiun, Pasific Tegal, Kartini Bandar Lampung, Duta Banjarbaru, Wonosobo, Iskandar. Grogol.

Dan juga Grand Tarakan Kalimantan Utara, New Makassar, City Gorontalo, Big Samarinda, sampai Metro Merauke merupakan beberapa teladan pusat perbelanjaan di Indonesia yang sepi kurang diminati oleh pengunjung.

Lebih tragisnya lagi Pasaraya Sri Ratu, Lingkar Selatan (Molis) Bandung, Ramayana Gresik, Ramayana Kediri dan MX Malang merupakan contoh sentra perbelanjaan yang hingga ketika ini sudah tidak dioperasionalkan lagi dan tidak sedikit berkembang menjadi bangunan kosong nan angker.

Masalah seni manajemen pemasaran merupakan salah satu penyebab utama kegagalan keberadaan dari pusat perbelanjaan di Indonesia.

foto by jakarta.tribunnews.com

Konsep Mall

Di Indonesia, konsep dari pembangunan pusat perbelanjaan masih sekedar hanya melihat dari peluang ajakan kebutuhan kota yang hanya beramsumsi bahwa semakin bertambah jumlah penduduk maka akan semakin bertambah pula angka kunjungan.

Seringkali seni manajemen tata letak bangunan dan gerai terkesan terlalu terkotak-kotak sehingga dirasa kurang humanis dan pengunjung merasa cepat bosan berakibat tidak kembali lagi pada pusat perbelanjaan tersebut.

Padahal, kalau melihat isu terkini mall di mancanegara aneka macam yang sukses dan bisa menjadi panutan bagi Indonesia.

Sebagai contoh mall megah dan unik yang berhasil dan sampai saat ini masih menjadi destinasi favorit pengunjung ialah aneka macam pusat perbelanjaan yang diprakarsai oleh Giga Group Pakistan DXMall mirip Islamabad, Khrisna Apra Indirapuram, Neytaji Subhnash Place (NSP), Rohini West, Ring Road Pitampura, Rawalpindi, dan Boracay Filipina.

foto by instagram.com/reza_wollf_

Adapun pusat perbelanjaan lainnya seperti Orchard Singapore, Langkawi Fair Shopping Mall Kuala Lumpur, Bandar Seri Inskandar Perak Malaysia, dan Ho Chi Minh Vietnam. Konsep yang diterapkan oleh pusat perbelanjaan yang telah terakui sukses tersebut adalah menyesuaikan dengan pergeseran tingkah laku masyarakat.

Mall dikala ini bukan lagi memiliki fungsi utama sebagai daerah perbelanjaan, melainkan sebagai arena bersenang-senang dan bersosialisasi. Ditambah lagi, penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) pun menjadi salah satu faktor kunci stabilnya jumlah pengunjung.

Pengembangan hunian dan pusat perbelanjaan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik pun berorientasi pada istilah one stop living. Berada pada daerah one stop living, pusat perbelanjaan diyakini tidak akan pernah kehabisan pengunjung.

foto by instagram.com/ilham_aki_135cc

Hal tersebut dikarenakan selalu ada penghuni apartemen/hotel atau pekerja yang meluangkan waktu ke mall walaupun hanya untuk makan, nongkrong, menonton film di bioskop atau istirahat.

Salah satu sentra perbelanjaan di Depok yang memiliki permasalahan yang sama ialah Mall Depok. Mall ini dibangun pada luas tanah 45000m2 pada tahun 1996, terdiri dari 5 lantai yang termasuk 1 lantai basement.

Namun, semakin berkembangnya pusat perbelanjaan lainnya di sekitar Kota Depok, mall ini terlihat semakin tersurutkan. Melihat permasalahan tersebut, PT. Propindo Sedayu selaku pemilik ingin membuka peluang dengan membenahi citra dan merubah konsep sentra perbelanjaan yang gres bagi masyarakat Kota Depok.

foto by instagram.com/susanti_chakev

Strategi awal yang dilakukan ialah merubah nama Depok Mall menjadi Dmall. Selanjutnya, mencoba membenah diri pada setiap konsepnya yang diadopsi dari berbagai sentra perbelanjaan yang sukses di mancanegara.

Konsep gres DMall didesain dapat fleksibel merangkul seluruh lapisan masyarakat, dengan menyuguhkan daerah yang seru dan nyaman untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, bertemu rekan kerja maupun sahabat, maupun hanya sekedar hangout bersama teman maupun sanak keluarga.

Lokasi Dimana

foto by instagram.com/rahayuhartini5

Aksesnya pun terbilang gampang dan sangat strategis. Apabila memakai transportasi publik, Anda tak perlu gundah sebab terletak pada jantung Kota Depok, sebelah timur dari Hotel Fave Margonda.

Agar memudahkan pencarian alamat, Anda mampu juga menelusuri dengan aplikasi map yang akan membawa kita ke dalam penelusuran Jalan Margonda Raya Kavling 88, Depok, Jawa Barat.

foto by instagram.com/ratihpurnomo

Daftar Restoran

Dengan konsep barunya, DMall Depok juga menyuguhkan banyak sekali gerai lengkap mulai dari sentra perbelanjaan pakaian, alat kebutuhan rumah tangga, restaurants, book stores, arena entertainment hingga hingga aneka macam kantor manajemen bank. Seluruh gerai tersebut telah terakomodasi pada seluruh lantai, berikut merupakan daftar dari gerai-gerai yang telah tersedia pada Dmall.

Basement:

Pada umumnya, basement dipergunakan sebagai arena parkir yang luas bagi pengunjung. Namun, pada lantai basement Dmall. Pengelola memultifungsikan area basement untuk memanjakan para pengunjung mirip menyediakan gerai kecantikan spa, Daily Foodhall Shops, layanan laundry.

Uniknya, pada lantai basement juga tersedia salon khusus kendaraan ialah Auto Polish. Tentu saja, akan memudahkan merawat dan membersihkan kendaraan Anda apabila sedang berkunjung ke sentra perbelanjaan ini.

Lantai Ground (G):

foto by instagram.com/safitri_mila

Pada lantai dasar, Anda mampu menikmati aneka macam varian restoran terkemuka mirip KFC, Baskin Robins, Starbucks, Domino’s Pizza, Gokana Ramen & Tepan, Es Teler 77, Ichiban Sushi, dan Dunkin Donuts. Gerai lainnya yang tersedia antara lain Yopie Salon, Optik Melawai, Yongki Komaladi, serta Golden Truly.

Lantai 1

Lantai ini didominasi oleh gerai menjual mainan khusus anak. Selain itu, terdapat juga masakan menu nusantara yang mampu disantap di Warung Tekko dan Bakso Malang Karapitan (BMK).

Lantai 2

Meskipun sebagian ruko pada lantai ini masih tampak kosong namun, pada lantai ini Anda dengan mudah menemukan gerai penjual aneka macam produk elektronika & furniture pada gerai Electronic Solution, My Home, dan MPG Furniture. Bioskop CGV Cinemas kesayangan Anda pun juga tersedia loh di lantai 2 ini.

Lantai 3

Lantai 3 merupakan pusat dari kawasan kuliner nusantara. Pada lantai ini, Anda dapat pada menemukan Bebek Semego, Bakso Tenis Pancoran, Bakmi Margonda, Pempek Tussy, Soto Betawi, Bakmi Bangka, Warung Sate, dan banyak sekali jenis makanan food court lainnya tersedia disini.

Hotel di Sekitar

DMall tidak hanya diperuntukkan khusus bagi warga Depok dan sekitarnya saja, melainkan pengunjung domestik maupun mancanegara pun didesain dapat dengan gampang mengaksesnya.

foto by instagram.com/hesticyntia

Didukung oleh Hotel Santika, hotel ini terhubung langsung dengan belakang bangunan DMall sehingga akan lebih gampang untuk mengakses layanan hotel maupun mall. Hotel Santika Depok mempunyai total 122 unit kamar serta dilengkapi pula layanan lengkap mirip ruangan pertemuan, layanan laundry, sentra kebugaran/gym, dan bak renang.

Bagaimana menurut Anda, dengan bebenahnya sistem dari Dmall Depok? Sudah menarik bukan? Jika berminat menjadi bagian dari DMall, Anda dapat menghubungi email [email protected]

Berbagai berita acara dan aneka macam promo, isu teraupdate pun, manajemen selalu menginformasikannya pada website https://www.dmalldepok.com. Yuk, kita coba suasana terbaru dari DMall Depok!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni