Apa Daya Tarik Pantai Karang Bolong?

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”10215″
data-slug=””>

3.4
/
5
(
7

votes

)

Lokasi: Desa Karang Bolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah

Map: Klik Disini

HTM: Rp.5.000

Buka Tutup: 09.00 – 17.00

Pantai Karang Bolong bagi sebagian masyarakat Indonesia bukan nama yang aneh, karena pantai ini, tepatnya goa yang ada di pantai ini, dahulu pernah menjadi pemasok utama sarang burung walet, sebelum burung walet marak dibudidayakan.

Nama Pantai Karang Bolong juga melegenda disebabkan alasannya adalah kisah-kisah mistis seputar keberadaan Nyi Roro Kidul, Penguasa Laut Selatan yang memiliki pertalian dengan eksistensi pantai ini.

Apalagi di pantai ini kerap diselenggarakan upacara-upacara budbahasa dan ritual yang hampir kesemuanya dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih kepada Nyi Roro Kidul, seperti ritual unduh sarang walet, upacara larung sesaji dan beberapa upacara budpekerti lainnya termasuk ritual untuk mencari pesugihan.

foto by instagram.com/veraanggunanastasia

Upacara adat dan ritual tersebut menjadi menarik alasannya diselingi dengan berbagai jenis pertunjukan kesenian tradisional,seperti wayang kulit, kethoprak, tayub serta yang lain.

Terlepas dari adanya Goa Karang Bolong yang menjadi kawasan burung walet bersarang serta cerita-cerita mistis seputar Nyi Roro Kidul, Pantai Karang Bolong sendiri memiliki panorama yang indah.

Sehingga siapapun yang berkunjung ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, disarankan untuk berkunjung ke pantai yang ada di Desa Karang Bolong, Kecamatan Buayan ini.

Sejarah Deskripsi

foto by instagram.com/ning.hadziki

Mitos yang hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Pantai Karang Bolong berawal pada kala pemerintahan Kerajaan Mataram, dimana pada abad itu permaisuri Sultan jatuh sakit dan tidak ada satu tabibpun yang mampu menyembuhkannya.

Dalam keadaan putus asa, Sultan menyepi dan bertapa di tengah hutan. Saat bertapa itulah ia mendengar bisikan ghaib yang mngatakan bahwa obat yang dapat menyembuhkan sakit permaisuri adalah bunga karang yang ada di Laut Selatan.

Setelah mendengar bisikan ghaib, Sultan memerintahkan penasihatnya yang berjulukan Kiai Surti untuk mencari obat tersebut. Kiai Surtipun berangkat ke Pantai Karang Bolong dan bertapa di dalam goa.

Dalam pertapaannya, ia ditemui oleh anak buah Nyi Roro Kidul berjulukan Dewi Suryawati yang berjanji akan memberikan obat bagi permaisuri asalkan Kiai Surti mau menikah dengannya. Tanpa berpikir panjang, penasihat kerajaan yang sangat setia pada Sultan itupun menyanggupi seruan tersebut.

foto by instagram.com/yumnakbt

Ternyata obat yang dimaksud ialah sarang burung walet yang terdapat di Goa Karang Bolong. Kiai Surti pun membawa sarang walet sebanyak-banyaknya dan ketika diberikan kepada permaisuri, penyakit yang dideritapun berangsur-angsur sembuh.

Setelah permaisuri sembuh, Kiai Surti teringat pada janjinya, sehingga diapun kembali ke Pantai Karang Bolong untuk menemui Dewi Suryawati. Kedua makhluk yang berlainan alam itupun jadinya menikah secara ghaib dan tinggal di tempat pantai untuk menjaga sarang burung walet yang ada di Goa Karang Bolong.

foto by instagram.com/jhonlenon_19

Mitos itulah yang hingga sekarang dipercaya oleh masyarakat, sehingga sebelum melaksanakan panen sarang walet, selalu digelar upacara unduh sarang walet yang diawali dengan pagelaran wayang kulit dan diakhiri dengan kenduri serta tayuban.

Dalam pagelaran wayang kulit, dalang biasanya akan membaca mantra yang ditujukan kepada Nyi Roro Kidul, Dewi Suryawati, Kyai Surti dan beberapa nama lain, mirip Joko Suryo Kyai Bekel dan Den Bagus Cemeti.

Dalam pagelaran wayang kulit, lakon yang dibawakan dilarang ada tokoh yang mati, alasannya diyakini dapat mendatangkan bencana alam bagi para pemetik sarang burung walet, entah itu jatuh terpeleset yang menimbulkan sakit hingga tewas.

foto by instagram.com/mitaaugustin___

Rute Menuju Lokasi

Secara administratif, alamat dari Pantai Karang Bolong berada di Desa Karang Bolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Untuk menuju ke lokasi, terdapat beberapa rute yang mampu dilalui. Namun rute yang kerap digunakan oleh wisatawan, baik yang datang dari Jogja maupun dari Purworejo ialah jalur Daendles menuju ke arah Pantai Suwuk atau Pantai Karang Bolong.

foto by instagram.com/yumnakbt

Setelah melewati jembatan yang cukup besar, wisatawan akan menjumpai sebuah pertigaan. Ambil jalan yang berbelok ke kiri atau menuju ke alun-alun Karang Bolong. Ikuti terus jalan tersebut hingga bertemu lagi dengan pertigaan dan arahkan kendaraan ke kanan sebelum balasannya tiba di lokasi yang dituju.

Bagi wisatawan yang tiba dari arah Barat atau dari kota Kebumen, dapat melewati Jalan Karanganyar – Petanahan. Ikuti rambu petunjuk arah sebelum akhirnya berbelok ke kanan melewati Jalan Daendles.

Jalur alternatif yang lain yaitu dengan menyusuri Jalan Puring sampai tembus ke Jalan Diponegoro. Di sana akan dijumpai rambu petunjuk arah yang akan memandu wisatawan menuju Pantai Karang Bolong.

foto by instagram.com/pantaikarangbolong

Cara lain untuk menuju ke lokasi yakni dengan menuju ke Pantai Suwuk. Sesampai di sana, wisatawan dapat menuju ke dermaga kecil dan menyewa perahu dengan tarif Rp.5.000 perorang. Selanjutnya bahtera nelayan akan mengantarkan hingga ke dermaga Pantai Karang Bolong.

Daya Tarik

Meski pasir yang terhampar di sepanjang pesisir pantai berwarna hitam dengan ukuran yang bercampur antara yang halus dan garang, namun keindahan Pantai Karang Bolong tidak perlu diragukan.

Perbukitan yang menjadi batas pantai ditambah bebatuan sedimen dengan berbagai bntuk dan motif menyuguhkan pemandangan yang eksotis ketika berpadu dengan gulungan ombak yang besar.

Pada bagian tepi pantai sebetulnya mempunyai bentuk yang landai. Namun pengunjung disarankan untuk tidak mandi dan berenang alasannya adalah pantai ini memiliki arus balik sangat besar lengan berkuasa yang mampu menyapu dan menyeret apapun yang berada di kawasan pantai, termasuk mereka yang berenang.

foto by instagram.com/yumnakbt

Meski tidak dapat dipakai untuk berenang namun aneka macam macam aktifitas menarik mampu dilakukan di sepanjang pesisir, sebab bibir Pantai Karang Bolong memiliki bentuk yang lebar.

Diantara sekian banyak aktifitas yang mampu dilakukan di sini, salah satu yang digemari oleh pengunjung adalah memancing. Hal tersebut disebabkan banyaknya ikan dengan aneka macam ukuran yang menghuni daerah pantai serta banyaknya spot-spot pemancingan.

Objek lain yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke sini sudah barang tentu Goa Karang Bolong yang terletak di sebelah timur pantai, alasannya adalah goa inilah yang menjadi sisi unik dari objek wisata ini disebabkan alasannya menjadi kawasan bagi burung walet menciptakan sarang.

foto by instagram.com/dimassatrio203

Goa Karang Bolong memiliki lorong yang sangat panjang dengan dinding berlapir breksi lahar yang umurnya sekitar 15 – 30 juta tahun. Itu sebabnya bagian dalam goa menghadirkan pemandangan yang indah sekaligus unik.

Secara keseluruhan dimensi Goa Karang Bolong memiliki panjang sekitar 30 meter, lebar 10 meter dan ketinggian rata-rata 5 meter. Di goa inilah para pencari sarang burung walet memanen sarang yang terbuat dari air liur walet.

Hanya saja sebab sarang burung walet dipanen pada waktu-waktu tertentu, membuat pengunjung tidak setiap saat dapat melihat aktifitas menarik tersebut. Pengunjung yang tiba pada hari-hari biasa hanya akan menjumpai diorama proses pemanenan sarang walet berbentuk patung berwujud insan yang tengah meniti rotan di atas ketinggian goa.

Harga Tiket Masuk

Untuk mampu menikmati keindahan pemandangan pantai dan keunikan dari Goa Karang Bolong, harga tiket yang dikenakan bagi setiap pengunjung hanya Rp.5.000 per orang.

Sedang mereka yang datang mengunakan bus bersama rombongan, hanya diikenakan biaya masuk sebesar Rp.250.000 untuk 60 orang atau sekitar Rp.4.000 perorang tanpa harus membayar biaya parkir.

Biaya parkir gres dikenakan pada mereka yang membawa motor sebesar Rp.5.000 dan mobil sebesar Rp.10.000. Area parkir luas yang ada di sini, bisa menampung hingga ribuan kendaraan.

Fasilitas Yang Ada

Selain area parkir, fasilitas umum lainnya tidak berbeda jauh dengan tempat wisata pada umumnya, yakni kamar mandi dan toilet, kawasan beribadah serta warung-warung dan kios-kios yang menjual masakan dan minuman serta berbagai bentuk souvenir.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni