Asal Permintaan Candi Surawana

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”7921″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: Surowono, Canggu, Kec. Badas, Kediri, Jawa Timur 64217

Map: Klik Disini

HTM: Sukarela

Buka Tutup: 07.30–19.45

Telepon:

Indonesia sangat populer dengan keberagaman budayanya. Itulah yang menimbulkan negara ini amat mahsyur di dunia internasional, selain keindahan alamnya.

Bhinneka Tunggal Ika dipegang teguh oleh masyarakatnya. Perbedaan bukanlah sebuah musibah, melainkan rahmat dari Sang Maha Pencipta.

Sejarah juga tak lepas dari Indonesia. Sudah bukan kisah tabu lagi bila Bumi Pertiwi pernah mengalami penjajahan dan pembentukannya menjadi sebuah negara pun membutuhkan proses amat lama. Mulai dari zaman kerajaan hingga zaman kolonial.

Zaman kerajaan yaitu zaman yang paling banyak meninggalkan cerita menarik untuk diselidiki.

Mahalnya isu mengenai zaman ini menjadikannya sebagai target untuk dicari lebih dalam hal-hal yang berkaitan darinya. Bisa dibilang, pengetahuan pada zaman ini merupakan hal menarik untuk diketahui.

foto by instagram.com/anika_wahyu

Cerita-dongeng dari kurun lampau bisa menjadi pelajaran bagi era sekarang. Semua tidak bisa lepas dari sejarah yang ada. Saat ini, keberadaannya memang hanya menyisahkan benda-benda bersejarah.

Dari benda inilah sumber berita abad lampau mampu diperoleh, terutam dari relief, prasasti maupun kitab kuno.

Jawa Timur yaitu salah satu provinsi yang banyak ditinggali oleh kerajaan-kerajaan, terutama kerajaan Hindu. Tak heran di sini cukup banyak peninggalan candi ditemukan dan salah satunya berada di Kabupaten Kediri.

Dimensi Bangunan

Kediri tidak hanya memilik satu candi, melainkan ada beberapa. Kali ini memang akan membahas satu diantaranya, yakni Candi Surawana. Candi ini mempunyai pondasi dari susunan batu bata merah. Dimensi bangunan ini adlah 7,8 x 7,8 x 4,72 meter.

foto by instagram.com/adityarevianur

Berdiri Kokoh

Tempat wisata edukasi ini tergolong cukup populer di Kediri. Jumlah pengunjungnya sendiri mencapai 4.000 orang, mulai dari pengunjung umum hingga pelajar. Sejarah menuliskan kalau candi populer dari Kediri ini dibentuk atau dibangun ketika periode kerajaan Majapahit sekitar tahun 1.400 masehi dan hingga dikala ini, bangunan ini tetap bangun dengan kokoh.

Hal ini menunjukan bila orang dulu sudah sangat cerdas. Tidak ada teknologi yang jauh berkembang mirip ketika ini sudah mampu menciptakan bangunan tetap mampu bangkit seperti sedia kala. Walaupun umurnya sudah ratusan tahun.

foto by instagram.com/explorekampunginggris

Candi ini dibangun dengan sebuah tujuan. Tujuannya yaitu sebagai pendharmaan Bhre Wengker yang meninggal pada 1.388 masehi. Usia bangunan ini sudah menginjak 618 tahun.

Terjaganya daerah wisata edukasi ini juga berkat perawatan yang dilakukan petugas terkait. Pemugaran telah dilakukan untuk memperlama umur berdirinya bangunan bersejarah ini. Sudah hampir 21 tahun candi ini terkakhir dipugar. Petugas terkait yang dimaksud yakni dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Ada Ritual

Candi Surawana tidak hany dijadikan sebagai kawasan wisata edukasi. Umat Hindu terkadang pula melakukan ritual keagaaman di sini. Umumnya secara berombongan dari Pulau Dewata atau Bali.

foto by instagram.com/anika_wahyu

Ketika ada ritual di sini, para pengunjung tidak diperbolehkan untuk menaiki candi sebagai wujud toleransi, alasannya adalah umat Hindu sedang melaksanakan ritual keagamaannya. Jika ingin masuk ke area daerah wisata edukasi dan sejarah Kediri ini ternyata tidak dipatok biaya atau dengan kata lain sukarela.

Namun sebelum memasuki area candi, para pengunjung diwajibkan untuk mengisi buku catatan tamu. Fungsi pengisian ini adalah dipakai untuk pelaporan ke Dinas Pariwisata. Ketika pertama kali memasuki area candi akan dijumpai sejumlah kerikil bekas reruntuhan candi yang berjajar dengan rapi.

Batu ini ialah kerikil andesit. Batu ini memiliki pori-pori dan memang sengaja diletakkan di situ. Dalam area daerah wisata edukasi Kediri ini pada tahun 2017 masih minim akomodasi, terutama daerah duduk. Selain itu, daerah sampah juga masih sedikit, sehingga tak jarang dijumpai sampah pada pinggir jalan.

foto by instagram.com/miamauni28

Sebenarnya peristiwa pembuangan sampah sembarangan itu bisa diatasi. Pihak yang terkait atau penjaga maupun pengurus memberikan kantong plastik kepada pengunjung sebagai wadah sampah dan nantinya dibuang ketika keluar dari area candi.

Selain itu, mampu juga pengunjung berinisiatif untuk membawa terlebih dahulu sampahnya.

Lokasi Dimana

Candi Surawan sendiri berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Jaraknya dari kota Kediri sendiri sejauh 25 km dan berada di sebelah Timur Laut-nya. Menurut Wikipedia, candi ini bantu-membantu bukan bernama Surawana, melainkan nama bergotong-royong yaitu Wishnubhawanapura.

foto by instagram.com/miamauni28

Kondisi candi Surawana saat ini hanya tersisa bab kaki saja, sedangkan badan dan atapnya sudah hancur. Walaupun demikian, bangunan ini masih dapat dikatakan luar biasa, karena masih tersisa. Tinggi bagian kaki ini ialah 3 meter.

Pengunjung mampu naik ke bagian candi Surawana ini dengan menaiki tangga sempit yang berada di sisi barat candi. Jika dilihat dari letak tangga ini, bisa diperkirakan jika bangunan ini menghadap ke Barat.

Bagian Candi

Kaki bangunan ini tampak mirip bersusun dua layakan kaki Candi Rimbi. Selain itu juga terlihat terbagi oleh pelipit yang menonjol keluar dan bagian kaki yang terletak di atas pelipit agak menjorok ke dalam sehingga ukurannya menjai lebih kecil. Hal ini membuat ukurannya lebih kecil dari kaki bab bawah.

foto by instagram.com/miamauni28

Panel-panel relief menghiasi seluruh bagian kaki Candi Surawana. Bagian atas kakinya banyak relief berukuran lebih besar dengan pahatan yang lebih halus dari bagian lainnya.

Gambar relief di bagian kaki bawah bercorakan cerita-dongeng Tantri, sedangkan yang di atas menceritakan dongeng Sri Tanjung, Arjunawiwaha, serta cerita Bubuksah dan Gagak Aking.

foto by instagram.com/parekekinian

Namun belum diketahui secara pasti bagaimana dongeng maupun penjelasan atau pengertian legenda ataupun analisis dari relief-relief tersebut. Mungkin ada yang mengetahui artikel mengenai hal itu? Mohon dibagikan.

Jam Buka

foto by instagram.com/aprilya_noreza

Jam buka candi Surawana mulai pukul 07.30 hingga 19.45. Waktu paling pas berkunjung ke daerah wisata edukasi Kediri ini adalah pukul 08.00 – 10.00 dan 15.00 – 16.00.

Kedua waktu tersebut menciptakan sinar matahari tidak terlalu menyengat. Walaupun berkunjung saat siang hari juga tidak duduk perkara, sebab banyak pohon rindang di sini.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni