Ayam Tangkap, Ketika Ayam Goreng Bersembuyi Di Balik Semak Pandan

Ayam Tangkap ialah masakan khas Aceh, yang terbuat dari ayam yang digoreng dengan bumbu dan rempah-rempah khas. Saat disajikan Ayam ini tampak unik, sebab di piring juga ada banyak Daun pandan yang ikut tergoreng. Sehingga ketika mau makan, seakan harus mencari-cari ayam yang sembunyi diantara tumpukan daun pandan.

Ayam Tangkap adalah masakan khas Aceh, yang terbuat dari ayam yang digoreng dengan bumbu dan rempah-rempah khas. Saat disajikan Ayam ini tampak unik, karena di piring juga ada banyak Daun pandan yang ikut tergoreng.
Ayam Tangkap. Image via: lifestyle.okezone.com

Dedaunan ini selain sebagai daya tarik hidangan, sekaligus mampu dijadikan sebagai lalapan kering embel-embel belahan ayam. Jika masih dalam keadaan hangat, dedaunan ini bercita rasa kering mirip kerupuk.

Di beberapat kawasan, kuliner ini dijuluki juga dengan istilah ayam tsunami dikarenakan masakan ini biasanya disajikan dengan ditebarkan di piring seperti ketidakteraturan sesudah peristiwa tsunami.

Ayam Tangkap disajikan dengan daun-daunan seperti daun temurui dan daun pandan yang dirajang berangasan serta digoreng renyah. Mencicipi daun renyah mungkin akan terasa asing, namun apabila dipadukan dengan ayam goreng, menghasilkan cita rasa yang khas dan nikmat. Rasanya yang khas itulah yang menjadi keistimewaan dari menu Ayam ini.

Bagi yang baru pertama kali menikmati kuliner Ayam Tangkap ini, biasanya akan mencicipi sensasi rasa yang berbeda dengan masakan ayam lainnya. Rasa daging ayam yang gurih dipadukan dengan daun temurui dan daun pandan yang renyah tentu menawarkan cita rasa yang khas pada masakan tradisional satu ini.

Menu Ayam ini sangat cocok disajikan selagi hangat bersama dengan nasi hangat juga.

Ayam tangkap ada juga yang difariasikand negan gorengan cabe hijau
Dengan cabai hijau. Image via: resepkoki.id

Simak juga: Uniknya Ayam Betutu Bali

Pembuatan Ayam Tangkap

Pengolahan ayam ini tidaklah sulit ialah hanya dengan menggoreng sesudah sebelumnya sudah terlebih dahulu diberi bumbu agar gurih saat disantap. Bumbu yang dipakai mirip bawang putih, lada, kemiri, garam, dan jahe.

Setelah dibumbui, ayam lalu digoreng sekitar 5–10 menit. Pada saat yang bersamaan, dimasukkan pula beberapa genggam dedaunan bumbu yang akan disajikan bersama ayam sehingga rasa rempah dedaunan turut meresap ke dalam daging ayam.

Daun yang digunakan, di antaranya daun kari, potongan daun pandan, dan salam koja. Dedaunan itu pula yang lalu menutupi sajian ayam tangkap pada setangkup piring. Setelah ayam matang, dedaunan ini memang tetap disajikan dengan menutupi ayam sehingga terlihat ayam sengaja diletakkan di bawah dedaunan.

Ayam tangkap biasnaya potongannyakecil, namuna da juga fariasi yang potongan besar
Potongan besar. Image via: pesona.travel

Sejarah Ayam Tangkap

Asal usul Ayam Tangkap ini masih belum bisa diketahui secara niscaya. Namun berdasarkan beberapa sumber, hidangan Ayam inimerupakan jenis makanan yang sudah ada sejak dahulu.

Konon nama Ayam Tangkap ini diambil dari kebiasaan masyarakat Aceh ketika memasak daging ayam. Sebelum memasaknya, mereka harus menangkap ayam tersebut terlebih dahulu di pekarangan mereka. Sehingga banyak yang menyebutnya Ayam Tangkap.

Perlu diketahui juga, dari sekian banyak penjual hidangan Ayam ini di Aceh, hampir semuanya menggunakan ayam kampung. Hal ini untuk mempertahankan citarasa dari sajian Ayam ini biar tetap otentik.

Rekomendasi Tempat Makan Ayam Tangkap

JIk akebetulan berkunjungt ke Bumi Serambi Mekah, aceh, Pengunjung juga mampu menikmati menu Ayam ini yang paling enak di Aceh. Berikut rekomendasi 10 restoran yang menyajikan sajian ayam tangkap paling lezat di Aceh.

  1. Rumah Makan Hasan

Menu lengkap RM ayam tangkap Hasan
Menu lengkap RM Hasan. Image via: tripadvisor.co.id

Simak juga: Otentik rasa Sejarah, dalam Kerak telor Jakarta

Salah satu Rumah makan rekomended untuk merasakan kuliner ayam tangkap paling yummy di Aceh yakni Rumah Makan Hasan.

Menu kuliner ayam tangkap serta kuliner khas Aceh lain telah terbukti lezat. Pasalnya, rumah makan yang buka sejak tahun 1989 ini masih bisa bertahan hingga kini. Bahkan, Rumah Makan Hasan mempunyai tiga cabang di Aceh yang memperlihatkan resep dari daerah makan ini sangat diterima oleh masyarakat.

Restoran ini berada di Jalan Profesor Ali Hasyimi, Pango, Ulee Kareng, Banda Aceh yang buka setiap hari mulai pukul 10 pagi sampai 9 malam.

Ayam Tangkap dengan taburan daun salam
Ayam Tangkap. Image via: dictio.id

  1. Rumah Makan Spesifik Aceh

Kalau mampir ke Aceh, sebaiknya Pengunjung mampir ke kawasan makan ini. Pemilik orisinil rumah makan ini yaitu orang Aceh sehingga mampu menyuguhkan masakan ayam tangkap paling enak di Aceh.Warung makan yang buka setiap hari ini selalu ramai kunjungi pengunjung.

Namun tidka perlu khawatir, alasannya adalah akomodasi tempat yang mampu menampung banyak orang. Area parkir luas serta penyajian hidangan Ayam yang cepat dan masih panas menjadi keunggulan Rumah Makan Spesifik.

Alamat rumah makan yang mempunyai sajian masakan ayam tangkap luar biasa ini berada di Jalan Hasan Dek nomor 14-16, Banda Aceh.

  1. Ayam Pramugari

warungmakan ayam pramugari ada di dekat bandara dan menjadi paforit para pramugari ketika singgah di Aceh
Pramugari di ayam Pramugari. Image via: majalahbandara.com

Simak juga: Gudeg, warisan Kuliner Abad 15

Dari nama saja, pengunjung pasti sudah penasaran dengan citarasa ayamyang disajikan daerah makan satu ini. Ternyata nama rumah makan Ayam Pramugari dikarenakan banyak pramugari yang makan di tempat ini.

Selain menu ayam tangkap, terdapat pilihan masakan mirip gulai ayam dan gulai kambing yang tak kalah lezat. Variasi harga di daerah makan yang buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore ini berkisar 15 ribu ke atas.

Kuliner ayam jenis ini paling yummy di Aceh ini mampu dinikmati dengan mengunjungi rumah makan yang terletak di Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda, Paya-Ue, Blang Bintang.

  1. Rumah Makan Ayam Tangkap Cut Dek

Diantara formasi rumah makan yang menyajikan menu khas ayam tangkap paling yummy di Aceh, Rumah Makan Cut Dek paling banyak disebut dalam testimoni pelanggan. Terbukti rumah makan yang berlokasi di Jalan Panglima Nyak Makam ini selalu ramai semenjak berdiri pada tahun 1996 kemudian.

Bumbu rempah pilihan yang menciptakan rasa ayam goreng begitu khas serta penyajian hangat membuat banyak tamu enggan berpaling ke lain hati. Cukup siapkan budget antara 50-100 ribu rupiah untuk menikmati ayam tangkap di Rumah Makan Cut Dek yang buka setiap hari mulai pukul 10 pagi sampai dengan 10 malam

  1. Bu Sie Itek Bireun

makan Malam di RM Ayam tangkap Bu Sitiek di Banda Aceh
Makan Malam di Banda Aceh. Image via: hananan

Tempat makan satu ini memang rekomended dikunjungi para pelancong dari luar Aceh. Pasalnya, tersedia menu ayam tangkap yang mampu menciptakan pengecap Pengunjung ketagihan.

Selain menyajikan hidangan ayam sesial ini lengkap dengan cabe hijau, daun temurui dan pandan, rumah makan yang selalu ramai ini juga mempunyai menu masakan yang tak kalah favorit ialah gulai bebek. Jangan lupa mengajak seluruh anggota keluarga booking daerah biar kebagian ayam tangkap paling enak di Aceh.

Kalau ingin menikmati sajian ayam tangkap atau gulai bebek sebaiknya mampir ke daerah Bu Sie Itek Bireun yang beralamat di Jalan Teuku Umar, Setui, Banda Aceh, di sebelah masjid masjid Meukeutop yag terkenal itu.

  1. Rumah Makan Lem Bakri

Tak hanya menyajikan masakan khas Aceh seperti kari kambing atau yang lebih sering disebut kuah beulangong, Rumah Makan Lem Bakri juga memiliki sajian ayam tangkap paling lezat di Aceh.

Tempat makan satu ini bisa Pengunjung kunjungi di Jalan Professor Ali Hasyimi, Lamteeh, Ulee Kareng, Banda Aceh.

  1. Rumah Makan Ujong Batee

Makan ayam tangkap bersama di Ujong Batee
Makan bersama di Ujong Batee. Image via: id.foursquare.com

Simak juga: Lokasi masakan instagramable di Medan

Rumah Makan Ujong Batee bisa menjadi pilihan daerah menghabiskan waktu berkualitas bareng keluarga. Pengunjung bisa menikmati hidangan ayam tangkap paling lezat di Aceh dengan harga yang cukup terjangkau.

Lokasi Rumah Makan Ujong Batee ada di Jalan Teuku Hasan Dek, Jambo Tapee, Banda Aceh. Tempat yang menjadi favorit kalangan pengunjung ini buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga dengan 5 sore saja. Jadi, sebaiknya Pengunjung bergegas memesan bangku ketika jam makan siang supaya tidak kehabisan hidangan menggoyang lidah, ya!

  1. Rumah Makan Rayeuk

Rumah Makan Rayeuk menyediakan ayam tangkap yang enak
Rumah Makan Rayeuk . Image via: fachmihomestay

Citarasa ayam tangkap paling enak di Aceh ini sudah begitu populer hingga almarhum Bondan Winarno pernah mengunjungi rumah makan satu ini. Masakan Aceh yang banyak menggunakan bumbu rempah mirip kunyit dan kelapa membuat rasanya sangat gurih.

Soal harga, ayam tangkap di sini dibandrol dengan harga 60 ribu rupiah saja. Datang saja ke Rumah Makan Rayeuk yang buka setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai 10 malam untuk menikmati ayam tangkap paling enak di Aceh.

Rumah Makan Aceh Rayeuk berlokasi di Jalan Leung Bata, Banda Aceh.

  1. Rumah Makan Delima Baru

Rumah makan delima barumencoba hal baru,d engan mengaplikaiskan tekhnik ayam tnagkap pada daging sapi
“sapi tangkap” ala Delima Baru. Image via: goodindonesianfood.com

Simak juga: Lokasi masakan populer di Malang

Di Jalan Banda Aceh-Medan, pengunjung bisa menemukan Rumah Makan Delima Baru yang menyajikan aneka kuliner khas Aceh. Tentu saja salah satu hidangan andalan yang dimiliki ialah ayam tangkap.Selain itu, menu pilihan yang juga disukai pengunjung yaitu daging goreng. Daging goreng di Rumah Makan Delima Baru populer gurih dan renyah.

Pengunjung bisa menjadikan Rumah Makan Delima Baru yang ada di Desa Lubok Batee ini menjadi daerah menikmati sajian ayam tangkap paling yummy di Aceh.

Itulah 9 rumah makan yang menyajikan hidangan ayam tangkap paling yummy di Aceh. Daftar di atas mampu Anda jadikan referensi ketika berkunjung ke bumi serambi Mekah. Tentu masih ada banyak restoran lain yang menyajikan sajian khas satu ini

Ajak orang-orang tercinta Anda traveling sekaligus wisata masakan di Banda Aceh.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni