Benteng Kalamata, Peninggalan Era Lalu Untuk Kurun Depan

Benteng Kalamata adalah pos pertahanan peninggalan bangsa Portugis. Dari benteng, pengunjung mampu melihat indahnya Pulau Tidore dan Maitara. Pengunjung juga mampu mengagumi megahnya Gamalama, gunung berapi aktif yang sekaligus jadi ikon Ternate.

Benteng Kalamata adalah pos pertahanan peninggalan bangsa Portugis. Kini, dari sana kita bisa melihat indahnya Pulau Tidore dan Maitara. Pengunjung juga dapat mengagumi megahnya Gamalama,
Benteng Kalamata. Image via: palembang.tribunnews.com

Benteng yang memiliki empat buah bastion yang menghadap keempat arah mata angin ini berfungsi sebagai penyerangan. Terdapat lubang lubang di di setiap bastion untuk lubang bidik. Dan uniknya benteng ini tidak beratap.

Untuk mampu menuju ke puncak bastion, pengunjung mesti menaiki tanjakan miring bukan anak tangga. Bagian ini mungkin dulunya berguna untuk memudahkan ketika mendorong meriam.

Tidak hanya bentuk artistik benteng ini saja yang menarik, kisah di balik tembok Benteng Kalamata juga menjadi sejarah yang unik untuk ditelusuri. Pada awalnya Benteng Kalamata memang dibangun oleh Portugis sebagai benteng pertahanan dalam rangka perluasan kawasan kekuasaan di Ternate.

Bentuk unik benteng kalamata khas benteng pportugis dengan dinding tipisnya
Bentuk unik Benteng Kalamata. Image via: @exploreternate

Simak juga: Ragam Wisata Maluku Utara

Lokasi Benteng Kalamata

Benteng Kalamata terkenal juga dengan nama Benteng Santa Lucia dan Benteng Kayu Merah, sebab lokasinya berada di Desa Kayu Merah. kecamatanTernate Selatan, Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Kita hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja dari pusat kota Ternate untuk mencapai Benteng ini dengan kendaraan bermotor.

Jam Buka Benteng Kalamata

Untuk mengunjungi benteng kalamata, wisatawan bsia tiba setiap hari. Benteng ini dibuka mulai jam 08.00 pagi dan ditutup kam 18.00 sore hari.

Tiket Benteng Kalamata

Tidak ada bayaran sepeser pun bagi wisatawan yang berkunjung, namun pihak pengelola juga tidak akan menolak bila ada wisatawan yang ingin berpartisipasi dalam perawatan Benteng Kalamata dengan memberikan sumbangan sukarela

Fasilitas Benteng Kalamata

Sebagai tujuan wisata sejarah yang sudah direhab dan dipelihara oleh pemda, benteng kalamata memiliki kemudahan penunjang dasar bagi kepentingan wisata.  Paling tidak benteng ini sudah memiliki lokasi parkir, toiletm dan tepat berteduh yang ememadai.

Taman-taman benteng juga terpelihara dengan baik untuk menambah keasrian lingkungan benteng.

Daya Tarik Benteng Kalamata

  1. Struktur Benteng

Gerbnag sederhana benteng kalamata seperti umumnyabenteng postugis yang juga sederhana secara arsitektur
Gerbang benteng yang Sederhana. Image via: wego.co.id

Dari segi arsitektur, benteng Kalamata berbentuk segi empat yang tidak beraturan (triangulasi) dengan empat bastion yang mempunyai ceruk bidik (embrasure) di parapet masing-masing bastion.

Ciri portugis tampak kental sekali melekat pada arsitektur bagus benteng ini. Beberapa ciri tersebut antara lain bentuk benteng yang memiliki banyak sisi lancip dan juga ketebalan dinding benteng yang tergolong tidak tebal seperti benteng buatan Belanda.

Jika dilihat dari atas, benteng ini ibarat seekor penyu. Ketebalan dindingnya lebih kurang 60 centimeter dan mempunyai ketinggian sekitar 3 meter.

Dinding benteng tersusun dari watu andesit dan watu karang yang direkatkan dengan memakai kalero, sejenis kapur yang dihasilkan dari pembakaran batu karang. Kapur tersebut kemudian dicampur dengan pasir dan air rendaman kulit Pohon Lubiri.

Secara ukuran, Benteng Kalamata memiliki konstruksi yang lebih besar dibandingkan Benteng Tolukko. Desainnya berbentuk segi empat yang mengarah ke empat penjuru mata angin dengan empat bastion berujung runcing dan lubang bidik. Dari Benteng Kalamata ini kita mampu menatap lurus ke Pulau Tidore dan Pulau Maitara tanpa terhadalang sesuatu apapun.

  1. Pemandangan dari Benteng

panorama Gunung gamalama terlihat mempesona dari Benteng Kalamata.
Gunung gamalama dari Kalamata. Image via: @udisetiawan_

Simak juga: Pusat Laut Donggala

Dan uniknya benteng ini tidak beratap untuk dapat menuju ke puncak bastion kamu akan menaiki tanjakan miring bukan anak tangga yang mungkin dulunya berkhasiat untuk memudahkan dikala mendorong meriam.

Nah, bagi anda yang hobinya sekedar kongkow dan bersantai dengan keluarga dan kerabat, benteng yang terbuat dari materi dasar berupa kerikil kali, kerikil karang dan watu kapur ini, memperlihatkan suasana yang pas untuk sekedar bersantai sambil menikmati pemandangan maritim dengan snack dan minuman ringan. Jarak untuk menempuh Benteng ini dari pusat Kota pun tidak begitu jauh.

Letaknya yang strategis dan berada di dalam Kota Ternate ini, membuat benteng ini gampang diakses dan dijangkau dari banyak sekali penjuru. Benteng ini berhadapan langsung dengan pulau tidore dan maitara yang menambah keindahannya.

Saat mendung membuat lingkungan benteng kalamata menjadi teduh
Mendung di Benteng Kalamala. Image via: @fahriadi_yusuf_abdulfattah

Hamparan birunya maritim dengan panorama pulau Tidore dan Maitara, plus pulau Mare, Makian, dan Moti, memang menjadi pemandangan terindah di depan benteng ini.

Area pandang dari benteng yang menjulur ke Laut Maluku tersebut masih seistimewa 5 ratus tahun kemudian. Walaupun bangunan benteng sudah berusia 5 era. Menoleh ke belakang, Gunung Gamalama tampak perkasa. Tinggi menjulang sampai ke batas awan.

  1. 1 dari 7 benteng Ternate

Benteng Kalamata populer juga dengan nama Benteng Santa Lucia dan Benteng Kayu Merah, karena lokasinya berada di Desa Kayu Merah. Adapun Kalamata yaitu nama seorang Pangeran Ternate yang wafat di Makassar pada 1676.

Di celah meriam benteng kalamata juga bsia digunakan untuk berfoto.
Di celah meriam. Image via: @noviunju

Simak juga: Pulau Tomia di Wakatobi

Benteng ini merupakan satu dari tujuh benteng yang pernah bangkit di Pulau Ternate pada abad pendudukan. Enam lainnya yaitu Benteng Oranye, Benteng Tolukko (disebut juga Benteng Santo Lucas), Benteng Kastela, Benteng Santo Predo, Benteng Kotanaka, Benteng Gamlamo (disebut juga Benteng Santo Paolo atau Benteng Nostra Senora de Rosaria).

Itu sebabnya tak salah jika Ternate juga dikenal sebagai Kota Benteng.

  1. Sejarah benteng Kalamata

Dalam rangka memperluas imbas dan kekuasaan bangsa Portugis di Pulau Ternate, Antonio Pigaveta menggagas pembangunan sebuah benteng pada tahun 1540. Benteng tersebut lalu dikenal dengan nama Benteng Santa Lucia.

Lukisan benteng Portugis tahun 1608 di ternate.
Lukisan benteng Portugis tahun 1608. Image via: antiqueprintmaproom.com

Pada tahun 1575, Portugis terusir dari Pulau Ternate. Kondisi tersebut lalu dimanfaatkan oleh Spanyol. Benteng Santa Lucia dikuasai dan dijadikan sebagai pos perdagangan dan pos pertahanan.

Pada 1798, Benteng Santa Lucia berhasil direbut oleh pasukan Kaicil Nuku (Sultan Tidore ke-19) yang dibantu oleh armada Inggris. Setelah itu, Belanda berhasil merebutnya kembali dan menguasainya sampai tahun 1810.

Benteng Santa Lucia atau yang dikenal dengan nama Benteng Kayu Merah lalu berganti nama menjadi Benteng Kalamata. Belanda mengambil nama itu dari nama seorang pangeran Ternate, Kaicil Kalamata, yang merupakan abang dari Sultan Mandarsjah dan paman dari Sultan Kaicil Sibori Amsterdam.

Menghayati benteng kalamata dnegan memandangi panoramanya.
Menghayati benteng. Image via: @anggiasihombing

Simak juga: Pulau Hoga di Wakatobi

Objek Wisata Dekat Benteng Kalamata

Di ternate, tidak hanya ada benteng Kalamata saja. Ada banyak lagi benteng lain peninggalan masa era XVI-XIX.

Benteng Oranje. Benteng ini bisa jadi salah satu benteng yang pertama kali dibangun Belanda pada ketika kedatangannya. Menggantikan benteng Melayu yang kurun itu sudah menua, Benteng Oranje menjadi sentra pemerintahan Hindia Belanda sebelum balasannya pindah ke Batavia.

Yang bikin menarik dari Benteng Oranje yakni mampu berkunjung ke salah satu ruangan yang menjadi kawasan pengasingan Sultan Badarrudin II dari Palembang. Dengan kombinasi kerikil karang kerikil kali dan pecahan kaca, siap-siap terbuai dengan kemegahan dari Benteng Oranje.

Benteng Oranje. Image via: http://ciptakarya.pu.go.id/pbl/index.php/foto_view/53/penataan-bangunan-tempat-benteng-oranje-kota-ternate

Selain itu ada juga Benteng Tolukko. Terletak di Sangaji Utara, Benteng Tolukko punya arsitektur yang menarik. Berdiri kokoh di sisi timur Ternate, benteng ini berada di atas bukit yang menjorok ke bahari. Berfungsi sebagai benteng pertahanan bagi bangsa Portugis.

Benteng Tolukko memiliki jalan bawah tanah rahasia yang mampu pribadi menembus kawasan pantai. Akses ini digunakan pasukan Portugis kala ingin melarikan diri dari serangan musuh. Dibangun pada 1540, benteng ini juga menjadi pusat pengendalian perdagangan rempah-rempah yang dulu hanya ditemukan di sekitar Maluku.

Demikianlah sedikit dari pesona benteng kalamata yang bisa kami ungkapkan melalui tulisan singkat ini, tentu mash ada sangat banyak hal indah lain yang mampu anda nikmati langsung ketika berkesempatan mengunjungi lokasi indah dan bersejarah ini.

Selamat berlibur!!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni