Bukit Langara, Bukit Berbatu Berkalungkan Sungai Amandit

Bukit Langara merupakan bukit berbatu yang di kelilingi pemandangan yang bagus.  Bebatuan inilah yg menjadi daya tarik wisata. Pengunjung juga dapat melihat panorama sungai Amandit yang bagai kalung emas yang melingkar di leher sang Bukit. Dari puncak bukit, juga tampak Gunung Kentawan.

Bukit Langara merupakan bukit berbatu yang di kelilingi pemandangan yang bagus.  Bebatuan inilah yg menjadi daya tarik wisata
Bukit Langara. Image via: tripadvisor.co.id

Beberapa tahun yang kemudian nama dari Bukit Langara belum banyak dikenal. Namun, dalam waktu singkat, bukit yang memiliki keindahan menakjubkan ini pribadi menjadi primadona. Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendadak menjadi salah satu tujuan wisata alam.

Bagi pengunjung yang mendaki, akan menyaksikan pemandangan spektakuler mirip di film-film fantasi. Hamparan perbukitan hijau yang indah, plus sungai mengalir dengan sangat tenang di bawahnya. Pengunjung mampu memperoleh banyak spot menarik yang mampu diabadikan.

Salah satu kegiatan menarik dan unik di bukit ini dan tempat sekitarnya adalah bermain air dengan arung riam. Meski dari atas bukit tampak hening, sungai ini cukup deras untuk dijelajahi. Uniknya adalah arung teladas di sini memakai bahtera yang terbuat dari bambu milik warga lokal.

Hal lain, tempat ini juga memiliki cukup banyak desa adat Dayak yang mempunyai keunikan adab dan budaya. Pengunjung mampu berkunjung untuk melihatnya dari bersahabat.

panorama bukit langara indah dipandangi sambil bersantai
Bersantai di Bukit Langara. Image via: @sitiayunisa_

Simak juga: Pesona alam Kalimantan

Lokasi Bukit Langara

Bukit Langara yang mulai ramai dikunjungi sekitar dua tahun belakangan ini, berada di Desa Lumpangi Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Lokasi wisata alam indah ini berjarak sekitar 10 km dari Kota Kandangan, ibukota kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Rute Menuju Bukit Langara

Untuk pengunjung yang membawa kendaraan langsung seperti mobil, mampu berangkat dari Kota Banjarmasin. Perjalanan ini akan menempuh jarak 160 kilometer dengan waktu tempu kurang lebih 3-4 jam untuk sampai di Kandangan.

Dari Kandangan atau ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, perjalanan masih dilanjutkan dengan jarak kurang lebih 10 kilometer menuju Desa Lumpagi, Laksado.

pesona sunrise di bukit langara
Sunrise di bukit watu. Image via: janganlupapiknikk

Cukup jauh sebelum sampai di Loksado, terdapat sebuah persimpangan yang apabila lurus mengarah ke Loksado dan apabila ke kanan akan mengarah ke Kecamatan Batulicin. Selanjutnya arahkan kendaraan ke arah Batulicin.

Tak lama lalu, tak jauh dari tikungan ada sebuah penunjuk yang pertanda bergotong-royong sudah tak jauh lagi dari basecamp Bukit Langara. Kendaraan mampu diparkir di akrab area Makam Habib Lumpangi.

Dari daerah parkir ini pengunjunga kan diajak trekking, berjalan kaki menyusuri bukit selama 20-30 menit.

Jam Buka Bukit Langara

Bukit Langara terbuka 24 jam sepanjang pekan untuk dikunjungi. Dengan demikian pengunjung bisa leluasa mengatur waktunya sesuai dengan kesempatan yang dimiliki.

Aku, langit, dan Hutan menyatu di bukit langara.
Aku, langit, dan Hutan. Image via: indonesiakaya.com

Simak juga: Limpahan air di Waikelo Sawah NTT

Tiket Bukit Langara

Pengunjung Bukit Langara akan dipungut biaya parkir kendaraan bermotor sebesar 5.000 rupiah untuk motor, sedangkan 10.000 rupiah untuk kendaraan beroda empat langsung.

Fasilitas Bukit Langara

Jalur trekking mnuju puncak bukit sudah di sediakan saluran berupa tangga untuk memudahkan pendakian. Di bawah sebelum pendakian juga sudah di sediakan kemudahan berupa WC umum. Terdapat beberapa warung di sekitar lokasi bukit, namun sebaiknya para pengunjung membawa bekal kudapan terutama minuman sebelumnya.

Dan untuk menambah daya tarik wisata, sebelum jalur pendakian ada sungai yang airnya jernih dan  tidak mengecewakan dangkal untuk mandi ataupun higienis-higienis sehabis nanti kembali turun dari puncak bukit.

Daya Tarik Bukit Langara

  1. Trekking

Trekking melalui jembatan sebagai slaah satu lintasan menuju bukit langara.
Trekking melalui jembatan. Image via: rezafaisal.net

Waktu trekking mulai dari daerah parkir hingga puncak diperlukan waktu sekitar 30-60 menit. Tentu saja ini tergantung dengan kondisi fisik masing-masing pengunjung. Sebelumnya, pengunjung akan terlebih dahulu menyusuri perkebunan jati milih warga setempat.

Jalan setapak bertanah merah di kebun ini mempunyai kemiringan yang cukup curam dan licin. Kondisi jalan tanah ini akan lebih licin lagi di saat trend penghujan. Tak usang sesudah menyusuri jalur tanah merah yang licin tersebut, trek selanjutnya yakni bebatuan karst yang tajam dan terjal.

Beberapa titik jalur pun mengharuskan pengunjung untuk melipir bebatuan yang mana di sebelahnya yaitu sisi jurang yang terjal dan dalam. Di sini pengunjung harus berekstra hati-hati dalam memilih pijakan, sebab apabila lengah sedikit saja dapat berakibat fatal nantinya.

Memperhatikan medan trekking yang masih sangat alami, disarankan bagi pengunjung untuk memakai ganjal kaki yang sesuai. Hal itu terutama  dikarenakan trek tanahnya yang licin dan bebatuannya yang cukup tajam.

Setelah mendaki cukup lelah, di sisi kanan pengunjung akan pribadi disambut pemandangan gagahnya Bukit Ketawang dibalut pepohonan rimbun.

  1. Pesona Panorama

Panorama alam nan indah di bukit langara.
Panorama alam nan indah. Image via: @pesona.loksado

Simak juga: Pulau Diyonumo

Setelah seluruh perjuangan final dan lo sudah hingga di Puncak Bukit Langara, lo akan disambut dengan pemandangan indah mirip Bukit Ketawang, dan juga di bawahnya, terdapat Sungai Amandit yang terlihat manis membelah perbukitan.

Perpaduan, komposisi dan kombinasi antara keindahan alam yang luar biasa serta resiko besar atau bahaya ada semuanya di sana. Terlebih, tidak begitu jauh dari spot petualangan Bukit Langara, terdapat Pegunungan Meratus.

Dengan pesonanya yang seperti ini, tidak heran jikalau Bukit Langara menjadi spot favorit untuk menyaksikan keindahan sunrise dan sunset dari ketinggian. Oleh sebab itu, ketika menjelang selesai pekan, Bukit Langara terlihat tengah didaki para cowok.

Dari kejauhan pun nampak terlihat Pegunungan Meratus sepanjang ±600 km² yang membentang dengan indahnya. Dihiasi pepohonan hijau yang rimbun nan asri, semakin menimbulkan panorama 360 derajat dari puncak Bukit Langara ini sempurna. Dengan pesonanya yang indah, bukit ini juga merupakan spot favorit untuk menyaksikan keindahan sunrise dan sunset dari ketinggian.

  1. Bamboo Rafting Khas Loksado

bambu rafting sungai Amandit di lembah bukit langara
Bamboo Rafting. Image via: tribunnews.com

Di kaki bukit terdapat sungai Amandit. Sungai ini populer dengan agresi ekstrim Bamboo Rafting. Setelah puas berada di atas Bukit Langara, menikmati segala keindahan dari ketinggian tersebut, pengunjung mampu turun ke arah sungai dan mencoba agresi ekstrim Bamboo Rafting.

Sungai Amandit yang membelah pegunungan serta perbukitan, menjadi salah satu sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi dalam menaklukannya dengan Bamboo Rafting. Bambbo Rafting sendiri yaitu kegiatan rafting yang menggunakan bambu sebagai perahunya.

Jika biasanya rafting menggunakan bahtera karet, lain halnya dengan Bamboo Rafting yang memakai beberapa batang bambu yang disusun dan diikat menjadi satu semoga menerima pijakan yang luas.

Masyaraka sekitar mengenalnya dengan sebutan Balanting Paring. Biasanya, rafting ini akan memakan waktu tempuh 2-3 jam untuk mengarungi Sungai Amandit. Ini bukan hanya soal mengadu nyali atau adrenalin saja. Sepanjang jalur bamboo rafting, pengunjung mampu melihat segala pemandangan indah dari bawah sana.

Bersama kawan di Bebatuan Bukit Langara.
Bersama mitra di Bukit Batu. Image via: instakalimantan

Simak juga: Pantai Malalayang

Objek Wisata Dekat Bukit Langara

Masih 1 kecamatan dengan Bukit Langgana, ialah di kecamatan Loksado, terdapat objek wisata  Air Terjun Riam Hanai. Air terjun setinggi 4 meter ini mempunyai fatwa air yang sangat deras dan sangat jernih. Karena lokasinya dikelilingi oleh pepohonan dan bebatuan, Riam Hanai masih terkesan begitu alami dan asri.

Di bawahnya terdapat bak yang tak terlalu dalam dan relatif aman digunakan berenang atau sekadar merendam kaki.

Masih di area yang tidak terlalu jauh, hanya 14 km dari ibukota kabupaten, terdapat objek wisata Tebing Batu Laki. Tebing Batu Laki berupa gunung batu kapur berukuran besar. Pemandangan sunrise dan sunset di puncak Tebing Batu Laki sangat indah.

Di bawah Tebing Batu Laki (suami)pengunjung bisa camping, membuat api unggun dan makan bersama rekan-rekan sambil mendengarkan bunyi gemericik air Sungai Amandit.  Dekat gunung ini terdapat gunung lain bernama Gunung Batu Bini (istri).

Sekian kami bisa suguhkan ringkasan soal lokasi, rute, tiket, dan juga daya tarik dari bukit langara. Semoga mampu jadi materi rujukan untuk merencanakan kunjungan ke tempat Hulu Sungai Selatan.

Selamat Berlibur!!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni