Candi Umbul, Permandian Para Kesatria Mataram Kuno

Nama “Candi” pada obyek wisata Candi Umbul bukan sekadar sebutan saja. Pemandian air hangat ini ternyata merupakan kompleks candi atau situs peninggalan sejarah periode kemudian. Bisa dibilang ini ialah candi yang ada bak air hangatnya.

wisata Candi Umbul bukan sekadar sebutan saja. Pemandian air hangat ini ternyata merupakan kompleks candi atau situs peninggalan sejarah masa lalu.
Candi Umbul. Image via: tuguwisata.com

Asal permintaan dari nama Candi Umbul berasal dari satu kata “umbul” alasannya adalah sumber mata air yang keluar dari dasar bak menyembul seperti gelembung-gelembung atau masyarakat Jawa sebut sebagai “mumbul”. Pemandian air hangat di Magelang ini memiliki dua bak. Air hangat dan air hambar.

Pada zamannya, bak ini merupakan daerah pemandian para putra-putri darah biru. Sejumlah batuan situs berjejer di tepian kolam menggambarkan berbagai relief tanaman, hewan, dan stupa bagian puncak candi.

Dengan berkunjung ke Candi Umbul, pengunjung tidak hanya bisa mandi air hangat saja. Pengunjung juga mampu berswafoto karena pemandian air hangat ini berada di kompleks candi sehingga rasanya mirip kembali ke era kemudian.

Lingkungan candi umbul yang masih alamid engans ausana pedesaan menimbulkan kesan yang asri
Lingkungan yang asri. Image via: travel.kompas.com

Simak juga: 14 wisata di Magelang

Lokasi Candi Umbul

Candi Umbul tepatnya berada di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Jarak tempuh dari Kota Magelang ialah sekitar 19 kilometer dengan waktu tempuh sekitar setengah jam.

Rute Menuju Candi Umbul

Rute menuju Pemandian Air Hangat Candi Umbul paling mudah mampu ditempuh dari jalan utama Magelang-Semarang. Hal itu dikarenakan lokasi pemandian air hangat ini tidak begitu jauh dari jalan utama tersebut.

Jika dari Magelang, maka kau cukup berkendara sejauh sekitar 18 kilometer melalui jalan utama ke arah Semarang. Nantinya akan ada belokan kecil di kanan (timur) jalan yang mengarah ke Candi Umbul. Ada plang penunjuk arah menuju Candi.

bebatuan sisa kejayaan  candi umbul tersebar dis ekitar lokasi kolam pemandian air hangat
Bebatuan candi. Image via: travel.kompas.com

Selanjutnya perjalanan menuju Candi Umbul sudah tidak jauh lagi. Kurang dari satu kilometer atau tepatnya 600 meter dari jalan utama Magelang-Semarang, kau sudah akan sampai di Candi . Jalan sampai di area parkir Candi sudah baik.

Jika dari arah Ambarawa, rute paling mudah yaitu melalui jalan utama menuju Magelang. Cukup melaju ke arah selatan sejauh 20 kilometer, selanjutnya belok kiri di jalan menuju Candi.

Sementara dari pusat Kecamatan Grabag, perjalanan mampu dilakukan dengan menyusuri Jalan Raya Grabag ke arah selatan (Magelang). Hanya sekitar 1,5 kilometer, pejalanan belok ke arah kanan di Jalan Candi Umbul. Selanjutnya cukup menyusuri Jalan Candisejauh kurang-lebih 3 kilometer.

Gapura kolam candu umbul di perbagahrui dibangun dnegan batuy, utuk tetap mengingatkan akan kondisi masa silam
Gapura kolam. Image via: panasbuminews.com

Simak juga: Pohon Menari Pantai walakiri

Jam Buka Candi Umbul

Jam buka pemandian air hangat Candi Umbul ini setiap harinya yaitu pukul 06.00 sampai sekitar 17.30.

Tiket Candi Umbul

Candi Umbul memang cukup unik karena menawarkan air hangat alami di dalam kompleks candi. Meski demikian, harga tiket yang harus kau bayar tidaklah mahal. Per Juni 2019, harga tiketnya hanyalah Rp5.000 saja.

Kamu sudah bisa menikmati pemandian air hangat sepuasnya dengan harga itu. Tidak ada batas waktu bagi pengunjung untuk mandi air hangat, sepanjang masih jam buka.

Fasilitas Candi Umbul

Selain bak, sudah tersedia kamar mandi, toilet, mushalla, dan warung makan di Candi Umbul ini. Karena itu Pengunjung Candi tidak perlu mengkhawatirkan perihal fasilitas.

Daya Tarik Candi Umbul

  1. Candi Hindu Kuno

Relief dinding kolam candi umbul pada beberap abagian masih merupakan bebeatuan asli dari jaman kejayaan percandian di loaksi itu
Relief dinidng kolam. Image via: bayuafrian

Kolam di situs ini terbagi menjadi dua daerah. Yang pertama, terletak di bagian atas, merupakan kolam air panas, mengandung welirang. Sedangkan bak kedua, lebih rendah, berisi air cuek. Keseluruhan dinding kolam terbuat dari lapisan-lapisan watu andesit.

Pada zamannya, bak ini merupakan kawasan pemandian para putra-putri aristokrat. Sejumlah batuan situs berjejer di tepian bak menggambarkan aneka macam relief tanaman, hewan, dan stupa bab puncak candi.

Dan secara keseluruhan candi ini masih menampakan nuansa sejarahnya. Keberadaan umpak (fondasi) yang terdapat di setiap sudut dasar bak merupakan tiang penyangga atap pelindung. Sedangkan batuan lain berbentuk lingga datar merupakan ganjal duduk untuk bersemadi para ksatria.

segernya berendam air hangat dipemandian candi umbul emmebuat lokasi ini kerap ramae dikunjungi wisatawan
Segernya berendam air hangat. Image via: tribunnews.com

Simak juga: Danau air Asin Weekuri

Dari relief dan beberapa patilasan bentuk lingga dan yoni di beberapa titik, menandakan bahwa Candi Umbul merupakan candi bercorak Hindu. Jika mengusut sejarah perkembangan Kerajaan Mataram Kuno, kemungkinan besar candi ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu.

Di dalam kolam terdapat beberapa watu umpak berbentuk lingga yang datar di permukaan bab atasnya. Di samping sebagai patirtan, sangat dimungkinkan eksistensi landasan kerikil umpak berbentuk lingga tersebut dulunya digunakan sebagai alas daerah duduk untuk bertapa kungkum atau bertapa rendam para ksatria pada era kemudian.

  1. Pemandian Air Hangat

Yang unik dari kolam pemandian air hangat Candi Umbul, yakni tidak adanya bacin sulfur seperti layaknya sumber air panas di objek wisata air panas lainnya. Sehingga pengunjung mampu sepuasnya berendam di kawasan itu tanpa menanggung risiko pusing.

Namun belerang yang terkandung di dalamnya tetap mendatangkan manfaat menyembuhkan penyakit kulit. Suhu airnya dapat menjadi terapi tulang dan pelancaran peredaran darah.

  1. Lapangan rumput

Rumupt lapang cukup luas di sekitar kolam candi umbul, dapat dimanfaatkan untuk bersantai bagi anak-anak yang tidak renang
Rumput lapang. Image via: beritamagelang.id

Selain bak mata air alami air hangat, komplek Candi Umbul ini dilengkapi dengan taman atau lapangan rumput yang lumayan luas. Tempat ini mampu dipakai untuk piknik keluarga buat keluarga yang menunggu anggota keluarganya berenang.

Bagi pengunjung yang membawa tenda kecil atau sekedar tikar, mampu menggelarnya di halaman berumput ini. Jadi sambil menunggu anggpta keluarga lain berenang, pengunjung mampu leyeh-leyeh di tenda atau lari-lari main bola di lapangan rumput.

Karena tempatnya tidak terlalu ramai, serasa memiliki taman dan lapangan langsung.

Tips Mengunjungi Candi Umbul

Jika berencana untuk mandi air hangat di Candi Umbul, simak 4 tips berikut ini:

  • Datang pagi hari

Jika ingin menjadikan Candi Umbul mirip bak pemandian eksklusif, hal itu mampu dilakukan dengan berkunjung pada pagi hari Selain terasa seperti bak pribadi, suara kicauan burung akan lebih terdengar ketika sepi.

Tentu menyenangkan kalau berendam air hangat dengan ditemani suara alam mirip kicauan burung.

mengunjungi candi umbul di pagi har, sanga tmenguntungkan karena suasana yangs epi memebuat lebih khsuusk menghayati kebesaran amsa lalu di lingkungan ini.
Sepi abad pagi. Image via: tripzilla.id

Simak juga: Danau Purba Danau Towuti

  • Berkunjung pada hari kerja

Biasanya hanya sedikit kunjungan wisatawan ke Candi Umbul pada hari kerja. Oleh karena itu, kunjungan ke obyek wisata pemandian air hangat alami ini paling pas dilakukan pada hari kerja bagi mereka yang menyayangi sepi dan ketenangan.

Berkunjung ketika sepi juga membuat aktivitas berfoto semakin leluasa tanpa khawatir adanya orang lain yang ikut terfoto. Dengan sudut pengambilan yang pas, hasil jepretan seolah seperti kembali ke era kemudian pada periode zaman kerajaan Mataram Kuno.

  • Menjaga kelestarian situs sejarah

Meski merupakan kawasan pemandian air hangat alami, Candi Umbul tetap saja berstatus sebagai cagar budaya. Dua kolam pemandian di sini merupakan peninggalan sejarah abad lalu yang wajib dijaga kelestariannya.

Pengunjung yang hendak mandi di Candi harus sadar untuk menjaga situs peninggalan sejarah ini. Pengunjung hendaknya tidak melaksanakan aktivitas seperti melompat dari pinggir kolam yang terbuat dari kerikil andhesit khas candi karena mampu merusaknya.

Kumpulan bebatuan candi umbul dikumpulkan dis ekitar candi,d engan ahrapana nnati bsia disusun kembali
Sisa watu candi. Image via: Maybi Prabowo 

  • Menjaga kebersihan Candi Umbul

Satu hal yang harus dilakukan oleh pengunjung Candi Umbul ialah menjaga kebersihan, baik di dalam atau luar kolam. Perlu diketahui bahwa air pemandian akan dialirkan ke sungai kecil yang mengairi areal persawahan. Maka dari itu, kebersihan bak harus dijaga oleh pengunjung.

Objek Wisata Dekat Candi Umbul

Tidak seberapa jauh dari candi, dalam jarak hanya 18 km terdapat Bukit Grenden. Pengunjung akan bisa menemukan rimbunnya hutan pinus yang berselimut kabut serta pemandangan puncak Merbabu yang begitu memukau. Tak ketinggalan, di kawasan ini pun menyuguhkan pemandangan  sunset dan sunrise yang memukau.

Sedikit lebih jauh, dalam jarak 24 km, terdapat candi lain. Yakni candi Selogriyo. Pengujung diajak trekking sepanjang 2 km, melintasi persawahan dan bukit-bukit hijau yang menawan. Arsitektur candi unik, dengan pelataran yang cukup luas. Serta dilengkapi panorama pegunungan yang memukau dengan udaranya yang menyejukkan.

Selamat berlibur!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni