Cori Gauff Kandaskan Ons Jabeur Di Italian Open 2020

Berita Tenis: Pada pertandingan turnamen clay-court pertama, petenis berusia 16 tahun, Cori Gauff mencatatkan kemenangan pembuka atas Ons Jabeur di babak pertama Italian Open dengan 6-4, 6-3.

Berkompetisi di turnamen clay-court profesional ketujuh, petenis muda AS tersebut baru melakoni satu turnamen WTA yang digelar di atas clay-court, yakni ketika ia gagal di babak kualifikasi French Open musim lalu.

Memasuki Italian Open musim ini tanpa harus melalui babak kualifikasi, petenis peringkat 53 dunia bangkit kembali dari kedudukan 2-4 di set pembuka demi menumbangkan petenis berkebangsaan Tunisia, Jabeur untuk kali kedua sejak turnamen tenis kembali dilanjutkan.

Setelah kekalahan di babak pertama di Cincinnati Open (Western & Southern Open) dari Maria Sakkari dan babak pertama US Open dari Anastasija Sevastova, pertandingan melawan Jabeur di Italian Open terbukti tidak terlalu rumit bagi petenis muda AS tersebut dibandingkan kemenangan tiga set langsung atas Jabeur ketika mereka bertemu di Lexington Open bulan lalu setelah ia kecolongan set pertama.

“Saya pastinya merasa senang mendapatkan kemenangan kali ini, terutama setelah menelan kekalahan pahit di New York,” aku Gauff.

“Saya merasa senang dengan hanya bermain. Saya pikir Ons bermain dengan luar biasa kali ini. Ia petenis yang lihai, karena ia pastinya mengubah bolanya sedikit. Saya tahu pertandingannya akan sengit, jadi mengukir kemenangan atasnya di atas clay-court benar-benar luar biasa.”

Juara di Linz musim lalu memperbaiki permainan setelah melakukan tujuh pelanggaran ganda di sepanjang laga yang bertahan selama 80 menit dan memanfaatkan dengan baik 29 unforced error yang mengalir dari raket Jabeur.

Tertinggal 2-4, 30/30 dengan servis di tangannya, petenis belia tersebut menyambar empat game secara beruntun untuk menyabet set pembuka dan memenangkan tujuh dari delapan game dari kedudukan 2-4 sebelum keluar sebagai juara.

“Saya pikir saya hanya berusaha untuk bertahan di pertandingan dan saya tahu saya mampu untuk bangkit kembali kapanpun saya membutuhkannya. Saya familiar dengan permainannya, jadi saya tahu kecenderungannya. Jadi, saya hanya mencoba untuk menyerang kelemahannya menggunakan kekuatan saya,” jelas Gauff.

“Saya belum bermain di clay-court selama lebih dari satu musim, tetapi sejujurnya, saya merasa cukup nyaman di clay-court. Pada karier junior saya, saya mencatatkan hasil yang cukup positif di clay-court dan saya banyak mengunjungi akademi tenis Patrick Mouratoglou. Saya cukup terbiasa dengan clay-court.”

Artikel Tag: Tenis, Italian Open, Cori Gauff, Ons Jabeur

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni