Curug Bentang Subang

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”11896″
data-slug=””>

4.5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: Desa Cibitung, Kecamatan Subang, Jawa Barat 41281

Map: Klik Disini

HTM: Rp.5.000 per Orang

Buka: 08:00 – 17:00

Telepon: 0831 9576 1065

Curug Bentang

Bila berbicara ihwal wisata alam, maka, salah satu pulau Jawa yang ada di Bagian Barat ini tidak perlu diragukan lagi akan keindahan yang dimilikinya. Tak hanya wisata alam, masakan, sampai bermacam-macam wisata belanja tersedia di bumi Pasundan ini.

Adapun wisata alam yang terkenal di Bumi Pasundan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk beramai-ramai menikmati keindahan alam Pasundan ini salah satunya mulai dari wisata Danau, Hutan, Air Terjun/ Curug, hingga Gunung-gung sebagai daerah pendakian.

foto by instagram.com/wandidiwana

Di Bandung contohnya, bila berkunjung di Kota ini akan banyak sekali dijumpai riam yang memiliki karakteristik dan keunikan masing-masing. Yang paling terkenal dari Air terjun yang ada di Bandung diantaranya Curug Malela, Cimahi, Bugbrug atau yang juga dikenal dengan Curug Citambur.

Di Kota Subang, juga banya sekali penderasan yang bisa kita jumpai dan pastinya mesajikan keindahan alam yang luar biasa tidak kalah dengan di Bandung. Diantaranya terdapat Curug Cina, Mandala, Sadim, Kaliangkak, Masigit, dan juga Curug Cimincul.

Dari beberapa Curug tersebut terdapat sumber mata air yang mengeluarkan suhu yang berbeda-beda tergantung letak dan suasana sekitar lokasi Air terjun tersebut, ada pula yang menghasilkan ajaran air hangat, dan tak sedikit pula yang menghasilkan aliran air masbodoh. Salah satunya di Curug Bentang.

Alamat Dimana

Curug Bentang ini secara administratif terletak di Kampung Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat 41281. Curug Bentang ini memiliki ukuran yang tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 5 meter.

Meski ukuran curug tidak terlalu tinggi. Namun curug ini menyajikan keindahan alam yang mempesona dan sagat sayang untuk dilewati bila berkunjung di Bumi Pasundan Subang ini. selain itu, danau yang menghasilkan air yang masbodoh namun begitu jernih ini terbentuk dari hasil tampungan air yang jatuh dari riam lain yang berada di atas curug Bentang.

foto by instagram.com/kangagungkurniawan

Sempat Terlupakan

Curug Bentang ini merupakan salah satu curug yang sempat terlupakan. Kabar dari warga sekitar pedesaan, Curug ini sudah semenjak dahulu dikenal oleh para wisatawan baik dari dalam kota Subang sendiri maupun wisatawan luar kota Subang.

Beberapa akomodasi sekitar lokasi juga disediakan oleh pemerinta kota setempat. Namun, seiring berjalannya waktu. Fasilitas-kemudahan tersebut semakin rusak dan tidak ada perbaikan secara khusus yang dilakukan oleh pemerintah.

Meski begitu, pesona yang dihasilkan oleh keindahan Curug ini tidak pernah luntur sedikitpun. Mulai dari hijaunya hamparan persawahan dikala berjalan menuju lokasi, jernihnya air yang berada di bak curug, serta udara segar yang dihasilkan dari pepohonan rimbun disekitar curug tersebut.

Mitos dan Legenda

foto by instagram.com/sastriaaa

Menurut legendanya. Konon teladas Bentang merupakan daerah dimana Presiden Pertama RI Soekarno bertemu Nyi Roro Kidul dan meminta tunjangan untuk menyelamatkan Indonesia dari serangan musuh.

Jika dilihat dari segi bahasa. Nama dari Bentang ini mempunyai arti bintang atau formasi Bintang. Secara terminologi riam Bentang ini merupan daerah pantulan cahaya bintang-bintang dari langit.

Curug Bentang ini dikaitkan dengan banyak legenda seperti Tangkuban Perahu dan Gunung Burangrang yang ceritanya sudah melegenda di pendengaran masyarakat bahkan sampai kepelosok Negeri.

Tak hanya itu, penderasan ini juga berdekatan dengan Desa Adat Banceuy yang terkenal dengan Cerita Raden Syaikh Jamaluddin erat disapa Aki Leutik atau Kakek Kecil. Hal itu dikarenakan ukuran Tubuh Kakek tersebut, hanya sebesar biji yang mampu masuk lewat lewat lubang jarum.

foto by instagram.com/anwarpedia

Kisah Presiden pertama Indonesia yang juga dikaitkan dengan legenda Bentang ini disebabkan karena Beliau kerap kali mengunjungi Curug Bentang untuk mencari ilmu kenegaraan lewat aliran Padepokan Prabu Siliwangi yang berada di Subang dan meminta tunjangan Tuhan lewat mediator Nyai Roro Kidul.

Air terjun yang kabarnya juga dijaga oleh tujuh bidadari yang berkembang menjadi sebagai ular dengan sisik terbalik ini juga disebut-sebut dalam kisah rakyat terkait adanya lokasi tersebut. Konon, turunnya ketujuh bidadari tersebut melalui perantara pelangi untuk menjaga Bung Karno dikala melakukan semedi di Curug ini.

Hingga sampai dikala ini kabar yang beredar dari masyarakat setempat, lokasi tersebut masih dijaga oleh tujuh ular dan Aki Leutik.

foto by instagram.com/suryaady188

Mitos lain yang beredar dari masyarakat juga dikatakan bahwa dasar Curug tersebut dipercaya terdapat harta karun melimpah dan kalau diambil mampu digunakan untuk melunasi hutang-hutang Indonesia.

Namun, sampai dikala ini belum ada satupun yang berani menyelam ke dalam air tersebut. Karena tidak ada yang tau pastinya dari kedalaman dari Curug. Dari cerita rakyat setempat, ujung pedoman airnya menyambung ke Laut Pantai Selatan dan bersahabat dengan kerajaan Nyai Roro Kidul.

Mendengar dongeng rakyat tersebut, banyak masyarakat dari banyak sekali wilayah datang untuk melaksanakan ritual-ritual mirip yang dilakukan oleh Bung Karno. Tujuannya tak lain ialah untuk mendapatkan kekayaan, memohon dukungan biar terhindar dari marabahaya.

foto by instagram.com/subangrepost

Tak heran bila berkunjung ke lokasi tersebut, akan banyak dijumpai bekas-bekas sesajen yang berada di kanan dan kiri sisi penderasan Bentang.

Banyaknya mitos-mitos dan legenda kisah rakyat menjadi perbincangan masyarakat akan masih adanya para penunggu di lokasi tersebut, banyak insiden-insiden aneh di sekitar lokasi yang dikaitkan dengan adanya penunggu di Curug Bentang juga terjadi sekitar dua tahun lalu.

Tragedi pada tanggal 31 Januari 2016, Curug yang tergolong mempunyai tinggi hanya 5 meter ini telah memakan korban hingga meninggal dunia. Korban tersebut yaitu seorang mahasiswi asal Bandung yang tewas di objek Wisata air terjun.

Kabarnya kejadian tewasnya mahasiswa tersebut, terjadi akibat terseret derasnya arus sungai hingga beberapa ratus meter.

foto by instagram.com/rita_thamey

Awalnya peristiwa kecelakaan yang meregangnyawa tersebut. diduga ketika korban yang tewas ingin membantu temannya yang tenggelam saat berenang. Namun naasnya, koraban malah terseret derasnya arus sungai yang tak bisa di jangkau oleh dua sobat lainnya.

Hal itu menciptakan korban terseret arus sungai dan ditemukan tenggelam di kedalaman sekitar tujuh meter. Kabar tersebut sempat menghebohkan para warga sampai beritanya sempat masuk di media online republika Bandung.

Tak hanya informasi saja, postingan foto berupa gambar korban yang ditemukan karam di sungai tersebut juga menyimpan cerita mistis yang dikaitkan dengan penunggu lokasi tersebut.

Rute Menuju Lokasi

foto by instagram.com/barudakhungkul_offi

Jika ingin tau ingin mengunjungi lokasi gerojokan tersebut, tidaklah sulit untuk menemukannya. Selain dapat dilihat dari peta, akeses jalan yang terbilang sudah cukup cantik ini mempermudah para pengunjung untuk menuju lokasi air terjun.

Patokan yang paling gampang untuk hingga di Curug Bentang ini ialah dengan melewati Ciater Highland Resort, dari arah tersebut, lanjutkan perjalanan sampai menemukan SB Mart. Tak jauh dari lokasi SB Mart, di arah kanan terdapat pertigaan menuju Desa Palasari. Dari pertigaan tersebut. arahkan kendaraan menuju Desa Sanca.

Setelah sampai di Desa Sanca dan tiba di gerbang tiket masuk, dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke Lokasi Curug Bentang dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun sekitar 1,5 Km.

Disarankan bari para wisatawan yang belum pernah mendatangi lokasi tersebut, dan jikalau ingin mengunjungi secara eksklusif, untuk tetap bertanya kepada warga setempat mengenai letak niscaya dari gerojokan ini.

Sebab untuk menuju ke lokasi tersebut sangat minim dengan rambu-rambu dan plang khusus untuk menuju ke Curug bentang ini. Selamat berlibur dan tetap hati-hati.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni