Curug Ciastana, Air Terjun Dengan 2 Kolam Menakjubkan

Curug Ciastana tampil berbeda dengan wisata air terjun lainnya. Air terjun ini mempunyai bentuk bertingkat dan sedikit lebar. Tingkatan pertama tingginya 50 meter sementara yang kedua lebih rendah. Kedua aliran tersebut membentuk danau kecil yang sering dijadikan daerah berendam oleh wisatawan.

Curug Ciastana tampil berbeda dengan wisata air terjun lainnya. Air terjun ini memiliki bentuk bertingkat dan sedikit lebar. Tingkatan pertama tingginya 50 meter sementara yang kedua lebih rendah.
Curug Ciastana. Image via: explorecianjur

Dinamakan Curug Ciastana sebab tak jauh dari lokasi tersebut terdapat sebuah pemakaman warga. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam. Hal itu pula yang menjadikan jeram ini berjulukan Curug Ciastana. Menariknya, curug ini mempunyai fatwa yang lebar sehingga saat dilihat lebih mirip tirai.

Selain berendam di air yang bening dan segar, pengunjung biasanya menghabiskan waktu dengan meloncat dari bebatuan yang tak terlalu tinggi. Kolam airnya tak begitu besar, tetapi cukup menyenangkan jika Anda berenang di sini. Kawasan ini benar-benar menyajikan suasana yang alami.

Curug Ciastana ini memiliki bentuk yang sedikit lebar dan seperti sebuah tirai panjang. Selain itu dibawah air terjun ini membentuk sebuah danau kecil, dan dari danau ini kembali jatuh balasan dari hasil patahan tanah. Dari patahan tersebut kembali membentuk air terjun yang lebih pendek namun lebar.

Curug Ciastana ini memiliki bentuk yang sedikit lebar dan mirip sebuah tirai panjang. Selain itu dibawah air terjun ini membentuk sebuah danau kecil, dan dari danau ini kembali jatuh akibat dari hasil patahan tanah.
Macam tirai. Image via: @hobby.alam 

Simak juga: 13 lokasi wisata Indah di Cianjur

Lokasi Curug Ciastana

Curug Ciastana berada di alamat Wargasari, Sinar Muda, Bojongkasih, Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Tempat wisata yang terbilang gres ini membutuhkan 3,5 jam untuk hingga lokasi curug, dengan melewati jalan yang kurang baik.

Rute Menuju Curug Ciastana

Untuk bisa hingga ke Curug Ciastana ini hanya mampu diakses dengan memakai kendaraan roda dua. Hal itu sebab letaknya yang sangat terpencil, jalannya sangat sempit dan berbatu. Dengan menggunakan kendaraan roda dua pun harus berhati-hati, apalagi bagi yang memakai kendaraan matic.

Jalanan yang sangat sempit, sedikit menanjak dan berbatu sehingga menjadi cukup menantang, khususnya bagi pengunjung yang membonceng seseorang.

Rute Menuju Curug Ciastana Wisata Alam Cianjur dapat melewati warung kondang – cibeber – campaka – sukanagara – pasirnangka -sukasari – purut – sinarmuda dengan watu tmpuh 3,5 jam mengunakan motor.

Sepeda motor mampu parkir di bersahabat curug. Sedangkan pengguna mobil bisa parkir di Kampung Rawajambu sebelum Sinarmuda dilanjutkan tracking jalan kaki sejauh 900 m atau sekitar 20 menit untuk hingga di curug.

Sepeda motor dapat parkir di dekat curug. Sedangkan pengguna mobil bisa parkir di Kampung Rawajambu sebelum Sinarmuda dilanjutkan tracking jalan kaki sejauh 900 m atau sekitar 20 menit untuk sampai di curug.
Rute menuju Curug. Image via: @kuncen.ciastana

Jam Buka Curug Ciastana

Tempat wisata Curug Ciastana buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.00.

Tiket Curug Ciastana

Karena belum dikelola oleh pihak mana pun, maka para pengunjung belum dikenakan tiket masuk alias gratis. Biaya yang harus dikeluarkan hanya biaya parkir untuk kendaraan motor sebesar Rp 2.000 rupiah/kendaraan.

Fasilitas Curug Ciastana

Berbeda dengan Curug Citambur dan Curug Ngebul yang masih sama berada dikawasan Cianjur Selatan, Curug Ciastana ini belum dikelola secara resmi oleh pihak mana pun, baik itu pemerintah kawasan atau pun pemerintah desa dan Karang Taruna setempat.

Kondisi ini menjadikan Curug Ciastana ini hadir tanpa fasilitas umum. Bahkan untuk lahan parkir kendaraan saja sangat sulit dan harus memarkirkan kendaraan di depan rumah warga setempat.

Daya Tarik Curug Ciastana

  1. Air Terjun yang Indah

Curug Ciastana memiliki debit air yang sangat besar dan lebar, sehingga dentuman air terjun ini jika dilihat dari bawah mirip dengan tirai yang menyelimuti tebing air terjun.
Indah untuk berfoto. Image via: @rimeyy27

Simak juga: Jandi Jiwa, Candi Tertua di Nusantara

Curug Ciastana memiliki debit air yang sangat besar dan lebar, sehingga dentuman gerojokan ini jikalau dilihat dari bawah seperti dengan tirai yang menyelimuti tebing jeram. Kemudian dibawah riam juga terdapat kubangan seperti danau kecil.

Pada danau kecil itu air mengalir menuju retakan-retakan bebatuan yang berada dibawahnya. Karena adanya retakan itu. dari pedoman air tersebut mampu menciptakan penderasan lagi yang lebih pendek namun lebar seperti tirai dinding penderasan.

Pada bab inilaj keunikan air terjun Curug Ciastana ini dibandingkan jeram lain yang ada di Jawa Barat. Air terjun bersusun bertingkat 2,  50 meter dan 5 meter.

Ditempat wisata Curug Ciastana ini, pengunjung mampu bermain air di dalam danau atau di bawah jeram tersebut. Namun hal yang perlu diwaspadai ialah licinnya bebatuan riam ini serta kedalam danau jeram.

Kemudian pengunjung juga bisa melakukan lompatan dari atas tebing gerojokan yang tidak terlalu tinggi. Kolam airnya tak begitu besar, tetapi cukup menyenangkan jika Anda berenang di sini. Kawasan ini benar-benar menyajikan suasana yang alami.

  1. Curug Tetangga

Lereng dinding Ciastana bagian selatan sangatlah unik yang memanjang dari barat ke timur sejauh 4 km dengan rata-rata ketinggian dindingnya mencapai 45 meter. Kondisi ini berakibat pada banyaknya air sungai yang jatuh sehingga menjadikannya fenomena terjadinya air terjun atau curug.
Jurug yang bertetangga. Image via: @kuncen.ciastana

Lereng dinding Ciastana bagian selatan sangatlah unik yang memanjang dari barat ke timur sejauh 4 km dengan rata-rata ketinggian dindingnya mencapai 45 meter. Kondisi ini berakibat pada banyaknya air sungai yang jatuh sehingga menjadikannya fenomena terjadinya gerojokan atau curug.

Terhitung ada 8 curug pada dinding lereng Ciastana, tidak terkecuali tiga curug ini yang sangat berdekatan dengan Curug Ciastana yaitu; Curug Cigaru, Curug Cipetey, dan Curug Citalahab.

Keempat curug tersebut berada pada wilayah dua Kampung administratif  yakni Curug Cigaru di wilayah kampung Muaratelu. Sedangkan yang tiga lagi: urug Ciatana, Cipetey, dan Citalahab berada di wilayah kampung Sinarmuda.

Jika diukur dengan jarak terjauh antara Curug Cigaru dengan Citahalab sekitar 1 km. Dengan kondisi medan lapangan yang masih asri daerah perkampungan sehingga trak tersebut hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

  1. Trekking

Sebelum tiba di lokasi, para pengunjung akan menyusuri jalan setapak dengan semak rimbun dan pepohonan, serta jembatan bambu, juga sungai-sungai kecil penuh bebatuan.
Mending jalan kakai aja deh. Image via: @kuncen.ciastana

Simak juga: Curug Gomblang dalam lindungan Hutan Negara

Setelah meletakkan kendaraan di lokasi parkir, dan membayar biaya penitipan kendaraan, pengujung akan melanjutkan mperjalanand negan trekking lintas alam. Jalur Trekking cukup terjal yang harus pengunjung lalui sebelum menemukan air terjun ini.

Bagi pengunjung yang  sudah sering melaksanakan trekking, tentu akan cukup terbiasa. Jika belum, ada baiknya mempersiapkan fisik yang lebih besar lengan berkuasa. Terlebih jikalau tiba berkunjung dengan membawa serta anak.

Sebelum datang di lokasi, para pengunjung akan menyusuri jalan setapak dengan semak rimbun dan pepohonan, serta jembatan bambu, juga sungai-sungai kecil penuh bebatuan. Perjalanan panjang akan ditebus dengan panorama indah yang tersaji di curug Ciastana.

Ditempat wisata Curug Ciastana ini, pengunjung bisa bermain air di dalam danau atau di bawah air terjun tersebut. Namun hal yang perlu diwaspadai adalah licinnya bebatuan air terjun ini serta kedalam danau air terjun.
Main air. Image via: @hens4m

Tips Mengunjungi Curug Ciastana

Demi memaksimalkan pengalaman berwisata di Curug Ciastana,a da baiknyamemeprhatikan ebebrapa hal berikut.

  • Alas Kaki Nyaman

Untuk kenyamanan kaki, sebaiknya gunakanlah sendal gunung ketika berwisata ke curug Ciastana. Kalau nekat memakai sepatu sneaker atau sendal biasa ketika di jeram, tetapi biasanya bantalan kaki tersebut akan berakhir dengan kondisi basah dan tidak nyaman.

Sebaiknya  memakai sendal gunung. Karena perjalanan menuju air terjunnya melewati jalur mendaki dan menurun, bahkan medan yang terjal. Setidaknya, gunakan alas kaki yang tidak licin dan anti selip.

  • Pakaian Ganti

Agar tidak masuk angin setelah berlama-usang bermain air dengan kondisi baju yang lembap, sebaiknya ganti baju dengan pakaian yang kering sesudah puas bermain air di Curug Ciastana..

  • Jangan Pergi Sendirian

Jika ingin menyendiri refreshing tuk menyegarkan pikiran sejenak dari rutinitas, sebaiknya jangan pergi ke jeram sendirian. Ajaklah orang lain seperti teman atau sanak keluarga. Hal ini semata demi keselamatan.

Untuk menghindari jikalau mengalami kesulitan atau sesuatu yang membahayakan. Jalan menuju tempat wisata air terjun cenderung licin, alasannya itu peran orang lain yang menemani sangat membantu untuk menapak jalan ke gerojokan.

  • Bawa Bekal Makanan

Bawalah bekal kuliner dan minuman dikala mengunjungi Curug Ciastana Cianjur alasannya adalah disana pengunjung tidak akan menemukan warung-warung makan yang menjual makanan

Kawasan ini benar-benar menyajikan suasana yang alami.
Lingkungan yang Hijau. Image via: @kuncen.ciastana

Simak juga: Memandang Rawa Pening, dari Bukit Cinta Ambarawa

Objek Wisata Dekat Curug Ciastana

Selain Curug Ciastana, Cianjur juga punya beberapa curug lain. Salah satunya Curug Citambur. Curug ini mengalir dari ketinggian tebing mencapai 100 meter. Alirannya mempunyai beberapa undakan, namun didominasi oleh undakan tertinggi yang mempunyai debit air paling besar. Letaknya diapit oleh dua sisi tebing yang dihiasi hamparan rumput dan aneka vegetasi liar.

Bagi yang suka dengan wisata berbau misteri, cianjur mempunyai Gunung Padang. Situs megalithikum Gunung Padang di Kabupaten Ciaunjur ramai diperbincangkan. Selain karena keindahan tempat ini, popularitasnya sebagain besar datang dari teka-teki dan hipotesa spekulatif terkait keberadaan “piramida” di dalam bukit Gunung.

Bagaimana, tertarik untuk berkunjung ke sini? Silahkan share pengalamannya di kolom komentar ya.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni