Curug Gomblang, Riam 50 Meter Di Dalam Lindungan Hutan Negara

Curug Gomblang yaitu salah satu penderasan yang berlokasi di lereng Gunung Slamet. Lokasi yang jauh di dalam hutan lindung pemerintah, membuat Curug Gomblang masih alami dan nyaman untuk dinikmati. Walaupun tidak terlalu tinggi namun debit air di Curug cukup deras.

Curug Gomblang adalah salah satu air terjun yang berlokasi di lereng Gunung Slamet. Lokasi yang jauh di dalam hutan lindung pemerintah, membuat Curug Gomblang masih alami dan nyaman untuk dinikmati.
Curug Gomblang. Image via: @astonsartono

Tinggi air terjun sekitar 50 meter dengan tebing batuan andesit dan panorama alam yang eksotis di sekitarnya, menjadi daya tarik tersendiri dari Curug Gomblang. Panorama alam hutan hujan tropis yang masih asri dan sejuknya riam Curug Gomblang, membuat banyak pengunjung betah.

Air terjunnya terdiri dari satu arus, tapi lalu terpisah menjadi dua. Kedua air terjun tersebut berdampingan dan airnya jernih sekali. Latar di sekitar penderasan berupa semak, pohon perdu. Pengunjung juga akan menemukan rotan dan pastinya lumut.

Kolam air di bawah penderasan ini tidak terlalu besar, lebarnya sekitar 20 meter. Batu kali di sekitar kolam jeram sangat higienis, dan mempunyai warna yang khas, eksotis. Derasnya jeram yang hingga di bawah juga mengakibatkan riak ombak ke tepian.

Percian teladas kadangkala terbawa angin menghembus ke berbagai arah membuat suasana jadi masbodoh segar. Selain menikmati riam dan alam, pengunjung juga mampu berfoto ria di selfie deck dengan background Curug Gomblang yang terlihat sangat mempesona yang gres-baru ini di sediakan.

Curug Jomblang dapat juga dinikmati dari kejauhan
Curug Jomblang dari kejauhan. Image via: merahputih.com

Simak juga: 11 Lokasi wisata Indah di Banyumas

Lokasi Curug Gomblang

Air terjun alami tersebut berlokasi di desa Baseh tepatnya di Desa Kalisalak, kecamatan Kedung banteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dari pusat kota Purwokerto, curug Gomblang ini bisa ditempuh sekitar 42 menit.

Rute Menuju Curug Gomblang

Curug gomblang sendiri merupakan sebuah riam yang letaknya di lereng gunung Slamet dengan ketinggian yang tidak terlalu tinggi.

Untuk rute perjalanannya sendiri, dari pusat Kota Purwokerto bisa menempuh jalan menuju arah Karang Lewas. Di perjalanan nanti akan menemukan tugu perempatan pasar Karang lewas. Dari sini, lanjutkan perjalanan menuju arah Kedungbanteng hingga nanti berakhir di Desa Baseh.

Sampai di Desa Baseh, bisa tanya ke warga sekitar mengenai lokasi Curug Gomblang Banyumas ini. Perjalanan belum usai. Pengunjung masih harus melaksanakan tracking ringan untuk bisa hingga di lokasi riam.

Jalan menuju Curug Gomblang melalui areal persawahan yang indah.
Jalan menuju Curug. Image via: @_febimaulana

Selama di perjalanan, anda juga akan melihat pemandangan yang tak kalah indahnya mirip hutan yang cukup lebat dengan udara yang sejuk. Tentunya suasana tersebut tidak akan anda temui di kota. Pengunjung  juga akan menemukan beberapa spot berfoto.

Jam Buka Curug Gomblang

Lokasi wisata ini buka sepanjang hari, sepanjang pekan. Namun demikian, demi keamanan, sebaiknya jangan memaksakan diri berkunjung saat hari gelap..

Waktu terbaik untuk mengunjungi Curug Gomblang yakni pada ketika animo kemarau sebab airnya sangat jernih.

Tiket Curug Gomblang

Harga tiket masuk Curug Gomblang ini pun juga cukup murah, yaitu hanya sebesar Rp 5.000 per orang.

Fasilitas Curug Gomblang

Pengelola juga terus meningkatkan pelayanan dengan membenahi jalur masuk dan membangun sejumlah akomodasi pendukung, mirip mushala, toilet, dan daerah untuk berteduh.

Selain menyuguhkan pemandangan yang anggun, curug Gomblang juga memiliki kemudahan berupa papan berbentuk hati yang berada sempurna di depan curahan gerojokan. Fasilitas ini kerap dijadikan spot foto oleh para pengunjung.

Daya Tarik Curug Gomblang

  1. Hikking

hikking di area bebatuan air terjun curug Gomblang
Awas kepeleset. Image via: @zaynfloffc24_

Simak juga: Romansa bersemi di Bukit Cinta Ambarawa

Selepas dari daerah parkir danemembaya rtiket, pengunjung akan diajak meregangkan otot kaki, untuk hiking ringan. Perjalanan menuju Curug Gomblang dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak di samping area parkir.

Kondisi jalan setapak sudah cukup baik sampai tepi pedoman sungai dan air terjun. Pada tengah-tengah perjalanan terdapat beberapa bangunan gasebo dan tempat duduk bambu sebagai tempat beristirahat pengunjung.

Disamping itu terdapat juga beberapa gardu pandang sebagai spot foto selfie berlatar pemandangan alam lereng perbukitan. Dari kejauhan mulai tampak pemandangan air terjun atau curug yang diapit oleh dua tebing perbukitan yang cukup tinggi.

Kawasan Curug Gomblang berada di dalam wilayah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Timur. Curug ini berada pada ketinggian 700 meter diatas permukaan dari maritim. Curug ini bertipe riam yang pribadi jatuh ke dasar tebing tanpa terhenti pada suatu tingkatan.

Curug atau penderasan ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dan pada bagian dasarnya membentuk pemikiran sungai. Debit air terjun ini tergolong tetap dan tidak dipengaruhi oleh musim.

  1. Lingkungan Alami

Curug Gomblang merupakan air terjun yang alami, terlihat anggun airnya tidak pernah berhenti mengalir melalui rimbunnya pepohonan di sekitar air terjun yang membuat suasana kian menkjubkan.
Lingkungan yang hijau. Image via: @dav22juli

Curug Gomblang merupakan penderasan yang alami, terlihat cantik airnya tidak pernah berhenti mengalir melalui rimbunnya pepohonan di sekitar penderasan yang menciptakan suasana kian menkjubkan.

Curug ini masih belum dikelola secara masif sebagai lokasi wisata masal. Letaknya memang jauh dari perkampungan ditambah lagi tidak ada petunjuk arah dan terusan jalan yang buruk menyulitkan siapa saja yang ingin menuju ke curug, sehingga diharapkan orang yang paham daerah sana supaya sampai di tujuan.

Dengan segala kesulitan yang ada membuat orang jarang mendatangi curug ini bahkan orang lokal sekalipun. Sehingga curug ini menjadi kurang terkenal. Walau begitu ada juga nilai positifnya yakni hingga ketika ini Curug Gomblang masih terjaga kealamiannya.

Kondisi itu membuat keindahannya tidak berkurang oleh tangan-tangan jail yang kurang menghargai alam.

Cantiknya air terjun Curug Gomblang.
Cantiknya penderasan. Image via: @liiarahmaa_

Simak juga: Kebun Teh Pagilaran yang Mendunia

Air yang mengalir sangatlah higienis dan bening sehingga begitu memanjakan mata pengunjung. Air terasa begitu segar saat pengunjung membasuh muka. Dengan membasuh muka, energi seakan penuh kembali, lelah seakan menghilang.

Pemandangan sekitar curug yang hijau dan asri melengkapi keindahan yang telah ada. Semuanya masih tampak alami tidak tampak tumpukan sampah plastik dan non organik lainnya di sekitar Curug Gomblang.

  1. Dekat dengan Objek Lain

Desa Kalisalak, tampangnyapeka memanfaatkan peluang berupa potensi Wisata. Mereka mengelola desa mereka menjadi semacam area ekowisata, dengan memanfaatkan Curug Gomblangs ebagai titi sentralnya.

Mereka juga mempromosikan potensi wisata lain di desa mereka. Dua diantaranya dalah curug lima dan bumi perkemahan atau lokasi camping.

curug lima berdekatand negan curug Gomblang
Curug Lima. Image via: travelingyuk.com

Curug Lima memanjakan pengunjung dengan lima anutan air yang terpecah ke bawah dengan uniknya, sesuai dengan namanya. Menjadi ‘panjangan tangan’ dari Sungai Logawa, curug ini menyuguhkan pemandangan gerojokan yang dikelilingi belantara hutan hijau dan asri.

Deretan batuan kali yang berada di sekitar Curug Lima bisa pengunjung buat duduk santai sambil menghirup udara segar atau sekedar berfoto-foto. Pokoknya, sekali tiba ke Curug Lima, pengunjung  bakal enggak beranjak.

Dari area camping ground, para pekemah mampu melihat keindahan pemandangan Kota Purwokerto di malam hari. Kerlap-kerlip lampu di jalan dan pemukiman terlihat sangat indah. Khusus untuk camping ground, peminat yang hendak berkemah, mampu memesan satu ahad sebelum kegiatan, tarifnya murah hanya Rp 15 ribu per orang.

Pesona air terjun Curug Gomblang.
Pesona riam. Image via: @dina.meldiana

Simak juga: Kemah ceria di Pondok Halimun Sukabumi

Tips Mengunjungi Curug Gomblang

Waktu yang tepat untuk tiba ke kawasan wisata ini yakni saat isu terkini kemarau. Karena air curug tidak akan keruh.

Untuk menjaga kebersihan lokasi wisata itu, pengunjung diharuskan untuk tidak membuang sampah sembarang. Pengunjung diminta menyimpannya terlebih dahulu sampai anda menemukan kawasan sampah

Objek Wisata Dekat Curug Gomblang

Selain memanfaatkan potensi alam, warga kecamatan Kedung Banteng ternyata juga kreatif. Pada tahun 2019 lalu, warga desa Melung, Kedung Banteng menciptakan sebuah wisata pemandian yang unik, yaitu Pagubugan.

Pagubugan
Pagubugan. Image via: explorewisata.com

Wisata ini Berupa Kolam Pemandian di Tengah Sawah. Memanfaatkan sawah terasering milik desa. Lanskap kolam pemandian berlokasi diapit teras-teras sawah dengan pemandangan bukit menjulang di bawah kolong langit biru.

Masih terletak di kaki gunung slamet, di kecamatan Kedung Banteng, ada bukit yang asri dan sangat sejuk. Bukit TRanggulasih Windujaya namanya. Dari bukit ini, pengunjung mampu melihat kota Purwokerto dari ketinggian. Tidak hanya Purwokerto, bahkan Purbalingga dan Pemalang pun terlihat dari atas bukit ini.

Untuk pengunjung yang memiliki hobi camping, lokasi ini sangat cocok sekali untuk menjadi destinasi. Tempatnya pun tidak terlalu jauh dari pemukiman warga. Bahkan di dalam tempat ini berbagai penjual minuman, gorengan, camilan, mi instan, kopi, dan lain sebagainya.

Satu hal yang ahrus diingat. Sebagai pengunjung kita juga harus ikut menjaga dan melestarikan keindahan alam Curug Gomblang. Cukup dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak apa yang ada di alam tersebut. Kita sudah ikut melestarikannya.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni