Danau Semayang, Danau Ababil Habitat Lumba Lumba Air Tawar

Danau Semayang merupakan danau terbesar di Kukar dengan luas sekira 13.000 hektare. Seluas mata memandang hanya hamparan air tanpa batas dengan beberapa tumbuhan air seperti kenohan.

Danau Semayang, sebuah danau luas di tepi mahakam yang menjadi habitat ikan pesut mahakam yang terancam punah
Danau Semayang. Image via: Wan Wan MW

Sebagai objek wisata, danau ini mempunyai keindahan tertinggi ketika pagi dan sore hari. Ketika matahari terbit dan tenggelam. Jika di lautan pengunjung terbiasa melihat sunset sunrise dari garis cakrawala. Maka di sini sunset dan sunrise adanya di garis rimba. Matahari seakan muncul dan karam dari balik rimbun dedaunan hutan Kalimantan.

Keunikan lain danau ini yakni ikan pesut. Danau semayang 1 dari 3 ekosistem air yang memiliki ikan jenis ini. Ikan pesut merupakan satu satunya keajaiban evolusi, dimana lumba-lumba berevolusi untuk hidup di air tawar. Dari sudut pandang lain ini mampu juga dipandang sebagai keajaiban evolusi, sebagai satu satunya mamalia yang tertinggal di air tawar, tanpa ikut naik ke darat.

Untuk acara wisata, di lokasi ini juga tersedia kemudahan lain lazy bag dan ski air.

lazy bag, salah satu fasilitas wisata di danau semayang yang bsia digunakan untuk bersantai menikmati danau sambil mengapung
Lazy bag. Image via: @tripnote57_official

Simak juga:  wisata Kutai Kartanegara

Lokasi Danau Semayang

Danau Semayang dan Melintang yang terletak di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai kertanegara, Kalimantan Timur. sekitar 2,5  jam ke arah  barat  Kota Tenggarong.

Danau Semayang berada di sebelah kiri sungai Mahakam dan bersebelahan dengan Danau Melintang yang terletak disebelah kanan Mahakam.

Rute Menuju Danau Semayang

Rute perjalanan menuju Danau Semayang jikalau dari Jakarta dimulai dengan memanfaatkan transportasi udara menuju Bandara Sepinggan di Balikpapan.  Lama perjalanan sekitar 1 jam 45 menit.

Keluar dari Bandara Sepinggan, pengunjung akan pribadi ditawari banyak moda transportasi untuk membawa kita menuju ke berbagai tempat di Kalimantan Timur.  Mulai dari mobil carter hingga travel dan bus yakni jenis transportasi yang bisa dipilih.  Jika memilih jenis bus maka perlu ke terminal bus yang letaknya terpisah dari bandara sehingga perlu naik angkot terlebih dulu.

Desa wisata pela dikembangkans ebagai gerbang masuk ke danau semayang
Selamat tiba. Image via: edelweisme

Pengunjung umumnya memilih mobil rencar, yang sopirnya sudah dikenal. Baik kenal eksklusif, maupun rekomendasi dari teman yang sudah berkunjung sebelumnya. Hal ini penting untuk jaminan keamanan. Apalagi perjalanan Balikpapan – Samarinda akan melewati jalan yang membelah Taman Hutan Raya Bukit Suharto yang merupakan hutan lebat, berkelok dan banyak kisah horor yang menyertai.

Dari Tenggarong ke Kota Bangun sekitar 82 km. Secara keseluruhan jalan darat Balikpapan – Samarinda – Kota Bangun sudah sangat baik.

Jam Buka Danau Semayang

Mengenai jam operasional danau wisata ini, pengujung tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Pengunjung bisa datang 24 jam ke danau ini.

Tiket Danau Semayang

Harga tiket masuk ke lokasi danau Semayang melalui tepi danau wilayah desa pela dibandrol Rp 2.000. Biaya ini belum termasuk biaya parkir untuk yang membawa kendaraan.

Jika pengunjung ingin menikmati wahana wisata mirip lazy bag dan ski air, pengunjung akan dikenakan tarif terpisah untuk masing-masing akomodasi itu.

menikmati danau semayang dnegan mengguankan perahu besar mengelilingi danau
Hembusan Angin danau. Image via: tribunnews.com

Simak juga: Danau Tamblingan Bali

Fasilitas Danau Semayang

Mengenai fasilitas wisata di danau semayang sudah tergolong memadai, Terlebih dikala desa Pela, salah satu desa di tepi danau, dikembangkan menjadi desa wisata.

Pengelola desa wisata pela menyediakan kemudahan parkir, toilet, mushola, warung-warung makan, dan bahkan penginapan bagi pengujung.

Di lokasi ini juga tersedia akomodasi lain lazy bag dan ski air. Untuk lazy bag, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 15.000 dan bisa menggunakan sepuasnya. Sedangkan bagi penyuka olahraga ski air mampu menyisihkan uang Rp 50.000 di kawasan ini.

Daya Tarik Danau Semayang

  1. Danau Ababil

Menara pandang di tengah danau Semayang, salahs atu fasilitas unggula utnuk menikmati keindahan danau dari tengah area.
Menara pandang tengah danau. Image via: @mahakam_explore

Keberadan Danau Semayang yaitu keunikan alam di Kutai Kartanegara. Bayangkan saja, di sini pengunjung akan dapat melihat fenomena alam yang luar biasa, yakni Danau Semayang dan Melintang yang kadang menyatu kadang terpisah. Putus nyambung macam gaya pacaran anak ababil.

Kedua danau akan menyatu saat air Sungai Mahakam surut, dan sebaliknya, pada ketika malam hari, saat air Sungai Mahakam pasang, kedua danau ini akan terpisah. Danau Semayang berada di sebelah kiri dan Danau Melintang di sebelah kanan. Oleh karena itu, orang-orang selalu menyebutkan nama Danau Semayang dan Danau Melintang secara bersamaan.

Keindahan panorama di danau Semayang mencapai puncaknya pada dikala matahari terbit dan terbenam. Seolah- olah matahari terbit dan karam di tengah rimba Pulau Kalimantan. Untuk memaksimalkan menikmati keindahan danau, ada menara pandang unik yang bangkit di tengah danau.

  1. Spesies Ikan Langka

pesut spesies lumba lumba air tawar mahakam, yang salah satu habitatnya di danau semayang
Lumba-lumba air tawar. Image via: idntimes.com

Simak juga: Danau Singkarak.

Di danau semayang akan dapat ditemui kehidupan ikan Pesut (Orcela fluminalis), adalah sejenis lumba-lumba air tawar endemic sungai Mahakam. ikan pesut berstatus critically endangered species. Selain pesut Jenis-jenis ikan di Danau Semayang mempunyai keanekaragaman yang cukup tinggi, di antaranya yang paling banyak ikan toman (snake head/chana SP), lais (Krytoterus SP), jelawat (Laptobarbus hoeveni), haruan (Chana Striata), Puyu (anabas testudineus), baung (hemibragus), serta udang galah (Macrobrancium rosenbergii).

Melihat ikan pesut memebutuhakn keberuntungan yang tinggi. Mengingat ikan ini masuk kategori langka banget sampai kritis dan berbahaya (critically endangered species). Ikan pesut ialah ikan langka khas perairan estuaria. Satu-satunya jenis mamalia air yang hidup di sungai.

Saat ini ikan pesut hanya dapat dijumpai di tiga sungai di dunia, ialah Sungai Mahakam Indonesia, Sungai Mekong Vietnam, dan Sungai Ayeyarwady Myanmar . Di Sungai Mahakam pun, hanya di Danau Semayang dan Melintang ini pengunjung dapat melihat ikan pesut. Itu pun sudah sangat jarang terlihat alasannya arus lalu lintas sungai yang semakin sibuk dan dibukanya hutan di daerah ajaran sungai di sebelah hulu kedua danau ini.

  1. Tekhnik Tangkap Ikan Tradisional

Nelayan di danau Semayang masih mengguankan tkehnik tradisional untuk menangkap ikan, ini untuk menjaga kelestarian ekosisitem danau
Ceritanya Nelayan. Image via: @humaskukar

Hampir sebagian besar penduduk di Desa sekitar danau Semayang bermata pencaharian sebagai nelayan dan bertani. Jika Danau Semayang dalam kondisi banjir, maka warga akan bekerja mencari ikan dan di musim kemarau Danau Semayang akan mengering hingga bisa dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam padi dan jagung.

Danau Semayang dalam kondisi air sedang dalam, maka dapat dipastikan ikan-ikan yang ditangkap nelayan akan melimpah ruah. Bahkan dalam satu hari, seorang nelayan mampu membawa pulang ikan dari aneka macam jenis hingga puluhan kilogram.

Cara menangkap ikan yang dilakukan nelayan di Danau Melintang dilakukan secara tradisional, yang paling sering dilakukan dengan cara sawaran dan merempa.

Prinsip kerja dari sawaran yaitu menghadang gerombolan ikan biar yang masuk ke dalam jala yang dibentuk berkamar-kamar. Alat tangkap ini dipasang secara menetap di dalam air sepanjang 100 meter.

Sedangkan merempa yaitu menghalau ikan menggunakan jala secara bahu-membahu yang dilakukan oleh sekelompok nelayan berjumlah lima hingga 10 orang dengan menciptakan lingkaran besar, selanjutnya mereka gotong royong memukul-mukul air hingga membuat kumpulan ikan menjadi panik, acara memukul air terus sambil berjalan hingga bulat jala menjadi kecil dan kesudahannya ikan mampu ditangkap.

  1. Perkampungan Nelayan

perkampungan nelayan desa pela di tepi danau yang sekaligus menjadi pusat kegiatan wsiata di danau semayang
Desa Pela. Image via: @askhar_pelangi

Simak juga: Situ Sedong

Selain keindahan alam yang unik, di Danau Semayang pengunjung juga mampu pengetahuan dan pengalaman perihal kehidupan masyarakat nelayan tradisional Kalimantan. Mereka hidup dengan menggantungkan kehidupan pada dua danau semayang dan melintang.

Rumah-rumah masyarakat Semayang dibangun di atas batang-batang kayu yang mengapung di atas air. Agar rumah tindak hanyut terbawa arus, rumah diikat di pinggir sungai dengan memakai tambang. Masyarakat setempat menyebut rumah mereka dengan sebutan rumah rakit.

Uniknya, tidak hanya rumah yang mengapung, tetapi juga sampai toko ikut terapung. Bahkan sangkar ternak –ternak juga megapung. Pemandangan ini sangat lebih banyak didominasi terutama ketika air Danau Semayang dan Melintang sedang naik sangat tinggi, sampai menyebabkan banjir di Desa Semayang.

Desa nelayan ini bahkan mempunyai museum nelayan desa pela. Di museum ini terdapat aneka macam macam alat penangkap ikan tradisional serta foto-foto aktivitas wisata desa pela.

  1. Tangkap Ikan Dengan Tangan

Lomba Tangkap ikan salah satu acara dalam festival perayaan mas apanen ikan di DAnau Semayang. Pengunjung yang datang diijinkan mengikuti kegiatan ini.
Ikut Lomba Tangkap ikan. @askhar_pelangi

Menangkap ikan dengan memakai tangan kosong di pinggir sungai atau rawa biasanya dilakukan ketika merayakan rasa syukur warga desa atas panen ikan yang melimpah. Lalu, kebiasaan menangkap ikan dengan tangan dijadikan lomba untuk menarik wisatawan.

Bahkan, wisatawan disarankan turut serta agar merasakan sendiri kemeriahan yang menjadi tradisi warga. Untuk keperluan lomba, kadang panitia juga melepaskan belut sungai yang rupanya mirip ular. Keberadaan belut licin ini untuk memeriahkan suasana alasannya adalah kerap membuat peserta merasa geli dan ketakutan.

Lomba ini sangat menghibur. Ini juga sebagai cara penduduk bersyukur dengan hasil alam. Selain itu, kami merasa semakin dekat dengan warga lainnya. Keakraban semakin terasa dengan adanya program ini.

Jika susah menangkap ikan dengan tangan kosong, wisatawan boleh juga menangkap dengan alat. Bahkan, nelayan setempat menyediakan perahu, kail, atau jala semoga wisatawan turut menikmati melempar jala

Saat trend air surut, nelayan berubah profesi menjadi petani. Tanah danau yang mengering mereka manfaatkan untuk bertani jagung maupun sawah padi.

Pada musim kemarau danau semayang ukurannya menyusust. lahan kering yang ditinggalkan air danau, dimanfaatkan penduduk untuk pertanian, menanam jagung dan bahkan padi.
Sawah Danau. Image via: @cinthyatlonika

Simak juga: Danau Rawa Pening

Objek Wisata Dekat Danau Semayang

Selain danau semayang, di sekitar kota tenggarong masih ada objek wisata lain. Salah satunya bukit biru yang berjarak 85 km dari danau. Bukit Biru merupakan daerah yang begitu populer dengan akses yang gampang. Pengunjung akan menjumpai pemandangan yang elok dan mempesona yang mana dapat memanjakan mata. Pemandangan khas dataran tinggi.

Bagi yang tertarik dengan wisata sejarah, bisa mencoba museum mulawarman. Museum ini berjarak 90 km dari danau, di jantung kota tenggarong. Museum ini terkenal sebagai salah satu museum dengan koleksi terbanyak di Indonesia.

Demikianlah beberapa klarifikasi mengenai objek wisata Danau Semayang yang perlu diketahui biar bisa mempersiapkan kunjungan ke lokasi itu. Semoga bermanfaat.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni