Ganjal Purwo Banyuwangi

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6402″
data-slug=””>

4.5
/
5
(
14

votes

)

Lokasi: Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68416

Map: Klik Disini

HTM: Wisatawan Lokal Weekdays Rp.5.000, Weekend Rp.7.500, Wisman Rp.150.000

Buka Tutup: 24 Jam

Tidak hanya satu tapi ada dua sekaligus Taman Nasional yang terhampar di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pertama Baluran National Park dan kedua yaitu Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) yang berada di 2 kecamatan adalah Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo.

Berbeda dengan Meru Betiri yang selalu diberitakan perihal keindahan alam dan keanekaragaman hayatinya, Alas Purwo justru lebih sering diekspose ihwal misteri alam mistik yang melingkupinya.

Sejumlah film yang bercerita tentang hantu dan beberapa program TV yang bertema fenomena dunia supranatural, seperti Dua Dunia, Dunia Lain, Ekspedisi Alam Gaib, Mister Tukul Jalan Jalan, serta yang lain, juga sempat menjadikan Alas Purwo sebagai lokasi shooting.

Alhasil TNAP pun lebih dikenal sebagai daerah yang seram mirip halnya Alas Roban, Hutan Grobogan di Purwodadi, Hutan Blora, Alas Ketonggo di Ngawi, hutan di Pulau Biawak Indramayu dan Hutan Kerobokan yang ada di Kuta Utara, Bali.

foto by instagram.com/ya.nisakh

Mitos bahwa Alas Purwo merupakan kerajaan jin dan menjadi tempat berkumpul makhluk gaib yang ada di Pulau Jawa utamanya dari jenis genderuwo, memang sudah terdengar sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.

Namun bukan hanya cerita yang berbau mistis saja bahwasanya yang dimiliki TNAP, tapi juga keindahan alam dan keanekaragaman hayatinya. Bahkan, jikalau dibandingkan dengan Meru Betiri, TNAP memiliki objek wisata yang lebih banyak dan lebih beragam.

foto by instagram.com/budingsss

Beberapa diantaranya bahkan sudah dekat di pendengaran turis mancanegara seperti Pantai Plengkung atau G Land yang menjadi surga bagi para peselancar sebab memiliki ombak yang sangat besar.

Itu sebabnya, selain mengenal misteri dari hutan yang kerap dijadikan sebagai daerah latihan Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) yang merupakan Pasukan Elite TNI-AL, ada baiknya untuk mengetahui keindahan alam, keanekaragaman hayatinya dan beberapa kawasan wisata yang ada di Alas Purwo.

Sejarah Misteri

Mengambil referensi dari Wikipedia, Kaskus dan artikel-artikel yang dimuat di berbagai media, Taman Nasional seluas 43.420 hektar ini terletak di ujung Tenggara Pulau Jawa yang merupakan bab dari Pantai Selatan dengan titik koordinat 8°26’45”–8°47’00” LS dan 114°20’16”–114°36’00” BT.

foto by instagram.com/galuhdwi9495

Map wilayah TNAP terbagi atas 4 zona yaitu Sanctuary Zone (Zona Inti), Wilderness Zone (Zona Rimba), Intensive Use Zone (Zona Pemanfaatan) dan Buffer Zone (Zona Penyangga). Topografi daerah di Taman Nasional ini berbentuk datar dan gelombang ringan dengan puncak tertinggi 322 mdpl yaitu di Gunung Lingga Manis.

Berdasarkan ekosistemnya, TNAP dikelompokkan menjadi beberapa jenis, adalah Hutan Bambu, Hutan Bakau/Mangrove, Hutan Pantai, Hutan Alam, Hutan Tanaman dan Feeding Ground atau Padang Penggembalaan. Terdapat sebanyak 584 jenis flora, mirip jenis rumput, semak, herba, liana serta pohon.

Fauna yang menimbulkan kawasan ini sebagai habitat hidupnya terdiri atas 4 kelas, adalah Mamalia, Aves, Reptilia dan Pisces. Kelas Mamalia sebanyak 31 jenis, termasuk banteng, rusa, harimau tutul dan monyet abu-abu. Sementara kelas Aves terdiri atas 236 jenis burung, seperti rangkok, ayam hutan, merak, cucak ijo, kangkareng serta yang lain.

foto by instagram.com/dr.daw_

Sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri ialah bahwa Alas Purwo merupakan daerah yang berbalut aura mistis. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya goa di daerah ini yang jumlahnya sebanyak 40 gua, beberapa diantaranya adalah Goa Istana, Goa Mayangkoro, Goa Padepokan serta yang lain.

Goa-goa tersebut digunakan oleh orang-orang yang mengembara untuk bertapa dengan banyak sekali tujuan, seperti mencari pesugihan, untuk menerima kesaktian, mencari benda-benda pusaka seperti keris, akik dan sebagainya. Bahkan konon, Bung Karno pernah bertapa di Goa Istana untuk mampu bertemu dengan Penguasa Pantai Selatan.

foto by instagram.com/achmadisnan88

Cerita lain menyampaikan bahwa Masjid Agung Demak memiliki korelasi dengan Banyuwangi. Karena masjid yang dibangun para wali tersebut, salah satu dari keempat tiangnya berasal dari Pohon Jati yang diambil oleh Sunan Kalijaga di Alas Purwo.

Menurut sejarah atau lebih tepatnya legenda, penciptaan Pulau Jawa diawali di tempat ini Karena itulah dinamakan “Alas Purwo” yang artinya “Hutan Pertama atau Permulaan”. Hutan ini juga dipercaya sebagai istana makhluk halus terbesar di Pulau Jawa dan memiliki penunggu berupa bangsa jin serta makhluk hasil perkawinan bangsa jin dengan insan.

foto by instagram.com/dr.daw_

Karena merupakan tempat yang dikenal keangkerannya, yang namanya penampakan konon bukan hal yang aneh di daerah ini. Bahkan ada sebuah mitos, jikalau dikala berada di Alas Purwo mendengar bunyi aneh yang memanggil, jangan nengok ke belakang.

Jika hingga menengok ke belakang, maka orang tersebut akan dibawa oleh makhluk halus yang memanggilnya. Mitos tersebut berkembang seiring dengan banyaknya orang yang hilang di hutan ini pada jaman dahulu.

Rute Perjalanan

foto by instagram.com/budingsss

Perjalanan ke Alas Purwo, bagi wisatawan yang datang dari Bali, begitu menyeberang di Pelabuhan Ketapang mampu pribadi menuju ke Kota Banyuwangi dilanjutkan ke Distrik Rogojampi, Srono, Muncar hingga datang di Tegaldlimo. Sesampai Tegaldlimo, masih harus menempuh perjalanan lagi sejauh 10 km melewati jalan makadam sebelum risikonya tiba di Pos Rawabendo yang menjadi Pintu Gerbang TNAP.

foto by instagram.com/ichawidarto

Pengunjung yang tiba dari Surabaya, dapat menempuh rute Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dilanjutkan ke Jember. Namun yang paling gampang adalah melewati Pasuruan, Probolinggo, Lumajang gres Jember.

Pengunjung yang datang dari arah Jember harus terlebih dahulu melewati Kecamatan Genteng yang jaraknya 75 km, berlanjut ke Jajag sejauh 15 km, lalu ke Srono, Muncar dan Tegaldlimo sebelum kesannya tiba di Pos Rawabendo.

foto by instagram.com/ichawidarto

Tour ke TNAP ini wajib menggunakan kendaraan eksklusif, baik motor maupun kendaraan beroda empat, atau dengan menggunakan kendaraan rental, sebab tidak ada sarana transportasi umum yang menuju ke lokasi wisata.

Objek di Dalamnya

Pengunjung yang telah sampai di Pos Rawabendo, diwajibkan membayar tiket masuk seharga Rp.5.000 pada hari biasa dan Rp.7.500 pada hari libur. Sedang untuk turis asing, htm yang berlaku sebesar Rp.150.000.

Setelah membayar tiket, pengunjung dapat memacu kendaraannya lagi menuju ke sejumlah objek wisata yang ada di daerah TNAP melalui jalan yang ada di tengah daerah hutan. Mengingat kondisi jalan di daerah hutan sebagian ada yang masih terjal dan berbatu, bagi yang merasa kendaraannya kurang begitu prima, mampu menyewa kendaraan beroda empat Jeep di Pos Jaga seharga Rp.100.000 – Rp.150.000.

Inilah sejumlah objek wisata di daerah Alas Purwo yang menarik untuk dikunjungi.

1. Sadengan

Sadengan adalah hamparan padang savana dengan luas 84 hektar yang jaraknya sekitar 2 km dari Posko Rawa Bendo. Suasana sekeliling yang ada di sini akan mengingatkan siapapun pada suasana yang ada di Afrika, lengkap dengan aneka macam jenis hewan liar, seperti banteng, rusa, ajag, kerumunan burung-burung merak, dan aneka macam jenis binatang yang lain.

Hanya saja, pengunjung tidak boleh memasuki daerah padang savana guna melindungi habitat satwa liar disamping untuk keselamatan pengunjung itu sendiri. Untuk melihat aktifitas satwa liar tersebut, mampu dilakukan dengan bangkit di balik pagar atau dengan naik gardu pandang bertingkat tiga.

2. Situs Kawitan dan Pura Giri Selaka

Situs yang ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 1967 ini, mulai dipakai untuk aktifitas keagamaan pada tahun 1968. Situs Kawitan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit dan berkaitan dengan cerita perjalanan dari Resi Markendya yang akan menuju ke Pulau Bali. Di area ini juga terdapat sebuah gundukan batu bata yang dipercaya sebagai daerah bertapa Mpu Baradah.

Karena diyakini sebagai tempat yang sakral oleh umat Hindu, di erat situs tersebut selanjutnya dibangun Pura Giri Selaka. Pura ini digunakan untuk menggelar sejumlah ritual keagamaan, salah satu diantaranya yakni Upacara Pager Wesi yang dilaksanakan setiap 210 hari sekali atau setiap Hari Rabo Kliwon, Wuku Sinta.

3. Pantai Trianggulasi

Pantai yang berjarak sekitar 3 km dari Posko Rawa Bendo ini mempunyai hamparan pasir putih dengan panorama yang elok alasannya adalah banyak tumbuh Pohon Nyamplung dan Bogem serta simpanse-kera yang bergelantungan di atas pohon. Tidak heran bila Pantai Trianggulasi menjadi daerah favorit bagi pengunjung untuk berfoto.

Sayangnya pantai yang dilengkapi dengan wisma tamu ini hanya mampu dinikmati keindahannya dan tidak mampu dirasakan kesejukan airnya, alasannya pantainya sangat berbahaya untuk dipakai berenang.

4. Pancur Beach

Pancur merupakan salah satu Posko di TNAP disamping Posko Rawa Bendo. Di bersahabat Posko inilah Pancur Beach berada yang juga menebarkan pesona alam lewat pasirnya yang berwarna putih, berhias kerikil-batu hitam di daerah sekitar pantai.

Fenomena menarik yang ada di sini adalah adanya sumber air tawar di bersahabat pantai yang dipercaya mampu menciptakan abadi muda jika digunakan untuk mandi atau mencuci muka.

5. Makam Mbah Dowo

Makam yang unik ini memiliki panjang 7 meter dan dipercaya sebagai makam dari Eyang Suryo Bujo Negoro alias Mbah Dowo. Tidak diketahui dengan niscaya, apakah Mbah Dowo memang memiliki tubuh yang sangat tinggi sehingga makamnya sedemikian panjang, sebab memang tidak ada catatan sejarah mengenai eksistensi tokoh yang satu ini.

Hanya saja, banyak yang mempercayai bahwa makam tersebut keramat dan area di sekitar makam yang luasnya sekitar seperempat hektar dihuni banyak sekali jenis makhluk halus dan terdapat banyak benda-benda pusaka yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang, salah satunya yaitu sebuah tombak berjulukan Kyai Toro Welang.

Para peziarah yang tiba ke Makam Mbah Dowo, selain melaksanakan lelaku ritual, biasanya juga mengambil air dari dalam sumur yang ada di tempat tersebut dan ditempatkan di botol untuk dibawa pulang. Karena konon air dari sumur tersebut mampu menyembuhkan sejumlah penyakit dan mampu memberi ketenangan jiwa.

6. Hutan Bambu

Tidak jauh dari Pancur Beach, pengunjung mampu menjumpai hutan bambu yang di dalamnya terdapat Gua Istana. Untuk dapat berjalan-jalan di tengah daerah hutan bambu yang rindang, pengunjung mampu menitipkan kendaraannya terlebih dahulu di Posko Pancur yang jaraknya sekitar 500 meter.

Pohon-pohon bambu yang bentuknya melengkung membentuk lorong-lorong pendek tersebut terlihat sangat anggun, Namun, semakin ke dalam atau semakin mendekati Gua Istana, kecantikan hutan bambu ini semakin diselimuti suasana yang mistis.

Terlebih pohon-pohon bambu yang tumbuh semakin rindang, bahkan lorong yang dibentuk oleh lengkungan bambu juga semakin rendah, sehingga untuk melewatinya harus membungkukkan tubuh.

7. Wisata Goa

Bagi pengunjung yang ingin merasakan aura mistis dari Alas Purwa, mampu menelusuri tempat hutan bambu selama kurang lebih 1 jam hingga datang di sebuah area yang memiliki banyak goa. Di goa-goa itulah orang-orang yang ingin berkomunikasi dengan dimensi alam mistik melakukan tirakat atau bertapa.

Jumlah goa yang ada di tempat ini sebanyak 44 buah dan beberapa diantaranya dipercaya sangat sakral serta sering digunakan untuk meditasi atau bertapa. Beberapa goa yang dianggap sakral tersebut diantaranya ialah Goa Istana, Goa Mayangkara, Goa Padepokan, Goa Haji, Goa Basori, Goa Gajah dan Goa Lowo.

8. Pantai Ngagelan

Untuk menuju Pantai Ngagelan, dari Posko Rawa Bendo harus melewati jalan makadam sejauh 3 km serta melewati hutan mahoni dan hutan bambu yang lebat. Nama Ngagelan menjadi sangat terkenal karena menjadi daerah mendarat dari 4 jenis penyu yang hidup di Indonesia, yaitu Penyu Hijau, Penyu Belimbing, Penyu Sisik dan Penyu Lekang.

Karena itulah di kawasan ini juga dibangun sebuah daerah penangkaran penyu dan pada dikala-dikala tertentu, wisatawan yang tiba ke sini akan diajak untuk melepas bawah umur penyu ke habitat aslinya di lautan luas. Puncak pendaratan penyu di Ngagelan biasanya berlangsung pada bulan Mei hingga September.

9. Hutan Mangrove Bedul

Kawasan hutan mangrove yang membentang sepanjang 18 km ini mempunyai luas 1.200 hektar. Untuk mencapainya pengunjung harus melakukan tracking dari posko Rawa Bendo sejauh 12 km. Sesampai di lokasi, pengunjung dapat menjelajahi tempat hutan mangrove dengan menyewa perahu Gondang – Gandung.

Disebut Hutan Mangrove Bedul alasannya adalah hutan ini terletak di muara sungai Segoro Anak, dan di sungai tersebut banyak terdapat ikan bedul yang sejenis dengan ikan gabus namun memiliki sirip pada bab punggungnya.

10. Pantai Parang Ireng

Berjarak sekitar 1 km dari Pos Pancur, Pantai Parang Ireng menyuguhklan pemandangan yang unik, karena pantainya mempunyai pasir yang ukurannya besar mirip butiran merica. Selain itu, watu-batu karang yang ada di pantai ini banyak ditumbuhi lumut yang menempel pada permukaan watu.

11. Pantai Plengkung

Inilah primadona dari objek wisata yang ada di Alas Purwo dan menjadi tujuan utama para wisatawan serta banyak dikunjungi turis dari mancanegara. Untuk menuju ke Pantai Plengkung yang juga dikenal dengan sebutan G Land, pengunjung harus berjalan dari Pos Pancur sejauh 9 km dengan melewati jalan yang kondisinya rusak.

Bagi yang tidak besar lengan berkuasa berjalan kaki, mampu naik mobil pick up yang disediakan oleh TNAP, sebab kendaraan umum dihentikan masuk ke tempat Plengkung. Itu sebabnya, kondisi G Land tetap terjaga kealamiannya.

Pantai Plengkung menjadi magnet bagi turis mancanegara, alasannya selain memiliki panorama indah dengan pantainya yang berpasir putih serta bebatuan karang di bagian tepi, juga karena Plengkung merupakan salah satu tempat berselancar terbaik di dunia.

Ombak di pantai ini pada bulan April hingga Oktober sangat besar, bahkan pada bulan Agustus ketinggian ombak bisa mencapai 6 meter. Karena itulah Plengkung menjadi nirwana bagi penggemar surfing dan menjadi tujuan para surfer dari seluruh penjuru dunia.

Itulah beberapa objek wisata yang ada di Taman Nasional Alas Purwo yang menerangkan bahwa Alas Purwo tidak hanya sebuah daerah hutan yang angker tapi juga memiliki panorama alam yang menawan.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni