Green House Lezatta

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6136″
data-slug=””>

5
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh No.23, Lambah, Kec. Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26192

Map: Klik Disini

HTM: Dewasa Rp.10.000, Anak-anak Rp.5.000

Buka Tutup: 09.00 – 18.00

Telepon: 0822-8405-2528

Panorama Eksotis

Panorama alam yang eksotis dan landmark yang memukau menjadi hidangan utama yang diberikan Provinsi Sumatera Barat kepada para wisatawan yang tiba berkunjung.

Sebut saja, Great Wall of Koto Gadang, Jam Gadang, Kepulauan Mentawai, Danau Maninjau, Lembah Arai, Istana Pagaruyung, Danau Singkarak dan masih banyak lagi destinasi wisata yang lain.

Selain objek-objek wisata yang sudah tidak ajaib lagi di pendengaran masyarakat Indonesia tersebut, Provinsi yang beribukota di Padang ini juga mempunyai sejumlah objek wisata lainnya yang relatif gres dan tentunya masih ajaib bagi sebagian besar traveller.

Padahal objek wisata inipun juga tidak kalah menarik serta berpotensi menjadi magnet bagi wisatawan. Salah satu diantaranya ialah Green House Lezatta, sebuah objek wisata yang mengusung konsep agrowisata.

foto by instagram.com/sm_acekkribo

Meskipun konsep agrowisata bukan sesuatu yang gres di Indonesia, namun di wilayah Sumatera Barat, konsep tersebut terbilang langka.

Mayoritas objek wisata yang ada di provinsi ini lebih mengandalkan keindahan alam. Hal itulah yang membedakan Lezatta dengan destinasi wisata lainnya yang ada di Sumbar.

Lezatta lebih cenderung menciptakan objek wisata gres dengan meramu potensi alam yang ada di sekelilingnya, sehingga terbangun sebuah agro-wisata, edu-wisata sekaligus wisata kekinian. Mungkin sebab merupakan konsep baru itulah yang menciptakan Green House ini hanya butuh waktu kurang dari satu tahun untuk mampu menyedot pengunjung.

Deskripsi Singkat

foto by instagram.com/sm_acekkribo

Awalnya, Lezatta yaitu sebuah green house atau tempat pembibitan banyak sekali jenis tanaman, mulai dari jenis sayuran, buah-buahan sampai dengan bunga-bungaan. Bahkan, untuk flora anggrek saja, tempat ini mempunyai ratusan jenis dan dari aneka macam daerah, mulai dari anggrek biasa sampai dengan jenis yang langka.

Entah bagaimana awal mulanya, Lezatta Green House selanjutnya berkembang menjadi dari semula hanya sebuah daerah pembibitan biasa berubah menjadi menjadi sebuah objek wisata dengan sajian utama taman bunga yang setiap harinya mampu menyedot pengunjung sebanyak 600 -700 orang.

foto by instagram.com/snevil_abrar

Jumlah tersebut terbilang luar biasa, mengingat objek wisata ini terbilang masih baru dan dengan kawasan yang tidak begitu luas adalah sekitar 400 meter2. Dengan wajah barunya tersebut, selain tetap menjadi tempat pembibitan dan penjualan bibit, Lezatta juga mempunyai fungsi baru ialah sebagai objek wisata.

Bahkan, sebagian besar pengunjung yang datang ke sini, tujuannya bukan lagi untuk berguru perihal pembibitan tumbuhan atau membeli bibit flora, tapi untuk rekreasi memuaskan pandangan serta memanfaatkan spot-spot menarik yang ada di lokasi untuk berfoto ria.

Dengan jam operasional pada pukul 09.00 – 18.00, Green House Lezatta yang memiliki alamat di Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh KM 9,5, Desa Koto Hilalang, Kecamatan Ampek Angkek Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 26192 tidak sulit untuk dijangkau, alasannya lokasi tempat ini sempurna di tepi jalan.

foto by instagram.com/kemanakitaliburan

Wisatawan yang tiba dari arah Pekanbaru tinggal mencari SPBU Baso dan dari pom bensin tersebut dapat meneruskan perjalanan sejauh 100 meter sebelum menemukan lokasi yang dituju yang berada di sisi kanan jalan. Sedang untuk yang tiba dari arah Kota Bukittinggi, lokasi Lezatta berada di kanan jalan sebelum SPBU Baso.

Mengingat lokasinya yang gampang dijangkau, bagi traveller yang kebetulan sedang jalan-jalan ke Kota Bukittinggi atau Payakumbuh, tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri singgah ke Green House Lezatta.

Indahnya Taman Bunga

foto by instagram.com/kemanakitaliburan

Tidak hanya sebuah taman bunga yang ditata sangat indah dan dipenuhi dengan warna-warni tanaman bunga dari aneka macam jenis, tapi juga dihiasi dengan sejumlah ornamen untuk mempercantik suasana.

Seperti ayunan yang terdapat di beberapa titik, lampion-lampion, payung-payung dan topi-topi yang digantung di atas setiap lorong yang dilewati, patung-patung binatang, serta sejumlah ornamen menarik lainnya.

Di dalam lokasi, pengunjung bahkan juga mampu menemukan bangunan-bangunan unik berbentuk rumah kuna bergaya Eropa, rumah hobbit, kereta bunga, rumah barby yang dindingnya berwarna pink dengan atap ungu, serta beberapa bangunan menarik lainnya yang dicat berwarna-warni dengan warna-warna cerah yang menyejukkan mata.

foto by instagram.com/dianpita

Bangunan-bangunan tersebut dihiasi dengan aneka macam macam flora, baik flora hidup maupun artifisial alias flora dan bunga plastik. Tujuan ditambahkannya tumbuhan dan bunga artifisial tersebut semata-mata untuk kepentingan foto, sebab tanaman hidup tidak mesti setiap hari berbunga.

Berada di sebuah taman bunga yang manis berhias bangunan yang unik dan menarik, aktifitas menarik yang mampu dilakukan oleh pengunjung sudah niscaya berfoto ria. Itulah tujuan utama sebagian besar pengunjung, utamanya anak-anak muda yang tiba ke kawasan ini.

foto by instagram.com/hrmnd.saraah

Spot-spot cantik yang ada di lokasi, membuat kamera dan ponsel pun tidak akan pernah berhenti dijepretkan. Karena setiap gambar foto yang dihasilkan di kawasan ini bakal memiliki nilai lebih ketika menghiasi feed Instagram serta lini massa media-media sosial yang lain.

Puas berfoto, jikalau ingin menghilangkan lapar dan dahaga tersedia sebuah cafe yang didesain menyatu dengan alam sehingga bakal menambah selera makan Anda. Dapat juga langsung menuju ke bagian belakang bangunan untuk melihat proses pembibitan flora.

Di bab belakang ini terdapat dua green house. Bangunan pertama digunakan untuk pembibitan banyak sekali jenis bunga, sayuran dan buah-buahan. Di sini pengunjung tidak hanya sekedar melihat proses pembibitan, tapi juga mampu bertanya pada petugas perihal pembudidayaan flora yang ada di kawasan tersebut atau membeli bibit-bibit flora yang tersedia.

Bangunan green house kedua, khusus digunakan untuk pembibitan anggrek. Berbeda dengan green house yang pertama, bangunan ini hanya boleh dimasuki oleh petugas, karena beberapa jenis anggrek memang butuh perlakuan khusus.

Selain itu, jikalau pengunjung bebas keluar masuk lokasi dan berfoto dengan semaunya, dikhawatirkan dapat merusak dan mengganggu pertumbuhan tanaman anggrek.

foto by instagram.com/nurul_nst26

Pengunjung yang ingin masuk ke kawasan pembibitan anggrek, harus mendapat ijin khusus dari pihak pengelola. Itupun jumlah yang masuk dibatasi dan selama berada di dalam daerah pembibitan anggrek, pengunjung akan selalu didampingi oleh petugas.

Harga Tiket Masuk

Bagi pengunjung yang ingin melihat proses pembibitan atau membeli bibit banyak sekali jenis tumbuhan, atau hanya sekedar ingin melihat keindahan serta berfoto di Green House Lezatta, harga tiket masuk yang dikenakan sebesar Rp.10.000.

Dengan sekali bayar, Anda bebas memanfaatkan semua spot yang ada untuk berfoto tanpa dikenakan biaya tambahan. Hanya saja, jika ingin bergaya ala none-none Belanda, terdapat pelengkap biaya sebesar Rp.50.000 untuk sewa kostum.

foto by instagram.com/nurul_nst26

Fasilitas Yang Ada

Untuk fasilitas yang disediakan bagi para pengunjung relatif terbatas, alasannya selain lokasinya yang memang tidak terlalu luas untuk ukuran sebuah daerah wisata, juga alasannya adalah destinasi ini bukan semacam rest area yang mampu dijadikan kawasan santai berlama-lama.

Pengunjung yang tiba ke sini kepentingannya adalah untuk belajar tentang proses pembibitan flora sekaligus membeli bibit-bibit flora.

Meski tujuan tersebut sekarang bergeser alasannya sebagian besar pengunjung cenderung datang alasannya adalah ingin menikmati indahnya bunga-bunga dan bangunan-bangunan unik yang ada di dalamnya serta berfoto. Itu sebabnya, lebih banyak didominasi pengunjung hanya sekitar 2 – 3 jam berada di lokasi.

Walaupun terbatas, kemudahan yang ada di Green House Lezatta relatif mampu mengakomodasi kepentingan pengunjung mirip adanya petugas yang siap membantu menjelaskan perihal banyak sekali jenis flora dan pembubidayaanya, kamar mandi dan toilet, sebuah cafe yang menyediakan berbagai macam kuliner dan minuman serta area parkir kendaraan.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni