Gudeg Jogja, Kuliner Rakyat Masa 15 Yang Naik Kelas Jadi Ningrat

Gudeg Jogja telah dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai kuliner khas dari Kota Yogyakarta. Popularitas tersebut juga yang membuat Yogyakarta dikenal dengan nama Kota Gudeg.

Gudeg dalam tampilan tardisionla di dalam gentong kecil
Gudeg. Image via: sipendik.com

Gudeg Jogja yakni kuliner tradisional yang terbuat dari Nangka muda (nangka) yang direbus selama beberapa jam dengan gula kelapa serta santan. Dengan dilengkapi dengan banyak sekali bumbu pemanis membuat nya menjadi terasa cantik dan memiliki rasa yang khas.

Pada penyajiannya, makanan ini biasa di lengkapi dengan nasi putih, ayam, telur rebus, tahu atau tempe, dan rebusan terbuat dari kulit sapi segar atau lebih dikenal dengan nama sambal goreng krecek.

Varian Gudeg

Ada beberapa jenis Gudeg Jogja yang dikenal saat ini adalah jenis Gudeg kering dan Gudeg basah. Gudeg kering hanya memiliki sedikit santan sementara Gudeg basah mencakup lebih banyak susu kelapa atau santan. Jenis-jenis Gudeg tersebut juga mempengaruhi rasa yang dimiliki oleh Gudeg.

Selaind negan gentong, secar atradisional, gudeg juga kerap diwadahi dengan besek bambu
Besek Gudeg. Image via: backpackerjakarta.com

Simak juga: lokasi kuliner hits di Jogja

Awalnya Gudeg Jogja yang dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya Yogyakarta jaman dahulu ialah Gudeg Basah. Seiring perkembangan jaman, kebutuhan Gudeg untuk buah tangan yang semakin berkembang. Kebutuhan ini dijawab dengan hadirnya varian Gudeg kering.

Gudeg kering gres dibuat sekitar enam dasawarsa yang lalu. Sifatnya yang kering membuat gudeg tersebut tahan usang dan sering dimanfaatkan sebagai oleh-oleh yang tentu saja berdampak dengan munculnya industri rumahan yang menyajikan buah tangan Gudeg khas Yogyakarta.

Sejarah Gudeg

Makanan khas ini awalnya merupakan kuliner yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat biasa saja. Untuk menyiasati kebutuhan makan masyarakat yang kebanyakan adalah para pekerja, mereka menciptakan kuliner dari nangka muda itu.

Pemilihan Nangka muda, didasari oleh pertimbangan gampang didapat. Karena jumlah nangka tersebut banyak, dimasaklah dalam porsi yang besar. Dalam memasak nangka tersebut para pekerja menggunakan alat pengaduk berupa alat mirip dayung perahu.

Sampai saat ini masih banyak pedagnag gudeg yang memasak dan menghidangkan dengan cara tradisional
Dimasak secara tradisional. Image via: kumparan.com

Teknik mengaduk tersebut dalam bahasa Jawa disebut hangudek atau hangudeg. Akhirnya dari situlah nama gudeg berasal.

Pada tahun 1600-an Gudeg Jogja semakin terkenal sebagai salah satu menu yang dihidangkan untuk tamu kerajaan. Pada dikala itu, Raden Mas Cebolang singgah ke padepokan Pangeran Tembayat yang saat ini berada di wilayah Klaten.

Di sana Pangeran Tembayat menjamu tamunya yang berjulukan Ki Anom dengan beragam masakan dan salah satunya ialah gudeg.

Tempat Makan Gudeg Yang Populer di Jogja

  1. Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum adalah menu paling melegenda di Yogyakarta dan resepnya sudah diturunkan hingga empat generasi
Gudeg Yu Djum. Image via: visitingjogja.com

Simak juga: wisata kuliner seputaran Ciamis

Gudeg Yu Djum adalah hidangan paling melegenda di Yogyakarta dan resepnya sudah diturunkan sampai empat generasi. Dengan sajian gudeg jogja kering, pengunjung bisa membeli dalam jumlah banyak untuk oleh-oleh atau dinikmati langsung di lokasi.

Warung ini kerap memperbolehkan pengunjung ke dapur dan menyaksikan proses pembuatan gudeg Jogja.

Alamat: Jalan Wijilan No. 31 Panembahan, Kraton, Panembahan, Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah spesial Yogyakarta

Jam Operasional: 06.00-22.00

Harga: Sekitar Rp30.000,00 per porsi

  1. Gudeg Manggar Bu Tinur

Gudeg Manggar Bu Tinur
Gudeg Manggar. Image via: @Suryaadalisa

Kalau ke Yogyakarta, salah satu kedai gudeg manggar terbaik dikelola oleh Bu Tinur di Waroeng Joglo.

Gudeg Jogja biasanya dibuat dari gori atau nangka muda. Namun, beberapa variasinya justru dibuat dari manggar atau bunga kelapa yang dimasak dengan bumbu gudeg pada umumnya. Setelah matang, manggar akan dipotong dan disajikan dengan side dish lain mirip telur atau ayam bacem, sambal, dan krecek yang nikmatnya nendang.

Nama : Gudeg Manggar Bu Tinur – Waroeng Joglo

Alamat : Jalan Bibis Raya RT.04, Dusun Gendheng, Bangunjiwo, Kasihan, Bangunjiwo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Operasional : 08.00-20.30

Harga : Sekitar Rp30.000,00 per porsi

  1. Gudeg Pawon

Ngantre di Gudeg Pawon adalah hal yang umum setiap hari
Ngantre di Gudeg Pawon. Image via: harianjogja.com

Simak juga: Wisata masakan instgramable di Medan

Kalau Gudeg Jogja lain buka pagi buta dan kerap dikonsumsi sebagai sarapan. Gudeg Pawon justru buka nyaris tengah malam atau pukul 22.00. Dengan lokasi jualan di pawon (dapur), puluhan orang siap antre untuk menyantap gudeg cantik lengkap dengan sambal goreng krecek, ayam, dan juga cabai hijau yang bisa diceplus bersama nasi.

Nama: Gudeg Pawon

Alamat: l. Janturan UH/IV No. 36, Umbulharjo, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah spesial Yogyakarta

Jam Operasional: 22.00-24.00

Harga: sekitar Rp30.000,00

  1. Gudeg Permata Bu Pujo

Gudeg Permata Bu Pujo buka mulai pukul 20.30. Tetapi mungkin harus antri untuk bisa merasakan melegendanya rasa dari gudeg di sisi barat gedung bioskop Permata ini
Gudeg Permata Bu Pujo. Image via: visitingjogja.com

Pengunjung tidak perlu khawatir kalau perut mulai keroncongan di malam hari periode berwisata ke Jogja. Banyak pilihan spot untuk masakan malam, termasuk di antaranya kawasan untuk menyantap Gudeg Jogja yang elok dan gurih ini.

Gudeg Permata Bu Pujo buka mulai pukul 20.30. Tetapi mungkin harus antri untuk mampu mencicipi melegendanya rasa dari gudeg di sisi barat gedung bioskop Permata ini. Pengunjung akan mencicipi campuran rasa cantik dan gurih dalam daging ayam kampung yang lembut, telur yang kenyal dan sambal krecek yang mengigit pengecap.

Nama: Gudeg Permata Bu Pujo

Lokasi: Jalan Gajah Mada, RT. 36 / RW. 07, Purwo Kinanti, Gunungketur, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah spesial Yogyakarta

Jam Operasional : 20.30-24.00

Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Mbah Lindu

Saat makan di warung gudeg Mbah Lindu, pengunjung bisa merasakan kesederhanaan khas Jogja.
Gudeg Mbah Lindu. Image via: tabloidbintang.com

Simak juga: Kulineran di Bali

Hampir semua penjual Gudeg Jogja ternama sudah mewariskan usahanya ke generasi berikutnya. Namun tidak demikian dengan Mbah Lindu. Berjualan semenjak periode penjajahan Jepang, Gudeg Mbah Lindu memiliki ketenarannya sendiri.

Sang penjual, Mbah Lindu, yang nyaris berusia satu era, juga masih setia memperlihatkan layanan terbaiknya secara pribadi kepada pelanggannya. Mbah Lindu juga terkenal ramah dan bersedia bercerita mengenai perjalanan sejarah yang dijalaninya, termasuk bertransaksi dengan mata uang benggol dan sen.

Saat makan di warung gudeg Mbah Lindu, pengunjung bisa merasakan kesederhanaan khas Jogja. Soal citarasa yang ditawarkan, konon kabarnya rasa gudegnya masih sama dengan masa penjajahan di kala silam.

Nama: Gudeg Mbah Lindu

Lokasi: Jl. Sosrowijayan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah spesial Yogyakarta

Harga: Mulai dari 15,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Mercon Bu Tinah

sensasi makan di Gudeg Mercon Bu Tinah, yang akan membuat kamu menangis sekaligus keringetan.
Gudeg Mercon Bu Tinah. Image via: @kulinerjogja

Biasa mencicipi Gudeg Jogja dengan rasa yang manis, mungkin pengunjung mampu mencicipi nuansa yang berbeda. Tidak ada salahnya mengunjungi dan mencicipi sensasi makan di Gudeg Mercon Bu Tinah, yang akan menciptakan menangis sekaligus keringetan.

Meski populer pedas, salah satu spot makan gudeg Jogja ini selalu ramai pengunjung. Bahkan tidak jarang pula artis ibukota datang dan mencicipi pedasnya kuliner ini. Tapi bila tertarik untuk mencoba, harus siap antri untuk mendapatkan seporsi sajian gudeg mercon ini.

Warung Gudeg Mercon Bu Tinah

Lokasi: Jl. Asem Gede No.8, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, Daerah spesial Yogyakarta

Jam buka: 21.00-01.00

Harga: Mulai dari 16,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Ceker

gudeg ceker sedap raos
Gudeg Ceker. Image via: diskon.com

Simak juga: lokasi kulineran di Solo

Jika biasa menyantap Gudeg Jogja dengan bagian paha bawah atau dada dari ayam kampung, tidak ada salahnya merasakan gudeg yang khusus menyajikan bagian ceker dari ayam dengan cita rasa yang sepenuhnya berbeda dari kebanyakan.

Rekomendasi tempatnya di warung Sedep Raos, Seturan. Rasanya tidak terlalu bagus – cita rasa inilah yang membedakan masakan gudeg dari Solo dengan Jogja. Sementara arehnya tetap gurih, sambal krecek juga pedas dan tekstur gori berserat dan mirip daging.

Ada pun cekernya berasa lembut dengan tulang yang enak untuk terus dikecap. Pas bagi yang menyukai sensasi gres dalam merasakan masakan di kota Jogja.

Nama: Gudeg Ceker Sedep Raos

Lokasi: Jl. Affandi No.30, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Harga: Mulai dari 8,000 IDR per porsi gudeg ceker

  1. Gudeg Manggar Bu Jumilan

Bila gudeg biasanya berbahan dasar nangka muda, tidak demikian dengan Gudeg Manggar yang berasal dari daerah Bantul. Bahan yang digunakan adalah bunga muda pohon kelapa
Gudeg Manggar Bu Jumilan. Image via: makanjogja.com

Bila Gudeg Jogja biasanya berbahan dasar nangka muda, tidak demikian dengan Gudeg Manggar yang berasal dari daerah Bantul. Bahan yang digunakan ialah bunga muda pohon kelapa, yang mengakibatkan tekstur gudeg menjadi lebih padat.

Meski begitu, rasa khas gudeg yang elok, areh yang gurih dan sambal krecek yang pedas tetap dipertahankan. Karena bahan dasar yang tidak biasa, agak sulit menemukan tempat makan gudeg Jogja yang menyajikan sajian ini.

Sajian ini mampu ditemukan di kawasan Bantul.

Nama: Gudeg Manggar Bu Jumilan

Lokasi: Jalan Srandakan Km.8, Mangiran, Srandakan, Trimurti, Srandakan, Bantul, Daerah spesial Yogyakarta

Harga: Mulai dari 8,000 IDR per porsi

  1. Gudeg Bu Tjitro 1925

Gudeg Bu Tjitro 1925 menyajikan gudeg dalamkaleng utnuk oleh-oleh perjalanan wisata.
Gudeg Bu Tjitro 1925. Image via: @gudegkalengbutjitro1925

Simak juga: Wisata Kuliner Instagramable di Semarang

Untuk pengunjung yang ingin menggunakan Gudeg sebagai buah tangan untuk teman dan keluarga di kota asal, pengunjung bisa membawa pulang paket gudeg lengkap dalam besek mau pun kendil. Tapi kini ada cara yang lebih mudah dan kekinian, serta jauh lebih kekal.

Gudeg Bu Tjitro 1925 mengeluarkan varian Gudeg Jogja kaleng. Gudeg Bu Tjitro sendiri termasuk salah satu pioner daerah makan gudeg Jogja, bahkan menjadi salah satu yang terbaik. Untuk menambah pangsa pasar, Bu Tjitro melaksanakan inovasi, di antaranya memasukkan masakan gudeg dalam kaleng tanpa mengurangi cita rasa masakan.

Pas, untuk oleh-oleh mereka yang di kampung halaman.

Nama: Gudeg Bu Tjitro 1925

Lokasi: Jalan Janti No. 330, Depan JEC (JOGJA EXPO CENTER), Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Harga: Mulai dari 26,000 IDR per kaleng

Nah demikian sedikit kisah soal Gudeg, materi, jenis, sejarah, dan juga kawasan-daerah favorit yang mengedaikan Gudeg. Bagi pengunjung yang berwisata ke Jogja, sudah menjadi wajib hukumnya untuk merasakan beberapa pilihan dari Gudeg di atas.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni