Indahnya Curug Leuwi Hejo

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”4166″
data-slug=””>

4.1
/
5
(
14

votes

)

Alamat: Sukamakmur, Cibadak, Bogor, Jawa Barat 16830

Map: Klik Disini

HTM: Rp.20.000 per Orang

Buka Tutup: 07.00-17.00 WIB

Telepon: 0838-1976-6312

Harga Tiket Masuk

Untuk htm terbaru dari Curug Leuwi Hejo sendiri, dikenakan 2x penarikan retribusi ialah 15 ribuan per orangnya pada pos masuk pertama dan 5 ribuan untuk tarif pada pos kedua.

Biaya tersebut diperuntukan untuk pemeliharaan dan operasional LMDH selaku pengelola, sementara penarikan kedua untuk pembangunan Desa.

Buka Jam Berapa

Bagi Kita yang ingin berkunjung ke Curug Leuwi Hejo namun belum tahu hari dan jam berapa dibuka dan tutupnya, menurut informasi yang kami dapat Kita bisa mulai berkunjung semenjak pukul 7 pagi sampai 5 sore WIB.

Sementara ketersediaan tim SAR sendiri berbeda 2 jam dari jam buka, yaitu pukul 9 sampai 5 sore WIB dan tetap buka setiap hari.

Meski bergotong-royong jam berwisata tidak dibatasi, namun ada baiknya untuk segera berkemas jika sudah mendekati jam 5 sore untuk keamanan Kita.

Semua butuh perjuangan untuk sebuah keindahan, by @marinanursyahman

Momen liburan biasanya merupakan waktu yang paling dinanti-nanti oleh banyak orang, baik oleh bawah umur maupun orang sampaumur.

Meski seiring dengan perkembangan jaman, banyak sekali bermunculan wahana-wahana wisata yang menggunakan perkembangan teknologi.

Namun wana wisata dengan panorama alam tetap menjadi primadona bagi kebanyakan wisatawan untuk menghabiskan waktu berlibur sekaligus menghilangkan penat.

gambar by @sivahwidias

Salah satu kota di tempat Jabodetabek yang menjadi favorit bagi para wisatawan, yaitu Kota Bogor yang memiliki berbagai pilihan kawasan wisata dengan pemandangan alam yang indah dan juga iklim yang sejuk dibanding kota lain disekitarnya.

Kota yang memiliki julukan sebagai Kota Hujan ini, dirimbuni oleh pepohonan baik dikawasan Kota maupun Kabupatennya, sehingga wajar iklim dan udara yang ada terasa lebih segar dan sejuk serta mampu memanjakan mata.

Spot favorit bagi para pelancong di Kota ini biasanya di daerah sekitar Puncak, yang memang indah dengan panorama perbukitan kebun teh yang terhampar hijau.

Namun sayangnya trafik wisatawan yang kian membludak tidak disertai dengan pembangunan prasarana jalan yang cukup, sehingga acap kali menyebabkan kemacetan meski bukan di hari weekend.

Namun tahukah bahwa masih banyak kawasan lainnya di Bogor yang bisa Kita jadikan alternative berwisata selain puncak? Apalagi tempat yang satu ini di gadang-gadang sebagai mini Green Canyon-nya Bogor.

Penasaran seperti apa tempatnya? Yuk simak informasi selengkapnya berdasarkan pengalaman penulis hingga akhir artikel ini.

photo by @widodo.wiwi

Sekilas Sejarah

Sejarah dari tempat wisata yang satu ini sendiri, sebetulnya tak luput dari sebuah Lembaga dengan nama Masyarakat Desa Hutan atau yang sering disingkat sebagai LMDH.

Peran LMDH sendiri, sebagai sebuah organisasi yang berlandas kemasyarakatan dengan bimbingan dan aba-aba eksklusif dari pihak perhutani di resort babakanmadang.

Sebelum adanya LMDH, area ini sempat ditutup pihak perhutani sebab belum adanya izin pengelolaan, sesudah izin terbit barulah LMDH diberikan kekuasaan untuk mengelola wana wisata ini, dengan luas yang tercover hingga 4,5 hektar.

Badan organisasinya sendiri diketuai oleh H. Suhaeri dan dibantu oleh Kang Budi sebagai Koordinator lapangan dan Kang Mitun sebagai Koordinator wisata.

LMDH ini sendiri terbentuk atas dasar bentuk sebuah keprihatinan masyarakat wangun cileungsi, balasan banyaknya pengunjung yang membuang sampah ditempat ini selepas mandi sehingga perlu dikelola secara lebih serius supaya keasriannya tetap terjaga.

Untuk penamaan Leuwi Hejo sendiri, sebetulnya berasal dari dua kata dalam basa sunda yaitu kata Leuwi dan juga Hejo.

Leuwi sendiri mampu di artikan sebagai area maupun daerah tertentu yang menjadi bab dari sebuah sungai.

Dengan kedalaman yang sulit untuk di ukur seberapa jauh kedalamannya oleh orang-orang pada jaman dahulu dan biasanya hanya di ukur mempergunakan sebuah batang tumbuhan saja.

Leuwi bisa juga di artikan sebagai daerah yang dipergunakan sebagai pemandian, dengan aliran air yang hening dengan bebatuan dan pepohonan di sekitarnya.

Sementara Hejo sendiri, tentunya merupakan penyebutan untuk warna Hijau dalam basa sunda, hijau disini bukan berarti hijau mirip air empang / fatwa sungai yang penuh limbah.

Namun justru hijau sebab kejernihannya yang mengakibatkan semburat gradasi biru kehijauan hasil pantulan dengan cahaya mentari yang sekarang menjadi asal undangan penamaannya.

Sebelum dikenal dengan Leuwi Hejo, dulunya kawasan ini lebih dikenal oleh para penduduk dengan nama Curug Bengkok.

Penamaan ini sendiri, merujuk pada pemikiran air yang ada di gerojokan dan juga sungainya berkelok atau tidak lurus sebagaimana pada riam pada umumnya.

Curug ini sendiri baru dibuka pada tahun 2014 silam setelah opening bagi wisatawan umum pada bulan oktober, dan semakin booming selepas banyaknya blogger dan pengunjung yang mempublish ceritanya mengenai daerah yang satu ini.

image by @rapart.gallery

Cerita Mistis

Bagi Kita yang penasaran dimana letak dari Curug Leuwi Hejo, sesungguhnya terletak di kawasan Sentul dengan alamat lengkap di sebuah desa dengan nama Cibadak yang merupakan Desa mampu berdiri diatas kaki sendiri semenjak tahun 1976 sehabis sebelumnya menjadi bagian dari Desa Pabuaran.

Desa ini sendiri berada di tempat Sukamakmur, yang merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Bogor hasil dari pemekaran Kecamatan Jonggol Prov.Jawa Barat dengan area yang dikelilingi oleh 2 gunung, ialah Gunung Leutik dan juga Gunung Pasir Peteuy.

Beberapa blogger maupun Thread Starter pada lembaga Kaskus, seringkali menyinggung soal 2 nama yang kemungkinan merupakan nama dari tokoh setempat ialah Mbah Barong dan juga Aki Jawa yang konon menjaga daerah ini.

Mitosnya, siapa saja yang berniat buruk mirip melakukan hal melewati norma, mengotori Leuwi Hejo maupun bertutur kata yang asal jeplak, akan menerima nasib jelek dan bukan mustahil tidak selamat dikala ditempat maupun pada perjalanan pulang.

Mitos lainnya yang berkembang ditempat ini juga sering dikaitkan dengan keberadaan dari Nyi Blorong dan juga keberadaan Mbah Uyud Marsinah.

Meski belum jelas bagaimana keterkaitannya, namun untuk nama Mbah Uyud Marsinah sendiri memang masih terdapat peninggalannya berupa Petilasan / Kuburan yang letaknya sendiri masih berada di daerah Curug Leuwi Hejo.

Meski terkesan Angker, namun nyatanya belum ada blogger yang membahas seputar 2 nama tokoh yang menjaga Curug Leuwi Hejo ini.

Sehingga sasakalanya sendiri, sulit untuk di ceritakan secara utuh dan mungkin hanya beberapa penduduk sekitar yang paham mengenai hal ini.

Terlepas dari benar ataupun tidaknya misteri ini, nyatanya terbukti ampuh untuk mengurangi wisatawan jorok meski masih ada saja beberapa yang buang sampah dan melaksanakan vandalism tanpa bertanggungjawab.

Jalur curug leuwi hejo, foto by @ardyekenyamanan

Keindahannya

Diluar dari kisah mitos yang ada, nyatanya keindahan dari pemandangan yang ditawarkan oleh Curug Leuwi Hejo ini bisa menghipnotis banyak wisatawan untuk tiba ketempat ini, bahkan secara berulang kali.

Bagaimana tidak? Dengan rimbunan pohon dan panorama alam yang begitu hijau disekitarnya serta air yang sejuk dan begitu jernih dengan pantulan semburat berwarna tosca tentunya menciptakan siapa saja betah berlama-usang disini.

Sepanjang perjalanan dari tempat parkir, pengunjung akan melaksanakan tracking melalui jalur yang memang telah disediakan untuk trek perjalanan menuju Curug Leuwi Hejo yang sudah dirapihkan lebih kurang berjarak 300 meter sampai melalui pos kedua dan datang di lokasi.

Tak perlu berlama-lama ataupun tracking terlalu jauh, kau akan segera mendengar gemericik pemikiran air yang seolah memanggil Kita untuk segera berenang.

Sesampainya ditempat ini, Kita akan menemukan sebuah kolam bak surga yang tersembunyi, diantara rimbunnya pepohonan dan perbukitan yang ada di daerah babakanmadang.

Tak hanya sekedar menikmati air yang sejuk dari tepian batuan yang tersusun secara alami di tempat ini, pengunjung juga bebas berenang disekitar, maupun sekedar menikmati santap siang di bebatuan.

Tak hanya itu, bagi Kita yang memiliki nyali lebih dapat mencoba melompati batuan besar yang ada ditepian kolam. Namun tentunya, perlu sedikit berhati-hati biar tidak jatuh pada spot yang salah yang berisi banyak bebatuan besar.

Ditempat ini, aneka macam spot-spot menarik yang mampu Kita jadikan tempat berfoto yang epic untuk mengambil gambar maupun video shot mirip para youtuber bersama sobat maupun pasangan.

Berbicara mengenai Curug Leuwi Hejo, rasanya kurang lengkap tanpa membicarakan 5 Curug lain yang ada disekitarnya.

Bagi Kita yang gemar melakukan trekking maupun sudah terbiasa dengan acara hiking, dapat mencoba memutari beberapa curug yang masih berada di lokasi ini.

Sejauh ini diketahui ada 4 curug yang bisa Kita pilih untuk dikunjungi selain Leuwi Hejo, diantaranya yakni Curug Cepet, Curug Barong dan Leuwi Liyek.

Lokasi Curug selanjutnya yang dapat Kita tempuh dengan sedikit trekking melalui jalur yang memiliki tingkat kesulitan menengah yakni Curug Barong.

Jalur yang akan Kita tempuh untuk bisa datang ditempat ini memerlukan sedikit usaha melalui setapak jalur diantara pepohonan dengan beberapa jalur yang menanjak maupun menurun.

Namun tentunya semua perjuangan yang Kita keluarkan untuk datang ditempat ini, akan terbayar tanpa sia-sia. Karena curug yang terletak dibalik sebuah tebing kerikil berukuran raksasa akan langsung memanjakan mata Kita.

Bedanya dengan Curug Leuwi Hejo, di Curug Barong ini Kita akan melihat sebuah kolam yang berwarna kebiruan diantara tebing-tebing tinggi dengan gradasi warna Hijau dan orange dari lumut yang hinggap pada batuan tebing dan vegetasi tumbuhan pada bagian atasnya.

Bagi Kita yang masih ingin mengeksplorasi tempat ini, dapat mencoba melanjutkan perjalanan menuju Curug selanjutnya yaitu Curug Leuwi Cipet dengan jarak tempuh lebih kurang 100 meter dari Curug Barong.

Medan yang akan Kita tempuh pun tak jauh beda dari jalanan sebelumnya, ialah melalui jalur yang berkontur perbukitan alias naik turun.

Meski demikian sehabis tiba di tempat ini, Kita akan menyaksikan keindahan ciptaan Tuhan yang akan terpampang positif.

Sebuah anutan sungai yang begitu jernih dengan semburat biru kehijauan sedalam 2 meter, dengan bentuk menyempit dengan diapit oleh batuan tebing di kiri dan kanannya serta dirimbuni oleh vegetasi tanaman di sekelilingnya.

Mini little green canyon ala bogor, nampaknya memang pantas untuk disandingkan dengan daerah yang sangat cocok untuk aktifitas bodyrafting.

Yang menarik dari tempat ini adalah, bagaimana cara Kita untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Curug selanjutnya yakni Curug Leuwi Liyet.

Berbeda dengan Curug Barong dan juga Leuwi Cipet yang masih menggunakan jalur setapak sebagaimana Curug pada umumnya, untuk dapat menuju Leuwi Liyet, Kita perlu berbasah ria alasannya adalah kanal satu-satunya hanya dengan mengarungi pemikiran sungai dari Leuwi Cipet.

Namun tentunya jangan mengarungi di bab tengah, cukup berpegangan pada tebing dibebatuan maupun akar-akar dan teliti dalam mencari pijakan untuk mampu memanjat menuju tebing.

Hal ini tentunya untuk mengurangi resiko terbawa arus dan karam, alasannya adalah batasnya sendiri bisa mencapai leher bagi orang akil balig cukup akal tergantung seberapa tinggi badan Kita.

Di penghujung pedoman sungai ini sendiri, Kita masih akan berbasah ria dengan menyebrangi sungai dengan debit air yang mampu dikategorikan cukup deras di bab kiri.

Tak jauh dari sungai tersebut, Kita akan menemukan sebuah tebing berbentuk U.

Disekeliling tebing yang tak seberapa tinggi ini, Kita juga akan menemukan pepohonan rindang sebagai penghias bak yang sangat jernih berwarna tosca dengan jeram di ujungnya.

Bagi yang ingin berenang maupun melompat dari tebingan, ada baiknya memperhatikan kemampuan berenang alasannya kedalamannya mencapai 3 meter.

Meski sempat longsor dan ditutup pada 2016 akhir memakan korban kecelakaan yang tertimpa batuan, namun sekarang Leuwi Hejo telah tertata rapih dan mengedepankan keselamatan wisatawan dengan ketersediaan Tim SAR di Lapangan.

Terbukti dari semakin banyaknya pengunjung dan event yang diadakan ditempat ini seperti yang belum lama di adakan oleh komunitas Gowes.

Ini kawasan ternyaman untuk melarikan diri dari penatnya ibukota, by @natashacdavega

Fasilitas Yang Ada

Meski merupakan wana wisata alam yang dikelola secara swadaya oleh kelompok masyarakat, namun kebersihan dan keamanannya patut di acungi jempol.

Fasilitas yang tersedia mulai dari kawasan parkir yang luas dan dilengkapi dengan penitipan helm, warung makan dengan saung-saung yang dapat Kita pergunakan untuk makan seraya beristirahat.

Serta MCK untuk Kita bilas selepas bermain air dan juga mengganti baju, sampai ketersediaan tim SAR di area untuk membantu pengunjung.

Rute Menuju Lokasi

Yang mengasyikan dalam berwisata ke Curug Leuwi Hejo, Kita tak akan mendapati kemacetan panjang sebagaimana berwisata ke puncak.

Untuk Kita yang berada di sekitar Jakarta dan ingin berangkat ke Curug Leuwi Hejo memakai mobil, mampu langsung memakai Tol dan mengarah ke Jagorawi dengan exit di pintu tol Sentul.

Dari Pintu tol Sentul, ambil arah ke kiri menuju gerbang Sentul circuit.

Di pertigaan yang berhadapan dengan gerbang Sentul Circuit, Kita ambil arah ke kanan menuju SICC alias Sentul international Convention Center dan terus saja ikuti arah sampai menemukan pertigaan SICC dengan Hotel Harris menjulang tinggi didepannya.

Bila menemukan pertigaan tersebut, segera berbelok ke arah kiri dan lurus terus sampai menemukan pertigaan yang mengarah ke Gunung Pancar dan sekolah Taruna Bangsa.

Dari sini Kita bisa menentukan apakah ingin menggunakan jalur yang mulus ke arah kanan melalui Sentul Highlands atau melalui perkampungan dengan mengambil rute lurus.

Keduanya akan sama-sama mengarah ke tempat Gunung Pancar, dengan titik temu di depan gerbang masuk menuju Jungleland.

Bila Kita melalui Sentul Highland, belok lah ke arah kanan pada Gang yang berada tak jauh dari Gerbang menuju Jungleland sementara bagi Kita yang melalui jalur perkampungan lurus saja menyebrangi jalan dan masuk ke Gang yang sama.

Dari situ teruskan hingga bertemu pertigaan ke pemandian air panas yang sudah sangat terkenal di kawasan Gunung Pancar dan Desa Karang Tengah.

Ambil rute ke arah kiri untuk menuju Desa Karang Tengah, dari situ Kita tinggal mengikuti jalur dan petunjuk yang ada untuk datang di lokasi yang Kita tuju.

Sementara bagi Kita yang menggunakan sepeda motor, dapat menggunakan rute yang sama, bedanya Kita perlu melalui Jl.Raya Bogor dan melewati Cibinong, lurus terus sampai bertemu dengan perempatan dengan lampu merah yang akan membawa Kita menuju Sentul.

Ambil ke arah kiri untuk menuju Sentul circuit, lurus terus dan ikuti jalur hingga menemukan pintu masuk dan exit tol Sentul, lewati kolong jembatan dan ambil arah ke kiri lalu belok lagi ke kanan sampai tiba di depan gerbang dari Sentul Circuit.

Dari situ, Kita mampu memakai rute yang sama dengan rute yang digunakan mobil.

Bagi yang dari Bekasi, tentunya akan terlalu jauh bila melalui Cibinong terlebih dahulu. Ambil saja rute melalu Jl.Raya Narogong, menuju RSU Marry Cileungsi.

Di pertigaan selepas RSU.Sismadi, ambil arah menuju Jalan.Cileungsi-Setu ke kanan dan lurus terus hingga melalui kolong FlyOver Jonggol-Cileungsi dan tiba di pertigaan depan Pospol Cileungsi.

Dari situ ambil arah menuju Mall Cileungsi dengan arah ke kiri, lanjut berada di Jl.Raya Narogong sampai tiba di perempatan selepas Bakso Sugeng.

Ambil arah ke kiri menuju Jl.Gunung Putri dengan memakai Jl.Kedep terlebih dahulu dan kembali berbelok kiri ke Jl.Mayor Oking di pertigaan selepas Barokah Jaya Transport.

Lanjutkan perjalanan menuju Citereup dan lurus saja hingga menemukan Gerbang Sentul circuit, dari situ Kita tinggal memakai jalur yang sama dengan kedua jalur di atas.

Sementara wisatawan yang dari Tangerang, mampu memakai Jl.Ry Serpong dan terus saja sampai tiba di pertigaan selepas Bakso Kerikil Magelang.

Sebenarnya rute yang ditempuh hanya lurus saja, namun alasannya diberlakukan arus 1 arah, Kita perlu memutar melalui Jl.Kel.Buaran di arah kiri, belok lagi ke kanan menuju Kodiklat Ampera dan belok lagi ke kanan menuju Jl.Ry Puspitek dan belok ke kiri pada perempatan menuju Jl.Pasar Jengkol.

Lurus saja dan ikuti jalan menuju Parung, sesudah melalui parung arah yang Kita tuju berpatokan pada Univ.Ibnu Khaldun dan terus melalui Jl.KH.Soleh Iskandar sampai tiba di perempatan exit tol BORR.

Dari perempatan exit BORR, ada 3 rute yang mampu Kita gunakan. Bagi pengguna motor, bisa belok ke kiri menuju Sentul ataupun ke kanan menuju Indraprasta, sementara untuk pengguna mobil mampu terus memakai tol BORR dan exit di Sentul dengan rute yang sama mirip di atas.

Untuk mudahnya, bagi Kita yang memakai kendaraan langsung, dapat menggunakan santunan gps seperti google map, yang merupakan peta berbasis online.

Bagi pengguna kendaraan umum, sayangnya akan sangat sulit untuk bisa datang di Leuwi Hejo, alasannya satu-satunya transportasi hanya mentok di Stasiun Bogor dan dari situ bisa menggunakan bus namun hanya hingga Bellanova saja.

Untuk angkutan umum sendiri sepertinya masih belum ada terusan yang mengarah ke sana, mengingat terusan dan daerah yang masih di perkampungan sehingga sulit untuk dijangkau. Demikian rute lengkap untuk petunjuk Kita berwisata ke Curug Leuwi Hejo.

gambar by @huang_pw

Tips Berwisata

Sebelum berkunjung maupun berwisata di suatu kawasan, tentunya ada beberapa hal yang perlu Kita perhatikan demi kenyamanan waktu liburan Kita.

Beberapa tips dibawah ini, mungkin bermanfaat untuk Kita yang ingin berwisata di area Curug Leuwi Hejo, diantaranya mirip :

1. Perhatikan Cuaca Sekitar

Faktor yang satu ini seringkali luput dari perhatian bagi mereka yang hendak menghabiskan waktu berlibur diluar kota, padahal faktor cuaca bisa jadi hal yang penting dan vital untuk kelancaran waktu liburan Kita.

Seiring berkembangnya periode, tentunya kecanggihan teknologi semakin tak terelakan alasannya adalah Kita mampu mengecek apakah sedang hujan ataupun isu terkini kering di sekitar kawasan tujuan Kita baik melalui smartphone maupun googling.

Mengambil langkah preventif tak ada ruginya bukan?

Foto: wisataterindah.net

2. Perhatikan Kondisi Fisik dan Kendaraan

Berkunjung ketempat-daerah wisata dengan konsep alam terbuka mirip Curug, tentunya membutuhkan sedikit keringat dengan trekking menuju lokasi.

Nah sebab itu ada baiknya, Kita memperhatikan kondisi tubuh apakah sedang fit atau tidak sebelum perjalanan agar mampu menentukan baik buruknya untuk kondisi Kita sendiri.

Begitupun dengan kendaraan yang akan Kita gunakan, pastikan poin-poin vital seperti kandungan oli, kampas rem, kopling dll tetap dalam keadaan prima.

Kita tentunya tak ingin bukan, apabila liburan Kita tersendat hanya sebab kehabisan oli maupun kabel kopling putus ditengah jalan?

Atau yang lebih berbahaya, rem Kita terlanjur blong akibat kehabisan kampas rem. Bukannya melepas penat, mampu-mampu nyawa yang jadi taruhannya.

3. Pastikan Tidak Membawa Barang Berharga Berlebih

Kekurangan yang cukup vital dari tempat wisata dengan konsep alam terbuka mirip ini ialah ketidaktersediaannya loker ataupun penitipan barang, sehingga pengunjung terutama yang membawa barang berharga terus menerus was-was dengan bawaan.

Apalagi bagi Kita yang berkunjung hanya berdua bersama pasangan, hirau sedikit saja bukan mustahil barang bawaan Kita lenyap begitu saja.

Ada baiknya membawa keperluan secukupnya, atau menaruh perlengkapan dan bawaan didekat Kita bermain air sehingga dapat di awasi dan dijangkau dengan lebih gampang dan cepat.

4. Membawa Kantung atau Plastik Kedap Air

Plastik kedap air, tentunya bermanfaat untuk Kita yang ingin berbasah ria namun membawa banyak peralatan elektro baik handphone maupun kamera. Persiapan ini akan sangat membantu, agar Kita bebas berbasah ria tanpa merusak barang Kita sendiri.

Pun demikian dengan kantung plastik, ada kalanya kita kesulitan menemukan kawasan untuk membuang beberapa bekal maupun bekas jajanan.

Untuk menjaga kelestarian dan juga keasrian alam sekitar, ada baiknya membawa kantung sendiri supaya gampang untuk menyimpan sampah dan membuangnya selepas menemukan tong pembuangan.

5. Membawa Pakaian Ganti

Berkunjung ke wana wisata dengan konsep riam ini, tentunya kurang afdol jika tidak ikut berbasah ria baik sekedar bermain ditepian ataupun berenang bersama.

Namun tentunya hal ini tidak akan dapat Kita lakukan jikalau lupa membawa baju ganti, meski beberapa Curug tersedia penjaja pakaian namun jikalau Kita mampu membawa sendiri mengapa harus menghambur uang membeli yang baru?

picture by @zalrinahariana

6. Membawa Perbekalan Pribadi

Untuk yang satu ini mungkin masuk pada pemilihan ataupun kebiasaan individu, ada yang suka membawa masakan rumah namun ada juga yang lebih menyukai hal mudah dengan membeli di pinggir jalan maupun on the spot.

Membawa perbekalan tersendiri, tentunya selain lebih terjaga kehigienisannya, Kita juga dapat menghemat uang lebih banyak bukan?.

Namun bagi Kita yang memang ingin jajan di lokasi maupun membeli bekal di jalan, tentu sah-sah saja tergantung kebiasaan dan budget masing-masing.

Penginapan dan Wisata Terdekat

Bagi Kita yang ingin bermalam di sekitar kawasan Sentul sendiri, tentunya Hotel yang terdekat adalah Hotel Harris.

Namun bagi Kita yang tidak ingin repot menyewa penginapan seperti Hotel, Villa, maupun Homestay, dapat ngecamp pada area yang telah tersedia.

Biaya camping ditempat ini sendiri hanya dikenakan biaya 40 ribuan perorangnya, dengan tenda masing-masing tentunya.

Untuk kawasan wisata terdekat sendiri sangat banyak sekali dikawasan ini, kurang lebih ada 12 Curug mirip Curug Bidadari, Curug Kencana, Curug Kembar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Naah bagi Kita yang ingin instan, mungkin dapat mencoba mencari gosip dari travel-travel yang tengah mengadakan paket untuk open trip. Kaprikornus? Tunggu apalagi? Yuk kunjungi Leuwi hejo bersama temanmu dan lepaskan penat bersama di daerah seindah ini.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni