Inilah 3 Perbedaan Lebaran Jaman Dulu Dan Sekarang

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”12157″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Idulfitri jaman dulu tahun 90-an terasa lebih menyenangkan, ramai dan sangat kental dengan tradisi-tradisi. Kamu yang sudah mencicipi lebaran di tahun 90-an dengan kini pastilah mencicipi perbedaannya. Tentu sangat merindukan lebaran jaman dulu.

Memang teknologi belum maju seperti sekarang ini, tapi justru makna silaturahmi lebih bisa dirasakan. Walaupun masih sulit berkomunikasi, tapi perayaan idul fitri sangat meriah, menyenangkan serta berkesan.

Dari tahun ke tahun perayaan idul fitri tidaklah sama, kamu mampu merasakannya itu. Inilah beberapa perbedaan lebaran jaman dulu dengan jaman sekarang!

Malam Takbiran

Jaman Dulu

Takbir Keliling Membawa Obor, foto: mamhtroso.com

Dulu saat malam takbiran dilakukan dengan berjalan kaki berkeliling kampung berombongan. Pas hari terakhir puasa, setelah berbuka semua orang berkumpul mulai dari belum dewasa, cukup umur, hingga bapak-bapak berada di masjid atau mushola.

Tanpa diperintah semua warga antusias merayakan takbir keliling. Kemudian, sholat isyak berjamaah sampai tamat takbir dikumandangkan. Tidak hanya dikumandangkan di mushola atau masjid saja, melainkan juga dilakukan secara berkeliling.

Keseruan Takbir Keliling, foto: panjimas.com

Selepas sholat isya, semua orang mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang dipakai untuk takbir keliling. Peralatan itu mirip pengeras suara, ampli, aki, speaker, mic yang disusun secara rapi di sebuah gerobak. Bahkan bedug juga dibawa untuk mengiringi gema takbir.

Gema takbir ini juga diiringi kentongan dari batang bambu. Beberapa warga lainnya menghidupkan obor-obor sebagai penerang jalan ketika berkeliling. Sebagian lainnya juga menyiapkan minyak tanah untuk obor.

Setelah semua akhir, mulailah penerima takbir keliling atau tarling berbaris rapi. Lalu, berjalan menyusuri jalan-jalan mengumandangkan takbir, menabuh bedug dengan perasaan senang dalam menyambut hari kemenangan.

Jaman Sekarang

Takbir Keliling Jaman Sekarang, foto: kcdnews.com

Sekarang, takbir keliling dengan berjalan kaki bercahayakan lampu obor sudah tidak ada lagi. Hal itu berbuah menjadi pawai yang lebih meriah, tidak hanya berkeliling kampung tapi sudah keliling di area perkotaan dan tidak berjalan kaki.

Pawai itu dilakukan dengan motor, kendaraan beroda empat-mobil pick up hingga truk milik warga kampung. Beberapa hari sebelum malam takbiran datang, mobil-mobil yang nantinya ikut pawai dihias secantik mungkin. Baknya dibuka dibentuk menjadi bentuk kubah menggunakan kertas warna-warni.

Tak lupa dipasang sound system dan bedug. Saat malam takbiran datang, sebagian orang naik mobil tersebut. Sedangkan sebagian lainnya bawa motor sendiri. Semua orang berkeliling menuju kecamatan atau kabupaten kemudian berbaur bersama rombongan takbir keliling dari kampung lainnya.

Takbir Keliling Menggunakan Mobil, foto: indowarta.com

Suara takbir dikumandangkan saling bersahutan, diiringi bunyi deru kendaraan beroda empat dan ratusan motor. Kalau yang ada di mobil mungkin mengumandangkan takbir, tapi yang naik sepeda motor entahlah. Mereka nampak asyik berboncengan dengan pacar maupun sobat-temannya.

Bahkan sekarang, pemerintah setempat mengadakan lomba takbir keliling. Jadilah semakin berlomba-lomba menghias kendaraan beroda empat untuk bertakbir. Kemeriahan ini juga diiring dengan letusan kembang api. Warna-warnanya menghiasi langit, bagaikan perayaan tahun gres masehi.

Setelah tamat berkeliling, biasanya sebelum pulang ke rumah, beberapa orang mencari baju lebaran. Sesampainya di rumah, mungkin pribadi nonton tv begadang semalaman. Sementara takbir masih dikumandangkan di mushola-mushola maupun masjid hingga pagi.

Lebaran Hari Pertama

Jaman Dulu

Keliling Meminta Maaf Ke Tetangga, foto: amazonaws.com

Sepulang dari sholat ied, aktivitas pertama yakni bersalam-salaman meminta maaf kepada ayah, ibu, kakek, nenek, adik, abang dan semua kerabat yang ada di rumah. Selanjutnya, para cowok-pemudi keluar rumah menyatu dengan yang lainnya.

Dari belum dewasa hingga pemuda-pemudi membentuk geng sendiri-sendiri bersiap mengunjungi satu rumah ke rumah lainnya. Biasanya beranggotakan 5-10 orang atau lebih terdiri dari teman-teman akrab. Sebelumnya sudah ditentukan daerah berkumpul.

Kegiatan Setelah Sholat Idul Fitri, foto: hendryyanto.files.wordpress.com

Kalau sudah pada kumpul semua, mulailah berlebaran mengunjungi semua rumah warga desa. Kelompok bawah umur, umumnya mengincar kuliner lezat dan angpau dari orang-orang terpandang di desa. Mereka sudah tahu mana saja rumah yang menawarkan angpau.

Jaman sekarang

Lebaran Jaman Sekarang, foto: jadiberita.com

Sementara lebaran jaman kini, pada hari pertama begitu pulang dari sholat ied, sudah langsung mengambil handphone. Berbagai aplikasi chat seperti BBM, Line, Whatsapp siap dijelajahi untuk berkirim pesan ucapan lebaran. Bahkan belum sempat meminta maaf kepada orang bau tanah.

Tak hanya itu, facebook, instagram, twitter dan lainnya juga mulai dibaca-baca. Pesan ucapan lebaran dari satu orang dikirim ke orang lainnya. Setelah itu, barulah bersalaman dengan keluarga. Lalu, tiba ke rumah pacar berlebaran bersama pacar dan keluarganya.

Sedangkan yang jomblo berlebaran bersama sahabat-sobat atau sahabatnya. Kalau anak-anak masih bersama orang tua. Tidak mirip lebaran jaman dulu yang geng-gengan masuk ke satu rumah ke rumah lainnya berjalan kaki.

Saat ini jikalau ingin berkunjung ya hanya ke rumah-rumah tetangga bersahabat saja. Jauh sedikit pasti memakai motor. Bahkan mungkin tetangga erat ada yang lupa dikunjungi.

Kue Idulfitri

Jaman Dulu

Jajan Idulfitri Jaman Dulu, foto: twimg.com

Berbicara soal kue lebaran, dulu sudah dipersiapkan 2 ahad sebelum idul fitri. Dalam waktu 2 ahad tersebut, nenek sudah mulai menjemur kerupuk atau rengginang, mengupas kulit kacang dan sebagainya.

Ibu-ibu biasanya menciptakan wajik, tape ketan, keripik, kuping gajah, rempeyek dan jajanan jaman dulu. Kue lebaran di dominasi buatan tangan sendiri. Sehingga, tak heran aroma serta cita rasanya berbeda-beda setiap rumah.

Jaman Sekarang

Jajan Lebaran Jaman Sekarang, foto: jadiberita.com

Kue lebaran jaman sekarang tidak dibuat jauh-jauh hari, kesibukan ihwal kudapan manis ini hanya 3 hingga 1 hari sebelum idul fitri datang. Sudah tak ada lagi buat kudapan manis, cukup beli kue di pasar atau mall bahkan toko online. Sudah banyak bermacam-macam jenis kue kering dengan bentuk lucu-lucu.

Karena itulah rasanya mungkin bisa sama pada setiap rumah. Pada alhasil kue lebaran tersisa banyak. Para tamu, paling-paling hanya mencicipi sebagai formalitas menghormati tuan rumah.

Nah itulah perbedaan lebaran jaman dulu dengan lebaran jaman sekarang.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni