Inilah 6 Hal Yang Akan Kamu Rindukan Dengan Suasana Lebaran Di Desa

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”12145″
data-slug=””>

5
/
5
(
3

votes

)

Orang-orang Indonesia sudah biasa menyebut hari raya Idul Fitri dengan lebaran. Idulfitri merupakan momen yang selalu ditunggu, di prioritaskan dan menjadi topik menarik untuk dibahas. Suasana lebaran di desa semakin semarak jika dibandingkan dengan di kota.

Di Indonesia sendiri memang terdapat perbedaan mencolok antara lebaran di desa dan kota. Sebab, saat idul fitri datang masyarakat yang merantau atau bekerja di kota-kota besar akan kembali ke kampung halamannya.

Rela kepanasan, macet panjang, bayar tiket malah dan melaksanakan pengorbanan lainnya untuk bertemu dengan keluarga di rumah. Sehingga, tak heran jikalau suasana di lebaran di desa lebih ramai bila dibandingkan dengan di kota. Begini suasana lebaran di desa yang akan selalu kau rindukan!

Takbir Keliling

Takbir Keliling Membawa Obor, foto: mamhtroso.com

Suasana yang benar-benar kamu rindukan ialah ketika takbir keliling. Dimana, biasanya takbir dilakukan dengan mengelilingi satu wilayah ke wilayah lainnya. Berjalan kaki mengumandangkan takbir sembari memukul bedug penuh semangat.

Ditemani obor-obor berjalan mengelilingi kampung diikuti oleh bawah umur kecil. Selain berjalan kaki, ada yang menggunakan mobil pick up atau kendaraan beroda empat pemuat barang. Mobil ini berisi pengeras suara, bedug untuk mengiring bunyi takbir.

Suasana Masjid Ketika Lebarang, foto: kompasiana.com

Allahuakbar… Allahuakbar…. Allahuakbar, Laailaahaillallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar Walillahilkhamd. Mobil tersebut berjalan pelan sekali, di belakangnya ada bawah umur serta banyak orang yang mengikuti berbaris rapi.

Takbir keliling biasa dilakukan semalam suntuk secara bergantian. Tak ada rasa capek, yang ada dibenak hanya kebahagiaan menyambut hari kemenangan sehabis sebulan berpuasa. Senang sekali rasanya berada di momen ini. Pastilah siapapun akan merindukan kegiatan ini.

Dalam memeriahkan aktivitas ini beberapa donatur menunjukkan snack atau camilan untuk akseptor takbir keliling. Bahkan ada yang membagikan hadiah-hadiah, sehingga lebih meriah lagi acara ini.

Takbir di Mushola dan Masjid

Kegiatan Setelah Sholad Ied, foto: kompasiana.com

Selain takbir keliling, ada pula orang-orang yang mengumandangkan takbir di mushola atau masjid entah itu orang sampaumur atau belum dewasa boleh bertakbir. Takbir di mushola juga dilakukan dari habis isyak hingga pagi menjelang sholat ied.

Kemeriahan idul fitri benar-benar terasa. Kita mendengar takbir dikumandangkan dimana-mana. Suasana itu pastilah akan sangat kamu rindukan jika tidak mampu pulang saat lebaran. Suasana lebaran di desa mampu menyejukkan jiwa serta menentramkan hati.

Zakat Fitrah

Makan Bersama dengan Tetangga, foto: tribunnews.com

Bila di kota, biasanya menyerahkan zakat ke forum-forum tertentu. Sementara dikala di desa, penyerahan zakat fitrah mampu pribadi ke mushola atau masjid terdekat. Pemberi zakat mampu datang pribadi atau diwakilkan ke mushola maupun masjid.

Disana sudah ada panitia yang akan mengurus zakat serta membagikannya ke orang yang berhak mendapatkan zakat. Panitia tersebut juga akan mengarahkan kita membaca niat zakat. Nantinya zakat tersebut dicatat satu persatu.

Setelah penyerahan zakat fitrah tamat, selanjutnya panitia menyalurkan zakat kepada yang berhak di tempat kampung. Zakat itu dibagikan dari rumah ke rumah, sehingga tak ada lagi tetangga kesusahan atau kelaparan dikala hari raya idul fitri.

Sholat ied

Sholat Ied, foto: kompasiana.com

Di pagi harinya saat sholat idul fitri, semua orang keluar rumah bebarengan menuju masjid atau lapangan tempat sholat ied. Rasanya menyenangkan, baik tetangga yang sering keluar rumah atau tidak, berkumpul bersama-sama menuju daerah sholat.

Saling menyapa, mengobrol, membicarakan sesuatu tidak mirip hari-hari biasanya. Semua orang berbahagia merayakan hari kemenangan. Tak ada lagi yang namanya musuhan, rasa iri maupun dengki. Hati rasanya hening tanpa beban.

Makan Bersama Ketika Lebaran, foto: tabloid-desa.com

Ramai-ramai melaksanakan sholat, mendegarkan ceramah sungguh menentramkan jiwa. Setelah final sholat, biasanya semua orang saling bersalaman satu sama lain. Salaman ini sebagai langkah menjalin talisilaturahmi dan tanda jika sudah saling memaafkan.

Berkunjung Ke Tetangga

Berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya, foto: kompasiana.com

Sepulang sholat ied, lalu bermaaf-maafan dengan keluarga. Orang lebih renta dimintai maaf lebih dulu, sembari memperlihatkan maaf, mereka menunjukkan doa-doa kepada anak, cucu dan lainnya. Setelah kegiatan saling memaafkan di rumah sudah tamat, berikutnya ke rumah tetangga.

Sebelum ke rumah saudara yang jauh, umumnya warga desa berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya untuk bersilaturahmi dan meminta maaf. Rasanya benar-benar damai, menyenangkan karena di momen ini semua orang membuka pintu maaf selebar-lebarnya.

Waktunya meminta maaf atas dosa yang pernah diperbuat kepada tetangga atau orang lain. Kunjungan dimulai dari orang yang dituakan atau dihormati. Bisa ustad, sesepuh dan para perangkat desa.

Berziarah Kubur

Suasana Ziarah Kubur di Desa, foto: kimlombokbaratkab.files.wordpress.com

Kalau berziarah kubur mampu dilakukan sehari sebelum lebaran tiba. Tapi, ada beberapa yang lebih memilih sehabis sholat ied. Ziarah kubur merupakan tradisi tak terlupakan. Karena itu merupakan waktunya mendoakan keluarga yang sudah meninggal serta meminta maaf kepada hebat kubur.

Semua orang di rumah, gotong royong berziarah kubur mendoakan semua keluarga yang sudah meninggal. Sehingga, nantinya bisa berlebaran dengan hening alasannya sudah mengirim doa untuk mahir kubur.

Tak hanya mendoakan, tapi juga membersihkan area makam mirip memotongi rumput, mengecat batu nisan serta perawatan makam lainnya. Walaupun kadang teringat pada keluarga yang meninggal, tapi karena dilakukan bersama-sama takkan ada kesedihan.

Suasana Setelah Sholat Ied, foto: kompasiana.com

Suasana lebaran di desa intinya terasa lebih bersahabat, kebersamaan serta ramai daripada suasana lebaran di kota. Kamu tentu merindukan sekali saat tidak mampu pulang ke kampung halaman di momen idul fitri.

Memang banyak perbedaan suasana lebaran di desa dengan kota, tapi dimanapun kamu berada saat idul fitri tetap ingat orang bau tanah. Sekarang, kamu bisa meminta maaf melalui handphone, aplikasi chat maupun sosmed. Jadi, tak ada halangan untuk tidak bersilaturahmi.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni