Jembatan Siti Nurbaya

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6662″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: Batang Arau, Padang Sel., Sumatera Barat

Maps: Klik Disini

HTM: Gratis

Buka Tutup: 24 Jam

Telepon:

Padang menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki pesona tersendiri. Ada banyak sisi menarik yang bisa dinikmati ketika menginjakkan kaki di ibukota Sumatra Barat ini. Sulit dideskripsikan bagaimana keindahan kota di sebelah barat Pulau Sumatra tersebut.

Apalagi kini ini sudah banyak akses menuju ke sini. Padang yang identik dengan suku Minang ini mempunyai pesona orisinil yg siap memanjakan para turis. Terutama para turis aneh yg gemar dengan dunia seni dan budaya Indonesia.

Ditambah lagi dengan sisi menarik terutama keindahan tata kotanya yg siap memanjakan para pelancong. Menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia.

foto by instagram.com/alishaamaharanii

Ketika menginjakkan kaki ke Padang, tentu saja dominasi lagu-lagu khas Minang memang biasa terdengar di sini. Para pengunjung bisa membeli atau mendowload lagu-lagu tersebut biar suasana khas Minang sangat terasa.

Salah satu sisi menarik yang dimiliki oleh Padang ini yaitu Jembatang Siti Nurbaya yang mempunyai dongeng, kisah sejarah serta asal undangan yg menarik. Info mengenai jembatan ini bisa dilihat di situs wikipedia. Ada banyak kisah misteri, mitos sampai cerita legenda yg menyelimuti jembatan tersebut.

foto by instagram.com/robby_kencana

Mengenal Lokasi

Kawasan wisata dan jalur penyeberangan untuk menuju ke ibukota Sumbar ini memang dibangun untuk menghubungkan Kota Padang dengan kota-kota lainnya di sekitar Pulau Sumatra. Dahulu untuk menuju ke Padang ini memang harus memutar cukup jauh.

Sekarang ini dengan kehadiran jalur penyeberangan ini tentu saja memudahkan para wisatawan dan masyarakat sekitar untuk menuju ke Padang atau ke kota lainnya dari sini. Apalagi dengan tampilan serta bentuk yg memberikan keunikan tersendiri.

foto by instagram.com/fuady_ihsan

Diambilnya nama Siti Nurbaya ini memang diabadikan dari Judul novel yang sangat fenomenal pada masanya yang bercerita ihwal kisah romansa. Bahkan hingga ketika ini masih cukup populer di Indonesia. Ada banyak cerita serta awal mula dipilihnya nama Siti Nurbaya tersebut.

Jalan ini memang menghubungkan kota Padang serta Bukit Gado Gado. Bukit ini dikenal juga dengan nama bukit Sentiong. Jalan ini terletak di atas Sungai Batang Arau dimana memiliki pedoman ke Samudra Indonesia.

Tidak heran jika para turis mampu melihat ratusan speed boat yg digunakan untuk menangkap ikan sampai mengantarkan turis guna menikmati suasana di Sungai Batang Arau. Dan juga kerap digunakan untuk diving.

foto by instagram.com/fuady_ihsan

Pada jaman dahulu untuk menuju ke lokasi tersebut sebelum jembatan ini ada memakai alat transportasi berupa perahu kecil. Perahu ini digunakan untuk menyeberang sungai. Perahu kecil ini yang disebut Sampan memang menjadi alat transportasi rakyat Minang pada kurun itu.

Sekarang ini dengan adanya jembatan Siti Nurbaya tersebut membuat pemukiman banyak tersebar di dekat jalur ini. Dahulu kala tepatnya pada tahun 70-an area ini dihuni oleh masyarakat kurang bisa. Sekarang ini sudah banyak hotel serta penginapan yg berdiri di dekat jembatan.

foto by instagram.com/info_nagarisumbar

Sejarah Singkat

Tentu saja banyak yang penasaran mengapa jembatan ini diberi nama Siti Nurbaya. Nama Siti Nurbaya ini memang merupakan cerita legenda dimana merupakan cerita novel Siti Nurbaya yang dibuat oleh Marah Rusli dimana merupakan sastrawan angkatan Balai Pustaka.

Akan tetapi banyak yang percaya bahwa di sekitar jembatan ini terdapat makam dari Siti Nurbaya. Pasalnya di erat jembatan ini memang terdapat makam. Akan tetapi tidak ada nama. Oleh masyarakat sekitar dipercaya bahwa makam ini yaitu makam Siti Nurbaya.

Tidak heran jikalau banyak masyarakat dan juga para wisatawan berziarah di sekitar makam tersebut. Lokasi dan alamatnya memang berdekatan dengan area jembatan. Para turis mampu memakai aplikasi untuk menerima bagan menuju ke sini.

foto by instagram.com/al.fauzul

Dengan lokasi yang berdekatan dengan jembatan, jadinya jalur penyeberangan ini diberi nama sesuai dongeng legenda tersebut. Bukan hanya jembatan saja. Di sini sudah ada sebuah taman dengan suasana menarik.

Taman ini juga diberi nama Taman Siti Nurbaya diambil dari cerita tersebut. Para turis mampu melihat pemandangan wilayah Padang di sebelah barat dari ketinggian. Apalagi di sini sudah banyak pohon-pohon rindang tersebar di sini.

Letaknya sendiri hanya sekitar 500 meter dari jembatan. Suasana lebih eksotis bisa dinikmati pada malam hari. Jangan lupa untuk mengambil foto dan gambar dikala menginjakkan kaki di taman ini.

foto by instagram.com/se_chandraa

Pesona Keindahan

Seperti yg sudah disebutkan di awal bahwasanya Jembatan Siti Nurbaya ini memiliki pesona dan keindahan tersendiri. Dan disarankan untuk mengunjungi kedua lokasi wisata ini ketika menjelang matahari terbenam.

Pasalnya dikala sore hari suasana kala matahari terbenam dari jembatan Siti Nurbaya tersebut benar-benar tidak akan terlupakan. Apalagi di area taman. Dan di sore hari akan banyak penjual makanan yang memperlihatkan aneka kuliner khas Padang yang yummy

Ditambah lagi dengan harga yang sangat akrab serta sedap. Ada banyak kuliner menarik yg siap memanjakan para turis. Mulai dari sate Padang, soto Padang, pisang bakar, jagung bakar dengan resep Istimewa yg tidak akan terlupakan di sini.

foto by instagram.com/jho_do4nx

Aneka penjual masakan tersebut tersebar di sekitar area jembatan tersebut. Semakin menarik para turis tidak perlu membayar harga tiket masuk dikala mengunjungi daerah wisata tersebut. Semuanya bisa dinikmati gratis kecuali kulinernya.

Setelah mengisi perut dengan aneka jajanan yg ada di sini, sekarang saatnya untuk menikmati dan juga melihat keindahan dari lereng gunung Padang. Ketika malam hari suasana kerlap-kerlip lampu mampu dinikmati dari area pemukiman penduduk di area gunung tersebut.

Suasana warna-warni lampu yg memenuhi area serta pemukiman menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Apalagi kini ini area pemukiman tersebut semakin padat usai Jembatan Siti Nurbaya ini dibangun di sekitar area tersebut.

Ketika malam hari area sungai Batang Arau ini juga terlihat berkilauan disebabkan pantulan cahaya yg ada di sekitar jembatan tersebut.

foto by instagram.com/padangtour

Ketika malam hari area perbukitan ini memang menjadi lebih jelas dan menarik. Ditambah lagi dengan area di sekitar makam dari Siti Nurbaya ini. Makam yg berada di kaki Gunung Padang ini ialah pintu gerbang anutan sungai Batang Arau menuju ke Samudra Indonesia.

Untuk menuju ke sini para turis tidak perlu repot-repot. Jika dari luar Padang sudah niscaya akan melewati jalur ini. Sementara kalau dari pusat kota Padang, mampu menggunakan kendaraan langsung atau angkot dan bus yg menuju ke jembatan tersebut. Bus antar propinsi juga akan melewati jalur ini.

Tentu saja jalur serta sarana transportasi akan memudahkan para turis untuk menuju ke jembatan penyeberangan ini. Tidak heran bila di simpulan pekan atau hari libur nasional banyak warga bersantai dan nongkrong di sekitar jembatan tersebut untuk melihat keindahannya yg menarik hati.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni