Jurang Tembelan, Realisasikan Mimpi Soal Bahtera Langit

Di Jurang Tembelan pengunjung dapat menyaksikan formasi Pegunungan Sewu dengan fatwa Sungai Oyo yang tempak membelah daratan. LOkasi wisata ini mempunyai pemandangan alam yang mempesona yang begitu alami dan sangat menyegarkan segala pikiran.

Di Jurang Tembelan pengunjung akan menyaksikan deretan Pegunungan Sewu dengan aliran Sungai Oyo yang tempak membelah daratan.
Jurang Tembelan. Image via: datawisata.com

Tempat ini sangat mudah dijangkau oleh para pengunjung. Banyak orang yang datang untuk sekedar selfie dan memotret matahari terbit atau terbenam. Pemandangan ini mulai hits setelah banyak yang memotret keindahan pemandangan di media umum, salah satunya instagram.

Memang lahan wisata di Jogja satu ini tak terlalu besar bahkan tergolong sempit, namun view dimilikinya sangat eksotis. Pengelola menyediakan sejumlah deck view yang biasanya digunakan sebagai daerah menikmati sunset maupun sunrise atau ingin berfoto mirip negeri diatas awan seperti di wisata bukit Panguk.

Keindahan dari Jurang Tembelan terletak di gardu pandangnya. Dari gardu pandang ini, para pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang hijaunya pemandangan alam. Tempat wisata ini sudah dibangun spot – spot untuk berfoto. Spot – spot foto ini memiliki bentuk yang beragam.

Keindahan dari Jurang Tembelan terletak di gardu pandangnya. Dari gardu pandang ini, para pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang hijaunya pemandangan alam
Sungai kabut. Image via: @jurang_tembelan_kanigoro

Simak juga: 66 pilihan wisata di Jogja

Lokasi Jurang Tembelan

Jurang Tebelan berlokasi di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jarak dari sentra Kota Yogyakarta ke lokasi, tidak mengecewakan jauh ialah sekitar 22 Kilometer dan waktu tempuh normal kendaraan bermotor dari pusat Kota Jogja menuju Jurang Tembelan sekitar 49 menit.

Rute Menuju Jurang Tembelan

Rute menuju Jurang Tembelan ini sangat gampang dijangkau. Jika berangkat dari pusat Kota Yogyakarta, ke arah Timur menuju Jalan Pangurakan, lalu ke arah selatan melewati Jalan Brigjend Katamso, lurus terus hingga di perempatan ke arah timur menuju Jalan Kolonel Sugiyono.

Sampai di pertigaan ke arah selatan melewati Jalan Sisingamangaraja, lurus terus ke Jalan Imogiri Barat, sampai pertigaan ke arah timur melewati Jalan Bakulan Imogiri, kemudian lurus terus melewati Jalan Makan Raja.

Dari ketinggian jurang Tembelan, pengunjung akan melihat pemandangan ngarai Sungai Oya yang tampak meliuk. Pemandangan ini semakin menawan dengan pepohonan nan hijau yang membentang.
Sungai Oya. Image via: @lianaanwar_

Sampai pertigaan ke arah selatan menuju Jalan Imogiri – Dlingo, lurus terus sampai di perempatan kebun buah Mangunan ke arah selatan, ikuti terus jalan yang ada hingga hingga di Jurang Tembelan.

Jam Buka Jurang Tembelan

Lokasi wisata Jurang Tembelan ini terbuka 24 jam sehari, 7 hari sepekan.

Namun demikian, tidak disarankan untuk berkunjung saat hari telah gelap. Mengingat ini adalah wisata alam terbuka, yang tentu kewaspadaan akan keselamatan harus tetap diperhatikan.

Tiket Jurang Tembelan

Untuk menikmati keindahan alam yang ada di lokasi ini, para pengunjung tidak dikenakan biaya atau gratis oleh pengelola.

Sedangkan untuk harga tiket parkir di Jurang Tembelan adalah: Sepeda Motor Rp 3.000, Mobil Rp 5.000, Elf Rp 10.000, dan Bus Rp 20.000

Bareng kawan menikmati kebersamaan di Jurang tembelan.
Bareng kawan. Image via: @bolangjayawisata

Simak juga: Curug CItambur di alam Ciwidey.

Fasilitas Jurang Tembelan

Fasilitas yang ada di Jurang Tembelan ini sudah lumayan lengkap. Bagi pengunjung yang ingin pergi ke lokasi ini, disediakan beberapa akomodasi, diantaranya yaitu: Gardu pandang, Gazebo, Musholla, Warung makan, Tempat parkir yang luas, Tempat istirahat, Area Camping, Kamar mandi, dan Spot foto.

Daya Tarik Jurang Tembelan

Daya tarik umum dari Jurang Tembelan ini ialah memfasilitasi para pencari konten Sosial Media. Sangat Sesuai bagi pengunjung yang senang membagikan momen lewat sosial media seperti Instagram, face book, youtube, dan lainnya.

  1. Panorama Alam

Panorama Jurang Tembelan nan mempesona.
Panorama Jurang Tembelan. Image via: @jurang_tembelan_kanigoro

Sebelum seperti kini, bantu-membantu jurang Tembelan Kanigoro Bantul tergolong masih sepi pengunjung. Lantaran baru saja dikembangkan oleh pihak pengelola wisata. Namun keindahan dimilikinya membuat pengunjung mulai ramai menyemarakkan.

Bukan hanya wisatawan lokal Kogka saja yang tiba kesana. Pengunjung luar kota pun dibuat penasaran dan menyempatkan waktu berkunjung untuk berswafoto.

Untuk pengunjung yang terlalu biasa dengan acara di kota, berwisata alam di kawasan Jurang Tembelan ini menyegarkan dan menyuguhkan pemandangan luas yang merilekskan. Pemandangan yang ada di daerah ini seperti dengan pemandangan di Puncak mangunan karena lokasinya hanya berdekatan.

Dari ketinggian jurang Tembelan, pengunjung akan melihat pemandangan ngarai Sungai Oya yang tampak meliuk. Pemandangan ini semakin menawan dengan pepohonan nan hijau yang membentang.

  1. Spot Foto

Keindahan dari Jurang Tembelan terletak di gardu pandangnya. Dari gardu pandang ini, para pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang hijaunya pemandangan alam
Spot Foto. Image via: @singtien0908

Simak juga: Menatap keindahan di Posong temanggung

Keindahan dari Jurang Tembelan terletak di gardu pandangnya. Dari gardu pandang ini, para pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang hijaunya pemandangan alam. Tempat wisata ini sudah dibangun spot – spot untuk berfoto. Spot – spot foto ini memiliki bentuk yang beragam

Spot foto yang menjadi paling difavoritkan oleh para pengunjung yakni spot foto yang berbentuk Perahu Raksasa dan juga spot foto inilah yang mengangkat nama Jurang Tembelan menjadi menjadi sangat populer. Spot foto berbentuk Perahu Raksasa ini diletakkan menjorok ke verbal jurang.

Kebanyakan pengunjung menyebutnya dengan kapal titanic. Sebenarnya, ini merupakan spot foto yang didesain berada di ujung jurang dengan berbentuk seperti ujung kapal yang terbuat dari bambu yang kokoh. Spot ini sekaan menjadi Spot Wajib bagi semua pengunjung.

Selain spot kapal laut, ada juga spot kapal udara
Impian abad kecil. Image via: @wid_dx

Salah satu yang dinanti banyak orang yakni kombinasi antara spot foto berbentuk perahu dengan sungai kabut. Melalui sudut pemotretan yang pas, hasil foto seolah sedang berlayar menggunakan perahu mengarungi lautan awan.

Ada juga spot foto yang berbentuk pesawat terbang. Berfoto di spot pesawat terbang ini menciptakan para pengunjung seolah-olah sedang terbang. Hal ini dikarenakan posisi pesawat berada di tepian tebing sehingga jikalau difoto dari belakang, pengunjung seperti terbang dengan pesawat.

Terdapat pula spot foto berbentuk sayap kupu-kupu raksasa. Untuk spot foto ini tergolong gres alasannya adalah belum usang dibangun.Di Jurang Tembelan juga terdapat beberapa daerah selfie yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung, untuk foto di kawasan tersebut hanya dikenakan biaya seikhlasnya.

  1. Sunrise

Sunrise di jurang Tebelan.
Sunrise di Tebelan. Image via: ksmtour.com

Simak juga: Mengenal orang utan di Rammang Rammang

Berada di puncak ketinggian, dengan panorama alam indah dan waktu yang sempurna pengunjung mampu berburu sunset. Jika berada di puncak kapal atau kawasan Jurang Tembelan lainnya, matahari akan tampak tenggelam di balik Pegunungan Sewu. Momen sunset di Jurang Tembalen Bantu ini merupakan salah satu aktivitas yang paling ditunggu.

Sedangkan untuk pengunjung yang ingin menerima foto matahari terbit bisa datang dan bersiap sejak subuh. Berbagai spot foto bisa dipilih sesuai dengan tema foto yang akan di ambil. Biasanya spot favorit pengunjung yakni berfoto di atas ‘kapal titanic’ andalan lokasi wisata ini.

Sunrise di Jurang Tembalen merupakan salah satu atraksi wisata yang cukup diminati pengunjung. Selain alasannya udara pagi yang masih sejuk, pancaran sinar matahari yang jatuh di perbukitan juga menambah keindahan alam pegunungan sekitar daerah.

Spot foto Jamur.
Spot Jamur. Image via:  @vembri_prima

Tips Mengunjungi Jurang Tembelan

Jika ingin sukses mengabadikan momen di atas bahtera awan, berikut ini ialah tips yang mesti diperhatikan.

  • Berangkat pagi hari

Bulan Februari hingga Mei, biasanya langit sudah mulai terperinci sekitar pukul 05.15. Oleh alasannya adalah itu, usahakan untuk sampai Jurang Tembelan antara 05.15 – 05.30. Jika kesiangan, kabut akan semakin naik.

Biasanya kabut mulai naik pukul 06.30. Semakin siang, biasanya lokasi spot bahtera di Jurang Tembelan akan diselimuti kabut yang naik.

  • Datang weekdays

Jika datang ketika hari libur atau tamat pekan, biasanya pengunjung harus mengantre untuk mendapat giliran berfoto di spot bahtera. Waktu pun menjadi terbuang sebab harus menunggu giliran. Antrean mirip itu bisa dihindari ketika weekdays ketika orang-orang tidak pergi untuk berlibur.

  • Perhatikan kondisi cuaca

Hujan kemungkinan besar akan sering turun selama Januari hingga April. Kabut pagi di Jurang Tembelan biasanya akan terlihat menarik jika sebelumnya hujan sudah reda. Jika hujan lebat turun di pagi hari menjelang keberangkatan, lebih baik tunda perjalanan ke Jurang Tembelan.

Ayunan angkasa di jurang tembelan.
Ayunan. Image via: gramho.com

Simak juga: Atlantis, dunia fantasinya Arek Suroboyo

Objek Wisata Dekat Jurang Tembelan

Setelah menikmati sunrise di pagi pagi bhuta di Jurang Tembelam, untuk mengisi siang sekalian makan siang mampu melanjutkan wisata ke Kebun Buah Mangunan, yang hanya berjarak sekitar 1.3 km dari lokasi ini. Lalu menjelang sore kita mampu pindah lokasi lagi ke Puncak Becici atau hutan pinus Mangunan, untuk memburu sunset.

Perjalanan kita akan jadi perjalanan paket lengkap seharian penuh. Sunrise di pagi hari, wisata outbond di siang hari dan sunset di senja hari. Dan luar biasanya, semuanya mampu diperoleh dalam satu area berdekatan dan suasana kesegaran dataran tinggi.

Demikian cerita dongeng soal berwisata di Jurang Tembelan. Semoga bisa jadi perhiasan pertimbangan untuk mampu merencanakan liburan yang lebih menyenangkan. Selamat berlibur dan ingat untuk selalu Kaprikornus traveler yang cerdas, ambil fotonya jaga alamnya!

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni