Kampung 99 Pepohonan Depok

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”9995″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: Jl. KH. Muhasan II, Meruyung, Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia 16515

Map: Klik Disini

Buka Tutup: Pukul 07.00 – 22.00

Telepon: 0812-1960-5001

Wisata alam yang ada di Indonesia memang banyak jumlahnya. Jika Anda sedang berada di Kota Depok Anda mampu tiba ke salah satu wisata alam yakni Kampung 99 Pepohonan.

Nama kampung ini memang cukup unik dan mungkin akan menciptakan banyak orang bertanya wacana jumlah pohon yang ditanam di sana. Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan daerah tersebut.

Rute Menuju Lokasi

foto by weekendescape.co.id

Alamat lengkap dari obyek wisata ini yaitu berada di Jl. KH. Muhasan II, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok 16515. Lokasinya berada di seberang Mesjid Kubah Emas Dian Al Mahri.

Dari tol Fatmawati, daerah ini berjarak kurang lebih 14 km. Untuk rute yang dilalui bisa Anda lihat melalui peta yang telah disediakan di atas.

Sejarah Singkat

foto by katamotivasi7.blogspot.co.id

Perlu Anda ketahui bahwa Kampung 99 Pepohonan ini merupakan tempat hunian sekaligus wisata bagi keluarga yang dibangun dengan konsep menyatu dengan alam.

Pada puluhan tahun yang kemudian ada seseorang yang tinggal di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan yakni Eddy Djamaluddin Suaidy atau akrab dipanggil Abi.

Saat itu ia sedang mencuci mobilnya yang berwarna putih pada malam hari. Beliau merasa ketika melihat kap kendaraan beroda empat putihnya menjadi hitam penuh abu.

foto by instagram.com/kampung99pepohonan_/

Selain berwarna hitam, kap mobilnya juga menjadi berminyak pada keesokan harinya. Beliau lalu berpikir bahwa itulah udara yang dihirup setiap hari olehnya, keluarga dan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Setelah itu, dia pun bertekad untuk mencari sebuah daerah untuk menuangkan konsep sehat. Kemudian prinsip ini dikembangkan menjadi budaya yang diterapkan dalam satu kawasan hunian yang disebut Kampung 99 Pepohonan.

Abi dan keluarga kemudian membeli tanah seluas 500 meter persegi pada tahun 1989. Lokasinya berada di pinggir sungai irigasi di kawasan Meruyung, Limo, Depok di mana dulunya digunakan sebagai pembuangan sampah masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

foto by instagram.com/kampung99pepohonan_/

Ada satu hal yang juga menarik perhatian Abi ialah adanya 5 pohon Rengas besar di lahan tersebut yang berusia puluhan tahun. Suasana di sana pun menjadi teduh dan rindang. Pohon tersebut masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik.

Lokasi tersebutlah yang menjadi kawasan Abi mengawali budaya kebersamaan dan kekeluargaan. Awalnya dimulai dengan kegiatan pengerukan sampah, penimbunan kakus cemplung menjadi tanah padat, penanaman pohon di atas lahan dan pinggir sungai.

Kemudian dilanjutkan dengan membuat turap pinggir sungai supaya tidak pengikisan. Semua acara tersebut dilakukan secara tolong-menolong atau bersama-sama.

foto by instagram.com/susatya2/

Di atas tanah tersebut kemudian dibangun rumah kayu bergaya Tomohon pada tahun 1998. Lalu setahun setelahnya, Abi beserta tiga kepala keluarga yang berniat untuk tinggal bersama menjual beberapa koleksi motor gede antiknya.

Hasil penjualan tersebut digunakan untuk membebaskan areal lahan kritis di sepanjang pinggiran sungai Pesanggrahan. Areal tersebut selama ini areal dimanfaatkan sebagai tempat pertanian.

Namun sayangnya areal tersebut sudah tercemar pestisida seluas 1.5 Ha. Oleh alasannya itu, Abi beserta keluarga secara bahu-membahu berusaha untuk mengembalikan keseburan tanah di areal ini.

foto by instagram.com/kampung99pepohonan_/

Banjir Besar

Banjir besar di Jakarta yang terjadi pada tahun 2005 menjadikan abrasi di mana lahan kritis tersebut pun menjadi semakin memprihatinkan. Kemudian areal lahan kritis ini ditanami pohon-pohon.

Pohon yang ditanam di sana antara lain ada pohon jati putih, jati, beringin, rengas, bintaro, damar, mahoni, kayu elok, kayu putih, kopo, trembesi, sonokeling, ketapang, kirai, karet, maja, eboni, rotan, nyamplung, puspa, putat, rembang serta beragam pohon keras lainnya.

Setelah beberapa tahun, flora tersebut mampu tumbuh dnegan baik dan areal tersebut menjadi sejuk dengan suhu sekitar 28-30 derajar celcius. Selain itu lahan pun menjadi subur normal kembali sehingga dapat ditanami lagi, tidak banjir dan longsor.

Harga Tiket Masuk

foto by dararamadiarni.wordpress.com

Bagi para pengunjung yang ingin masuk ke Kampung 99 Pepohonan ini tidak dikenakan biaya atau tidak ada htm. Akan tetapi jika ingin berkeliling melihat-lihat atau trekking harus ditemani oleh pemandu supaya keamanan lingkungan rumah-rumah tetap terjaga.

Di sini disediakan aneka macam akomodasi yang mampu Anda gunakan. Sedangkan kalau Anda ingin melakukan acara di sini Anda perlu mengeluarkan biaya minimal harga 1 pohon yaitu Rp.25.000,-/orang/acara

Kemudian harga untuk paket outbound yakni sekitar Rp 125.000,00 per orang (tahun 2013) dan harus memenuhi syarat. Syarat yang harus dipenuhi ini yaitu peserta yang datang harus rombogan yaitu minimal 20 hingga dengan 30 orang.

foto by instagram.com/mnurseha_26/

Untuk paket outbound bawah umur ini terdiri dari empat aktivitas pilihan, snack, lunch, base camp, guide, fasilitator dan goody bag bagi acara tertentu.

Penginapan

Apabila Anda ingin menginap di rumah kayu Kampung 99 Pepohonan, Anda perlu membayar sesuai dengan rumah kayu yang dipilih. Harganya ini ada yang senilai 100 pohon, 80 pohon dan lain sebagainya.

Kegiatan dan penginapan yang ada di sini memang ditentukan dengan harga 1 pohon adalah senilai Rp 25.000,00 per pohon. Hal ini dikarenakan mereka memang melaksanakan penanaman pohon baru setiap hari.

foto by jabar.pojoksatu.id

Pendapatan utama dari Kampung 99 Pepohonan memang tidak mengandalkan dari kegiatan wisata. Pendapatannnya ini diambil dari hasil usaha pertanian, peternakan dan perikanan milik mereka yang diikerjakan bersama oleh semua anggota keluarga disana.

Kawasan Kampung 99 Pepohonan ini boleh dikunjungi untuk umum. Alasannya ialah sebab mereka ingin menyebarkan ilmu dan sebagai sarana edukasi lingkungan khususnya bagi belum dewasa.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni