Kebun Raya Baturaden

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”10814″
data-slug=””>

4.7
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Jl. Pancurantujuh Kec. Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah 53151

Map: Klik Disini

HTM: Rp.10.000

Buka Tutup: 08.00-16.00

Telepon: (0281) 681822

Banyumas. Kabupaten dengan logo Gunung Slamet yang dikelilingi Sungai Serayu, seludang, ranting cengkeh, gada rujak polo dan sebatang pohon beringin serta diapit oleh setangkai bulir padi dan ranting murbai ini menyimpan banyak tempat pelesir yang menarik.

Satu di antaranya adalah Kebun Raya Baturaden. Objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu terletak di kaki Mount Slamet (Gunung Slamet). Ia masih tergolong gres di Kota Satria, tapi sejak diresmikan, banyak media yang memberitakannya. Penasaran seperti apa pesonanya?

foto by instagram.com/imakukuh/

Sejarah Singkat

Kebun Raya Baturaden yakni wujud dari buah pikiran Presiden RI ke-5 (dikala itu menjadi wakil), Megawati Soekarnoputri. Ide tersebut diutarakan pada penutupan Jambore Nasional Pramuka Tahun 2001 di Bumi Perkemahan Baturaden.

Beliau menyampaikannya secara langsung kepada Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto. Sebab, era itu Jawa Tengah merupakan satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang belum mempunyai kebun raya.

Pada tahun 2002, tim khusus dari Pemerintah Provinsi Jateng, difasilitasi oleh pengelola Kebun Raya Bogor, melaksanakan studi kelayakan serta perintisan objek wisata itu.

foto by instagram.com/imindhptr/

Lalu, dua tahun setelahnya, pada 29 Desember 2004 dilangsungkan pelantikan serta penanaman perdana.

Selain itu, dilaksanakan pula penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Gubernur Jateng, Kepala Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan, Kepala LIPI, Direktur Utama Perum Perhutani dan Bupati Banyumas.

Kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 85/Menhut-II/2005 perihal penetapan Kebun Raya Baturaden sebagai KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) untuk keperluan penelitian, pengembangan dan pendidikan lingkungan.

foto by instagram.com/imindhptr/

Akhirnya, di tanggal 19 Desember 2015, daerah itu diresmikan oleh Megawati selaku Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia.

Acara launching kawasan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia serta jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Jawa Tengah.

Koleksi Kebun

Kebun Raya Baturaden bangun di lahan seluas 143,5 hektar pada ketinggian 600-700 mdpl. Sehingga, dia mempunyai suhu udara yang sejuk, berkisar antara 20-30OC.

foto by instagram.com/instabanyumas.id/

Mengusung konsep “Taman Tanaman Pegunungan Jawa”, pihak pengelola berharap KRB menjadi daerah konservasi dan pelestarian banyak sekali tanaman khas pegunungan di Pulau Jawa. Bahkan, jika bisa menjadi Taman Flora of Java.

Menurut pdf, sekarang ini belum ada seperlima dari total luas area yang dimanfaatkan secara intensif. Walau demikian, KRB telah menyimpan koleksi hingga 2.600 spesimen tanaman yang berasal dari 500 spesies, 394 marga dan 196 suku.

Dalam objek wisata itu juga dibangun beberapa spot, di antaranya Taman Liana untuk tanaman merambat, Medical Garden dan Taman Tumbuhan Paku.

Ada pula hamparan bunga atau flower bed yang diisi oleh 12 jenis flora nan dipilih berdasarkan tingkat suhu, kelembaban dan kondisi tanah di Baturaden.

foto by instagram.com/cicinindiah/

Selain itu, tempat pelesir di kota yang tahun kemudian mengadakan lomba pada event Festival Kenthongan tersebut juga dilengkapi dengan beragam kemudahan.

Seperti, gapura pintu gerbang, rumah pohon, rumah kompos, rumah beling, rumah anggrek, area pembibitan, wahana permainan, gazebo, rumah dinas dan kantor pengelola.

Kerusakan

Pada hari pertama pembukaan Kebun Raya Baturaden, yaitu 29 Desember 2015, terjadi sesuatu yang cukup memprihatinkan. Bahkan, sempat menjadi trending topic serta masuk di beberapa situs berita online dan forum Kaskus.

Warta tersebut melaporkan pengrusakan yang terjadi di taman KRB. Itu terjadi lantaran banyaknya pengunjung yang berswafoto atau melakukan selfie di tengah flower bed.

foto by instagram.com/zenalabi/

Kerusakan rata-rata ada di sekitar Miana Daun Merah, dengan lebar 30-40 cm dan sedalam 2,5 meter. Padahal, butuh waktu untuk mengembalikan kondisi tumbuhan yang bernama ilmiah Coleus benth itu.

Karena jumlah wisatawan eksklusif membludak, kesannya banyak tumbuhan yang rusak. Puncaknya saat libur panjang, dari yang biasanya sekitar 500 orang menjadi 2.000 orang.

Petugas pun pribadi dikerahkan untuk menjaga biar tidak ada lagi tanaman yang diinjak atau dirusak oleh pengunjung.

foto by instagram.com/allaluvu/

Sayangnya, meski telah diberi papan peringatan dan pagar di sekeliling taman, mereka yang narsis semakin menjadi-jadi. Bahkan, rambu larangan yang terdapat di sana ikut terinjak-injak. Tindakan yang tidak patut ditiru.

Lokasi Dimana

Alamat Kebun Raya Baturaden ada di Jalan Pancuran Tujuh, Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Kode Pos 53151. Lokasi KRB masih berada di tempat Lokawisata Baturraden.

Dari pusat Kota Purwokerto, ia hanya berjarak 15 km, sedangkan dari Banyumas kurang lebih 30 km. Ia juga tidak terlalu jauh dari Desa Karangmangu.

foto by instagram.com/raurus_laporan/

Supaya tidak galau, silakan lihat rute menuju obyek wisata di skema atau peta. Bila bertemu UNSOED (Universitas Jenderal Soedirman), lurus saja ke arah utara sampai mentok. Setelah itu, tanyalah pada penduduk sekitar dimana letak KRB karena cukup dekat dari situ.

Tapi, perlu diketahui bahwa jalur ke kawasan pelesir tersebut berkelok-kelok dan menanjak tajam, sehingga Anda harus berhati-hati jikalau ingin berkunjung ke sana.

Harga Tiket Masuk

foto by instagram.com/aant_sholehan/

HTM (Harga Tiket Masuk) Kebun Raya Baturaden sangat terjangkau, tidak bakal menguras isi dompet. Pengunjung hanya akan dikenai biaya Rp10.000,-/orang. Tarif parkirnya pun cuma Rp2.000,-/motor dan Rp5.000,-/kendaraan beroda empat.

Jam buka (operasional) zona wisata yang kerap membuka lowongan kerja itu sendiri mulai pukul 08.00-16.00.

KRB menambah daftar kebun raya di Indonesia yang kini berjumlah 27 buah, baik yang dikelola pribadi oleh LIPI maupun Pemerintah Daerah. Meski ditujukan untuk penelitian dan konservasi, dibutuhkan dia juga mampu menjadi destinasi wisata pendidikan layaknya Kebun Raya Bogor.

Tapi, sebagai pengunjung, jangan hingga Anda menggandakan perbuatan para perusak seperti yang telah disebutkan di atas hanya demi mendapatkan satu gambar untuk dipamerkan sebagai foto profil di sosial media. Jadilah wisatawan yang cerdas dan bijak.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni