Keindahan Jeram Lembah Anai

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”9409″
data-slug=””>

4.3
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat 27282

Map: Klik Disini

HTM: Senin – Jumat Rp.40.000, Sabtu Rp.50.000, Minggu dan Hari Libur Rp.60.000

Buka Tutup: 07.00 – 17.30

Nama Lembah Anai tentu sudah tidak aneh lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia, alasannya objek wisata ini menjadi ikon pariwisata Sumatera Barat. Hanya saja, image sebagian besar orang saat mendengar kata Lembah Anai, akan terbawa pada citra sebuah jeram yang indah.

Padahal apa yang disuguhkan Lembah Anai tidak hanya sebuah penderasan, melainkan tiga jeram ditambah sebuah telaga serta pemandangan alam yang indah di tengah kawasan hutan lindung yang dipenuhi aneka macam satwa dan flora langka.

Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, keberadaan Lembah Anai menjadi bab dari sejarah panjang wilayah yang mereka tempati, karena tempat ini sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda telah ditetapkan sebagai daerah konservasi sekaligus dijadikan sebagai jalur perlintasan kereta api dengan dibangunnya rel dan terowongan di sepanjang tebing Lembah Anai.

foto by instagram.com/ariftamaminst

Mereka yang naik kereta api dan melintas di Lembah Anai, akan dapat menikmati pemandangan yang indah dari hijaunya pepohonan di tempat hutan, hingga dahulu pernah ada sebuah lagu terkenal yang dibawakan Elly Kasim berjudul “Malereang Tabiang” yang bercerita wacana keindahan Lembah Anai.

Selayang Pandang

Selama ini Lembah Anai lebih dikenal sebagai nama Air Terjun, sebab dalam gambar maskot pariwisata Sumbar yang lebih ditonjolkan memang objek wisata waterfall yang oleh masyarakat setempat disebut aia tajun atau aia mancua sedang di Jawa Barat disebut Curug.

Lembah Anai bantu-membantu merupakan kawasan konservasi alam yang terhampar di atas area seluas 221 hektar. Pemanfaatan hutan di kawasan ini sebagai cagar alam sudah dilakukan semenjak jaman pemerintahan Hindia Belanda.

foto by instagram.com/hafizismail

Karena merupakan tempat konservasi alam, hutan yang menyelimuti lembah dan ngarai yang ada di sini kaya akan tanaman dan fauna langka. Beberapa jenis flora langka yang tumbuh di sini diantaranya yaitu: Madang, Sapek, Cangar, Siapi-api, Madang Babulu, Cubadak Cempedak Air dan Bunga Bangkai.

Sedang jenis satwa langka yang hidup di kawasan lembah Anai diantaranya ialah: Harimau Sumatera, Kancil, Rusa, Beruk, Siamang, Kera Ekor Panjang, Biawak, Tapir dan Trenggiling.

foto by instagram.com/minang.padiah

Hewan-hewan tersebut tidak hanya berada di dalam hutan, sebagian diantaranya, terutama beruk, simpanse ekor panjang dan siamang, ada yang bermain sampai di pinggir jalan raya atau di pepohonan yang ada di tepi jalan.

Selain itu kawasan cagar alam ini juga menjadi habitat hidup dari sejumlah jenis burung, mirip Elang, Balam, Punai dan Puyuh, serta menjadi rumah bagi spesies kupu-kupu yang jumlahnya sekitar 60 jenis kupu-kupu.

foto by instagram.com/salingkatanahdata

Rute Menuju Lokasi

Lokasi Lembah Anai tidak sulit untuk dijangkau, sebab siapapun yang menempuh perjalanan dari Padang ke Bukit tinggi atau sebaliknya, niscaya akan melewati destinasi wisata ini.

Untuk menandai bahwa perjalanan sudah sampai di tempat Lembah Anai cukup mudah, ialah kalau sudah menjumpai sebuah penderasan yang mengalir deras dari atas sebuah tebing dan terletak di tepi jalan raya.

Secara administratif, alamat cagar alam ini berada di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, 27282. Jaraknya dari Kota Padang sekitar 60 km sedang dari Kota Batusangkar sekitar 38 km dengan jalan yang berkelak-kelok dan dihiasi pemandangan yang menawan.

foto by instagram.com/minang.padiah

Untuk menuju ke lokasi dapat dilakukan dengan memakai kendaraan beroda empat eksklusif, kendaraan rental atau dengan sarana transportasi umum yaitu bus.

Wisatawan yang keluar dari Bandara Minangkabau yang ada di Ketaping dapat eksklusif naik bus menuju ke lokasi dengan usang perjalanan sekitar 1,5 jam serta biaya sebesar Rp.25.000 – Rp.30.000.

Wisatawan yang berangkat dari Kota Bukittinggi juga dapat memakai bus di Terminal Bukit Tinggi dengan tarif sebesar Rp.20.000 – Rp.25.000.

Selain bus, sarana transportasi umum lainnya ialah Kereta Api Wisata dengan harga tiket sebesar Rp.15.000 untuk kelas ekonomi dan Rp.25.000 untuk kelas eksekutif.

Namun, Kereta Wisata ini hanya beroperasi pada setiap hari Minggu dan dengan jadwal pemberangkatan yang sudah ditentukan, sehingga tidak mampu diakses sewaktu-waktu.

foto by instagram.com/he.ndri1168

Yang Mempesona

Kecantikan Lembah Anai sepintas kemudian sudah mampu dinikmati oleh mereka yang melintasi Jalan Raya Padang – Bukittinggi ketika hingga di Kecamatan Koto, Kabupaten Tanah Datar melalui air terjunnya yang berada di tepi jalan. Air terjun yang besar tersebut ialah bab dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam yang bermata air di Gunung Singgalang.

Dalam kondisi normal, pesona dari Air Terjun Lembah Anai tidak terbantahkan. Namun pada saat curah hujan sangat tinggi dan debet air meningkat tajam, curahan air dari jeram tersebut dapat membuat banjir kawasan sekeliling, bahkan mampu membuat jebol jembatan. Pada ketika itulah penduduk sekitar menyebutnya Lembah Anai sedang “mengamuk”.

foto by instagram.com/haii.ani

Sebenarnya, penderasan yang ada di kawasan cagar alam ini tidak hanya berada di satu lokasi, melainkan ada di 3 titik ditambah satu telaga yang mempunyai air berwarna kebiru-biruan. Hanya saja untuk mampu menikmati ketiga penderasan dan telaga tersebut, wisatawan harus memasuki lokasi Lembah Anai dengan membayar tiket seharga Rp.3.000.

Dengan HTM yang sangat murah tersebut, wisatawan mampu menjelajah seluruh daerah cagar alam untuk melihat berbagai macam tumbuhan dan fauna yang belum tentu mampu ditemukan di kawasan lain, alasannya sebagian diantaranya merupakan flora dan satwa langka yang dilindungi.

foto by instagram.com/insaniparamitha

Trekking menjelajah Lembah Anai meski cukup menguras tenaga akan menunjukkan kenikmatan tersendiri alasannya adalah keindahan panorama alam yang disuguhkannya.

Wisatawan yang ingin menikmati ketiga air terjun dan telaga yang dikelilingi lebatnya hutan juga tidak butuh waktu lama untuk menempuh perjalanan, alasannya adalah dari satu jeram ke gerojokan yang lain serta ke telaga, hanya butuh waktu berjalan kaki selama 15 menit.

Selama menjelajah kawasan hutan lindung itulah wisatawan dapat melihat monyet ekor panjang, beruk dan siamang yang bermain di antara dahan-dahan pepohonan, serta beberapa satwa liar lainnya seperti rusa, kancil, biawak, tapir serta trenggiling.

Sesekali juga terlihat harimau Sumatra, meski kemungkinan untuk melihat raja hutan ini relatif kecil karena populasinya yang semakin berkurang.

foto by instagram.com/agestioihsanalghani

Setelah menikmati keindahan alam di kawasan hutan lindung dan bermain dengan segarnya air tejun serta air telaga, kalau masih belum puas, wisatawan mampu menuju ke Kolam Pemandian Mega Permai yang jaraknya sekitar 1 km dari lokasi hutan lindung.

Meski bak ini terkesan sederhana dan tidak dilengkapi dengan berbagai wahana permainan sebagaimana waterpark-waterpark pada umumnya, namun pengunjung dipastikan akan mampu menikmati segarnya air bak, karena air yang mengisi bak tersebut benar-benar alami tanpa menggunakan alat dan bahan penjernih.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni