Keunikan Masjid Agung Gresik

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”11529″
data-slug=””>

5
/
5
(
1

vote

)

Lokasi: Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Desa Kembangan, Kec. Kebomas, Kab. Gresik, Jawa Timur 61124

Map: Klik Disini

Buka: 24 Jam

Telepon: (031) 3955198

Objek Religi

foto by instagram.com/wisatagresik

Selain objek wisata alam dan taman hiburan, Gresik juga menghadirkan daerah yang berbau religi. Salah satunya Masjid Agung Gresik (MAG).

Bernama lain Masjid Agung Syeh Maulana Malik Ibrahim, surau ini diresmikan pada tanggal 27 Februari 2004 oleh Bupati Gresik saat itu. Ia mempunyai luas bangunan sekitar 10.000 m2 dan mampu menampung kurang lebih 5.000 jamaah. Apa yang membuatnya istimewa?

Tata Letak Bangunan

foto by instagram.com/wisatagresik

Desain MAG dikerjakan oleh tim dari Pemkab Gresik bersama konsultan yang telah berpengalaman membangun surau-surau besar di Nusantara.

Berdasarkan sketsa, rumah ibadah ini terdiri atas tiga lantai. Lantai dasar digunakan sebagai ruang serbaguna dengan aula atau convention hall yang sangat luas.

Biasanya, beliau digunakan untuk kegiatan masjid maupun umum, seperti acara akad nikah, seminar dan sebagainya. Harga sewa aula tersebut agak mahal, ialah sekitar 17 juta rupiah.

foto by instagram.com/wisatagresik

Sementara lantai satu dikhususkan untuk sholat. Ruangan yang sangat luas ini didominasi oleh nuansa putih di bab atas. Tapi, dinding bawah dan lantainya berwarna warna abu-abu.

Terdapat formasi pintu besar dari kayu yang berhias gesekan kaligrafi di ruangan tersebut. Beberapa sengaja dibuka untuk memberi saluran bagi jamaah yang ingin menjalankan sholat.

Sementara lantai dua atau mezzanine biasanya dipakai oleh jamaah wanita atau jikalau pada hari Jumat ruang sholat telah penuh, mampu digunakan jamaah pria. Guna mempercantik ruangan ini, beberapa ornamen ukiran dan kaligrafi diberikan.

foto by instagram.com/wisatagresik

Jamaah mampu memasuki masjid melalui pintu timur, barat ataupun selatan. Ada pula terusan menuju ruang serbaguna dan lantai satu.

MAG juga mempunyai menara atau minaret tinggi di sebelah utara gedung utama. Bentuknya unik, yakni kotak menyempit ke atas, mekar sedikit dan mengerucut lagi hingga berakhir dengan logam penjinak petir. Ia difungsikan sebagai sarana untuk mengumandangkan adzan.

Di sebelah timur masjid ada dua ruang wudhu yang dipisahkan oleh jarak cukup jauh semoga jamaah laki-laki dan wanita tidak saling bertemu.

foto by instagram.com/canamkh

Kemudian, ada peninggalan sejarah berupa sendang atau kolam air Sunan Giri. Di samping untuk kepentingan warga sekitar, dulu menjelang animo panen, para petani yang hendak mengunjungi makam Sang Sunan berwudhu terlebih dulu di mata air tersebut.

Bagian Bangunan

Masjid Agung Gresik mempunyai kubah berbentuk piramid atau tumpang satu, gaya bangunan yang banyak dijumpai di Pulau Jawa.

foto by instagram.com/gresiktourism

Selain memberikan identitas asal surau tersebut, modelnya juga menjiplak arsitektur Hindu dengan konsep candi berwujud Gunung Meru, dimana berdasarkan doktrin umat Hindu mengandung makna sebagai pusat alam semesta.

Tapi, hal itu dilakukan tanpa bermaksud mencampur baur agama. Melainkan mengakulturasi kebudayaan Hindu dengan Islam yang sangat kuat di Kota Pudak.

Atap ruangan wudhu juga berbentuk demikian. Ia memiliki lima susun tumpang yang menyimbolkan rukun Islam.

foto by instagram.com/mahbobjunaidi

Fungsi Atap

Menurut Prof. Dr. Soetjipto Wirjosoeproto, fungsi atap dibuat bertingkat-tingkat, ialah untuk mengimbangi ukuran bangunan yang besar. Hal mirip ini telah dilakukan pada Masjid Agung Yogyakarta dan Surakarta.

Lalu, pengunjung akan menemui serambi di luar ruang utama yang berbentuk persegi panjang, dihiasi sembilan lengkungan tapal kuda, arsitektur khas Timur Tengah.

Kemudian, ada mihrab yang berbentuk setelah bundar dengan diameter 2 meter dan tinggi 5-7 meter. Dindingnya terbuat dari marmer dan diberi sedikit kaca agar cahaya matahari bisa masuk.

Di sisi-sisinya terdapat kayu berterawang dan di dalamnya tampak kaligrafi yang ditulis dalam Bahasa Arab.

Ada pula sebuah mimbar dari kayu jati yang memiliki tiga tingkatan untuk memberi ceramah atau khutbah Jumat.

foto by instagram.com/gresiknews_

Anda juga bakal melihat lampu yang tergantung di tengah-tengah ruang utama. Bentuknya hampir menyerupai seni damar kurung khas Gresik.

Di samping itu, ada lampu duduk yang menempel di dinding serambi lantai dasar yang berusaha menghidupkan jaman dikala teknologi belum berkembang, di mana masyarakat Jawa masih menggunakan penerangan oblek atau lampu berbahan bakar minyak yang diletakkan di tembok rumah.

Layaknya surau-surau di Pulau Jawa dan seluruh Indonesia, MAG juga memiliki bedug. Tapi, benda tersebut tidak diletakkan di depan pintu masuk atau gapura surau, melainkan di samping kanan pintu masuk ruang ibadah pria atau bersahabat tangga ke lantai dua.

Ia juga tidak dipergunakan sebagai penanda waktu shalat, hanya menjadi ciri khas masjid yang berbau budaya Jawa.

Lokasi Dimana

foto by instagram.com/njepratnjepret

Alamat lengkap Masjid Agung Gresik yaitu di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo., Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kode Pos 61124.

Lokasi surau sempurna di sisi barat pertigaan antara Jalan Dr. Wahidin S.H. dan Jalan Mayir Jendral Sungkono, akrab dengan kantor pengiriman barang, JNE. Lebih jelasnya, silakan melihat peta.

Untuk memasuki rumah ibadah tersebut, Anda tidak dikenai biaya apapun. Hanya perlu membayar retribusi parkir dan memberi infaq seikhlasnya.

Walaupun namanya tidak sepopuler Masjid Agung lain di Indonesia, tapi MAG layak dikunjungi oleh penikmat wisata religi. Apalagi, rancangan bangunannya cukup memikat hati, ialah perpaduan arsitektur Jawa, modern dan Timur Tengah.

Bila berminat mengunjunginya, jangan lupa membawa kamera untuk mengambil foto atau gambar desain dan suasana masjid. Jika Anda ingin bermalam, di sekitar daerah surau terdapat beberapa hotel yang relatif murah.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni