Keunikan Masjid Cheng Ho Palembang

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6680″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30267

Map: Klik Disini

Telepon: 0852-7339-1108

Tempat wisata tidak selalu identik dengan alam. Bangunan dengan arsitektur menarik dan unik juga bisa menjadi daerah wisata.

Umumnya bangunan-bangunan yang menjadi tempat wisata berasal dari peninggalan orang zaman dulu. Jika mengarah ke Semarang maka ada Lawang Sewu, jikalau di Jakarta ada Kota Tua dan masih banyak lainnya.

Kali ini akan membahas mengenai bangunan yang menjadi daerah wisata. Namun bukan dari area di dalam daerah pulau Jawa, melainkan di pulau tetangga, adalah Sumatera, tepatnya di provinsi Sumatera Selatan.

Ibukota provinsi ini populer dengan masakan khasnya yaitu pempek. Nama ibukotanya adalah Palembang.

foto by instagram.com/sumselkantap

Tidak hanya populer dengan wisata kulinernya. Palembang juga memiliki sebuah bangunan ikonik. Bukan Jembatan Ampera, melainkan sebuah daerah ibadah umat islam atau lebih dikenal dengan masjid.

Ada keunikan tersendiri dari masjid yang akan dibahas di artikel ini. Nama masjid ini yakni Masjid Cheng Hoo. Berikut berita mengenai tempat wisata religi di kota Palembang ini.

Sejarah Masjid

foto by instagram.com/palembanginfo

Dulu ada seorang laksamana dari Tiongkok yang bernama Laksamana Cheng Hooo. Beliau sering melaksanakan pelayaran mengelilingi dunia dan sudah empat kali berkunjung ke Palembang.

Laksamana Cheng Hoo adalah seorang kasim muslim. Beliau juga menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle yang berkuasa tahun 1403 sampai 1424.

foto by instagram.com/denny.siahaan.902

Kaisar Yongle memiliki nama orisinil Ma He. Kaisar ini juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao. Asal kaisar ini dari Yunnan. Saat pasukan Ming berhasil menundukan Yunnan, Cheng Hoo ditangkap.

Awal inilah yang membuat Cheng Hoo dijadikan seorang kasim. Beliau berasal dari suku Hui, adalah suku yang secara fisik seperti dengan suku Han, tetapi beragam islam atau seorang muslim.

Sudah diketahui bersama jikalau penyebaran agama Islam di Nusantara dilakukan oleh pedagang Arab. Namun ternyata pedagang asal Tionghoa juga berperan dalam menyebarkan agama ini, khusus di daerah pesisir Palembang dan tidak terkecuali ada tugas Laksamana Cheng Hoo disini.

foto by instagram.com/anne.rmz

Armada ia terdiri dari 62 buah kapal dan tentara yang berjumlah 27.800 orang. Armada ini sudah pernah empat kali berlabuh di pelabuhan renta, Palembang. Tahun 1407, Kota Palembang merupakan kawasan kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

Dulu Sriwijaya meminta bantuan armada Tiongkok untuk menumpas perampok-perampok Tionghoa Hokian yang mengganggu ketentraman.

Kepala perampok ini bernama Chen Tsu Ji dan ia berhasil diringkus, lalu dibawa ke Peking. Sejak kejadian itu, Laksamana Cheng Hoo membentuk masyarakat Tionghoa Islam di Kota Palembang. Jadi sejak zaman kerajaan Sriwijaya, Palembang memiliki orang-orang Tionghoa muslim.

foto by instagram.com/anne.rmz

Sebenarnya, Chen Tsu Ji merupakan mantan perwira angkatan maritim yang berasal dari daerah Kanton. Ketika dinasti Ming berkuasa, beliau melarikan diri dan pelarian ini berakhir di Palembang.

Kedatangannya di kota pempek ini menciptakan bingung para pedagang, alasannya beliau bersama ribuan pengikutnya membangun basis kekuasaan di sini.

Selama ia menguasai kawasan sekitar muara Sungai Musi, perairan Sungsang dan Selat Bangka, anak buahnhha aktif merompak semua kapal yang melintasi wilayah perairan itu. Bahkan sampai saat ini kawasan tersebut dikenal sebagai daerah berandal di Palembang.

Peringkusan Chen Tsu Ji dilakukan pada tahun 1407 oleh Laksamana Cheng Hoo dan memang tujuan armada dia singgah di Palembang dengan tujuan untuk menumpas perompak tersebut.

Setelah berhasil meringkus komplotan perompak ini, dia bolak-balik berlabuh di Palembang sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 1413-1415, 1421-1422 dan 1431-1443.

foto by instagram.com/ajeng_wsw

Tujuan utama laksamana Cheng Hoo sebetulnya mengembangkan agama islam di Nusantara. Oleh karena itu, untuk mendukung aktivitas tersebut ia menciptakan sebuah masjid yang bernama masjid Cheng Hoo.

Awalnya, latar belakang berdirinya masjid ikonik di Palembang ini untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat Tionghoa dengan masyarakat setempat.

foto by instagram.com/faisholfai

Selain itu, masjid ini didirikan dengan tujuan untuk memperdalam pemikiran agama Islam di sini dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Punya Dua Menara

Masjid Cheng Hoo ini mempunyai ukuran 20×20 meter. Masjid ini dibangun di atas tanah dengan luas 4.900 m2. Tanah itu dulunya merupakan tanah yang diberikan oleh Gubernur Sumatera Selatan saat itu. Gubernur ini bernama Syahrial Oesman. Masjid ini mempunyai dua menara.

Masing-masingnya mempunyai nama, yaiut Habluminallah dan Habluminannas. Bagian bawah menara ini ada daerah wudhu dengan ukuran 4×4 meter.

Masing-masing menara ini mempunyai 5 tingkat. Maksud dari tingkatan ini melambangkan jumlah shalat wajib, yaitu sebanyak 5 kali dalam sehari. Menara ini mempunyai tinggi 17 meter yang juga memiliki arti sendiri. Arti 17 ini yaitu jumlah rakaat shalat wajib dalam sehari.

Bagian luarnya ada ornamen khas Palembang berupa tanduk kambing. Penggunaan ornamen ini bertujuan sebagai sebuah simbol adanya kedekatan antara kebudayaan Palembang dengan kebudayaan Tionghoa.

Arsitektur Multikultural

Masjid yang beralamat di Jalan Pangeran Ratu Perumahan TOP Atlit Depan Pasar Induk Jakabaring, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu, Palembang City, South Sumatra ini memiliki desain arsitektur khas Cina. Memang didominasi dengan arsitektur Cina, tetapi juga ada akulturasi dari Arab dan Palembang.

foto by instagram.com/d_gritno

Menara-menara di masjid ini di cat dengan warna menggandakan klenteng-klenteng di Cina, ialah merah dan hijau giok. Dari perpaduan beberapa kebudayaan di masjid ini membuatnya unik dan eksotis.

Bulan Agustus tahun 2008 yaitu waktu dimana masjid ini mulai aktif dipakai dan saat ini sudah bisa ditemukan di peta online beserta gambar dan fotonya. Masjid ini terdiri dari dua lantai.

Lantai pertama digunakan untuk laki-laki dan lantai kedua untuk perempuan. Masjid ini sendiri bisa menampung jamaah hingga 600 orang. Di sekitar area masjid terdapat sebuah rumah kecil untuk imam, sebuah perpustakaan, ruang serbaguna dan kantor.

Fungsi Masjid

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Desain arsitektur yang unik dan eksotis dan kental dengan sejarah islam di Nusantara menciptakan masjid ini juga menjadi destinasi wisata sejarah di Palembang. Bahkan alasannya adalah kedua hal ini dapat menarik pengunjung dari luar Indonesia.

foto by instagram.com/heidykaeni

Menurut data dari Kementrian Agama Republik Indonesia. Kegiatan-kegiatan keagamaan di masjid Al Islam Muhammad Cheng Hooo Sriwijaya Palembang ini cukup banyak.

Adapun kegiatan keagamaan ini seperti pemberdayaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf, menyelenggarakan sholat fardhu, sholat Jum’at, kegiatan hari besar islam, dakwah islam atau tabligh akbar, pengajian rutin, aktivitas pendidikan dan sebagai pusat aktivitas berguru masyarakat.

Penginapan Terdekat

Jika masih ingin berlama-lama di masjid ikonik dari kota Palembang ini, tentu membutuhkan penginapan yang berlokasi erat dengan masjid ini. Berikut ini ialah beberapa penginapan tersebut.

  • Rio City

Hotel berbintang tiga ini terletak di Jalan Lingkaran 1 Dempo, Bukit Kecil, Palembang. Jarak hotel ini dengan masjid unik tersebut kurang lebih 4,8 km. Fasilitias hotel ini terbilang sangat lengkap. Harga per malam di hotel ini mulai dari Rp. 398. 400.

  • S-One Hotel

Hotel berbintang tiga ini berjarak 5,1 km dari masjid ikonik kota Palembang. Hotel ini mempunyai tarif per malam cukup mahal, yaitu mulai dari Rp. 700.000. Alamatnya sendiri berada di Jalan Kolonel Atmo No. 16-17, Ilir Timur, Palembang.

  • Zuri Express

Hotel berbintang dua ini berjarak 5,2 km dari Masjid Cheng Hoo. Alamat hotel ini berada di Jalan Dr. M. Isa No. 988, Ilir Timur, Palembang. Harga per malam di hotel ini mulai dari Rp. 351.000.

  • Penginapan Dempo

Jika mencari harga per malam terjangkau, penginapan ini bisa dijadikan pilihan. Harga per malam yang ditawarkan penginapan ini yaitu Rp. 125.000 per malam. Jaraknya dengan Masjid Cheng Hoo sendiri 5,3 km. Alamat penginapan ini di Jalan Lingkaran 1 No. 23, Ilir Timur, Palembang.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni