Keunikan Tugu Nol Kilometer

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”13045″
data-slug=””>

5
/
5
(
1

vote

)

Lokasi: Desa Iboih, Sukakarya, Sabang, Aceh 24411

Map: Klik Disini

Buka Tutup: 08.00 – 18.00

Tugu Nol Kilometer atau Monumen Kilometer Nol adalah suatu simbol yang menerangkan titi 0 (nol) kilometer Indonesia. Itu berarti berada di paling ujung barat wilayah Indonesia. Tepatnya di Kota Sabang, Provinsi Aceh dan mempunyai daya tarik wisata tersendiri.

Sabang merupakan wilayah Indonesia yang mempunyai pulau-pulau eksotis dengan memperlihatkan pesona memukau. Sebagai bagian paling ujung barat, kota Sabang tentu sangat Istimewa. Supaya orang tahu bila sudah memasuki wilayah Indonesia, maka dibangunlah Tugu Nol Kilometer.

Tak hanya sebagai penanda, tapi tugu ini juga seolah menjadi pemersatu bangsa yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Belakangan kawasan wisata ini sangat diminati wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.

foto by instagram.com/ibnoesoan/

Dengan menjejakkan kaki di daerah monumen ini berarti sebagai warga Indonesia, anda telah mengunjungi area paling barat Indonesia. Sebelum kesana, anda ketahui dulu citra sehingga mampu mempersiapkan hal terbaik dikala berlibur kesana!

Sekilas Tentang

Monumen Nol Kilometer diresmikan oleh wakil presiden abad itu, Try Sutrisno pada 9 September 1997. Setelah 2 ahad diresmikan, B.J. Habibie menjelaskan wacana penetapan posisi 0 kilometer Indonesia yang diukur dengan Global Positioning System oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

foto by instagram.com/shantie_syifa/

Tugu ini sudah beberapa kali direnovasi, sehingga kini tampak indah, megah dan lebih menarik. Bahkan untuk memperjelas posisi geografis Indonesia, ditambahkan goresan pena “Kilometer 0 Indonesia” di halaman depan.

Tinggi tugu ini sekitar 22,5 meter, tapi berdasarkan prasasti sejarahnya, ketinggiannya mencapai 4,6 meter dari permukaan maritim. Desain bangunan tugu menyiratkan beberapa filosofi. Mulai dari empat pilar penyangga ialah simbol batas-batas negara yaitu Sabang, Merauke, Miangas dan Pulau Rote.

Lingkaran besar di monumennya adalah simbol dari titik 0 km. Lalu, ada senjata rencong yang merupakan simbol bahwa Aceh ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan.

foto by instagram.com/apwd90/

Ornamen segi delapan menyiratkan landasan pedoman islam serta kebudayaan Aceh dan Nusantara secara luas sesuai 8 penjuru mata angin.

Daya Tarik

Sebelum memasuki kawasan Monumen Nol Kilometer, anda sudah disuguhi pemandangan Pulau Weh. Pulau tersebut sangat alami memiliki pemandangan perbukitan hijau, pantai-pantai yang eksotis serta kera-simpanse bergelantungan.

foto by instagram.com/cutafrina/

Rimbunan pepohonan hijau yang rimbun juga menemani anda sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata. Kalau sudah menemukan goresan pena “Kilometer 0 Indonesia” berarti anda sudah hingga di kawasannya. Dibangun juga taman sebagai penyempurna pemandangannya.

Saat ini pengunjung Tugu Nol Kilometer mampu naik ke atas. Di atas, anda akan menyaksikan keindahan alam Pulau Weh dengan hidangan hamparan laut luas dan area perbukitan hijau serta rumah-rumah penduduk yang kelihatan kecil.

Kegiatan Menarik

foto by instagram.com/andbepray/

Setibanya di monumen ini, anda mampu melihat pemandangannya terlebih dahulu. Menikmati kemegahan tugu, sembari mengamati filosofi dari bangunan tugu. Selanjutnya, anda dapat berjalan mengelilingi kawasan ini, mencicipi suasana alam disana.

Naik ke atas, menciptakan anda lebih detail menikmati area sekitar Pulau Weh. Hamparan laut luas, pepohonan hijau, pantai-pantai serta rumah-rumah penduduk. Bersantai di taman pun akan menyenangkan hati anda alasannya panorama alamnya yang memanjakan mata.

foto by instagram.com/exneviatravel/

Selain itu, anda juga dapat menunggu sampai sore hari untuk melihat keindahan matahari terbenam. Anda bisa bersantai di bar yang menghadap ke maritim, menunggu matahari secara perlahan ditelan oleh samudra sambil menikmati kopi Aceh nikmat.

Panorama senja itu, pantas dinikmati oleh anda yang sedang jatuh cinta karena menghadirkan suasana romantis. Jangan lupa foto momen tersebut, agar anda mampu membawa kenangan tersebut pulang ke rumah.

foto by instagram.com/v.d.v.m/

Sementara menunggu sunset, anda bisa berburu spot foto di tugu nol kilometer. Selfie dengan latar monumen mampu menjadi foto berkesan bagi anda. Selain itu, bagian atas monumen juga spot foto menarik, kemudian area taman juga serta beberapa spot lain di sekitar tempat objek wisata ini.

Fasilitas Yang Ada

Sebagai objek wisata, monumen ini memiliki kemudahan lengkap. Terdapat mana kawasan bersantai, tempat sampah, area parkir luas, toilet umum serta mushola. Untuk memanjakan perut anda, disana terdapat bar yang menyediakan masakan dan minuman enak.

Saat berkunjung kesana, anda memperoleh semacam sertifikat Kilometer Nol Indonesia yang tertera nama anda yang ditandangani oleh pejabat berwenang. Sertifikat itu adalah bukti bila wisatawan benar-benar pernah mengunjungi titik paling barat Indonesia.

foto by instagram.com/meicenwen/

Di sekitar daerah objek wisata ini, ada beberapa penjual souvenir atau cinderamata khas. Diantaranya seperti kaos, topi, pin dan jenis-jenis souvenir lain. Jika kemalaman dalam menikmati monumen, anda mampu menginap dulu di penginapan atau bungalow dengan jarak 5 km dari tugu.

Letak Dimana

Lokasi Monumen 0 Kilometer ini masih berada di kawasan pulau weh Desa Iboih, Sukakarya, Sabang, Aceh. Dari Banda Aceh ke Pelabuhan Ulee Lheue naik kapal feri menuju Pulau Weh. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan kapal express.

foto by instagram.com/annisagea/

Selanjutnya, gres dilanjutkan menuju Tugu 0 Km dengan waktu perjalanan selama 1 jam. Menurut informasi terbaru, medannya sudah elok dan nyaman untuk dilalui.

Titik 0 km Sabang ini sangat spesial, berbeda dengan titik 0 km di banyak sekali kota seperti jakarta, Banjarmasin, Solo, Surabaya, Pekalongan, Bandung, Semarang serta kota lain.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni