Lokasi Gua Maria Pohsarang

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”7923″
data-slug=””>

3.1
/
5
(
7

votes

)

Lokasi: Desa Pohsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 80351

Map: Klik Disini

HTM: Rp. 5.000 per Mobil dan Rp. 3.000 per Motor

Buka Tutup: 24 Jam

Telepon: (0354) 777285

Tempat wisata tidak selalu pantai dan pegunungan. Semua bisa menjadi tempat wisata asalkan ada suatu hal unik didalamnya ataupun dapat menghibur. Terkadang kita terlalu mengkerdilkan definisi dari kawasan wisata. Semua harus berbau alam nan indah. Tapi ketauilah, tidak semua yang indah itu mampu menenangkan.

Jika dilihat lebih luas, daerah wisata mampu berupa berbagai macam kawasan. Warung makan, restoran, café, warung kopi, masjid, museum, goa, rumah sahabat, saudara dan masih banyak lainnya bisa jadi sebuah daerah wisata. Intinya ialah mampu menghibur hati yang galau alasannya adalah kegiatan tiap hari.

Ada kata goa dalam penyebutan di atas. Bagi pecinta alam, tentu kawasan tersebut yakni sebuah bangunan alam yang sangat indah. Terbentuk secara alami karena kehendak Sang Maha Pencipta.

Indonesia mempunyai banyak gua, namun masih sebagian kecil saja yang sudah terekspos, salah satunya di Kediri, Jawa Timur. Kota yang populer dengan pecel dan tahu kuningnya ini tidak hanya memiliki sejarah kerajaan yang panjang, tetapi juga mempunyai tempat wisata yang indah.

foto by instagram.com/andryawanwahyu

Di Kediri terdapat suatu daerah wisata berupa gua, tetapi juga menjadi kawasan untuk ibadah agama tertentu. Nama gua ini yakni Gua Puhsarang. Umumnya gua hanya dijadikan sebagai objek wisata saja, namun di kota pecel ini ternyata ada gua yang juga menjadi sebuah kawasan ibadah untuk umat Nasrani.

Harga Tiket Masuk

Letak gua ini berada di Desa Pohsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Jika dari sentra kota Kediri kurang lebih 10 km ke arah Barat Daya.

Memasuki seluruh area wisata religi umat Nasrani di Kediri ini cukup membayar biaya parkir saja. Untuk kendaraan beroda empat cukup membayar Rp. 5.000 dan sepeda motor Rp. 3.000. Umumnya yang mengunjungi daerah ini yakni umat Nasrani. Tidak hanya berkunjung, melainkan juga berziarah.

Dijangkau Transportasi Umum

Untuk menuju ke gua ini mampu dilakukan dengan menggunakan transportasi umum maupun langsung. Waktu tempuh dari kota Kediri ke lokasi objek wisata religi umat Katolik ini kurang lebih 60 hingga 90 menit, tergantung keadaan kemudian lintas dan rute yang dilalui.

foto by instagram.com/nika_kristii

Jika tidak tahu rute mana yang harus dilalui, maka bukalah peta online. Disitu akan ada gambar rute jalan menuju ke lokasi wisata ini. Selain itu di peta ini juga ada foto seperti album Gua Puhsarang, jadi lebih memudahkan jikalau ingin berkunjung kesini.

Lokasi ini juga bersahabat denan penginapan, mirip hotel. Namun pastikan menghubungi nomor telepon hotel bila ingin melakukan pemesanan semoga tidak kehabisan kamar.

Sejarah Berdirinya

Sejarah menyampaikan jikalau ajaran Nasrani mulai masuk ke Kediri pada tahun 1925. Penyebaran ini dibawahi oleh pelayanan Prefektur Apostolik Surabaya. Ajaran agama ini di Kediri ternyata juga dianut oleh sebagian penduduk lereng Gunung Wilis. Dari sinilah muncul sebuah gagasan.

foto by instagram.com/ag_ahw

Gagasan ini diprakarsai oleh Pastor Jan Wolters CM, adalah berupa pembangunan sebuah gereja. Arsitektur Gereja Puhsarang merupakan hasil karya arsitek yang berjulukan Henricus Maclaine Pont. Pembangunan ini selesai pada 1934.

Letak gereja ini mulanya berada di dekat makam dana ada sebuah gua berada dekat dengan Gedung Serba Guna dan dibentuk oleh Romo Emilio Rossi.

Di dalam gua ini terdapat sebuah patung kecil. Ada tulisan di atas kuningan patung ini yang berarti “Bunda Maria yang terkandung tanpa noda dosa asal, doakanlah aku yang tiba berlindung kepadaMu”.

foto by instagram.com/renungan__haria

Gua kecil ini, yakni yang berada di bersahabat Gedung Serba Guna merupakan gua yang banyak didatangi oleh umat Katolik. Namun uniknya, umat beragama lain juga sering berkunjung. Umumnya umat katolik berkunjung untuk berdoa rosaria maupun novena. Namun ternyata umat lain juga melaksanakan ritual ibadah disini dan inilah yang menciptakan gila.

foto by instagram.com/aloysius_erwindo

Setiap agama tentu mempunyai iktikad sendiri-sendiri dan sangat berbeda dengan agama yang lain. Tapi mengapa banyak dari yang beragama malah beribadah mengikuti ibadah umat lain? Inilah penting mendalami ilmu agama masing-masing.

Dibangunlah Goa

Pengunjung yang terus berdatangan ke sini membuat lahan semakin terasa sempit. Oleh alasannya itu dibangunlah sebuah gua yaitu Puhsarang yang berlokasi tidak jauh dari area Gereja Puhsarang. Pembangunan ini pertama kali diadakan pada tahun 1998.

foto by instagram.com/dewisasiutami

Sebagai pembuka mulainya pembangunan, Uskup Surabaya kalai itu Monseignor Johanes Sudiarna Hadiwikarta mengadakan upacara peletakan watu pertama. Gua ini merupakan replika dari Gua Maria Lourdes yang berada di Prancis.

foto by instagram.com/catholic.photography

Gua ini terbuat dari semen dan ada sebuah patung Bunda Maria didalamnya. Patung ini sendiri mempunyai tinggi 3,5 meter dimana tingginya melebihi ukuran patung aslinya, adalah 1,75 meter. Patung ini sengaja dibuat lebih besar karena menyesuaikan dengan besarnya gua yang tingginya mencapai 18 meter.

Tidak Goa Saja

Area wisata religi untuk umat Katolik ini tidak hanya meliputi gua saja. Gereja di area ini juga sangat unik, alasannya adalah memiliki arsitektur perpaduan antara budaya hindu-jawa. Gereja ini sendiri dibangun pada tahun 1934 dan termasuk dalam peninggalan sejarah.

Memasuki halaman gereja pengunjung akan menjumpai arca Budan Maria dan Yesus dengan tangan terbuka. Jika dilihat hal ini seperti kedua arca ini menyambut para pengunjung. Namun itu hanya asumsi saja, untuk tujuan aslinya yang lebih tahu adalah si pembuat arca, alasannya setiap bab dari arca mempunyai filosofi sendiri.

foto by instagram.com/mario_alvino27

Ketika akan memasuki area pendopo akan ada sebuah gapura yang tersusun dari watu alam. Di sini terdapat sbuah menara lonceng yang dibangun untuk menghormati Santo pelindung sang arsitek. Nama menara ini adalah Santo Henricus. Bagian atas menara lonceng ini terlihat ada sebuah ayam bertengger dan berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.

Area ini juga ada pemakaman umum untuk umat Katolik dan para pastor dari keuskupan agung Surabaya. Di sini juga ada menu kana dan gedung Serba Guna yang telah disebutkan sebelumnya.

Disekitar taman Kana ada beberapa warung yang menyediakan masakan serta minuman dan di bab tengahnya ada jalur berbentuk salib pendek yang mengelilinginya.

foto by instagram.com/ferdinandsiregar88

Gedung Serba Guna ini biasanya digunakan sebagai tempat istirahat para pengunjung. Nama gedung ini yakni Emaus. Selain digunakan sebagai daerah peristirahatan, gedung ini juga digunakan untuk tempat mengadakan acara misa.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni