Lokasi Teluk Hijau

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”6406″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: Desa Sarongan, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur 68488

Map: Klik Disini

HTM: Rp.7.500

Buka Tutup: 07.00 – 16.30

Lokasi yang erat dengan Bali memberi laba tersendiri bagi Banyuwangi untuk dapat menggaet wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata supaya dapat singgah di kabupaten yang berada di ujung Timur Pulau Jawa ini.

Namun bukan hanya itu saja alasan yang menciptakan Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat pesat dari sisi jumlah kunjungan wisatawan. Alasan lainnya yaitu alasannya besarnya perhatian dari Pemerintah Daerah serta potensi dasar yang memang telah dimiliki oleh wilayah ini sejak awal.

Beberapa potensi tersebut ialah masih terpeliharanya budaya lokal oleh masyarakat Osing yang merupakan suku paling secara umum dikuasai di Banyuwangi serta potensi alam yang mempunyai keindahan luar biasa.

foto by instagram.com/vkundang

Sementara besarnya perhatian dari Pemkab Banyuwangi mampu dilihat dari serangkaian upaya yang dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Salah satunya melalui berbagai event yang bertujuan untuk mengundang wisatawan. Bahkan disepanjang tahun 2020, Banyuwangi tercatat sebagai Kabupaten / Kota yang menggelar event dan ekspo paling banyak se-Indonesia.

Tercatat sebanyak 77 event yang bakal diselenggarakan Pemkab Banyuwangi, 3 diantaranya masuk dalam 100 Acara Unggulan pada CoE WI (Calender of Event Wonderful Indonersia) 2020.

Begitu indahnya alam yang ada di Banyuwangi, sehingga tidak hanya objek-objek wisata yang telah dikelola saja yang dibanjiri oleh wisatawan, tapi juga kawasan wisata yang masih alami, bahkan dengan lokasi yang terisolasi mirip Pantai Plengkung atau G Land, Pulau Tabuhan dan beberapa objek wisata lainnya, termasuk Teluk Hijau yang juga terkenal dengan sebutan Green Bay.

Meski untuk hingga ke Teluk Hijau harus melewati medan yang berat dan harus ditempuh dengan berjalan kaki serta menyeberangi bahari dengan ombak yang besar, setiap harinya selalu saja ada wisatawan yang melakukan trip ke kawasan ini.

foto by instagram.com/rahul_akbarsatriamas

Terlebih pada waktu libur, daerah wisata yang letaknya terpencil ini ramai dikunjungi para wisatawan. Hal tersebut mampu dijadikan ukuran seberapa indah dan seberapa besar daya tarik dari Teluk Hijau.

Keindahan dan daya tarik dari destinasi wisata yang satu ini juga mampu dilihat dari serangkaian info, artikel serta review di berbagai media online mirip wikipedia, hipwee, kaskus serta yang lain. Begitu juga dengan foto dan gambar video dari panorama Teluk Hijau, dapat ditemukan dengan gampang di sejumlah media umum, yang diunggah oleh para wisatawan yang pernah berkunjung ke sini.

Selayang Pandang

Menjadi sesuatu yang wajar bila lokasi Teluk Hijau dikatakan terpencil, karena secara geografis berada di tempat Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Taman Nasional ini secara administratif masuk ke dalam wilayah Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

foto by instagram.com/moh.rizalfauzi

Karena merupakan National Park, terdapat sejumlah flora dan fauna yang dilindungi di sini. Beberapa jenis flora yang dilindungi tersebut diantaranya padma Rafflesia zollingeriana yang merupakan tumbuhan endemik, Bungur, Pulai, Bluguiera, dan beberapa jenis tanaman lain termasuk 27 spesies anggrek.

Sedang beberapa jenis satwa yang dilindungi diantaranya ialah banteng, harimau tutul, merak, penyu belimbing, penyu sasak, penyu hijau, penyu lekang serta yang lain, termasuk harimau terbesar di dunia adalah Harimau Jawa yang keberadaannya masih menjadi misteri.

Green Bay mempunyai keistimewaan alasannya adalah kawasan perairannya di bab tepi memiliki warna hijau dan semakin ke tengah warnanya semakin membiru. Lanskap tersebut terlihat semakin cantik sebab berpadu dengan warna pasir yang putih bersih. Bagi yang pernah berkunjung ke Tanjung Layar Bayah, pemandangan yang tersaji di Teluk Hijau hampir seperti dengan pantai yang ada di Banten tersebut.

Teluk Hijau mulai bersahabat di kalangan netizen sekitar pertengahan tahun 2015. Sejak ketika itulah objek wisata ini setiap hari dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, utamanya mereka yang menyukai wisata adventure, alasannya adalah untuk menuju ke lokasi memang harus melewati medan yang cukup berat.

foto by instagram.com/lungodolan.id

Tempat wisata ini sebenarnya tidak mengenakan tiket masuk alias gratis. Hanya saja, sebelum menuju ke lokasi, wisatawan harus terlebih dahulu melewati Pos Rajegwesi dan membayar htm sebesar Rp.7.500.

Selain itu, alasannya perjalanan menuju Green Bay harus dilakukan dengan tracking, maka kendaraan pengunjung harus dititipkan di kawasan parkir yang ada di Rajegwesi dengan tarif sebesar Rp.5.000 untuk motor, Rp.10.000 untuk kendaraan beroda empat dan Rp.50.000 untuk bus.

Bagi wisatawan yang memilih jalur air, masih ada lagi pemanis biaya untuk naik bahtera sebesar Rp.25.000 sekali jalan atau Rp.35.000 untuk pulang – pergi. Perjalanan dengan memakai bahtera ini menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang tidak terbiasa berjalan jauh dengan melewati rute yang berat, dengan lama perjalanan di atas air sekitar 15 menit.

Rute Menuju Lokasi

Secara administratif alamat dari destinasi wisata ini berada di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, bwi, Jatim, 68488. Jaraknya sekitar 95 km dari Banyuwangi atau sekitar 105 km dari Jember.

foto by instagram.com/euisnurma

Karena letak destinasi wisata ini di lokasi yang terpencil dan tidak dilalui oleh sarana transportasi umum, maka selain membawa kendaraan langsung ada baiknya membawa peta atau mengaktifkan google maps.

Bagi wisatawan yang datang dari Bali, dapat langsung menuju ke banyuwangi, dilanjutkan dengan mengikuti arah ke Pantai Sukamade yang juga berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri.

Sedang wisatawan yang tiba dari arah Barat dan Utara, seperti dari Jakarta, Surabaya, Malang dan kota-kota lainnya, mampu menggunakan pesawat, kereta atau bus menuju Jember. Sesampai di Jember, bagi yang menggunakan angkutan umum dapat menyewa motor atau kendaraan beroda empat untuk melanjutkan perjalanan.

Sementara yang memakai kendaraan langsung mampu pribadi menuju ke Genteng, dilanjutkan ke Jajag. Sesampai di Simpang Empat Desa Jajag, belokkan kendaraan ke arah kiri dengan melewati Desa Sambirejo dan Seneporejo hingga tiba di Pasar Kesilir.

foto by instagram.com/esther.sebayang

Lanjutkan perjalanan sampai tiba di Pasar Pesanggaran dan memasuki area PTPN XII. Sejak dari sinilah kanal jalan mulai rusak parah, layaknya medan off road. Setelah melewati PTPN Anda akan masuk Desa Kandangan, Sarongan sebelum akhirnya hingga di Rajegwesi.

Sesampai di Rajegwesi dan membayar tiket masuk, Anda mampu memilih, apakah akan berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 km dengan jalan yang terjal dan berbatu atau naik bahtera nelayan berukuran kecil melintasi maritim dengan ombak yang besar.

Keindahan Tersembunyi

Bagi wisatawan yang memilih jalur darat, keindahan alam sudah dapat dinikmati di sepanjang perjalanan, sehingga beratnya medan menjadi tidak begitu terasa. Setelah melewati jalan setapak yang berbatu dan curam serta menembus tempat hutan, Anda akan menjumpai sebuah pantai yang unik.

Pantai yang berjulukan Teluk Damai ini menyuguhkan pemandangan yang manis sekaligus menarik, karena bagian daratannya bukan berupa pasir sebagaimana pantai pada umumnya, melainkan hamparan watu-kerikil hitam dengan aneka macam ukuran yang ditata dengan rapi oleh alam.

foto by instagram.com/esther.sebayang

Menurut kisah, Stone Beach atau Pantai Batu ini dahulu sama mirip pantai-pantai yang lain dengan garis pantai berhiaskan pasir. Namun sejak terkena Tsunami pada tahun 1994, seluruh area yang berpasir tertutup oleh batu-watu dengan banyak sekali bentuk dan ukuran.

Puas menikmati indahnya Teluk Damai serta menimbulkan pantai unik ini sebagai latar belakang foto, lanjutkan perjalanan sekitar 300 meter untuk menuju ke Teluk Hijau. Meski lokasinya bersebelahan dengan jarak yang cukup akrab, namun bagi pengunjung yang gres pertama kali tiba ke sini, biasanya akan kesulitan untuk menemukan lokasi yang dituju, alasannya letaknya memang tersembunyi di balik bebukitan karang.

Agar tidak galau, sebagai pedoman, Anda mampu terus melangkahkan kaki melewati jalan ssetapak yang ada di tengah hutan, sampai menyeberangi sungai kecil. Selanjutnya Anda akan melewati karang yang tinggi dan dibalik karang itulah Teluk Hijau berada.

Untuk menuju ka tempat pantainya, terus saja berjalan di balik punggung karang dengan melewati rimbun pepohonan hingga menemukan dua batu karang yang letaknya berhadap-hadapan. Sela ddari kedua batu karang itulah yang menjadi pintu masuk menuju area pantai Teluk Hijau.

foto by instagram.com/lidia.windra

Begitu melangkahkan kaki melewati gerbang karang, Anda akan langsung terpukau oleh panorama pantai yang sangat manis dengan pasirnya yang putih higienis dan airnya yang jernih berwarna hijau kebiru-biruan. Dengan ombak yang tenang menciptakan Green Bay kondusif untuk dipakai mandi dan berenang, bahkan oleh mereka yang tidak bisa berenang sekalipun.

Puas mandi di bahari, jikalau Anda ingin membilas tubuh dengan menggunakan air tawar, tidak perlu resah, alasannya di sebelah Timur, tepatnya di sebuah bukit kecil, terdapat air terjun setinggi 8 meter yang mengalirkan air tawar yang higienis dan jernih. Sehingga tidak hanya dapat digunakan untuk membilas badan, tapi juga terasa segar ketika diminum.

Menurut sejarah, tepatnya legenda yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Rajegwesi, ada dongeng misteri di kawasan riam tersebut, dimana setiap animo hujan seringkali terlihat pelangi yang menggantung di tempat Perairan Teluk Rajegwesi, sebelum akhirnya menghilang perlahan-lahan.

foto by instagram.com/jm_adventour

Konon ada sejumlah masyarakat yang mencoba mencari bagian hulu dari pelangi tersebut dan mendapatkannya berada tepat di lokasi gerojokan.

Meski dongeng tersebut tidak mampu dipertanggungjawabkan kebenarannya, namun banyak orang-orang yang mempunyai kekuatan spiritual mengatakan bahwa di lokasi penderasan tersebut seringkali muncul sesosok perempuan cantik berambut panjang yang sedang mandi di bawah penderasan.

Karena merupakan kawasan Taman Nasional, sudah barang tentu di Teluk Hijau tidak tersedia hotel atau penginapan. Mendirikan tendapun bantu-membantu juga dilarang di tempat ini, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan mengingat area sekitar banyak dihuni binatang-hewan liar.

Itu sebabnya bagi yang ingin menikmati indahnya sunrise dan sunset dengan melakukan kemping di daerah Teluk Hijau diharuskan untuk melapor dan meminta ijin terlebih dahulu kepada kepada petugas Taman Nasional Meru Betiri.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni