Makam Syiah Kuala

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”13070″
data-slug=””>

5
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Gp. Deah Raya, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh

Map: Klik Disini

Buka Tutup: 08.00-18.00

Makam Syiah Kuala Banda Aceh merupakan destinasi wisata religi yang wajib kamu kunjungi dikala berkunjung ke kota Banda Aceh. Makam ini tetap bangun kokoh walaupun Aceh pada tahun 2004 silam pernah tersapu gelombang dahsyat tsunami.

Setelah peristiwa tersebut, tentulah muncul kisah mistik tersendiri. Karena hampir semua bangunan megah saja hancur berkeping-keping. Tapi, Makam Syiah Kuala dan Masjid Raya Baiturrahman masih cantik, bahkan mampu digunakan untuk beribadah.

Kalau melihat Aceh yang sekarang, sungguh tak menyangka. Tahun 2004 silam begitu banyak kehancuran disana, tapi sekarang sudah mulai bangkit serta mempunyai banyak destinasi wisata yang memukau.

foto by langsaacehdarussalam.blogspot.com

Salah satunya yaitu objek wisata religi ini, memang bukan wisata alam, tapi menarik untuk dikunjungi. Dengan mengunjunginya, kau mampu menambah nilai religi dan keimanan pada Tuhan. Berikut gambaran dan ulasan mengenai Makam Syiah Kuala Banda Aceh!

Sekilas Tentang

Makan Syiah Kuala Aceh yakni makam dari Abdulrauf bin Ali Alfansuri, seorang ulama sangat masyhur di Aceh periode itu. Ulama ini juga dikenal dengan nama Teungku Syiah Kuala.

foto by gampong.org

Beliau merupakan ulama berkharisma dan sangat kuat dalam penyebaran agama islam di pulau Sumatera dan Nusantara. Untuk mengenang jasa dan karyanya, nama sebutannya diabadikan sebagai nama perguruan tinggi tinggi terpopuler di Banda Aceh yakni Universitas Syiah Kuala.

Daya Tarik

Setiap hari makam Syiah Kuala ramai dikunjungi, sekitar ratusan penduduk setiap harinya memadati kawasannya. Baik untuk melihat-lihat maupun ingin berziarah, zikir dan doa. Kamu mampu pribadi ke gedung yang terbuat dari beton, dimana bab depannya terpasang jeruji besi.

foto by aneukgeureugok.blogspot.com

Disitulah nampak dengan jelas Makam Syiah Kuala beserta beberapa makam lain. Pada bab depan gedung, ada pamflet yang bertuliskan cerita sejarah makam. Mulai dari tanggal lagir, tanggal wafat sampai jabatannya pada periode Kerajaan Aceh Darussalam dikala dipimpin oleh para ratu.

Pada kurun itu, ada 4 ratu Syiah Kuala sebagai Kadhi Malikul Adil. Di bab samping gedung, terdapat kawasan dengan bak air wudu sebelum masuk ke area makam. Tempat wudhu pria dan wanita dipisahkan dengan 3 papan dan masing-masing terbuat dari beton.

foto by antarafoto.com

Tidak hanya untuk wudhu saja, tapi bak tersebut juga dipakai untuk mencuci muka para peziarah. Dengan mencuci muka menggunakan air di bak itu, peziarah berharap memperoleh berkah Allah SWT.

Walaupun pengelola sudah mengingatkan air ini sama atau banyak di tempat-tempat lain, namun pengunjung tetap saja menjadikannya Istimewa. Kalaupun terjadi kesembuhan penyakit, itu bukan alasannya airnya, tapi anugerah dari Allah SWT semata.

Di depan ruangan erat pintu masuk, ada papan bertuliskan pengumuman untuk semua pengunjung semoga menggunakan pakaian muslim dan muslimah. Selain itu, juga ada kertas yang berisi larangan memotret area dalam makam.

foto by edratna.wordpress.com

Larangan tersebut bukan tanpa alasan, pengelola khawatir foto atau gambar wacana makam disalahgunakan untuk perbuatan musyrik atau semacamnya. Namun, pengelola akan menunjukkan ijin memotret jika pengunjung menjelaskan keperluannya.

Tak jauh dari ruangan utama, ada ruang terpisah dan disana merupakan posko atau daerah para peziarah menyampaikan pada penjaga bahwa mereka akan membayarkan nazar. Misalnya nazar mirip memotong sapi atau kambing dan sebagainya.

Nanti penjaga akan mengarahkan peziarah untuk melaksanakan nazarnya. Setelah berkunjung ke Makam Syiah Kuala, kamu pun harus mampir ke area pantai Syiah Kuala yang letaknya 200 meter dari makam.

foto by merdeka.com

Pantai itu mempunyai pemandangan eksotis dan benar-benar masih asri. Banyak pula pengunjungnya, kau mampu bermain-main air atau pasir ketika berada disana.

Yang Bisa Dilakukan

Pertama kali tiba, kau akan melihat para pengunjung yang berasal dari beberapa negara mirip Brunei Darussalam, Malaysia serta Timur Tengah. Sebelum mengamati seluruh tempat destinasi wisata religi ini, langsunglah menuju makam atau ruangan pertama.

foto by kesbangpol.bandaacehkota.go.id

Sebelum itu ambil wudhu terlebih dahulu, persiapkan yasin atau sebagainya. Kemudian, bacakan doa dengan khusuk seperti ziarah kubur mirip biasanya. Namun, bila kamu memiliki nazar tiba dulu ke tempat penjaga, katakan nazar kamu gres berdoa.

Setelah final berdoa, mampirlah ke bangunan terbuka. Duduk-duduk dan istirahat sejenak, menikmati semilirnya angin dan nuansa alam sekitar. Jangan sampai ketiduran, alasannya kamu harus melanjutkan wisata ke pantainya.

foto by helloacehku.com

Selepas beristirahat, kau dapat menuju Pantai Syiah Kuala. Menyaksikan hamparan pasir yang sangat luas dan bahari biru nan jernih. Alihkan perhatian ke area bebatuan, berjalan menyusurinya mampu membuat kau melihat pemandangan pantai sepenuhnya.

Jangan lupa membawa kamera untuk mengambil foto, abadikan setiap momen maupun acara kau selama disana. Sehingga, kenangan-kenangan indah mampu kau bawa pulang.

Fasilitas Yang Ada

foto by m.tribunnews.com

Di objek wisata religi ini terdapat akomodasi cukup lengkap. Ada area parkir kendaraan yang luas, masjid, toilet, daerah wudhu, tempat istirahat dan beberapa fasilitas lain.

Letak Dimana

Alamat Makam Syiah Kuala di Gp. Deah Raya, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Jaraknya hanya 2 km dari pusa kota Banda Aceh, bisa ditempuh dengan becak. Ongkos becak biasanya Rp 20 ribu. Tempat wisata spiritual ini buka setiap hari pada jam 08.00 – 18.00.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni