Mau Piknik Di Tengah Hutan Jati? Coba Ke Batu Lumbung Bantul

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”2864″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Lokasi: Jalan Panglima Sudirman, Parangtritis, Kec. Kretek, Bantul, Daerah spesial Yogyakarta 55772

Map: Klik Disini

Buka Tutup: 08.00 – 23.00 WIB

Telepon: 0878 3852 7753

Harga Tiket Masuk

HTM: Free

Parkir Motor: Rp.3.000

Parkir Mobil: Rp.5.000

Untuk anda yang bosen dengan objek wisata yang hanya begitu-begitu saja dan ingin mencari loksi wisata yang berbeda dan menarik, mungkin salah satu wisata yang ada di Yogyakarta ini bisa menjadi rekomendasi tujuan wisata anda selanjutnya, yakni Kampung Watu Lumbung Bantul.

Ya berbeda dengan pantai Watu Lumbung wonosari yang ada di tempat Gunung kidul atau Watu Lumbung Purwantoro yang ada di Wonogiri, di mana Kampung Watu Lumbung Bantul ini menyuguhkan keindahan pemandangan alam pesisir Jogja selatan dari atas bukit yang asri.

Selain itu Kampung Watu Lumbung ini merupakan daerah wisata edukasi yang memiliki bertujuan untuk mengajarkan masyarakat sekitar dan wisatawan untuk selalu menjaga kelesatarian alam sekitar.

Watu lumbung culture resort jogja beach uluwatu cottages wisata bantul pantai parangtritis yogyakarta daerah istimewa kedai hotel pacitan resto wonogiri kretek angkringan about kampung harga alas kuliner tiket masuk sunset di edukasi gunung kidul gk hill htm bukit lokasi menu air terjun nganjuk penginapan photography rute review semarang sawahan sejarah spot trenggalek wonosari wonosalam wedangan
foto by tribunnews.com

Letak Kampung Edukasi Watu Lumbung yang berada di area perbukitan dipenuhi rerimbunan pohon jati, membuat pemandadangan dari tempat ini sangat indah sekali.

Watu Lumbung dikonsep oleh M Boy Rifai sebagai kawasan yang mengajarkan nilai-nilai edukasi, di mana Boy Rifai telah berhasil menyulap lahan tandus yang dulunya dibiarkan saja, sekarang menjadi daerah eksotis untuk menikmati malam maupun melihat sunset dan sunrise.

Untuk menjaga keasrian di daerah sekitar kawasan wisata pengelolah sengaja membangun area ini sebagai daerah wisata yang selaras dengan alam.

Sangking memperhatikan alam di sekitar, bangunan gubug santai yang ada di lokasi menggunakan materi bambu dan dibangun diantara pepohonan jati. Bahkan ada beberapa gubug yang dibangun sampai berlantai dua dan tiga dengan tiang penopang pohon jati mirip rumah pohon.

Salah satu warung, gambar: dolandolen.com

Ketika kita mengunjung tempat ini maka kita akan menemukan sebuah perpustakaan sederhana. Setelah kita tiba ke daerah ini maka kita akan melakukan beberapa kegiatan seperti menanam pohon, membaca buku minimal 25 menit.

Dan membantu memasak di dapur merupakan cara unik yang ditanamkan di kawasan wisata ini untuk menambah nilai-nilai edukasi.

Selain itu untuk anda yang mempunyai banyak koleksi buku di rumah, anda mampu menyumbangkan 3 buku ke perpustakaan dan mampu mendapatkan hadiah berupa kuliner dan minuman serta souvenir secara gratis.

Jalan Menuju Lokasi

Perpustakaan, foto: tstatic.net

Kampung edukasi Walu Lumbung ini berlokasi di Bukit Watu Lumbung kawasan Jalan Panglima Sudirman Bantul.

Untuk rute perjalan menuju kawasan ini pun sangat mudah, untuk anda yang memulai perjalanan dari pusa kota jogja mampu mengambil jalan ke arah selatan menuju Jalan Parangtritis.

Setelah itu anda tinggal mengikuti Jalan Parangtritis sampai menyebrangi Jembatan Sungai Opak yang berdekatan dengan pintu masuk ke Pantai Parangtritis.

Setelah keluar dari jembatan Opak langsung belok ke arah kiri menuju jalan alternatif Parangtritis ke Siluk, setelah itu sekitar 200 meter dari persimpangan tersebut, anda akan menemukan sebuah papan petunjuk arah berukuran kecil yang menuju ke kampung edukasi.

Jika anda masih galau dengan rute lokasi tempat kampung batu lumbung ini, bisa bertanya kepada penduduk sekitar.

Nilai Edukasi

Pemandangan dari kawasan ketinggian, foto: brilio.net

Seperti halnya daerah wisata edukasi di daerah lain, di mana setiap wisatawan yang mengunjungi lokasi Kampung Watu Lumbung ini juga akan mendapat banyak sekali nilai Edukasi. Nah berikut ialah beberapa nilai edukasi yang mampu kita dapatkan di Kampung Watu Lumbung.

1. Kesederhaan

Hampir seluruh bangunan yang ada di Kampung Watu Lumbung ini memakai materi dari bambu dan kayu sebagai bahan utama serta perabotan yang digunakan disana juga menggunakan kayu.

Hal tersebut menerangkan kepada kita bahwa keindahan dan kesenangan juga bisa didapatkan dari hal-hal yang sederhana.

Lokasi Kedai Wedang, foto: panduanwisata.id

2. Mencintai Alam

Ketika mendatangi daerah wisata ini, maka anda akan dimintai untuk menanam pohon yang telah di sediakan ke polybag. Di mana jika mau melaksanakan hal tersebut nantinya, anda akan menerima voucher sebesar 2500, yang bisa digunakan untuk memesan sajian masakan di kawasan ini.

Selain menanam pohon, di kawasan ini juga telah dijadikan sebagai konservasi burung, maka tidak heran saat anda mendatangi daerah ini akan mendengarkan banyak suara burung yang merdu.

Salah satu rumah pohon, foto: unycommunity.com

3. Rasa Peduli

Ketika anda mendangan kedai wedang yang merupakan bab dari wisata batu lumbung, anda mampu menukarkan 3 buah buku layak baca dengan satu paket makanan secara gratis.

Hal tesebut dilakukan oleh pihak pengelolah untuk bisa memabangun sebuah perpustakaan yang bisa diakses oleh warga setempat.

Dengan anda menumbangkan 3 buah buku tersebut selain menerima kuliner gratis, secara tidak pribadi anda telah pertanda rasa peduli akan pendidikan.

4. Mandiri dan Saling Menghormati

Di daerah ini baik pengunjung maupun pengurus memiliki kedudukan yang sama, di mana kawasan ini akan menunjukkan keleluasaan kepada siapa saja untuk memasak atau mencuci piring makan yang telah di pesan.

Maka jangan heran kalau di sini anda akan menemukan tamu ikut melayani tamu yang lainnya dan bila anda mau melaksanakan hal tersebut, maka anda akan menerima diskon.

5. Jujur

Di daerah ini terdapat sebuah katin kejujuran, di mana anda bisa memesan kuliner sendiri dan membayar sesuai menu yang telah kita pesan tanpa adanya kasir. Jadi saat anda memasuki kanting ini, nah di situ lah kejujuran anda akan benar di uji.

Suasana Keserdahanaan, foto: panduanwisata.id

Nah itu lah beberapa nilai edukasi yang mampu kita peroleh jika berwisata ke Kampung Edukasi Watu Lumbung. Tentu saja dengan adanya edukasi tersebut maka tidak heran banyak sekali keluarga yang ingin mengajarkan anak mereka mengenai nilai edukasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Fasilitas Kampung Edukasi

Keindahan Sunset, foto: pakettourjogja.com

Di dalam Kampung Watu Lumbung memiliki akomodasi yang lengkap seperti halnya daerah wisata lainnya, nah berikut yaitu beberapa akomodasi yang ada di kawasan wisata ini.

a. Tempat Parkir : untuk anda yang memakai kendaraan pribadi tidak usah khawatir, karena tempat wisata ini telah menyediakan lahan yang cukup luas yang mampu digunakan untuk tempat parkir kendaraan.

b. Mushola : untuk para pengunjung yang beragama muslim juga tidak perlu kebingungan mencari daerah beribadah. Di kampung watu lumbung ini telah disediakan sebuah mushola yang dibangun dengan bahan utama bambu lengkap dengan sarung dan mukena.

c. Tempat Makan : ada beberapa kawasan makan yang mampu anda kunjungi mirip kedai susu, lembayung, kedai wedang dan pusat sate kiloan. Di mana semua kedai tersebut memiliki keunikan sendiri, mirip di kedai wedang untuk mampu mendapatkan diskon anda bisa membantu membersihkan piring atau memasak masakan yang anda pesan.

d. Area Camping Ground : Di kampung batu lumbung ini juga disediakan area yang mampu digunakan untuk menginap, di area tersebut para pengunjung mampu menikmati keindahan alam Jogja Selatan malam hari sambil beristirahat dan keosakan harinya akan disungguhi pemandangan matahari terbit yang indah.

e. Toilet : Tentu saja fasilitas yang satu ini harus selalu ada di tempat wisata, nah di kampung kerikil lumbung ini juga mempunyai toilet yang bersih. Di mana toilet ini mampu dibilang sebagai back to nature alasannya adalah dinding toilet ini terbuat dari bilik bambu dan kolam penampung airnya terbuat dari tanah liat.

f. Perpustakaan : seperti yang sudah kami sebutkan di atas, bahwa di kawasan wisata ini terdapat sebuah perpusatakaan sederhana, di mana semua buku yang ada di perpustakaan ini merupakan hasil perlindungan dari para pengunjung. Pengelola menciptakan perpustakaan ini dengan impian mampu meningkatkan budaya membaca untuk masyarakat sekitar dan para pengunjung.

g. Gardu Pohon : Sebuah bangunan yang menyerupai rumah pohon yang dibangun di atas pohon jati, tempat ini mempunyai daya tarik tersendiri dan banyak para pengunjung yang rela antri untuk bisa berfoto.

foto by paketwisatayogyakarta.com

Nah itu lah isu yang dapat kami berikan mengenai wisata edukasi kampung watu lumbung, selain itu di tempat ini juga tersedia banyak sekali masakan khas kawasan istimewa yogyakarta.

Untuk anda yang ingin berkunjung ketempat ini tidak perlu khawatir mengenai harga tiket masuk, karena kita bisa memasuki objek wisata ini secara gratis hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan saja sebesar Rp.2000 untuk motor dan Rp.5000 untuk kendaraan beroda empat.

Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Kampung Watu Lumbung ialah pada sore hari, alasannya di sore hari para pengunjung mampu menikmati keindahan panorama matahari terbenam atau sunset dengan latar belakang sungai opat dan pegunungan yang ada di sekitar wilayah ini.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni