Museum Negeri Aceh

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”13057″
data-slug=””>

5
/
5
(
1

vote

)

Lokasi: Jl. Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh 23116

Map: Klik Disini

HTM: Rp.3.000

Buka Jam Berapa

Senin Tutup

Selasa 08.30–12.00, 14.00–16.15

Rabu 08.30–12.00, 14.00–16.15

Kamis 08.30–12.00, 14.00–16.15

Jumat 08.30–12.00, 14.00–16.15

Sabtu 08.30–12.00, 14.00–16.15

Minggu 08.30–12.00, 14.00–16.15

Museum Negeri Aceh yakni salah satu kawasan yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah dan prasejarah sampai koleksi benda-benda antik. Takkan lengkap rasanya kalau mengunjungi Banda Aceh tanpa mampir menyempatkan diri ke situs-situ sejarahnya.

Banda Aceh merupakan sentra pemerintahan Provinsi Aceh dengan bermacam-macam objek wisata sejarah dan itulah daya tariknya. Museum Negeri Aceh ini awalnya hanya mempunyai satu bangunan saja ialah Rumoh Aceh yang merupakan rumah etika khas Aceh.

Seiring berjalannya waktu, pengelola dan pemerintah melakukan renovasi dan perbaikan dengan penambahan gedung gres. Tak hanya itu, koleksi museum juga semakin diperbanyak. Sehingga, ada banyak pelajaran sejarah yang diperoleh para wisatawan.

Sekilas Tenteng

foto by instagram.com/hafas_azhar/

Museum Negeri Aceh dibangun semenjak era pemerintahan Hindia – Belanda yang diresmikan oleh Jenderal H.N.A Swart, Gubernur Sipil dan Militer Aceh saat itu. Peresmian dilakukan pada tahun 1915.

Friedrich Wilhelm Stammeshaus ditunjuk sebagai Kepala sekaligus Kurator museum, ia menjabat sampai tahun 1931. Stammeshaus ini bahwasanya ialah pekerja bidang kesehatan untuk angkatan darat.

Tapi, karena kegemarannya pada etnografi dan benda-benda bersejarah maka, ditunjuk sebagai kepala sekaligus kurator. Koleksi Stammeshaus dikenal oleh segala pelosok negeri. Banyak diantaranya merupakan milik Stammeshaus langsung.

foto by indonesiakaya.com

Saat itu, masih berupa Rumoh Aceh yang bentuknya seperti rumah panggung serta mampu dibongkar pasang. Museum ini pernah mengikuti ekspo Kolonial di Semarang. Pada acara tersebut, koleksi-koleksi Stammeshaus ditampilkan dan beberapa koleksi lain peninggalan Kesultanan Aceh.

Dalam acara itu, Museum Negeri Aceh menerima penghargaan sebagai pavilliun terbaik dan membawa pulang 4 medali emas, 11 medali perak serta 3 medali perunggu. Koleksinya cukup lengkap, disana anda mampu melihat mata uang kuno, guci, keramik, koleksi geologi dan lainnya.

Daya Tarik

foto by triptrus.com

Di Museum Negeri Aceh ada beberapa miniatur Masjid Raya Baiturrahman dari abad ke abad. Lalu, ada pula foto-foto para pahlawan Aceh beserta usaha masyarakat dalam mengusir penjajah Belanda.

Disana juga berjajar senjata-senjata tradisional mirip rencong, pistol kuni, meriam dan lainnya. Lonceng kuno merupakan koleksi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan. Usia lonceng ini sekitar 1400 tahun yang dibawa oleh Laksamana Ceng Ho dengan nama “Lonceng Cakra Donya”.

foto by aceh.net

Selain itu, juga memiliki koleksi-koleksi naskah kuno, peninggalan arkeologi dari jaman sejarah dan prasejarah. Tak ketinggalan pula fauna yang diawetkan.

Selain sebagai daerah penyimpanan, bangunan ini juga berfungsi sebagai edukasi bagi masyarakat Aceh dan Indonesia. Di akrab museum, ada kompleks pemakaman Sultan Iskandar Muda.

Kegiatan Menarik

Hal yang kamu lakukan di museum negeri aceh yakni melihat-lihat beragam koleksinya. Susuri semua sudut museum untuk melihat benda-benda peninggalan sejarah dan benda langka. Koleksi jaman sejarah mungkin mampu menjadi pilihan menarik untuk diamati.

foto by travel.ruangmedia.com

Disana, anda akan mengetahui bagaimana masuknya kolonial Belanda ke wilayah nusantara abad itu melalui benda koleksi jaman Belanda. Uniknya lagi terdapat koleksi etnografi mengenai budaya Aceh. Sungguh mampu menambah pengetahuan berharga.

Selain koleksi-koleksinya, anda dapat menikmati bagaimana keindahan Rumoh Aceh. Mengetahui detail perihal rumah budpekerti khas Aceh itu tentu menjadi pembelajaran penting. Pasti betah berlama-lama di museum ini.

foto by instagram.com/yah_dun/

Setelah puas melihat koleksi dan berkeliling Rumoh Aceh, anda juga bisa mengambil foto. Ada beberapa spot foto menarik seperti lonceng yang terletak di halaman luar. Atau berfoto dengan latar beberapa peninggalan benda prasejarah juga bagus.

Tempat wisata yang cocok bagi anda dengan hobi memotret. Carilah objek-objek yang berdasarkan anda indah di foto mirip senjata untuk melawan Belanda. Itu dapat menambah koleksi foto-foto nan eksotis.

Fasilitas Yang Ada

foto by situsbudaya.id

Sebagai pendukung kegiatan dan kenyamanan para pengunjung, museum ini dilengkapi berbagai fasilitas. Ada area parkir luas, toilet bagi laki-laki dan wanita, mushola tempat beribadah serta perpustakaan dengan ribuan buku tentang ilmu pengetahuan.

Disediakan pula guide atau pemandu yang mengantarkan anda berkeliling serta menunjukkan klarifikasi kisah-dongeng dari koleksi museum dan sejarah lainnya. Lalu, ada pula taman dengan bunga-bunga dan flora hijau, sehingga suasana asri dan nyaman untuk mata.

Sekitar museum juga terdapat beberapa rumah makan yang menyajikan kuliner khas Aceh. Bahkan disana ada toko souvenir, jadi anda mampu mendapatkan cinderamata khas Aceh ialah kaos dan pernak-pernik lainnya. Kalau ingin bermalam, juga terdapat hotel maupun penginapan murah.

Harga Tiket Masuk

Jam buka Museum Negeri Aceh pada hari Selasa – Minggu jam 08.30 – 12.00 WIB, tutup 12.00 – 14.00 dan buka kembali pada pukul 14.00 – 16.15 WIB. Sedangkan hari Senin dan hari libur, objek wisata ini tutup.

Sementara harga tiket masuk Museum Negeri Aceh Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk bawah umur. Wisatawan asing dipatok lebih mahal ialah Rp 5.000.

foto by travelingyuk.com

Letak Dimana

Alamat Museum Negeri Aceh di Jl. Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116.

Lokasinya berada di jantung Kota Banda Aceh, sehingga sangat strategis. Takkan ada kendala untuk mencari letaknya alasannya adalah niscaya mudah diakses menggunakan kendaraan umum dan pribadi.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni