Museum Negeri Balaputra Tuhan

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”7137″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Alamat: Jl. Srijaya No.I, RW.5, Srijaya, Kec. Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30139

Map: Klik Disini

HTM: Rp. 2.000 per Orang

Buka Tutup: Selasa – Minggu, Pukul 08.00 – 16.00 WIB

Telepon: 0711 – 412636

Kenanekaragaman di Indonesia memang faktual adanya, bukan sebuah hal baru namun memang menjadi maskot dari Indonesia. Berbagai macam peninggalan sejarah yakni bukti faktual bahwa Indonesia memiliki keragaman yang sangat luas. Setiap daerah memiliki keunikan dan kesejarahan masing – masing.

Di Palembang saja terdapat banyak sekali kawasan wisata dan situs bersejarah. Memang benar, sebagai salah satu kota yang berada di Sumatera Selatan merupakan salah satu kota tertua di Indonesia.

Museum negeri balaputra dewa kota palembang sumatera selatan gambar lokasi balaputradewa indonesia
foto by instagram.com/pesonasriwijaya

Pada kurun ke-15, Sumatera Selatan dikenal dengan nama Kerajaan Sriwijaya yang merupakan kerajaan maritime termasyur senusantara. Kali ini kita akan membahas tentang Museum Negeri Balaputra Dewa. Terdapat sejarah yang terukir dalam museum ini.

Seputar Lokasi

Seperti museum – museum pada awamnya Museum Balaputra Dewa memiliki bermacam-macam koleksi peninggalan sejarah khususnya pada kala Kerajaan Sriwiaya. Museum ini mempunyai tiga ruang pamer utama. Terdapat ribuan koleksi benda tradisional, kerikil – batuan ukir, arca dan lain – lain.

foto by instagram.com/pesonasriwijaya

Museum yaitu wisata yang cocok digunakan sebagai kawasan rekreasi sembari menambah wawasan seputar sejarah yang ada di Palembang.

Namun museum ini tidak selalu ramai olehpengunjung yang tiba. Padahal akomodasi yang ada sudah terbilang memadai dan higienis. Maka dari itu perlunya pengertian pada tiap orang akan pentingnya mengenal kesejarahan.

Mengenal Sejarah

Namanya sendiri diambil dari salah satu nama raja di Kerajaan Sriwijaya yang telah bisa menuliskan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan laut yang sangat disegani.

Situs ini dibangun pada tahun 1978 dan diresmikan pada tahun 1984. Area lokasi seluas 23.565 meter persegi dengan bangunan – bangunan di atasnya.

foto by instagram.com/smartauricaschool

Sebelum berubah nama menjadi Museum Negeri Balaputradewa, dulu tempat ini berjulukan Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan. Perubahan nama ini bertujuan untuk mengenang nama dari seorang raja yang telah berjasa di tanah Sriwijaya itu.

Koleksi 3 Periode

Ternyata koleksi di sini sangat unik, terdapat benda dari 3 kala ialah masa pra sejarah, abad Kerajaan Sriwijaya dan periode perang mempertahankan kemerdekaan. Setiap koleksi dilengkapi dengan gosip berupa tulisan dan monitor tv sehingga penyampaian lebih dipahami oleh pengunjung.

Koleksi periode pra sejarah diantaranya yakni kapak lonjong, arca megalitik, kapak genggam, tengkorak homo erectus, beliung persegi dan masih banyak lagi.

foto by instagram.com/gigihfkusuma

Saat kita masuk di ruang pamer ini kita akan disuguhkan suasana prasejarah dimana dinding – dingingnya di hias dengan lukisan kegiatan pada kala itu. Adapun miniature gua Putrid yang merupakan situs ditemukannya fosil dari manusia purba dengan jumlah terbanyak dan terlengkap se Indonesia.

Selanjutnya koleksi pada masa Kerajaan Sriwijaya yang secara umum berisi historika, feologi, keramik, etnografi, biologika, seni rupa, geologi, dan perabot rumah tangga.

Di ruang kedua ini disajikan peninggalan arca era kerajaan Sriwijaya hingga peninggalan dari kerajaan Palembang Darussalam. Terdapat replika prasasti Telaga Batu yang ditemukan pada tahun 1935 yang diatasnya terdapat 7 buah kepala ular.

foto by instagram.com/immfahum.umsu

Selain itu ada pula peninggalan dari jaman Agama Hindu yang ditemukan di Bumi Ayu seperti arca Awalokiteswara. Kemudian ada sebuah wadah guci yang menceritakan wacana manusia yang terdiri dari empat unsur elemen api, air, tanah dan udara.

Lanjut pada abad ketiga, yaitu kala perang mempertahankan kemerdekaan terdapat benda – benda peninggalan dari periode kolonial Belanda. Koleksinya diantaranya yakni uang koin, radio, piringan hitam, pistol, pedang, meriam, pakaian, dan masih banyak lagi.

Di bab belakang museum terdapat rumah akhlak Palembang yaitu rumah Limas. Rumah Limas ini seperti dengan gambar pada uang pecahan Rp.10.000,- apabila anda membawa uang tersebut anda bias membandingkannya secara pribadi.

foto by instagram.com/immfahum.umsu

Selain rumah Limas juga terdapat rumah Bergajah, adalah daerah orang – orang terhormat. Lalu ada pula rumah Hulu atau rumah anti gempa.

Rumah Hulu ini mempunyai keunikan adalah tiang rumah tidak ditanam melainkan hanya menggunakan watu yang dijadikan sebagai penyangga. Rumah ini berbobot ringan, dinding yang bias dibuka dan tidak memiliki jendela. Rumah ini banyak dijumpai di daerah Asam Kelat.

foto by instagram.com/balaputradewa_skyscrapercity

Ada yang gres, terdapat ruang khusus yang berisi wacana pertukaran budaya antara Kesultanan Malaka dan Palembang. Ruang pamer ini didedikasikan untuk masyarakat Palembang sebab adanya ikatan batin antara masyarakat Malaka dan Palembang.

Cerita singkatnya, pada saat kerajaan Sriwijaya diambil alih oleh Kerajaan Majapahit, Prameswara melarikan diri ke semenanjung Malaka dan menikah dengan penduduk setempat kemudian masuk Islam dan berganti nama menjadi Iskandar Syah. Kemudian dia mendirikan sebuah kerajaan di tanah Malaka yang disebut Kesultanan Malaka.

Cara Menuju Lokasi

Museum Balaputra Dewa Palembang beralamat di Jl. Srijaya I No. 288, km 5,5 Kota Palembang. Bagi anda yang ingin mengunjungi kawasan ini terdapat berbagai cara untuk mencapainya.

Apabila anda membawa kendaraan langsung, lewat jalan Jenderal Sudirman kea rah km 5, lalu anda akan menemui petunjuk arah menuju Museum yaitu belok menuju jalan Srijaya I. Sekitar 500 meter anda akan menjumpai gedung Museum yang berada di sisi kanan jalan.

foto by instagram.com/museum_balaputradewa

Apabila anda ingin menggunakan angkutan umum, anda mampu naik dari tempat Ampera dengan angkutan berwarna merah jurusan km 5.

Saat sampai di pertigaan jalan Srijaya, anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau dapat naik ojek. Selain itu anda juga bias mencoba naik bus trans musi dan bus kota untuk menuju lokasi tersebut.

foto by instagram.com/museum_balaputradewa

Museum Balaputra Dewa buka hari Selasa sampai hari Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB. Museum ini akan tutup pada hari Senin.

Harga Tiket Masuk

Biaya masuknya pun sangat terjangkau ialah sebesar Rp. 2.000 per Orang.

Keamanan dan Kenyamanan

Setiap wisatawan diizinkan membawa kamera namun harus tetap menjaga ketertiban selama mengambil gambar demi kenyamanan bersama.

Setiap pengunjung diwajibkan menjaga kebersihan selama di dalam museum, oleh alhasil lebih lebih baik tidak membawa makanan dan minuman masuk ke dalam museum.

Apabila anda memerlukan santunan, jangan ragu untuk bertanya atau meminta panduan dari tour guide museum biar menerima informasi yang akurat.

Dikarenakan gedung auditorium juga sering dipakai sebagai tempat penyelenggaraan program, sebaiknya menghindari berkunjung pada hari Sabtu dan Minggu.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni