Pantai Batu Maladong, Dijaga Siluman Karang Penyu Raksasa

Pantai Watu Maladong tampil Unik dengan gugusan deretan kerikil karang raksasa dan tebing-tebing yang menjulang tinggi disepanjang pantai. Bahkan ada salah satu kerikil karang yang bentuknya mirip rumah budbahasa Sumba dengan empat tiang penyangga.

Pantai Watu Maladong tampil Unik dengan deretan gugusan batu karang raksasa dan tebing-tebing yang menjulang tinggi disepanjang pantai. Bahkan ada salah satu batu karang yang bentuknya seperti rumah adat Sumba dengan empat tiang penyangga.
Pantai Watu Maladong. Image via: @lingkar_ntt

Panorama palingmenonjol di pantai ini ialah pulau-pulau karang mini yang terpencar dari induknya. Pulau-pulau karang kolam hidup dengan tutupan flora hijau dipuncaknya. Tumbuhan itu ialah tetumbuhan adaptif, bertahan dicelah-celah karang dan memberi warna kehidupan misterious di permukannya.

Pemandangan indah nan apik dapat diamati dengan terperinci dan puas dari sisi tepian pantai Watu Maladong. Pantai dengan bongkahan kerikil-watu besar dan nyaman untuk bersantai ria. Lokasi ini pun ideal dimanfaatkan untuk melahap bekal masakan yang pengunjung bawa.

Tekstur dari beberapa watu karang yang ada di pesisir pantai ini berbentuk menyerupai pintu gua dengan hiasan cela-cela kecil. Sedangkan sisi lainnya menjulang tinggi layaknya kerikil karang raksasa yang usianya tak tergoda oleh hempasan ombak.

Pada bab bawah bongkah kerikil karang ini terdapat celah-celah kecil, yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Pada celah-celah kerikil karang inilah para pengunjung mampu menjadikannya sebagai salah satu spot foto terbaik.

Pemandangan Pantai watu Maladong dari kejauhan sangat cantik
Dari kejauhan. Image via: tripadvisor.co.id

Simak juga: 11 lokasi wisata populer di Sumba

Lokasi Pantai Watu Maladong

Pantai Watu Maladong terletak di Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Lokasi indah ini berjarak atau sekitar 57 kilometer dari sentra kota Tambolaka.

Rute Menuju Pantai Watu Maladong

Untuk bisa datang di Pantai Watu Maladong juga tidak terlalu sulit. Pengunjung dari luar Sumba bisa memakai pesawat dengan rute ke Tambolaka. Pesawat dari Jakarta akan mendarat di Bandar Udara Tambolaka, setelah transit dan berganti pesawat dengan yang berbaling-baling di Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Dari Bandara Tambolaka jarak ke pantia ini sudah tidak terlalu jauh. Pengunjung mampu memakai angkutan umum atau menyewa kendaraan eksklusif.

Jika menentukan menggunakan angkutan umum, pengunjung mampu naik mini bus yang menuju kearah Walandimu. Letak pantai ini tidak mengecewakan terpencil sehingga tidak ada angkutan umum yang melayani tujuan hingga ke pantai ini.

Karena itu, maka sesudah turun dari Bis di Walandimu, perjalanan dilanjutkan  dengan memakai ojek motor hingga ke Pantai Watu Maladong.

Panorama Senja di Pantai Watu Maladong terasa mistis dan syahdu
Senja di Watu Maladong. Image via: @explore.sumba

Jam Buka Pantai Watu Maladong

Pantai Watu Maladong , secara teknis terbuka 24 jam sepanjang pekan untuk dikunjungi. Dengan demikian pengunjung mampu leluasa mengatur waktunya sesuai dengan kesempatan yang dimiliki.

Namun demikian tidak disarankan untuk berkunjung di dikala hari sudah gelap. Selain faktor kendala untuk menikmati keindahan panorama, juga karena kurangnya penerangan di lokasi maupun di jalur menuju lokasi.

Tiket Pantai Watu Maladong

Pengunjung yang ingin datang dan mengagumi keindahan Panorama Pantai Watu Maladong, tidak dipungut bayaran tiket masuk. Jadi pengunjung hanya perlu menyiapkan biaya transportasi saja.

Daya Tarik Pantai Watu Maladong

  1. 5 Karang Raksasa

Karang raksasa di Muara pantai watu maladong.
Karang di Muara. Image via: johntravelonearth

Simak juga: Surga Selatan di Pantai Oeseli

Sebelum sampai ke Pantai, dari pinggir tebing pengunjung sudah mampu melihat air sungai mengalir ke muara, bertemu dengan 5 deretan karang besar dan kecil.

Sebuah bukit karang besar berada sempurna di muara sungai. Ada beberapa lubang di bab bawah karang balasan terus tergerus ombak. Bila dilihat dari sudut yang tepat, bukit itu mirip memiliki kaki. Bagian atas bukit yang bulat menyerupai cangkang penyu.

Jika datang pada sore hari, pengunjunga kan disuguhkan watu-batu yang tersebar di pinggiran sungai licin dan berlumut. Tampaknya bebatuan itu adalah tanda air sedang bakering (surut dalam bahasa setempat).

keberadaan batu karang raksasa di pantai watu maladong dapat diguankans ebagia latar foto yang unik
Foto di Karang. Image via: @myholidaymyadventure

Pasir putih di pinggir sungai sangat lembut. Saat dipijak, kaki eksklusif melesak hingga betis. Pengunjung bagaikan terdorong berendam-rendam sebentar di air yang jernih dan tak ada sampah. Namun sebaiknya hati-hati, sebab sungai itu mengalir. Salah-salah bisa hanyut disambut ombak besar yang menggulung di ujung muara.

Saat air masih bakering, pengunjung mampu berjalan menyusuri pantai memutari karang raksasa yang berdinding tegak lurus. Garis-garis dan perbedaan warna pada dinding memperlihatkan batas-batas air. Bagi pengunjung yang punya nyali, dan suka adrenalin, bisa mencoba memanjat karang raksasa itu.

  1. Legenda Siluman Penyu

Salah satu batu karang raksasa paling iconik d pantai watu maladong ini adalah batu yang berbentuk penyu. walau Ada juga yang melihat mirip rumah adat.
Karang Siluman Penyu. Image via: @come2indonesia

Simak juga: Gapura Laut pantai Mbawana

Masyarakat setempat menganggap pantai ini menyeramkan, sebab konon pada zaman perang, musuh yang tertangkap dibunuh kemudian dibuang ke sungai yang arusnya mengalir membawa mayat ke muara. Ada juga legenda wacana karang yang berbentuk mirip cangkang penyu.

Masyarakat setempat percaya bahwa watu karang itu dulunya yakni seekor penyu aneh yang mampu berbicara. Penyu itu membantu seorang petani menyeberangi muara sungai dari pulau Sumba ke pulau seberang.

Petani itu mencari jejak Numbu Ranggata, tombak leluhurnya yang tertancap di perut babi yang kerap merusak kebunnya. Babi yang terluka itu lari, jejak darahnya hilang di tepi pantai. Saat petani bingung, tiba seekor penyu yang bisa berbicara menyampaikan bahwa apa yang dicari petani ada di pulau seberang.

Naiklah petani ke punggung penyu dan mereka pun berenang menyeberang. Sesampainya di pulau seberang, petani bertemu dengan seorang nenek yang mengatakan bahwa babi perusak kebunnya adalah babi jadi-jadian. Orang yang memiliki ilmu dan bisa bermetamorfosis babi.

Pemandangan batu tinggi di pantai watu Maladong seakankapal alien yang menyembul dari dasar samudera.
Menara Karang. Image via: @adventuretravels

Kala itu tersiar pula kabar, ada kepala suku yang sedang sakit. Walau sudah banyak dukun dan orang akil yang mengobati tapi luka di perut nya tak kunjung sembuh.

“Apakah bapak tertikam tombak?” tanya petani dikala tiba bertemu Kepala Suku. Kepala suku dan keluarganya tak menyangka ada yang mengetahui penyebab penyakitnya. Kepala suku pun berjanji menawarkan apa saja, bila petani mampu menyembuhkan luka.

Petani sudah dibekali nenek dengan ramuan obat. Dilumurkanlah ramuan itu pada luka di perut Kepala Suku. Petani pun teringat pesan nenek sebelum beliau berangkat, “Bila Kepala Suku berhasil kau sembuhkan dan beliau menawarkan imbalan, selain meminta tombak Numbu Ranggata milikmu kembali, kamu minta juga Watu Malandong miliknya.

Sunset di pantai watu maladong terlihat unik terutama jika disaksikand ari celah batuan karang raksasa.
Sunset di sela karang. Image via: @felgra_photography

Simak juga: Pantai Tiang Bendera, Kibar Merah Putih di Ujung Selatan negeri

Luka Kepala Suku sembuh seketika. Tapi mendengar seruan petani Kepala Suku mendadak marah. Dari mana pula petani itu tahu harta berharga miliknya? Kepala Suku mengajak petani beradu ilmu. Tapi ternyata, sebagai pewaris tombak Numbu Ranggata, petani bisa mengalahkan Kepala Suku.

Petani kembali diantar penyu raksasa menyeberang pulang ke desanya. Membawa Watu Maladong di genggamannya. Tiga buah kerikil yang mampu membuat sumber air, menumbuhkan padi, jagung, dan jewawut yang pasti membawa kemakmuran di tanah kelahirannya

mengikat janji did epan karang siluman penyu pantai watu maladong
Mengikat Janji. Image via: @explore.sumba

Objek Wisata Dekat Pantai Watu Maladong

Selain Pantai Watu Maladong, Sumba Barat Daya juga mempunyai pantai karang lain. Salah satu yang populer yakni Tanjung Mareha. Tanjung ini erat dengan Pantai MBawana. Tanjung ini memiliki sebuah tebing-tebing besar yang mempunyai keindahan dan pemandangan yang luar biasa.

Dari atas tebing dengan rerumputan hijau ini Pengunjung mampu melihat salah satu ikon dari Pantai Mbawana adalah karang bolong. Salah satu pemandangan magis di pantai berbatu ini yakni ketika matahari terbit atau matahari terbenam.

Walau Sumba populer sebagai tempat beriklim Sabana Tropis, namun Sumba Barat Daya memilki wisata penderasan. Objek wisata itu adalah Air Terjun Waikelo Sawah, yang merupakan sumber air di Sumba yang tidak pernah kering. Terletak di kawasan dengan topografi perbukitan dan lokasi sejuk, menambah pesona lokasi ini. Sumber airnya dari sungai bawah tanah.

Demikian sekilas gambaran pesona yang dimiliki Pantau Watu Maladong. Tentu saja yang bisa kami ceritakan ini hanya sebagian kecil saja dari pesona loasi ini. Masih ada banyak sensasi yang bisa anda peroleh dengan mendatangi eksklusif lokasi ini.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni