Pemandangan Pantai Padang

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”9442″
data-slug=””>

3.7
/
5
(
3

votes

)

Lokasi: Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

Map: Klik Disini

HTM: Gratis

Buka Tutup: 24 Jam

Nama Pantai Padang menjadi terkenal di telinga masyarakat Indonesia, alasannya salah satu film Hollywood berjudul Eat, Pray, Love yang dibintangi Jullia Robert memakai Pantai Padang-Padang sebagai lokasi shooting disamping beberapa kawasan lainnya di Bali, mirip Ubud, Monkey Forest dan rumah seorang guru spiritual bernama Ketut Liyer.

Tulisan ini bukan untuk mengulas Pantai Padang-Padang yang ada di tempat Pecatu, Kabupaten Badung, Bali yang menjadi lokasi shooting film Eat, Pray, Love, melainkan Pantai Padang yang terdapat di kawasan Pusat Kota Padang, Sumatra Barat. Kedua pantai ini memang mempunyai nama yang sama, namun menghadirkan kesan eksotis yang berbeda.

foto by instagram.com/zubeirray

Tidak mirip Pantai Padang2, Pantai Parangtritis ataupun Sanur yang letaknya jauh dari wilayah perkotaan, Pantai Padang yang oleh masyarakat Sumbar kerap disebut Pantai Taplau (Tapi Lauik atau Tepi Laut) menjadi cukup unik alasannya lokasinya berada di daerah pusat Kota Padang.

Selain cukup unik alasannya lokasinya berada di tempat sentra kota dan tidak banyak sentra kota di Indonesia yang mempunyai area wisata pantai, keindahan yang disuguhkan Pantai Padang Sumbar mampu dibilang berbeda dari pantai-pantai yang lain disebabkan alasannya adalah daerah pantai hanya memiliki sedikit area yang berhiaskan pasir.

Justru tumpukan watu-watu besar yang lebih secara umum dikuasai terlihat di Pantai Tapi Lauik. Batu-kerikil besar yang sengaja ditempatkan di tempat pantai dengan tujuan untuk mencegah pengikisan gelombang maritim yang dari waktu ke waktu menggerus tanah di kawasan pesisir dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya.

Mengenal Sekilas

Bagi penduduk orisinil atau mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di Kota Padang, tentu tahu bahwa dahulu, Pantai Padang tidak berbeda jauh dengan pantai-pantai lainnya yang mempunyai bibir pantai yang panjang berhiaskan hamparan pasir putih yang menawan.

Namun alasannya besarnya gelombang maritim yang menerjang kawasan pesisir, membuat puluhan bangunan yang berdiri di pinggir pantai banyak yang roboh, sehingga pemerintahpun melaksanakan reklamasi dengan memagari kawasan pesisir menggunakan watu-batu besar untuk mencegah erosi yang disebabkan oleh gelombang maritim.

foto by instagram.com/erlinsaparingga29

Dalam perjalanan waktu, Pantai Padang juga pernah dikenal sebagai tempat kumuh dan mesum, alasannya di sekitar pesisir banyak bangun warung remang-remang, gubuk-gubuk dan bangunan-bangunan illegal yang kerap dimanfaatkan untuk tindak a-moral.

Namun seluruh citra tersebut ketika ini telah berubah, sebab hamparan pasir putih yang menghias panjangnya bibir pantai sudah tidak ada lagi dan berganti dengan tumpukan kerikil-watu besar.

foto by instagram.com/farrelassyauqi21

Warung remang-remang dan gubuk-gubuk kumuh yang mengotori kawasan pantai juga sudah digusur dan diganti dengan area kuliner, taman bermain anak, Tugu IORA (Indian Ocean Rim Association), Monumen Merpati Perdamaian serta Taman Muaro Lasak yang pada 12 April 2016 diresmikan Presiden Joko Widodo.

Tidak hanya itu, aneka macam kemudahan dan infrastruktur turut mewarnai perubahan Pantai Padang, sehingga wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini, dipastikan tidak akan kecewa karena pemerintah setempat memang bertekad untuk mengakibatkan Pantai Padang sebagai salah satu ikon pariwisata di Sumatera Barat.

Hal tersebut dibuktikan dengan menjadikan tempat Pantai Padang sebagai salah satu dari sepuluh daerah bebas sampah sebagaimana isi dari Perda No.21 Tahun 2012.

foto by instagram.com/rikanofriyanti

Daya Tarik

Secara administratif, Pantai Padang berada di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumbar. Karena berada di daerah perkotaan, tidak sulit untuk menuju ke lokasi wisata.

Bahkan, mereka yang gres pertama kali ke kawasan wisata inipun, meski tidak membawa peta maupun memakai GPS dan Google Map, tidak akan hingga tersesat dan salah jalan.

Traveller yang tiba dari luar daerah atau luar pulau, begitu keluar dari Bandar Udara Internasional Minangkabau, dapat menyewa kendaraan beroda empat atau menggunakan angkutan umum dan menempuh perjalanan darat sejauh 23 km dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Sedang bagi wisatawan yang berada di Pusat Kota Padang, dapat menggunakan angkutan kota jurusan Tabiang untuk dapat hingga di tempat pantai.

foto by instagram.com/judexjudi

Begitu datang di kawasan pesisir, keindahan pemandangan alam yang bakal menyambut adalah gulungan ombak bahari yang besar dan menghantam bebatuan. Garis pantainya yang panjang membuat pemandangan yang tersuguh semakin terliohat eksotis dengan latar belakang Gunung Padang yang tampak di kejauhan.

Kesempurnaan dari keindahan alam yang tersaji akan semakin sempurna dikala dinikmati pada dikala senja. Kala itu, matahari yang perlahan-lahan turun ke batas pandang antara langit dengan laut akan menyemburatkan warna kuning keemas-emasan yang dibiaskan oleh air, sehingga menyuguhkan lukisan alam yanag memukau sebelum kesudahannya lenyap dan mengubah suasana sekeliling menjadi gelap.

foto by instagram.com/sucinurulazizah_

Selain menikmati keindahan maritim dan pantai, wisatawan yang berkunjung ke sini juga dapat berselfie ria dengan memanfaatkan spot-spot anggun yang ada di Taman Muaro serta spot yang tidak mampu ditemui di objek-objek wisata lain.

Yaitu Monumen Merpati Perdamaian dan Tugu IORA yang bentuknya menyerupai rambu petunjuk arah bertuliskan nama-nama negara yang tergabung dalam Asosiasi Negara-Negara di Kawasan Samudra Hindia.

Duduk kalem di Taman Muaro juga menjadi aktifitas yang menyenangkan, alasannya mata akan dimanjakan oleh indahnya bunga dan berbagai macam jenis tumbuhan yang ditata sedemikian indah.

foto by instagram.com/avartara_eyes

Bagi pengunjung yang tiba bersama keluarga dan membawa putra-putrinya yang masih anak-anak, tidak perlu khawatir mereka akan bosan dan mengajak pulang. Karena di daerah pantai, tersedia arena bermain bawah umur yang diisi dengan kereta kelinci dan aneka macam macam wahana permainan yang mampu disewa dengan biaya yang murah.

Harga Tiket Masuk

foto by instagram.com/xplore.padang

Tidak perlu membawa uang dalam jumlah banyak untuk mampu menikmati indahnya Pantai Padang dan berbagai fassilitas yang ada di sana, alasannya adalah untuk masuk ke lokasi wisata pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis, kecuali membayar ongkos parkir sebesar Rp.2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp.5.000 untuk kendaraan roda empat.

Fasilitas

Meski gratis, pantai ini menyediakan aneka macam macam fasilitas umum sebagaimana halnya daerah-tempat wisata yang lain, mirip mushollah, kamar mandi dan WC serta pos keamanan.

Bagi pengunjung yang ingin menghilangkan lapar dan dahaga, tidak perlu khawatir sebab banyak pedagang keliling dan kios-kios yang menjual aneka macam macam minuman acuh taacuh dan minuman bersoda, es kelapa muda, telur rebus, kacang rebus serta yang lain.

foto by instagram.com/hendrachanel_

Terdapat pula area masakan yang dihiasi tenda-tenda pedagang yang tertata rapi dan menyediakan banyak sekali macam kuliner khas Padang seperti Langkitang, Pensi, serta sajian-hidangan lainnya yang menggoyang pengecap.

Penginapan

Untuk mereka yang ingin bermalam di daerah pantai, dapat menyewa rumah-rumah penduduk yang dimanfaatkan sebagai homestay yang terletak di seberang jalan tidak jauh dari pantai.

Terdapat pula beberapa hotel yang menyediakan kamar dengan banyak sekali kemudahan dan dengan harga yang bervariasi, mirip Plan B Hotel, HW Hotel serta hotel-hotel yang lain.

Wisatawan yang menginap di hotel maupun di homestay, untuk menuju ke Pantai Padang dapat ditempuh dengan berjalan kaki alasannya adalah jarak penginapan dengan pantai hanya belasan meter.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni