Proses Terbentuknya Goa Jatijajar

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”10211″
data-slug=””>

4.4
/
5
(
5

votes

)

Lokasi: Jl. Jatijajar, Palamarta, Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54473

Map: Klik Disini

HTM: Dewasa Rp.7.500, Anak-anak Rp.4.500

Buka Tutup: 09.00 – 17.00

Dengan wilayah yang dipenuhi bebukitan karst, bukan hal yang abnormal jikalau Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah memiliki sejumlah situs geologi dalam bentuk goa. Namun diantara beberapa goa yang ada, hanya satu yang memiliki daya tarik istimewa, bahkan menjadi objek wisata andalan kabupaten ini, ialah Goa Jatijajar.

Goa ini menjadi istimewa dan mengundang banyak wisatawan, bukan saja alasannya ukurannya yang luas, ialah memiliki panjang 250 meter, lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter, tapi juga bab dalam goa yang dipenuhi stalagtit dan stalagmit yang eksotis.

foto by instagram.com/sf.alfian19

Daya tarik tersebut menjadi semakin bertambah alasannya Goa Jatijajar dikelola secara profesional, mirip dibangunnya jembatan untuk mempermudah pengunjung yang ingin menikmati keindahan pemandangan di dalam goa.

Dibuatnya patung-patung yang membentuk diorama legenda Lutung Kasarung yang berkisah tentang romantisme percintaan antara Raden Kamandaka dengan Dewi Ciptasari, ditambahkannya lampu-lampu di beberapa sudut goa dan banyak sekali fasilitas lainnya.

Sejarah Singkat

Goa Jatijajar ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 1802 oleh Jayamenawi, seorang petani yang memiliki lahan di atas goa tersebut. Tidak usang setelah goa itu diketemukan, Bupati Ambal yang menjadi penguasa Kebumen pada ketika itu datang untuk meninjau lokasi.

foto by instagram.com/alhasan_18395

Pada ketika melakukan peninjauan itulah Bupati Ambal mendapati dua batang pohon jati yang tumbuh sejajar dan berdampingan di tepi lisan goa. Sejak dikala itulah goa tersebut dinamakan Goa Jatijajar.

Versi lain perihal asal-seruan nama Goa Jatijajar berkisah wacana Raden Kamandaka yang dikejar-kejar para prajurit dari Kadipaten Pasir Luhur. Untuk menyelamatkan diri, Raden Kamandaka pun masuk ke dalam goa.

Namun para prajurit itu terus mengejar. Dalam keadaan terdesak Raden Kamandakapun mengatakan dalam bahasa Jawa bahwa dia “sejatine” (bergotong-royong) ialah putra Raja Pajajaran. Kata “sejatine” itulah lalu disingkat menjadi “jati” dan kata “Pajajaran” disingkat menjadi “Jajar”, sehingga goa itupun menerima julukan Goa Jatijajar.

foto by instagram.com/eko.liverpudlian17

Selain sejarah atau lebih tepatnya legenda ihwal asal-ajakan nama Jatijajar, terdapat pula mitos yang dipercaya masyarakat setempat terkait keberadaan 7 sendang atau sungai. Ketujuh sendang tersebut hanya 4 sendang yang dapat dijangkau dengan mudah, yaitu Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar dan Sendang Kantil.

Menurut mitos yang berkembang Sendang Puser Bumi dan Jombor, airnya memiliki kegunaan sebagai sarana untuk meraih berbagai macam tujuan. Sendang Mawar dipercaya mampu membuat kekal muda bila dipakai untuk mandi dan basuh muka.

Sedang Sendang Kantil khasiatnya dapat menciptakan seseorang lebih mudah dalam mewujudkan harapan jika orang tersebut mandi atau basuh muka dengan memakai air sendang.

Sekilas Tentang

foto by instagram.com/nila_ahp

Goa ini mulai dikembangkan sebagai objek pariwisata sekitar tahun 1975, disaat Gubernur Jawa Tengah dijabat oleh Suparjo Rustam dan yang menjabat Bupati Kebumen, Supeno Suryodiprojo.

Untuk membangun dan menyebarkan Goa Jatijajar, pemerintah daerah harus membebaskan tanah milik masyarakat seluas 5,5 hektar. Sedang yang ditunjuk sebagai pelaksana yaitu CV. AIS dari Yogyakarta yang dipimpin Saptoto, seorang seniman diorama kondang di tanah air.

Itu sebabnya, dalam pengembangannya goa ditata sedemikian artistik dan mempunyai citarasa seni yang tinggi lewat pemasangan trap-trap beton, lampu-lampu penerangan serta-serta patung-patung diorama legenda Lutung Kasarung.

foto by instagram.com/nila_ahp

Berada di sebelah barat daya Kota Semarang sejauh sekitar 200 km atau sekitar 42 km dari sentra Kota Kebumen, objek wisata ini cukup mudah dijangkau alasannya adalah dilalui oleh sarana angkutan umum.

Wisatawan yang berangkat dari Semarang mampu melalui jalur Semarang – Ambarawa – Magelang – Muntilan sebelum risikonya tiba di Kebumen dan berlanjut ke lokasi yang dituju.

Bagi pengunjung yang menggunakan angkutan umum, pilihan yang paling tepat ialah memakai kertea api dan berhenti di Stasiun Gombong. Setelah itu melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum jurusan Pantai Ayah dan turun di jalur terdekat yang menuju ke Goa Jatijajar.

Indahnya Perut Bumi

foto by instagram.com/ditaorland

Berbeda dengan aktifitas wisata caving atau susur goa pada umumnya yang harus memasuki goa dengan kondisi gelap gulita serta medan yang menantang, menyusuri Goa Jatijajar justru sebaliknya, karena caving di sini dikemas dengan sentuhan kemajuan tekhnologi.

Seluruh bagian goa yang memiliki panjang 250 meter telah diterangi oleh cahaya lampu listrik dengan jalan beton dan trap-trap yang nyaman untuk dilewati, bahkan di beberapa bab telah disediakan tempat untuk beristirahat.

Meski demikian, sentuhan tekhnologi tersebut tidak mengurangi keindahan bagian dalam gua yang memiliki stalagtit dan stalakmit berusia ribuan tahun, tapi justru mempercantik lukisan alam yang ada di dalam goa lewat cahaya lampu yang dibiaskan oleh stalagtit dan stalagmit serta dinding goa.

foto by instagram.com/traveler_riku_jp

Saat pertama kali memasuki area wisata, pengunjung akan disambut oleh patung dinosaurus berukuran raksasa yang memuntahkan air dari mulutnya dan air tersebut mengalir ke dalam bak.

Di dalam bak inilah banyak anak-anak yang berenang dan meminta kepada pengunjung untuk melemparkan uang koin. Begitu ada yang melemparkan koin, mereka akan memburu koin tersebut dengan menyelam ke dalam air kolam.

Selanjutnya, tibalah pengunjung di mulut goa yang harus dimasuki dengan menapaki anak tangga yang sebagian berbentuk datar dan sebagian bentuknya menanjak. Begitu berada di dalam goa, mata akan eksklusif dimanjakan oleh pemandangan unik dan eksotis yang terbentang sepanjang 250 meter.

Tidak hanya pahatan alam saja yang akan membuat pengunjung merasa kagum oleh suasana di dalam goa, tapi juga pahatan buatan berupa patung-patung diorama Lutung Kasarung yang terdiri dari beberapa puluh patung yang ditempatkan di sepanjang dinding goa.

Patung-patung tersebut seolah mempunyai nyawa alasannya adalah permainan sorot cahaya lampu yang ditata sedemikian rupa.

foto by instagram.com/traveler_riku_jp

Bagi para pengunjung yang masih mempercayai mitos dan hal-hal ghaib, daya tarik lainnya yang dimiliki Goa Jatijajar sudah barang tentu keempat sendang yang ada di dalamnya. Karena itu, tidak sedikit pengunjung yang menympatkan diri untuk mencuci muka di keempat sendang tersebut sebelum keluar dari pintu goa.

Begitu keluar dari pintu goa, akan ditemui beberapa penjual masakan dan minuman serta souvenir yang siap melayani pengunjung dengan senyum dan sapa yang ramah.

Harga Tiket Masuk

Objek wisata yang buka setiap hari pada pukul 09.00 – 17.00 ini mengenakan harga tiket masuk kepada setiap pengunjung sebesar Rp.7.500 untuk orang cukup umur dan Rp.4.500 untuk belum dewasa.

HTM tersebut relatif murah, sebab keindahan suasana di dalam goa selain memang sangat memukau juga tidak mampu dijumpai di sembarang daerah. Disamping itu, akomodasi yang ada di Goa Jatijajar cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan yang datang berkunjung.

foto by instagram.com/rozafitri3770

Fasilitas Yang Ada

Beberapa dari kemudahan tersebut diantaranya yakni kamar mandi dan toilet, mushollah, ruang berita, area parkir yang luas dan pos keamanan. Pengunjung juga tidak perlu khawatir meski tidak membawa bekal pada saat berkunjung, karena di lokasi banyak dijumpai penjual masakan dan minuman.

Bahkan ada baiknya mencoba kuliner khas Kebumen yang dijual di sini, seperti mirip pecel bertabur kecombrang dan tempe mendoan yang rasana khas serta nikmat.

Berbagai macam souvenir juga dapat dibeli di area Goa Jatijajar, mirip gantungan kunci, Tshirt, lampu hias, tirai dari kulit kerang, pigura dan beberapa jenis perlengkapan rumah tangga.

Satu yang tidak tersedia di sekitar lokasi Goa Jatijajar yaitu penginapan. Karena itu, bagi pengunjung dari luar kota yang ingin bermalam, mampu mencari hotel dan penginapan di daerah Pantai Ayah atau di sentra Kota Kebumen.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni