Pulau Langkadea, Pulau Pasir Indah Yang Dulu Pernah Berpenghuni

Pulau Langkadea merupakan pulau yang tak berpenghuni yang mempunyai keindahan sama dengan jajaran pulau spermonde lainnya. Tetapi juga mempunyai panorama, keunikan, dan ceritai yang berbeda dengan yang lainnya. Khususnya mengenai menghilangnya para penghuni Pulau.

Pulau Langkadea merupakan pulau yang tak berpenghuni yang memiliki keindahan sama dengan jajaran pulau spermonde lainnya
Pulau Langkadea. Image via: makassarguide.com

Pulau ini memiliki luas yang cukup luas untuk ukuran pulau kecil. Pulau ini luasnya sekitar 3 – 4 kali lapangan bola.

Pulau ini merupakan satu dari formasi pulau-pulau kecil yang sering disebut dengan kepulauan Spermonde. Membentang dari kabupaten Takalar di selatan sampai kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) di utara.

Kepulauan Spermonde terdiri dari sekitar 120 pulau yang masing-masing memiliki keunikan dan keindahan tersendiri.

Ketika berkunjung ke Pulau Langkadea, pengunjung akan menemukan keindahan alam yang sangat indah di pulau ini. Baik pemandangan di daratan maupun pemandangan di bawah bahari. Pulau ini memperlihatkan suasana yang berbeda sebab pasir putihnya sangat kontras dengan warna biru nya maritim sekitar pulau.

Dari pulau Langkadea, kita mampu menikmati indahnya moment matahari terbit dan juga matahari terbenam. Ini kesempatan yang jarang bisa menikmati suasana itu dari pulau kecil di tengah lautan. Matahari seakan muncul dan karam di samudera.

Pasir pulau Langkadea berwarna putih bersih.
Pasir Langkadea. Image via: phinemo.com

Simak juga: Bermacam objek wisata Sulawesi Selatan

Lokasi Pulau Langkadea

Pulau Langkadea merupakan salah satu dari 120 pulau yang berada di Kepulauan Spermonde. Sebuah kepulauan yang membentang dari kabupaten Takalar di selatan sampai Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) di utara.

Pulau wisata ini terletak di wilayah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan.

Rute Menuju Pulau Langkadea

Berangkat ke pulau Langkadea mampu memakai perahu penumpang tujuan pulau Bontosua yang bersandar di pelabuhan Paotere, Makassar. Terdapat dua perahu penumpang dengan rute ke pulau ini dengan acara berangkat yang hampir sama.

Perahu ini biasanya bersandar sekitar jam 08.00 pagi di pelabuhan Paotere, dan berangkat sekitar jam 11.30 siang menuju pulau. Tidak ada pilihan waktu lain jika memilih berangkat sebagai penumpang biasa. Terutama jikalau jumlah anggota tim kurang dari 5 orang.

Perahu penyeberangand ari daratan utama mendarat di pasir pulau Langkadea, karena tidak ada dermaga
Perahu mendarat di Langkadea. Image via: @ifuad2777

Sebelum berangkat, pastikan untuk berkomunikasi sebelumnya dengan pemilik kapal dan minta diantar menuju pulau Langkadea. Hal ini mengingat tujuan utama perahu ini bekerjsama yaitu ke pulau Bontosua. Jika perlu, lakukan komunikasi beberapa hari sebelum hari keberangkatan.

Durasi tempuh bahtera dari pelabuhan sampai ke pulau sekitar 1–2 jam. Durasi tempuh tergantung rute. Rute pertama, eksklusif ke pulau Langkadea. Rute kedua, transit terlebih dahulu di dermaga Pulau Bontosua lalu lanjut ke pulau wisata ini.

Jam Buka Pulau Langkadea

Pulau Langkadea buka 24 jam. Bahkan pengunjung dapat mendirikan tenda untuk bisa menikmati panorama keterpencilan di tengah bahari secara paripurna.

Langit pulau Langkadea tampak cerah danmemebntang, diakrenakan posisi pulau yang terpencil di tengah lautan.
Langit Langkadea. Image via @explore.pangkep

Simak juga: Peninggalan Megalitikum Lembah Bada

Tiket Pulau Langkadea

Tidak ada tiket masuk untuk menginjakkan kaki di pulau Langkadea. Jadi pengunjung cukup menyiapkan dana untuk biaya penyeberangan saja.

Fasilitas Pulau Langkadea

Pulau Langkadea sepertinya pernah dihuni. Ada bekas-bekas bangunan rumah, sumur, akomodasi MCK bahkan ada bangunan mesjid cukup besar yang masih utuh.

Daya Tarik Pulau Langkadea

  1. Pulau tak berpenduduk

Masjid tanpa Jemaat di pulau langkadea.
Masjid tanpa Jemaat. Image via: @paulustandibone

Meski tak berpenghuni, Pulau Langkadea memiliki jejak-jejak peninggalan peradaban insan modern. Seperti MCK, bekas-bekas bangunan rumah, sumur, bahkan ada bangunan mesjid cukup besar yang masih utuh dan layak untuk dipakai.

Dari beberapa cerita yang beredar tentang alasan mengapa Pulau ini yang tak berpenghuni. Padahal terdapat jejak-jejak peradaban insan modern ada dua dongeng yang paling sering terdengar. Pertama, konon Pulau Langkadea ini merupakan pulau milik sebuah keluarga. Saat sang ayah meninggal, pulau ini menjadi sengketa oleh anak-anaknya, sehingga ditinggalkan.

Versi kedua yakni menyebutkan bahwa pulau ini dihuni oleh warga, namun ketika pergantian bupati, pulau ini juga menjadi sengketa politik. Meski belum jelas yang mana dongeng orisinil dari alasan mengapa Pulau ini tak berpenghuni, itu sama sekali tak kuat pada keindahan alam yang ada di pulau ini.

  1. Pulau yang indah

Pantai pulau langkadea nan indah cocok untuk duduk bersantai.
Pantai nan indah. Image via: @irfank0911

Simak juga: Memandang Borobudur dari Barede

Pulau Langkadea memiliki luas sekitar 3-4 kali lapangan bola. Dengan pasir yang putih, serta air yang jernih Pulau wisata ini dapat menawarkan kesegaran dan kesejukan mata untuk setiap orang yang menginjakan kaki di pulau ini.

Pulau Langkadea mampu menciptakan para pengunjung terpukau untuk menikmati sunset ataupun sunrise. Jika ingin menginap di Pulau, siapkan saja tenda dan kebutuhan kuliner serta minuman. Pastikan menginap saat tidak ekspresi dominan hujan supaya tidak kerepotan berteduh di waktu berkemah.

Kegiatan yang mampu di lakukan di Pulau Langkadea ini bermacam-macam, mulai olah raga air seperti snorkeling atau mampu juga hanya bersantai dengan memasang hammock di pepohonan rindang sambil menikmati semilirnya angin di Langkadea. Pulau ini juga mempunyai nama lain, adalah Mustika Citra Langkah Island.

Pulau Langkadea juga sangat cocok untuk yang akan melaksanakan hunting foto. Baik foto portrait maupun landscape. Pulau berpasir putih inipun akan sangat indah bila diabadikan sebagai salah satu daerah prawedding atau postwedding.

Romantis, misterius, dan penuh keeksotisan khas Sulawesi Selatan

  1. Wisata bawah maritim

Snorkeling di perairan pulau Langkadea utuk menimati ratusan jenis biota laut.
Snorkeling di Langkadea. Image via: makassarguide.com

Air maritim yang berwarna biru muda dan sangat jernih pasti akan menarik hati siapa laja yang melihatnya. Asyik sekali untuk berenang sambil menikmati keindahan bawah lautnya. Berbagai jenis terumbu karang dan biota laut adalah keindahan lain dari pulau Langkadea yang sayang kalau dilewatkan.

Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan di perairan kepulauan Spermonde kisaran kedalaman rata-rata antara 2 – 35 m. Sehingga kriteria mampu dikategorikan sebagai perairan maritim dangkal di bagian Timur dan perairan dalam di bab Baratnya.

Kecepatan arus yang tinggi dijumpai di barier reef Spermonde adalah berkisar 2,0 – 6,0 m/detik. Sementara rata-rata suhu berkisar 270C, yang merupakan kisaran suhu normal untuk perairan tropis dimana kawasan perairan Spermonde dipengaruhi oleh arus-arus lintas Indonesia.

Perairan di sekitar pulau langkadea sangat bening.
Perairan yang bening. Image via: @dyngdonk

Simak juga: Kompleks Wisata alam Petungkriyono

Di perairan Kabupaten Pangkep ditemukan 176 jenis binatang pembentuk karang. Pada umumnya terumbu karang ditemukan pada kedalaman 1-10 m. Sekalipun demikian di Pulau Langkadea terumbu karang juga ditemukan pada kedalaman 25 m.

Kondisi terumbu karang di sekitar pulau 74,26% dalam kondisi rusak dan hanya 25,74% dalam kondisi baik dari total luas keseluruhan terumbu karang sebesar 27.027,71 ha. Persentase tutupan lamun sangat bervariasi dari satu lokasi ke lainnya. Luas padang lamun di wilayah pesisir daratan utama dan Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep sekitar 3.857 Ha.

berlayar Menuju Pulau Langkadea.
Menuju Langkadea. Image via: @raishaalimuddin

Tips Mengunjungi Pulau Langkadea

Mengingat mahalnya biaya penyeberangan ke pulau Langkadea, ada baiknya perjalanan dilakukan berombongan beranggotakan 6–7 orang kemudian sharing cost. Anggota tim minimal 6–7 orang juga memiliki kegunaan biar pemilik perahu tidak merasa “rugi” bela-belain untuk mengantar dengan aksesori tarif yang “secukupnya”.

Camping di rindang pepohonan pulau Langkadea.
Camping di Langkadea. Image via: pulaus.com

Simak juga: Benteng Kalamata Ternate

Objek Wisata Dekat Pulau Langkadea

Selain objek wisata berupa Pulau-lupau kecil dan pemandangan bawah laut, labupaten pangkep juga memeilki wisata lam lainnya. Termasuk juga dataran tinggi dan gua laam.

Yang pertama ada Gua Kalibbong Alloa. Gua Kalibbong Alloa suguhkan penampilan tercantik yang bisa diberikan sebuah gua. Stalagmit dan stalaktitnya mengkilap mirip dipenuhi oleh kristal. Aliran air di dalamnya pun memiliki kejernihan yang luar biasa.

Mulut gua ini berada di bagian atas tebing kabur dengan ketinggian 218 mdpl. Sehingga, untuk sampai dan menikmati kecantikan Kalibbong Alloa, Teman Traveler harus memanjat tebing dan merayap dengan kemiringan sekitar 90 derajat.

Untuk wisata dataran tinggi kabupaten pangkep memiliki Gunung Bulusaraung. Ketinggiannya sekitar 1.535 meter mdpl. Dari atas puncak gunung, pengunjung akan dapatkan pemandangan yang keindahannya memabukkan.

Meski terhitung tidak terlalu tinggi, medan pendakian Gunung Bulusaraung cukup terjal. Sepanjang jalur, siap-siap saja bertemu dengan banyak batuan dan pepohonan. Jika beruntung, hewan-binatang endemik seperti kera hitam dan musang mampu jadi teman perjalanan.

Ayo berkunjung ke Pulau Langkadea. Jangan lupa ajak keluarga, saudara serta sahabat untuk berkunjung ke tempat ini.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni