Pulau Sapeken Madura

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”10625″
data-slug=””>

3.6
/
5
(
5

votes

)

Lokasi: Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur

Map: Klik Disini

HTM: Free

Buka: Setiap hari (24 Jam)

Waktu liburan semakin akrab dan And masih galau mau kemana? Jika Anda ingin mendapatkan paket lengkap dalam berwisata, datanglah ke salah satu pulau di Sumenep yang populer akan keindahan budaya, yaitu Pulau Sapeken.

Informasi Umum

Pulau Sapeken memiliki ciri khas berupa budaya yang begitu berpengaruh sehingga sangat cocok bagi Anda yang suka melaksanakan penelitian sosial wacana sejarah, budaya dan kebiasaan hidup bermasyarakat. Sayangnya, wisata alam yang mampu dikunjung terbilang sedikit, berbeda dengan pulau Saebus.

Meskipun demikian, Anda akan disuguhi pemandangan yang unik dari pulau ini. Hampir semua rumah-rumah di pulau Sapeken dibentuk dengan bentuk panggung semoga rumah tidak terendam air ketika pasang air maritim.

foto by instagram.com/jejakbajo/

Atas Perairan

Beberapa rumah bahkan dibangun di atas perairan sehingga terlihat mirip rumah apung. Apabila Anda ingin berkunjung ke rumah apung tersebut, Anda harus menaiki bahtera terlebih dahulu.

Wisatawan mancanegara sering menyebut pulau ini dengan istilah Sapeken Island. Pulau dengan pasir putih ini mampu menarik perhatian para wisatawan untuk tiba. Wajib bagi Anda untuk menikmati pantai sebelum menjelajahi pulau lebih dalam.

foto by instagram.com/jejakbajo/

Banyak Kapal

Terdapat banyak kapal yang terparkir di tepi pantai alasannya adalah daerah tersebut merupakan pelabuhan besar sebagai penghubung bagi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pantai ini menjadi daerah bagi masyarakat sekitar untuk mencari nafkah sebagai nelayan.

Meskipun termasuk dalam pulau berukuran kecil, tapi pulau Sapeken memiliki failitas layaknya pulau besar lainnya.

Terdapat pasar yang berguna untuk menjual ikan hasil tangkapan dari nelayan. Selain pasar ikan, Anda juga akan menemukan pasar biasa yang menjual sayur, bumbu dapur, dan lainnya.

foto by instagram.com/diditherlambang/

Kehidupan masyarakat pulau ini terlihat sederhana, tapi perekonomiannya sudah terjamin, bahkan banyak juga yang hidup berkecukupan. Hal ini terlihat dari rumah-rumahnya yang cukup manis. Tetapi, jangan berharap untuk melihat kendaraan beroda empat di pulau ini.

Alat transportasi di pulau ini ialah motor dan untuk kendaraan umumnya yakni becak. Para nelayan biasanya menggunakan gerobak dorong guna mengangkut ikan hasil tangkapan menuju pasar desa.

foto by instagram.com/polres_sumenep/

Sebagian besar masyarakat Sapeken membeli kebutuhan atau perlengkapan sehari-hari ke Banyuwangi dengan berlayar. Melalui rute air ini diharapkan waktu sekitar 6 hingga 9 jam, sedangkan kalau peta ke Kota Sumenep diperlukan waktu sekitar 12 jam.

Pulau Sapeken mempunyai luas hingga 2.45 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar ribuan kepala keluarga. Jumlah penduduk ini cukup untuk memadati wilayah tersebut. Pulau ini dikelilingi oleh beberapa pulau, mirip pulau Saur.

Secara profil administrasi, pulau Sapeken mempunyai 9 desa, ialah Desa Paliat, Sapeken, Sekala, Tanjung Kiaok, Pangerungan Besar, Sabuntan, Pagerungan Kecil, Sepanjang, dan Desa Sasiil. Hampir semua desa berada di pulau yang berbeda, kecuali letak Desa Tanjung Kiaok yang berada di pulau ini.

foto by instagram.com/potretmadura/

Salah satu kekurangan dari pulau ini ialah keberadaan aliran listrik yang masih terbatas. Masyarakat dapat menikmati aliran listrik hanya pada sore hari menjelang petang sampai pagi hari.

Berbeda bagi masyarakat dengan perekonomian di atas rata-rata yang dapat menikmati listrik setiap saat. Padahal potensi wisata yang dimiliki pulau ini sangat banyak, seharusnya pemikiran listrik menjadi salah satu failitas yang harus tersedia di daerah wisata ini.

Keindahan Bawah Laut

foto by instagram.com/daunpisah/

Kepulauan Sapeken juga mempunyai keindahan alam mempesona. Pemandangan bawah bahari di pulau ini sangatlah menakjubkan, terlebih dengan adanya terumbu karangnya. Tidak heran kalau banyak wisatawan yang datang hanya untuk menikmati pesona bawah lautnya dan berfoto.

Keindahan alam yang lain berupa hutan mangrove. Diketahui bila hutan ini menyumbang sekitar 85% dari seluruh hutan mangrove di Jawa Timur. Selain untuk daerah wisata, hutan mangrove ini juga memiliki kegunaan sebagai materi pupuk, kayu bakar, bangunan dan lainnya.

Sayangnya, penebangan liar dan abrasi menciptakan keamanan serta keindahan hutan berkurang. Pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut menebang pohon seenaknya tanpa menanam kembali sehingga mengurangi kerimbunan pohon mangrove.

foto by instagram.com/kangeantravel/

Abrasi yang terlalu sering terjadi juga mampu merusak kualitas pohon sehingga gampang rusak atau menjadi ringkih.

Apabila hal ini terus terjadi, hutan mangrove akan terancam punah sehingga mampu mengakibatkan berbagai duduk perkara lain, mirip petaka.

Tidak hanya itu, Anda juga mampu mengamati atau turut berpartisipasi dalam beberapa kegiatan masyarakat lokal sebab kebudayaan yang dimilikinya cukup unik. Anda akan mendapatkan sensasi yang berbeda dari kebiasaan hidup di perkotaan.

foto by instagram.com/kangeantravel/

Sebelum berkunjung ke kawasan wisata ini, Anda mampu mendatangi wisata berupa kerajaan Singaraja terlebih dahulu. Dijamin liburan Anda akan lebih menyenangkan.

Sejarah Singkat

Istilah Sapeken ternyata mempunyai makna tersendiri yang berkaitan dengan sejarah pulau tersebut. Pada era lampau, orang yang pertama kami mendiami atau nenek moyang tidak berniat tinggal di pulau ini, melainkan sebagai tempat singgah agar nantinya mampu melanjutkan perjalanan.

foto by instagram.com/kangeantravel/

Diketahui jikalau nenek moyang tinggal di pulau tersebut hanya satu minggu saja. Kisah inilah yang menjadi asal muasal nama pulau sapeken yang artinya satu pekan atau satu ahad.

Konon cerita, orang yang pertama kali tiba ke pulau ini ialah orang Sulawesi Selatan. Hal ini tampak dari kesamaan bahasa yang dipakai, adalah bahasa bajo yang masih dipakai sebagai bahasa kawasan sampai sekarang.

Penduduknya pun sudah tercampur oleh masyarakat dari suku lain.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni