Pulau Tomia, Karang Purba Surganya Para Pencinta Maritim Dan Pengagum Senja

Salah satu destinasi diving terbaik di Wakatobi yakni Pulau Tomia. Pulau ini bukan hanya menyuguhkan keindahan alam bawah lautnya saja, bahkan daratannya pun mempunyai daya tarik yang menciptakan para wisatawan terkagum-kagum dengan keindahannya.

Salah satu destinasi diving terbaik di Wakatobi adalah Pulau Tomia. Pulau ini bukan hanya menyuguhkan keindahan alam bawah lautnya saja, bahkan daratannya pun memiliki daya tarik yang membuat para wisatawan terkagum-kagum dengan keindahannya
Pulau Tomia. Image via: pegipegi.com

Terletak di sentra Wakatobi, Pulau Tomia merupakan sebuah pulau karang purba yang cukup unik. Terbentuk akibat adanya pergeseran kulit bumi, karang yang muncul ke permukaan, yang lalu ditumbuhi vegetasi alami, berubah menjadi sebuah pulau.

Wisata terumbu karang menjadi daya tarik tersendiri, khususnya para wisatawan yang hobi snorkeling. Lantaran berada di daerah segitiga terumbu karang dunia, Pulau Tomia punya koleksi terumbu karang yang terawat dengan permukaan air maritim yang sangat jernih.

Perairan di sekitar Pulau Tomia tergolong jernih. Sehingga visibilitasnya pun cukup jauh, mampu hingga 15 meter dan bila mau mengambil foto underwater juga bisa leluasa.

Keindahan daratan Tomia tidak kalah dibandingkan dengan keindahan bawah laut nya. Daratan Pulau Tomia dipenuhi dengan bukit-bukit, lembah, serta savanna yang membentang luas. Di daratan Tomia, para pengunjung juga dapat menemukan situs sejarah seperti Benteng Patuha.

Sunset pantai pulau tomia diamati dari perbukitan di pulau
Sunset dari bukit. Image via: @viqah_fahmy

Simak juga: Ragam daya tarik Wakatobi

Lokasi Pulau Tomio

Pulau Tomia ialah salah satu pulau di deretan kepulauan tukang besi wilayah Kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara.

Pulau ini terletak di selatan Pulau Kaledupa dan di Utara pulau Binongko.

Rute Menuju Pulau Tomio

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi Tomia, terdapat banyak pilihan transportasi yang mampu dipakai.

Dari Jakarta mampu mengambil penerbangan eksklusif ke Bandara Matahura, Wakatobi di Wanci, dengan transit di Kendari. Bisa juga melakukan perjalanan bahari dari Kendari dengan kapal penyeberangan rutin tiap minggunya pribadi ke Pulau Tomia.

Atau kalau memulai perjalanan dari Makassar, pengunjung bisa memakai kapal PELNI tujuan Bau-anyir, lalu menyeberang ke Pulau Wanci dengan waktu tempuh sekitar 12 jam.

Jam Buka Pulau Tomio

Pulau TOmia secara keseluruhan buka 24 jam. Sehingga mampu dikunjungi kapan saja, bahkan sekalian menginap.

Namun untuk aktivitas menyelam, ada waktu operasional tersendiri. Yakni dari jam  07.00 pagi, sampai jam – 18.00 di sore hari.

Landmark di Bukit Khayangan pulau tomia
Landmark pulau. Image via: suryapost.co

Tiket Pulau Tomio

Tidak ada pungutan khusus, semacam tiket masuk, untuk mampu memasuki Pulau Tomia. Kalaupun ada dana yang mesti disiapkan, itu yaitu dana untuk mengikuti aktivitas snorkeling atau menyelam.

Biaya menyelam di pulau tomia berada dalam kisaran Rp 500.000 hingga RP 1.000.000,-

Fasilitas Pulau Tomio

Sebagai daerah objek wisata internasional, kemudahan yang dimilki kabupaten ini sudah tergolong lengkap. Mulai dari akomodasi jalan yang memadai, taksi yang jumlahnya cukup, kawasan makan yang tergolong bersih, dan penginapan demgan harga terjangkau.

Penginapan di sini berfariasi, mulai dari harga 100 ribu per malam, sampai kepada yang 500 ribu permalamnya. Kaprikornus pemilihan bisa diubahsuaikan dengan isi kantong kita.

Pulau Tomia bahkan memiliki Bandara sendiri, yang dikelola oleh Swasta. Namanya Bandar Udara Maranggo.

Daya Tarik Pulau Tomio

  1. Surga menyelam

menyelam di Spot Cornucopia did ekat pulau tomia
Spot Cornucopia. Image via: scubadivingresource.com

Simak juga: Pulau Hoga di Wakatobi

Pulau Tomia ini berada di wilayah tempat segitiga terumbu karang dunia. Sehingga mempunyai koleksi terumbu karang yang terawat dan permukaan air bahari yang jernih. Pengubnjugn yang tiba mampu diving atau snorkelling ditemani ikan lucu yang hidup di terumbu karang.

Akan lebih menyenangkan lagi kalau mampu menyempatkan diving dikala sore hari. Karena sunset yang dihadirkan oleh Pulau Tomia ini menawan.

Dari penuturan pengelola pulau dan juga guide lokal, ada sekitar 28 spot diving yang terkenal di Pulau Tomia. Beberapa di antaranya ialah Ali Reef, Roma, Cornucopia, House Reef, Teluk Maya dan masih banyak lagi. Pengunjung tinggal pilih ingin mendatangi yang mana saja selama liburan di sana.

Misalnya jikalau memilih spot Cornucopia. Di spot ini pengunjung penyelam bisa menemukan terumbu karang yang tampak seperti tembok vertikal di kedalaman antara 20-55 meter. Ikan-ikan anggun juga seakan menyapa pengunjung.

Snorkeling di pantai pulau tomia sangat menyenangkan karena perairan yang jernihd engan visiblititas hingga 15 meter
Snorkeling di air jernih. Image via: befreetour.com

Kemudian ada lagi Roma, di sisi barat pulau. Pengunjung dapat menyelami indah alam bawah maritim di kedalaman 15-25 meter. Spot yang satu ini dihiasi terumbu karang warna-warni yang begitu memesona. Berbeda dengan Cornucopia yang disarankan untuk penyelam yang sudah mahir, Roma dinilai masih cukup aman buat yang belum lama berguru diving.

Yang lebih membuat menyenangkan lagi, yakni perairan di sekitar Pulau Tomia tergolong jernih. Sehingga visibilitas perairan pun cukup jauh, bisa hingga 15 meter. Dengan tingkat kejernihan ini sangat memudahkan untuk mengambil foto bawah air.

  1. Pemandangan di daratan

pemandangan di Puncak Kahyangan, salah satu keindahan di daratan pulao tomia
Pesona daratan Pulau. Image via: @amalhermawan

Simak juga: Danau Paniai di Papua

Wilayah Pulau Tomia terdiri dari dua kecamatan, adalah Kecamatan Tomia Timur yang berpusat di Usuku dan Kecamatan Tomia Induk yang mempunyai pusat di tempat Waha. Di pulau ini terdapat delapan belas desa yang dihuni oleh masyarakat yang berasal dari Suku Bugis, Jawa, Bajo, dan Buton.

Karena merupakan pulau terkecil dari deretan Kepulauan Wakatobi lainnya, hanya memerlukan waktu sekitar dua sampai tiga jam saja untuk mengelilingi seluruh area di Pulau Tomia.

Daratan Tomia dipenuhi dengan bukit-bukit, lembah, serta savanna yang membentang luas. Keindahan daratan Tomia tidak kalah dibandingkan dengan keindahan bawah laut dari pulau yang termasuk ke dalam tempat segitiga terumbu karang dunia itu.

Di daratan Tomia, para pengunjung juga mampu menemukan situs sejarah seperti Benteng Patuha.

  1. Pantai Pulau Tomia

pantai Hu Un Tete di sisi timur pulau tomia.
pantai Hu Un Tete . Image via: https://dennypedia.com/mahakarya-taman-nasional-wakatobi-3/

Yang pertama ada pantai Hu Un Tete. Pantai ini berada di wilayah Tomia bab timur. Pantai ini menjadi pantai terpanjang di pulau Tomia. Pasir dari pantai ini adalah pasir putih di tambah dengan banyak hamparan pohon kelapa.

Hamparan pantai ini memiliki bentuk yang lebih melengkung. Biasanya lapangan ini di gunakan untuk kegiatan bersama mirip untuk aben ikan. Juga terdapat gua yang menghadap ke bab maritim. Gua itu di sebut dengan liang kuri-kuri alasannya dinding-dinding pada gua yang ditumbuhi dengan rumput kuning.

Pantai selanjutnya ada Pantai Onemobaa. Pantai onemobaa terletak di desa Lemanggau kecamatan Tomia. Untuk sampai di wisata pulau ini tentu kendaraan yang akan di gunakan adlah bahtera tradisonal mirip dengan ketinting dengan perjalanan ± 30 menit dari ibu kota kecamatan.

Pantai ini juga menhadirkan dengan hamparan pasir putih dan juga dengan pepohonan kelapa, cemara, bakau. Pengunjung yang berkunjung di wilayah pantai ini akan mendapatkan formasi karang yang berwarna-warni.

  1. Benteng Patua

benteng patua, bangunan bersejarah di pulau tomia
Papan nama Benteng. Image via: situsbudaya.id

Simak juga: Pantai Ciputih di Banten

Benteng kuno di pulau Tomia ini merupakan peninggalan kala Kesultanan Buton. Seperti Benteng Liya, Benteng Patua juga terletak di atas bukit. Beberapa meriam kuno masih terpasang mengarah ke laut, seakan menyambut kedatangan musuh.

Benteng Patua sendiri disusun dari kerikil gunung yang disusun ibarat dinding dengan ketebalan satu sampai 1,5 meter dengan ketinggian antara 0,5 hingga 3 meter. Benteng Patua itu mempunyai lima pintu. Ada daerah  pertemuan, makam renta berbentuk segi empat dan badili atau meriam.

Perairan ini konon dulu dilewati kapal penjajah yang “merampok” rempah-rempah dari Maluku. Di area ini juga terdapat sejumlah makam tokoh pejuang lokal serta bekas perkampungan.

Keberadaan Benteng Patua merupakan salah satu dari benteng peninggalan Kerajaan Buton di seluruh dari empat pulau Wakatobi. Benteng yang memiliki luas satu setengah lapangan sepak bola itu, bangkit di ketinggian kira-kira 100 meter di atas permukaan laut.

Jika pengunjung bangun di atas benteng, maka dapat melihat bentangan bahari banda beserta pulau besar lainya di Wakatobi.

Benteng Patua merupakan bekas lokasi permukiman warga Onemay. Masyarakat setempat memakai benteng ini sebagai kawasan melakukan ritual etika. Lokasi ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit dari desa Patua II.

  1. Pertanian Warga

kabupatn kawatobi dan pulau tomia salah satunya adalah pusat penghasil bawang merah nasional
Penen bawang di Pulau Tomia. Image via: indonesiatimur.co

Untuk posisi Pulau Tomia sendiri berada diantara Pulau Kaledupa sebelah barat bahari dan pulau Binongko di sebelah tenggara. 95% wilayah Pulau Tomia ini terbentuk dari bebatuan. Hal ini bisa dilihat dari model tanah yang berada di pinggir pantai sampai ke atas pegunungan.

Cuaca panas mendominasi di Pulau Tomia, hal ini dikarenakan terbentuk dari kumpulan bebatuan tersebut. Untuk cuaca panas ini tanaman yang dikembangkan pun hanya tanaman jangka pendek saja. Diantaranya ditanami jagung dan ubi kayu.

Karena tumbuh di pegunungan, maka jagung dan umbinya pun keras. Ubi kayu yang dihasilkan dari pertanian ini pun tidak bisa pribadi di konsumsi. Namun harus dibentuk menjadi Kaopi dan dikukus menjadi Kasoami. Sedangkan untuk jagung sendiri harus direbus terlebih dahulu sehingga menghasilkan Kapusu.

Kondisi tanah yang berbatu, tidak serta merta menghilangkan seni bertanam. Dengan kondisi ini warga masyarakat Pulau Tomia memakai metode pertanian secara klasik.

Masyarakatnya mampu menumbuhkan bawang merah, mentimun, cabai, sayur mayur, dll. Cara ini pun telah dijalankan sejak puluhan tahun dan kesannya mampu dijumpai di pasar tradisional wilayah Pulau Tomia.

alun-alun pulau tomia
Alun-alun pulau. Image via: kaskus.co.id

Simak juga: Daerah Razia Lelaki Ganteng di Coban Baung

Objek Wisata Dekat Pulau Tomio

Di wakatobi tidak hanya terdapat pulau Tomia saja. Terdapat puluhan pulau lain yang tidak kalah cantiknya.

Salah satunya pulau Anano. Pulau ini juga disebut Pulau seribu penyu, karena di sinilah lokasi koloni penyu hijau dan penyu sisik untuk bertelur. Pantainya juga sangat indah dengan pasir putih yang halus dan air pantai yang sangat bening.

Ada juga Pulau Wangi-Wangi. Salah satu yang populer dari pulau ini yaitu Gua Kontamale. Goa ini juga sering disebut sebagai Goa Telaga. Kepercayaan lokal mengatakan mandi di sini bisa bikin enteng jodoh. Di langi-langit goa banyak dijumpai stalagtit yang mempesona.

Itulah sedikit hal daya tarik Pulau Tomia, Taman Nasional Wakatobi. Yang tentunya masih sebagian kecil saja dari apa yang mampu ditemukan oleh pengunjung kalau kita tiba berkunjung ke Taman Nasional Wakatobi.

Nah sekarang, apa kamu sudah siap menjelajahi Wakatobi?

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni