Ranu Pani, Mengunjungi Salah Satu Desa Tertinggi Di Indonesia

Semeru tidak hanya puncak megah berpanorama negeri di atas awan. Pada Ketinggin diantara awan itu ada sebuah Desa, yaitu Ranu Pani. Berada di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan bahari, desa iniadalah desa terakhir sebelum mencapai Semeru.

Berada di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut, Ranu Pani adalah desa terakhir sebelum mencapai Semeru.
Ranu Pani. Image via: agentwisatabromo.com

Bagi para pendaki Gunung Semeru, Ranu Pani merupakan pos terakhir untuk pendakian ke Puncak Mahameru. Karena keindahan alam dan adanya danau vulkanik serta keramahtamahan masyarakat Suku Tengger, desa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang senang berpetualang di alam terbuka.

Sekali pun desa ini berada di lereng Gunung Semeru, tidak pernah mengalami ‘bencana alam’ yang diakibatkan acara vulkanik Gunung Semeru. Saat terjadi peningkatan acara Semeru, bubuk vulkanik senantiasa menyembur ke timur maritim sedangkan Desa ini berada di utaranya. Demikian juga, kalau terjadi guguran lahar dingin,selalunya mengalir ke arah timur.

Desa ini mempunyai tiga danau yang populer yakni Danau Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo. Sudah cukup lengkap, kamu akan mendapati akomodasi berupa homestay, penyewaan alat camping, dan jasa pemandu kalau ingin.

Penanda Area desa aranu pani yang berada di ketinggian 2100 mdpl dan memiliki suhu ekstrim
Penanda Area. Image via: dedlee30

Simak juga: 11 Wisata indah di Lumajang

Lokasi Ranu Pani

Desa Ranu Pani, secara administratif berada di wilayah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Wilayah Ranu Pani adalah bab dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Rute Menuju Ranu Pani

Dari Bandara Abdulrachman Saleh, harus keluar menuju patung pesawat yang ada di pinggir Jalan Abdulrachman Saleh, Cemoro Kandang, Kedung Kandang, Kota Malang. Selanjutnya, mampu naik angkutan umum berjulukan TA (Tumpang Arjosari) jurusan Terminal Arjosari – Pasar Tumpang berwarna putih.

Perjalanan dari Jalan Abdulrachman Saleh menuju Pasar Tumpang ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Ongkos angkutan umum yang diperlukan adalah Rp 7.000 per orang.

Saat tiba di Pertigaan Pasar Tumpang, bisa memilih moda transportasi mobil jip atau ojek motor. Untuk mobil jip, bisa tiba ke kios paguyuban kendaraan beroda empat jip di Pasar Tumpang yang menawarkan jasa angkutan menuju Desa Ranu Pani.

menaiki Jeep menuju desa Ranu Pani menjadi sebuah petualangan tersendiri
Jeep Ranu Pani. Image via: bromotrans4x4

Harga sewa kendaraan beroda empat jip dari Pasar Tumpang ke Desa Ranu Pani yakni Rp 650.000 untuk kapasitas 12 orang per mobil.  Namun, bila tiba ke Pasar Tumpang kurang dari 12 orang dan tidak ingin beban per orang menjadi lebih dari Rp 55.000 per orang, maka harus bersabar menunggu sampai kendaraan beroda empat jip terisi penuh.

Perjalanan dari Pasar Tumpang menuju Desa ditempuh selama 1,5 jam dengan melewati beberapa bab jalan yang rusak.

Jam Buka Ranu Pani

Desa wisata ini terbuka untuk perkemahan Karena itu simpel desa ini 24 jam.

Tiket Ranu Pani

Tidak ada tiket khusus untuk bisa mendatangi dan bermalam dengan tenda di bab tertentu desa ranu pani.

Fasilitas Ranu Pani

Fasilitas di desa ini juga sudah cukup lengkap. Pengunjung akan mendapati fasilitas berupa homestay, penyewaan alat camping. Bahkan ada kemudahan jasa pemandu kalau ingin mendaki sampai ke puncak.

Festival Semeru Suku Tengger Digelar di desa Ranu pani
Festival Semeru Suku Tengger Digelar di Ranupani. Image via: pojokpitu.com

Simak juga: Indahnya Desa Sawai Bengkulu

Daya Tarik Desa Ranu Pani

Mayoritas penghuni Ranu Pani yaitu suku Tengger. Ada 1.300 jiwa yang menghuni tanah 500 hektar di tengah tempat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.

Sebagai desa ‘peninggalan para pelarian Majapahit’ warga di sini kebanyakan merupakan penganut Hindu. Hasil utama penduduk ialah kentang, brambang prey, kubis, dan kadang masa menanam wortel. Maka tidak asing jika dalam perjalanan, pengunjung menemukan petak-petak sawah.

  1. Pos Terakhir Menuju Puncak

Selain menjadi objek wisata, Ranu Pani merupakan salah satu titik berangkat untuk para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Semeru
Gerbang pendakian. Image via: indonesia7wonders

Bagi pendaki mungkin sudah tidak aneh lagi dengan kawasan wisata desa Ranu Pani. Selain menjadi objek wisata, desa ini merupakan salah satu titik berangkat untuk para pendaki yang akan melaksanakan pendakian ke Gunung Semeru yang memilki ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, Desa Ranu Pani sendiri merupakan desa terakhir sebelum Gunung Semeru. Desa ini dihuni oleh warga suku Tengger. Suku keturunan orisinil masyarakat Jawa yang hidup di abad Kerajaan Majapahit ini setiap tahunnya selalu menggelar higienis desa dan ritual unan-unan yang dipimpin dukun adat.

Masyarakat sekitar kawasan ini pun banyak yang berprofesi sebagai porter yang akan membantu para pendaki membawa barang-barang mereka hingga ke atas gunung. Pendaki yang akan menuju Gunung Semeru akan melewati dua danau di sekitar Ranu Pani, adalah Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo.

  1. 3 Danau Indah

Danau Ranu Pani tampil menawand negan air yang jernih dan bayangan pegunungan di permukaan air-nya
Danau Ranu Pani. Image via: nge-baca

Simak juga: Pulau Angso Duo Sumatera Barat

Desa ini mempunyai tiga danau yang populer yakni Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo. Danau Ranu Pani menjadi salah satu dari tiga danau ikon Semeru, bersama Ranu Kumbolo dan Ranu Regulo. 3 Danau ini memang populer alasannya menjadi gerbang masuk pendakian menuju ke areal taman nasional di Gunung Semeru.

Ranu Regulo juga adalah danau yang letaknya berada di wilayah desa wisata ini. Lokasinya tak jauh dari danau Ranu Pani. Pemandangan perbukitan mengelilingi danau jernih ini. Selain Ranu Pani, Ranu Regulo adalah kawasan yang cocok untuk bermalam tanpa harus capai mendaki ke Ranu Kumbolo.

Suasana di sekitar Ranu Regulo sangat damai, tidak seramai Ranu Kumbolo. Ada sebuah dermaga tanpa kapal di danau ini. Di sekitar danau juga terdapat lokasi camping. Jika cuaca sedang bagus, refleksi pemandangan dari permukaan danau sangat ciamik untuk difoto.

Danau Ranu Kumbolo merupakan daerah bermalam favorit yang treletak di bawah pos 4 pendakian Gunung Semeru. Tidak heran bila para pendaki Puncak Mahameru suka sekali transit di danau ini. Danau air tawar seluas 15 hektar dan berada di ketinggian 2.400 mdpl ini mempunyai keindahan yang memesona mata.

Hal ini bisa pengunjung rasakan juga lewat udara segar di sekitarnya yang menciptakan pikiran rileks. Saat matahari mulai terbit di antara dua bukit hijau dengan muncul perlahan, penampilan Danau Ranu Kumbolo pun makin cantik dan menciptakan kita sulit mengalihkan pandangan mata.

  1. Kadang Membeku

PAda puncak musim dingin, embun es menyelimuti rerumputand an tend apendaki di Ranu Pani
Rerumputan berselimut Embun Es. Image via: idntimes.com

Bersalju, merupakan sebuah fenomena alam yang pernah terjadi di area ini. Ini yaitu salah satu cuaca ekstrim yang ada di Indonesia. Belum usang ini, kawasan Ranu Pani sendiri pernah terjadi sebuah pembekuan secara menyeluruh.

Suhu udaranya bahkan sempat menyentuh 0 derajat, bahkan pada dikala-saat puncak suhu ekstrim sempat menyentuh angka -4 derajat celcius. Kondisi suhu ekstrim ini mengakibatkan danau yang ada di kawasan ini pun membeku.

Fenomena alam yang cukup ekstrim ini tepatnya terjadi sekitar bulan Juli hingga Agustus kemarin. Banyak dari foto-foto atau video di sosial media atau dunia maya yang menggambarkan kondisi terjadinya pembekuan di kawasan wisata nan indah ini.

Namun, eksistensi fenomena pembekuan yang terjadi ini tidak menurunkan isu terkini para pendaki atau wisatawan yang datang ke Ranu Pani. Bahkan banyak diantara mereka yang senang dengan terjadinya fenomena ini sehingga banyak pula yang mengabadikan situasi ini.

Mereka justru terpancing oleh rasa ingin tahu, dan menambah keinginan untuk mendatangi lokasi ini. Karena memang hal ini pun jarang terjadi, apalagi di negara tropis seperti Indonesia.

  1. Dekat ke Mahameru

Menuju Puncak mahameru dari ranu pani berjarak sekitar 20 km saja
Menuju puncak Mahameru. Image via: ikhsanirfansyah

Simak juga: Beningnya air Taman Sungai Mudal

Satu hal yang menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak dari pendaki yang melalui Ranu Pani alasannya dari letaknya yang tidak begitu jauh dari Mahameru itu sendiri. Kurang lebih sekitar 20 kilometer jaraknya.

Biasanya para pendaki tersebut akan menghabiskan waktu sekitar tiga hari dua malam untuk dapat tiba di puncak dari Mahameru. Untuk yang ingin mendaki Mahameru disarankan untuk melalui jalur Ranu Pani ini.

Karena keindahan yang berbeda akan selalu menemai pendaki ketika berkunjung ke lokasi ini.

Pertanian warna Ranu Pani menghasilkan sayut mayur khas dataran tinggi
Pertanian warga ranu pani. Image via: adventuretravel.co.id

Tips Mengunjungi Ranu Pani

Pakai pakaian yanbg melindungi badan dari udara masbodoh, alasannya suhu di Ranu Pani terutama dikala malam hari dapat mencapai hanya beberapa derajat celcius yang mampu membuatmu beku.

Perbekalan juga tak perlu membawa terlalu banyak, cukup bawa bekal makanan secukupnya, dan snack cokelat ataupun snack berenergi lain dan air putih yang cukup untuk dikonsumsi selama dalam perjalanan mendaki.

Salah satu lagi yang terpenting yaitu, siapkan kantong untuk menampung sampah-sampah. Dan jangan lupa untuk dibawa lagi saat kamu turun ke Ranu Pane, alasannya di sana disediakan tempat pembuangan sampah khusus.

CAmping di Ranu Kumolo, sa;ah satu dari 3 danau di sekitar desa ranu pani
Camping di Ranu Kumolo. Image via: jatim.tribunnews.com

Simak juga: Sensasi Gunung Fuji di Embung Kledung

Objek Wisata Dekat Ranu Pani

Di area kecamatan Senduro Lumajang, selain desa Ranu pani, ada juga objek wisata terkenal, adalah puncak B29. Di puncak bukit berketinggian 2.900 meter di atas permukaan bahari (mdpl), mata para pengunjung dimanjakan pemandangan indah menawan pegunungan Tengger.

Salah satu tujuan pengunjung ke destinasi wisata gres di tempat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS) itu yakni menyaksikan sunrise atau matahari terbit. Momen terbaik adalah menunggu di atas bukit semenjak pukul 04.00 WIB.

Objek menarik lain di kecamatan Senduri, adalah keberadaan Pura Mandara giri Semeru. Arsitektur dan tata ruang seperti Pura yang berada di Bali. Sekaligus dibalut dengan gaya arsitektur khas Majapahit. Terdapat ruangan Aula atau Pandapa, ornamen patung gajah atau bale gajah.

Suasana sejuk alasannya adalah kerindangan pepohonan di sekitar pura Mandhara Giri dan kebersihan yang selalu dijaga, membuat siapapun yang datang betah berma-lama disini. Satu alasan lagi yang menciptakan Pura ini banyak dikunjungi umat Hindu karena Pura ini paling dituakan di Nusantara.

Sampai disini dulu ulasan info daya tarik wisata dan akomodasi, alamat, lokasi, rute jalan dari wisata Ranu Pani Untuk lebih jelasnya segera jadwalkan untuk tiba ke lokasi indah ini.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni