Sejarah Tradisi Lebaran Ketupat Di Jawa

class=”kk-star-ratings kksr-valign-top kksr-align-left “
data-id=”12168″
data-slug=””>

5
/
5
(
2

votes

)

Kalau kamu orang Jawa, pastilah tahu ihwal lebaran ketupat. Selain merayakan hari pertama lebaran, masyarakat Jawa seminggu lalu juga merayakan lebaran ketupat. Makara, pada saat hari pertama idul fitri masyarakat Jawa tidak membuat ketupat, tapi baru seminggu lalu.

Memang bukan tidak dilarang, tapi kebiasaannya begitu. Tradisi ini turun temurun di jaga hingga kini. Bahkan ada ritual khusus sebelum merayakan lebaran ketupat yang melibatkan perangkat desa atau orang-orang penting dalam pemerintahan.

filosofi kupat lepet, foto: today.line.me

Makna tradisi lebaran sangat dalam bagi masyarakat Jawa serta mengandung filosofi kehidupan tersendiri. Tujuannya sesungguhnya sama dengan melakukan hari raya idul fitri ialah saling memaafkan serta bersilaturahmi yang biasa disebut Halal Bihalal.

Makna Dari Idulfitri Ketupat

Sejarah Makna dan Filosofi Ketupat dalam Tradisi Lebaran, foto: islamidia.com

Tradisi lebaran ketupat ini dilaksanakan pada hari ke-7 pada bulan syawal yang juga dikenal sebagai hari raya kecil. Mengapa disebut demikian, karena pelaksanaannya setelah melaksanakan puasa syawal 6 hari.

Sebagaimana sunnah rasul, sehabis merayakan Idul fitri, satu hari setelahnya disunahkan berpuasa sampai 6 hari. Sehingga, pada hari ke-7 itu disebut dengan hari raya kecil atau lebaran ketupat.

Idulfitri berasal dari istilah Jawa ialah Lebar artinya selesai atau sudah berlalu. Maksudnya, lebar ialah telah berlalunya bulan ramadhan atau selesainya pelaksanaan puasa wajib sampai tibalah bulan syawal. Awal bulan syawal itulah pelaksanaan hari raya idul fitri.

Lebaran Ketupat di Gorontalo, foto: netralnews.com

Kalau orang Jawa menyebutnya dengan Bodho atau Riyaya. Riyaya ialah abreviasi dari kata hari raya. Sedangkan bodho dari istilah arab adalah ba’da yang artinya simpulan. Makara Bodho atau Riyaya sama artinya.

Sementara makna ketupat yaitu sajian khas Asia Tenggara yang terbuat dari beras, kemudian dibungkus dengan janur atau daun kelapa berbentuk anyaman. Masyarakat Jawa sering menyebut ketupat dengan kupat.

Terdapat dua bentuk ketupat yaitu jajaran genjang dan kepal (umumnya), masing-masing mempunyai alur anyaman berbeda. Janur pembuat ketupat dipilih yang tidak terlalu renta dan tidak terlalu muda. Negara tetangga mirip Brunei, Singapura serta Malaysia juga tahu ihwal ketupat.

Ketupat disajikan bersama opor ayam, sambal goreng, rendang dan beberapa masakan-masakan yang mengandung santan sesuai khas kawasan masing-masing.

Sejarah Tradisi

tradisi lebaran ketupat, foto: merdeka.com

Asal muasal lebaran ketupat atau kupatan atau syawalan atau bodho kupat di Jawa ini semenjak jaman pemerintahan Sultan Paku Boewono IV. Dilaksanakan pada hari ke-7 bulan syawal. Di lebaran ketupat inilah masyarakat Jawa membuat ketupat, opor serta hidangan khas lebaran lainnya.

Selain ada ketupat, ada juga lepet yang terbuat dari ketan dan parutan kelapa. Selain untuk dimakan sendiri, hidangan itu juga sebagai menu penyambutan tamu yang ingin melaksanakan halal bi halal di rumah kita.

Sebelum memulai kegiatan, di pagi harinya setelah subuh ada upacara sedekah maritim mirip larung kepala kerbau. Upacara tersebut mungkin berbeda pada setiap daerah. Upacara larung ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur alasannya Tuhan sudah memperlihatkan rejeki kepada masyarakat dari lautnya.

Lebaran Ketupat Durenan, foto: antaranews.com

Upacara tersebut diikuti oleh warga terutama para nelayan yang bekerja mencari hasil laut. Selanjutnya semua orang kembali ke rumah masing-masing. Setelah itu, mushola di tempat sekitar juga mengadakan shodakohan.

Semua warga sekitar mushola boleh membawa masakan atau minuman, lalu dibacakan doa dan tahlil bersama. Setelah itu, dimakan tolong-menolong. Kegiatan yang dilakukan saat lebaran ketupat di Jawa adalah silaturahmi atau berkunjung ke sanak saudara.

Setelah meminta maaf dan bersilaturahmi, biasanya dilanjutkan dengan berwisata. Bisa berwisata ke destinasi dalam kota ataupun luar kota. Umumnya pergi ke kawasan mirip pantai. Semua masyarakat Jawa sangat antusias merayakan lebaran ketupat ini.

Olahan Masakan dengan Ketupat, foto: budayanusantara.web.id

Bahkan kawasan-daerah wisata dipadati oleh pengunjung dari pagi sampai sore hari. Perayaan hari raya kecil meriah sekali, disambut penuh kegirangan oleh masyarakat Jawa baik belum dewasa hingga orang dewasa.

Filosofis Lebaran Ketupat

Selain Sultan Paku Boewono IV, tokoh yang terkenal dalam mengenalkan budaya ini ialah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga merupakan tokoh yang pertama kali memperkenalkan ketupat. Ketupat atau kupat berasal dari kependekan kata ngaku lepat, artinya mengakui kesalaha.

Tradisi Membuat Ketupat, foto: kompasiana.com

Sesama muslim sebaiknya mau mengakui kesalahan, saliang memafkan serta melupakan semua kesalahan dengan tolong-menolong menyantap ketupat. Karena itulah mengapa ketupat dipilih sebagai hidangan pada waktu idul fitri.

Makan ketupat merupakan sarana mencairkan suasana, sehingga bisa melupakan semua kesalahan dan damailah sesama muslim. Sebenarnya masih banyak filosofi mengenai ketupat ini.

Bungkus kupat yang terbuat dari janur kuning merupakan lambang penolak balak. Janur berarti sejatine nur (cahaya) menyimbolkan bahwa pada hari memakan ketupat kondisi insan telah kembali dalam keadaan suci setelah memperoleh pencerahan selama ramadhan.

Sementara bentuk segi empatnya, menyiratkan prinsip dari kiblat papat lima pancer berarti bahwa kemanapun insan pergi, pasti nantinya kembali menuju Allah. Kiblat papat lima pancer juga menggambarkan 4 macam nafsu dunia.

Persiapan Lebaran Ketupat, foto: antarafoto.com

4 Macam nafsu tersebut ialah nafsu emosional, nafsu untuk memuaskan rasa lapar (aluamah), nafsu dalam mempunyai sesuatu yang indah (supiah) dan nafsu memaksa diri (mutmainah). Keempat nafsu tersebut telah berhasil kita takhlukkan selama berpuasa ramadhan.

Sedangkan anyaman ketupat, menyiratkan kesalahan-kesalahan manusia. Warna putihnya juga mencerminkan kebersihan dan kesucian yang akan diraih sesudah memohon maaf. Beras sebagai isi ketupat melambangkan kemakmuran sehabis hari raya idul fitri.

Tradisi Grebeg Kupat, foto: tirto.id

Tak hanya itu, kupat disajikan bersama opor ayam beserta sambal goreng. Makna dari opor ayam yang terbuat dari santan juga mempunyai arti tersendiri. Santan dalam bahasa Jawa disebut santen mempunyai arti pangapunten atau memohon maaf.

Sekarang kau sudah tahukan tentang lebaran ketupat di Jawa. Tentu takkan penasaran lagi.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni