Situs Duplang, Jejak Peradaban Megalitik Di Jantung Peradaban Jawa Klasic

Berada di lahan yang berukuran tidak lebih dari 10×10 meter, Situs Duplang menyimpan sejarah panjang ihwal peradaban manusia nusantara di kurun lampau. Berbagai benda peninggalan di situs ini masih berada di posisinya, persis saat pertama kali ditemukan.

Berada di lahan yang berukuran tidak lebih dari 10x10 meter, Situs Duplang menyimpan sejarah panjang tentang peradaban manusia nusantara di masa lampau. Berbagai benda peninggalan di situs ini masih berada di posisinya, persis ketika pertama kali ditemukan
Situs Duplang. Image via: sejarah.fkip.unej.ac.id

Situs ini diperkirakan muncul pada masa ke-10, bergantian dengan munculnya Candi Borobudur di kurun ke-9. Namun banyak pula yang meyakini ini sudah ada sejak era ke-4. Dan memang di sini ini merupakan salah satu perkampungan purbakala di Jawa Timur.

Di dalam Situs Duplang terdapat berbagai benda peninggalan zaman purbakala, antara lain menhir, batu kenong, dan dolmen. Situs Duplang kerap disinggahi mereka yang ingin mengetahui sejarah peradaban era silam nusantara.

Lebih dari destinasi wisata sejarah di Jember, Situs Duplang membuka mata dunia bahwa peradaban insan nusantara sudah ada semenjak berabad-kala silam. Situs Duplang, kekayaan heritage yang dimiliki Indonesia, suatu karunia yang harus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada akar kebudayaan manusia Indonesia.

Selfie dengan Kenong di Situs Duplang.
Selfie dengan Kenong di Duplang. Image via: Image via: @arum_meonkz

Simak juga: 10 lokasi Indah di jember

Lokasi Situs Duplang

Situs Duplang berlokasi di desa Kamal, adalah sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Argapura, kecamatan Arjasa, kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur.

Lokasi ini berjarak sekitar 16 km dari alun-alun kota Jember.

Rute Menuju Situs Duplang

Untuk mengunjungi situs wisata sejarah budaya ini, pengunjung harus menempuh perjalanan yang cukup usang. Hal ini sebab lokasi Situs Duplang terletak di sebuah desa terpencil yang mempunyai akses jalan yang cukup rusak dan sempit.

Pengunjung yang ingin mengunjungi keindahan situs Duplang Jember, harus menempuh jarak 16 km dari pusat kota jember. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan motor ataupun kendaraan roda empat untuk datang ketempat ini.

Namun sayangnya jalan masuk jalan yang rusak dan sempit menciptakan perjalanan menuju ke lokasi menjadi memerlukan kehati-hatian lebih dan waktu tempuh jadi  sedikit lebih lama.

benda-benda dan linkgungan di situs duplang Ditata tanpa merusak.
Ditata tanpa merusak. Image via: traveran.com

Jam Buka Situs Duplang

Situs Duplang terbuka 24 jam sepanjang pekan untuk dikunjungi. Dengan demikian pengunjung bisa leluasa mengatur waktunya sesuai dengan kesempatan yang dimiliki.

Namun demikian tidak disarankan untuk berkunjung di saat hari sudah gelap. Hal ini karena faktor hambatan untuk menikmati keindahan Situs akhir kurangnya cahaya.

Tiket Situs Duplang

Pengunjung tidak akan diminta retribusi dalam bentuk apapun agar mampu memasuki kawasan situs Duplang.

Pengunjung hanya diminta untuk mengisi buku tamu oleh juru pelihara. Namun ada baiknya memberikan uang sebagai apresiasi dan juga sebagai ucapan rasa terima kasih kepada para penjaga Situs.

Fasilitas Situs Duplang

Walaupun belum dikelola secara pros ebagai lokasi wisata, namun paling tidak, lokasi in sudah memiliki beberapa fasilitas dasar bagi pengunjung.

Adapun kemudahan yang mampu pengunjung temui di daerah wisata Situs Duplang ini adalah pondok wisata, area parkir, toilet, dan musholla.

Daya Tarik Situs Duplang

  1. Peninggalan Sejarah

Wisata Sejarah di situs duplang.
Wisata Sejarah. Image via: antaranews.com

Simak juga: Pantai Biduk-Biduk di Kaltim

Situs Duplang merupakan situs peninggalan pada zaman megalithikum. Berdasarkan info dari pemelihara, di dalam situs yang berlokasi di ketinggian antara 270-290 mdpl ini mempunyai sekitar 69 buah watu kenong, 6 buah dolmen, 2 buah kerikil menhir dan 1 lumpang watu dan kubur peti batu.

Di desa Kamal sendiri telah diketemukan sebanyak 3600-an watu kenong yang tersebar di beberapa dusun.

Situs Duplang sangat bernilai besar dan sangat bepengaruh pada mulanya peradaban insan di dunia, situs ini merupakan simbol dari akar kekayaan budaya bangsa di periode dulu. Maka dari itu sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai situs ini sangatlah gembira serta memiliki kewajiban untuk merawat dan menjaga kelestariannya.

Situs ini mengenalkan bahwa pada periode lampau di desa ini terdapat kehidupan insan purba yang berkembang hidup dengan cara berkelompok, menetap dan sudah paham betul wacana cara bercocok tanam dibuktikan dengan adanya peninggalan batu lumpang tersebut.

  1. Jenis Artefak Di Situs Duplang

  • Kubur Batu Atau Dolmen

Kubur batu, salahs atu peninggalan terbesar di situs duplang
Kubur Batu. Image via: https://jatim.antaranews.com/foto/240201/wisata-sejarah-situs-duplang

Merupakan sebuah watu besar yang ditopang dengan 4 sampai 6 watu dan di sampingnya ditutup dengan batu. Kubur batu atau dolmen ini berfungsi sebagai meja atau kubur watu. Selain itu, Dolmen juga berfungsi sebagai daerah meletakkan saji-hidangan untuk pemujaan.

  • Menhir

Merupkan sebuah bangunan yang berupa tugu kerikil yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang. Menhir berfungsi sebagai benda pemujaan. Menhir yang terdapat di situs Duplang ini adalah sebuah kerikil berbentuk tegak.

  • Batu Kenong

Batu kenong Situs duplang yangd ahulu menajdi pondasi bangunan di atasnya.
Batu kenong. Image via: trpramono03

Simak juga: Danau Rombebai di Papua

Merupakan merupakan istilah penduduk setempat, bentuknya silinder dengan tonjolan di puncaknya. Menurut jenisnya tonjolan yang ad di watu kenong mampu berupa dua tonjolan ataupun satu tonjolan.

Batu kenong berfungsi sebagai umpak, merupakan unsur bangunan bagian bawah atau pondasi. Bahan bangunan lainnya (bagian atas) berupa kayu atau bambu dan atapnya dari daun-daun atau jenis rumput-rumputan, yang tidak tahan usang sehingga tidak ditemukan sisa-sisanya.

  • Lesung

Lesung merupakan sebuah kerikil yang di tengahnya terdapat lubang kecil sebagai daerah untuk memenuhi kehidupan masyarakat megalithikum pada saat itu. Pada abad itu, manusia purba (masyarakat megalithikum) menggunakan lesung dengan ukuran lubang kecil ini untuk menumbuk kopi, padi, dan lain sebagainya namun dalam jumlah yang sedikit.

Lesung, salah satu jenis peninggalan di situs duplang
Lesung. Image via: jemberkab.go.id

Menurut iktikad, lesung yang terdapat di situs Duplang ini melambangkan suatu kesuburan atau biasa yang disebut lingga yoni. Pada lesung ini disebut sebagai yoni karena fungsinya sendiri melambangkan kesuburan. Sedangkan pasangannya disebut dengan lingga sebagai penutup lubang dari yoni.

  • Peti Kubur Batu

Peti kubur batu ialah peti mayit yang terbuat dari watu pipih. Sebagaimana kebiasaan atau adat jaman purbakala yang dikenal dengan jaman kerikil masyarakat purba seringa memanfaatkan batu sebagai alat utama, tidak hanya digunakan untuk memasak, alat bercocok tanam tetapi batu pun juga di gunakan sebagai alat untuk menyimpan mayat.

Tips Mengunjungi Situs Duplang

Jika Anda telah menyiapkan planning untuk berkunjung ke objek wisata ini bersama dengan kerabat ataupun keluarga, ada beberapa hal yang harus  diperhatikan.

  • Jangan membuang sampah sembarangan

Ini sangat penting diperhatikan untuk menjaga keasrian dan keindahan dari objek wisata tersebut.

  • Jauhi Vandalisme

Menyentuh dengan berangasan, memukul, mencoret, mencukil, apalagi menduduki dan menginjak bebatuan situs, ialah sikat tidak hormat dan merusak. Tidak hormat kepada kebudayaan leluhur dan merusak alasannya bisa menyebabkan kerusakan pada situs.

Dolmen Situs Duplang
Dolmen. Image via: indonesiakaya.com

Simak juga: Danau Laguna di NTT

Objek Wisata Dekat Situs Duplang

Bagi yang memang sangat tertarik dengan wisata sejarah budaya, jemebr juga punya wisata sejarah namun dikemas dengan lebih modern. Yaitu Museum Huruf. Tempat wisata di Jember ini akan mengajak pengunjung mengenal aksara dan karakter yang berasal dari aneka macam tempat sampai mancanegara. Ada koleksi aksara pra abjad, abjad tertua yang ada di Indonesia, sampai huruf braille.

Untuk yang menginginkan wisata pantai yang romantis di Jember, mampu menentukan Teluk Love. Disebut demikian karena teluk tersebut mempunyai bentuk yang tak biasa dan jika dilihat dari kejauhan nampak mirip ikon cinta. Tak heran jikalau daerah wisata di Jember ini eksklusif diminati banyak orang yang ingin tau dengan keindahannya.

Berkunjung ke tempat ini sangat disarankan bagi wisatawan yang ingin menengok sejenak ke akar budaya abad lalu dan melepaskan diri sejenak dari hingar-bingar budaya Pop yang menguasai hari-hari ketika ini.

Salah satu wisata yang wajib dikunjungi jika berada di kawasan Jember Jawa Timur.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni