Tahura Sultan Adam, Pesona Ecowisata Tanah Dayak

Tahura Sultan Adam merupakan wilayah hutan di perbukitan. Udaranya juga sejuk dan berangin. Di puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan dan telaga yang berada di dekat Tahura Sultan Adam. Saat memasukinya, pengunjung bakal disuguhi jejeran pepohonan rindang dan lebat.

Tahura SUltan Adam merupakan wilayah hutan di perbukitan. Udaranya juga sejuk dan berangin.
Tahura Sultan Adam. Image via: jurnalborneo.com

Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin memiliki banyak spot-spot untuk dijelajahi, dari Air Terjun yang memiliki treking yang menantang, Kolam Belanda, Benteng Belanda, Bukit Tirai Hujan Hingga Pemandangan yang wajib dinikmati ketika menuju puncak Tahura.

Lokasi Tahura Sultan Adam

Area hutan dan perbukitan Tahura Sultan Adam terletak di Jalan Ir Pangeran Mohammad Noor, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Rute Menuju Tahura Sultan Adam

Dari kota Banjarmasin menuju Tahura Mandiangin mampu ditempuh sekitar -+2 jam perjalanan, setelah melewati gerbang masuk Tahura, pengunjung akan disambut jalan beraspal yang agak rusak namun tak panjang, selanjutnya aspalnya lumayan mulus. Di tepi jalannya, sesekali ada rumah-rumah warga desa setempat.

gerbang selamat datang tahura sultan adam
Selamat datang. Image via: @tika_oktaviani97

Simak juga: Wisata Banjarmasin

Objek wisata pertama di Tahura setelah pos retribusi yaitu bak pemandian Belanda yang mana disekitarnya ada beberapa warung yang menjual aneka kuliner dan minuman sekaligus bisa dijadikan daerah parkir. Pengunjung bisa singgah sejenak untuk belanja atau main air di Kolam Belanda tersebut.

Kemudian terus naik lagi mengikuti jalan beraspal sekitar 15-20 menit, sampai menjumpai sebuah warung di sebelah kanan jalan yang mana juga menyediakan jasa parkir. Di sana akan terlihat papan petunjuk menuju puncak.

Parkirkan kendaraan, kemudian ikuti papan petunjuk. Jalan menuju puncaknya yakni jalan setapak berupa anak tangga dari semen. kiri kanan jalan ditumbuhi pepohonan, sehingga asri dan teduh. Sekitar 15 menit menanjak, sampai deh di klimaks bukit Tahura Sultan Adam.

Jam Buka Tahura Sultan Adam

Untuk melayani kebutuhan para pengunjung, tahura Sultan Adam buka selama 24 jam. Hal ini sebab selain kunjungan wisata di siang hari, di lokasi ini juga da area perkemahan, yang tentu berkegiatan selama 24 jam.

anjuangan tahura sultan Adam menjadi slaah satu spot foto favorit di kawasan wisata konservasi alam ini
Anjungan. Image via: bingkayborneo

Tiket Tahura Sultan Adam

Untuk melakukan kunjungan wisata ke Tahura Sultan Adam, pada pos retribusi pengunjung diminta membayar biaya tiket masuk senilai Rp 10.000

Fasilitas Tahura Sultan Adam

Sebagai kawasan Taman Hutan yang salah satu fungsinya yakni mendekatkan masyarakat dengan hutan dan membuat masyarakat memahami pentingnya hutan bagi kehidupan, pengelola Tahura Sultan adam berusaha membuat pengunjung merasa nyaman selama berada di daerah ini.

Untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman itu pengelola telah menyediakan beberapa kemudahan mirip:  Mushola, daerah parkir, Kamar mandi dan WC, dan arena bermain. Bahkan untuk menjamin kenyamanan, pengelola menyediakan Rumah makan di area Tahura ini.

Aktivitas Menarik di Tahura Sultan Adam

  1. Kolam Belanda

kolam belanda di Tahura Sultan Adam yanng merupakans alah satu peninggalan masa kolonial
Kolam Belanda. Image via: jejakrekam.com

Simak juga: Hutan Wisata Punti Kayu

Satu di antara objek menarik ini adalah Kolam Belanda. Ketika Memasuki wilayah Tahura Sultan Adam Mandiangin, pengunjung akan melewati jalan yang menuju lokasi Wisata Kolam Pemandian Belanda. Kolam tersebut berukuran 30 x 50 meter sempurna berada di pinggir jalan. Kolam yang indah.

Keunikan bak renang Mandiangin ini yaitu air yang khas mengalir dari sumber mata air. Lantai dasarnya yang sangat alami dan kesejukan yang khas terasa. Kondisi ini sama dengan bak peninggalan Hindia Belanda Kolam Renang Tirta Kencana di tempat Banyumas yang juga dibangun tahun 1900-an.

Diperkirakan, bangunan kolam ini merupakan kolam renang pemandian untuk melayani tamu-tamu Eropa dari BJ Haga yang rindu dengan suasana kampung halaman mereka. Tentunya orang-orang Eropa ini enggan berenang di sungai yang biasa digunakan kaum pribumi. Jadilah bak renang ini ekslusif untuk orang Eropa saja.

Adapun arsitek yang membangun bangunan Pesanggrahan Mandiangin dan fasilitasnya seperti bak renang dan lapangan tenis tersebut juga diperkirakan dibangun oleh A.W. Rynders yang pada tahun 1939 tercatat sebagai architect bij de Landsgebouwendienst. A.W, Rynders bertanggung jawab untuk gedung-gedung pemerintah di afdeeling Zuid en Oost Borneo.

  1. Benteng Belanda

Benteng Belanda di slaah satu puncak area tahura sultan adam memebrikan nuansa wisata sejarah pada area ini
Benteng Belanda. Image via: m.tribunnews.com

Belasan sisa bangunan berupa kala kolonial mirip rumah, rumah sakit, bak pemandian, pos pantau sampai benteng pertahanan tentara Belanda berada di puncak perbukitan Mandiangin, kawasan Tahura Sultan Adam. Lokasi ini mempunyai ketinggian hampir 1.000 mdpl.

Walau bangunan-bangunan bersejarah ini sudah roboh dan tidak utuh lagi, namun masih tergambar terang kemegahan bangunan milik pemerintah kolonial Belanda tersebut. Akses jalan beraspal yang dibangun pemerintah kawasan sampai ke puncak Tahura membuat lokasi benteng Belanda menjadi obyek wisata favorit baru. Selain untuk berwisata, tidak sedikit pengunjung yang datang mengunjungi benteng, untuk tujuan mistis dan supranatural.

Untuk hingga ke lokasi ini, wisatawan harus melewati jalur berliku mengitari tepi bukit yang curam. Meski demikian, sepanjang jalan menuju puncak Tahura akan terlihat pemandangan alam yang sangat indah, dimana terlihat dari kejauhan perkantoran Pemprov Kalsel, Kota Banjarbaru dan beberapa wilayah di Kabupaten Banjar.

Lokasi benteng Belanda ini sangat strategis. Semakin ke puncak, udara bertambah sejuk dengan tiupan angin sehingga memang pantas di sebut Mandi Angin.

  1. Bukit Tirai Hujan

Bukit tirai hujan Tahura sultan adam menjadi slaahs atu lokasi ideal mendirikan tenda untuk kemah
Sendiri namun tak kesepian. Image via: @wahyufhotogram

Simak juga: Pesona  Hutan Penger

Salah satu daya tarik populer dari daerah Tahura Sultan Adam Bukit Tirai Hujan. Karena kecantikannya, bukit ini sering dijadikan spot foto prewedding. Keunikan Bukit Tirai Hujan yakni eksistensi pohon besar yang berada di tengah tengah bukit. Pohon itu dikelilingi ilalang-ilalang yang menjulang.

Bukit Tirai Hujan termasuk yang berukuran lebih pendek dari bukit lain di sekitarnya. Pengunjung hanya perlu membayar tiket pada pintu masuk Tahura, jadi tidak perlu biaya lain saat akanmendaki bukit landai ini.

Selain terkenal di kalangan calon pasangan pengantin, Bukit Tirai Hujan juga cukup tersohor di antara para pecinta camping. Tanah di bukit ini tergolong tanah merah yang rata sehingga memudahkan untuk membangun tenda. Pohon besar di bukit ini juga merupakan spot favorit para camper sebab terasa teduh walau mentari terik di siang hari.

  1. Camping

Camping di salah satu puncak Tahura. Sultan Adam menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan
Camping di puncak Tahura. Image via: janganlupapiknikk

Tahura Sultan Adam Mandiangin memang merupakan kawasan favorite untuk camping. Lokasi ini mempunyai area yang luas dan  punya 3 lokasi area perkemahan terpisah namun tidak terlalu jauh dengan pemandangan yang sangat asri. Spot camping favorit ada di puncak.

Melakukan acara camping atau berkemah di Puncak Tahura Sultan Adam saat weekend bukanlah ilham yang jelek, melainkan wangsit yang brilian. Taman Hutan Raya Sultan Adam Kalimantan Selatan ini memberikan banyak spot menarik untuk bersantai maupun berfoto. Di sana ada teladas, view perbukitan yang berjejer, bak Belanda untuk berenang.

Wisata alam unggulan di Banjarbaru Kalsel ini biasanya saat weekend niscaya ada yang camp di puncaknya, organisasi kemahasiswaan sering melaksanakan kegiatan di tempat Tahura, ada juga yang sekedar refreshing sampai yang hanya jalan jalan.

dilihat dari puncak tahura sultan adam Lampu kota Banjarbaru saat malam terlihat gemerlap bagai lautan bintang..
Lampu kota Banjarbaru. Image via: janganlupapiknikk

Simak juga: Hutan Lembah Anai

Pemandangan bagus yang tak boleh dilewatkan saat berkemah di kawasan puncak Tahura Mandiangin yakni pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura dan sekitarnya. Biasanya para penerima kemah menikmati suasana itu sambil main gitar, bakar jagung dan seduh kopi, dll.

Menikmati suasana malam di puncak Mandiangin tidak akan mengecewakan, apalagi kalau bersama teman dan orang terkasih.

Dan tak lupa pemandangan pagi hari dengan sunrise hangat, yang masih diselimuti awan tipis bercampur embun. Moment matahari terbit yang menandakan awal sebuah hari gres yang penuh pengharapan. Moment ini tentu juga bukan moment yang mampu dilewatkan begitu saja.

Area puncak Tahura Sultan Adam Mandiangin cukup luas namun tak terlalu datar. Puluhan tenda bisa didirikan di puncaknya yang bertanah merah itu.

  1. Air Terjun

Ada beberapa air terjun di area tahura sultan adam
Air terjun. Image via: tribunnews.com

Tahura Sultan Adam tidak hanya memiliki 1 gerojokan, namun tempat ini sekaligus mempunyai 3 riam.

Pertama penderasan Mandin Putri. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 12 meter, menyajikan pemandangan yg sangat menyejukkan mata. Air terjun ini sangat sempurna bagi orang renta yang mau bawa anaknya main air atau mandi. Karena dilengkapi dengan bak renang yang airnya dialirkan dari gerojokan, sehingga bawah umur sangat kondusif mandi di sini.

Saat bawah umur mandi di bak air terjun Pandin Putri, para orang bau tanah tidak perlu khawatir anaknya jatuh di bebatuan. Lebih-lebih kesegaran teladas di sana juga masih sangat terasa.

Air terjun yang kedua yaitu teladas Mandin Putri Kembar. Air terjun ini memiliki keunikan alasannya adalah di bagian dasar air terjun terdapat danau yang cukup besar dengan ukuran 10 x 10 meter sebagai tumpahan air yang jatuh dari bab atas. Pengunjung bisa mandi-mandi puas dengan airnya yang segar di kolam bawah penderasan itu.

Air terjun yang ketiga, yaitu air terjun Mandin Tirai Hujan, adalah teladas yang bentuknya paling unik. Disebut unik alasannya adalah memiliki 3 tingkatan ajaran air yang jatuh dari bab atas dengan ketinggian sekitar 20 meter.

Air terjun tersebut dapat menciptakan kita takjub akan keindahan alam Tahura. Bagi yang suka adventure pas bila ke penderasan ini. Dijamin ketika pulang bakalan segar dan siap beraktivitas kembali.

lokasi lokasi tertentu di tahura sultan adam bsia menjadi spot foto yang romantis, bahkan cocok untuk lokasi foto pre wedding
Cinta seluas panorama yang terhampar. Image via: @_larasputriamalia

Simak juga: Hutan Ujung Kulon

Objek Wisata Dekat Tahura Sultan Adam

Mengenai objek wisata yang terdekat dengan tahura Sultan Adam tentu saja adalah waduk penderasan kanan. Bahkan dalam peta manajemen, waduk itu dianggap sebagai bagian dari Tahura. Namun, untuk keperluan praktis alasannya jarak dan perbedaan tipe objek wisata, 2 kawasan ini kami anggap terpisah saja.

Kedua lokasi ini berjarak 16 km. Di waduk gerojokan kanan pengunjung mampu menyewa perahu untuk menjelajahi waduk dan mengunjungi pulau pinus, pulau rusa, dan juga pulau bekantan. Selain itu juga mampu menyalurkan hobi memancing di spot-spot favorit sekitar danau.

Jika tertarik dengan wisata sosial budaya, pengunjung bisa mencoba ke pasar apung Lok Baintan yang berjarak 56 km dari tahura. Pasar apung ini di gelar di sungai Martapura yang menyuguhkan wisata belanja di atas perahu yang eksotis.

Dari semua cerita di atas, bisa disimpulkan Tahura Sultan Adam ialah daerah wisata yang cukup ramah bagi siapa pun yang ingin tiba. berada di sini yakni pengalaman yang tidak akan terlupakan. Jadi, kapan sobat native liburan ke sini?

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni