Taman Gunung Kerikil Karang, Proyek Mangkrak Bendungan Sangkuriang

Taman Gunung Batu Karang memiliki banyak watu bertumpuk dengan ukuran besar. Seolah batu tersebut sengaja ditata. Padahal tidak mungkin hal itu dilakukan alasannya ukurannya yang terlampau besar. Diameter watu rata-rata 2 X 2 meter, bahkan ada yang lebih besar.

Taman Gunung Batu Karang memiliki banyak batu bertumpuk dengan ukuran besar. Seolah batu tersebut sengaja ditata. Padahal mustahil hal itu dilakukan karena ukurannya yang terlampau besar. Diameter batu rata-rata 2 X 2 meter, bahkan ada yang lebih besar.
Taman Gunung Batu Karang. Image via: travelingyuk.com

Karena besarnya watu-kerikil di daerah ini, pengunjung mampu berfoto dengan latar panorama alam yang indah. Setelah puas berfoto dan bertualang, pengunjung bisa beristirahat di bawah rindangnya pepohonan pinus. Objek wisata Gunung Batu Karang berada di sekitar hutan tumbuhan pinus yang usianya sudah tua.

Menurut keterangan pengelolanya, lokasi wisata ini gres dibuka sekitar Januari 2017. Objek ini terilhami banyaknya objek wisata alam yang menyediakan panorama indah. Tampaknya sedang menjadi ekspresi dominan wisata jikalau pengunjung ingin kembali menikmati keindahan alam.

Pengunjung bisa menikmati keindahan alam di Kadipaten dan Jatiwangi. Kelokan sungai Cimanuk, serta Cilutung tampak terang terlihat dari ketinggian bukit batu karang tersebut. di sisi barat, tampak pemukiman warga Sumedang yang ada di kaki bukit serta tengah bukit. Sejumlah alur sungai juga terlihat terlihat terang. Di sisi selatan, bukit-bukit hijau berjejer.

Selain batu raksasa yang berserakan, TAman GUnung Batu akrang juga menyajikan panorama alam yang indah
Sunset di Gunung Batu. Image via: indramayujeh.com

Simak juga: 10 Lokasi wisata Populer di Majalengka

Lokasi Taman Gunung Batu Karang

Alamat Taman Gunung Batu Karang berada di Blok Pancurendang Landeuh, Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pengelola wisata mengatakan, objek wisata Taman Hubung Batu Karang berada di tempat lahan Perum Perhutani. Sehingga pengelolaan juga dilakukan masyarakat bersama Perhutani Majalengka.

Rute Menuju Taman Gunung Batu Karang

Untuk mencapai objek wisata Taman Gunung Batu Karang Majalengka ini, kendalanya yakni jalan. Untuk mencapainya, pengunjung mampu menempuh perjalanan dari Majalengka-Babakanjawa lalu ke Pancurendang Landeuh.

Untuk menuju ke sana, bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat tetapi lebih nyaman dengan sepeda motor. Agar lebih kalem karena kondisi jalannya mulus meski sedikit sempit.

Di ujung permukiman, pengunjung harus mengarahkan kendaraan ke kanan melintasi jalan watu. Dari sana, jaraknya kurang lebih  1 km sebelum mencapai lokasi.

Bebatuan raksasa di TAman Gunung  Batu KArang, cocok sebagai latar berfoto
Batu raksasa. Image via: tripadvisor.co.id

Pengunjung dapat memarkir kendaraan di area yang disediakan pengelola. Setelah itu, barulah mendaki ke bukit dengan ketinggian sekitar 100 meter namun kemiringan sekitar 30 derajat. Pengelola juga sudah menyediakan tangga berundak dari bambu.

Jam Buka Taman Gunung Batu Karang

Loaksi wisata laam yang mengagumkan ini buak setiap hari. Objek mulai emenrima kunjungan wisatawan mulai pagi jam 08.00, sampai tutup sore hari jam 18.00

Tiket Taman Gunung Batu Karang

Mengenai harga tiket masuk ke tempat wisata Taman Gunung Batu Karang Majalengka ini tidak mahal. Pada hari biasa maupun libur harga tiketnya sama yaitu wisatawan dikenakan tarif masuk seharga Rp. 5.000. ditambah biaya parkir Rp. 3.000.

Fasilitas Taman Gunung Batu Karang

Penglola menyediakan kawasan beristirahat berupa bangku-kursi yang terbuat dari kayu. Jika pengunjung membawa kuliner sendiri, bisa menikmati makananya di meja yang juga terbuat dari papan. Ada pula gubuk yang cukup nyaman.

Daya Tarik Taman Gunung Batu Karang

  1. Batu Raksasa

Bongkahan batu batu rakasasa di Taman gunung batu karang majalengka
Di atas Bongkahan Batu Gunung. Image via: len-diary.com

Simak juga: Grand Sayang Kaak Ciamis

Wisata Alam Gunung Karang ini berupa tumpukan kerikil yang berukuran sangat besar. Ukuran batu di Taman Batu Gunung Karang ini rata-rata mencapai diameter 2 meter malah ada yang lebih besar.

Batu-kerikil ini tersusun rapi di atas bukit mirip ditata dan membentuk tumpukan batu berongga di sela-sela kerikil besar tersebut. Rongga-rongga diantara tumpukan batu inilah yang disebut gua.

Sehingga Taman Batu Gunung Karang ini disebut juga sebagai Gunung Karang 1000 Gua.

Bagi penggemar fotografi, mampu memuaskan hunting landscape Taman Batu Gunung Karang. Bagi penggemar selfie, dijamin terpuaskan berfoto di sini, karena hampir setiap tempat menampilkan keindahan dan keunikan tersendiri. Yang niscaya, taman wisata di Majalengka ini sangat instagramable.

  1. Ada hubungannya dengan Sangkuriang

Apabila diamati secara serius, kondisi alam blok Legok Kondang menyerupai sebuah bendungan yang kering. Kemudian membentuk lembah yang di tengah-tengahnya mengalir sungai Cilutung
Sungai Cilutung. Image via: tripadvisor.co.id

Tumpukan watu-kerikil yang berada di Taman Batu Gunung Karang ini dikaitkan dengan Legenda Sangkuriang, legenda yang sangat terkenal dari tatar Sunda. Tempat ini konon katanya memiliki kaitan erat dengan legenda tersebut.

Waktu itu, Sangkuriang ditantang oleh Dayang Sumbi untuk membendung sungai dalam waktu semalam sebagai syarat menikahinya.

Sangkuriang dengan derma bala tentara makhluk halus mengumpulkan batuan besar untuk membendung sungai. Akan tetapi bendungan yang direncanakan untuk berlayar Sangkuriang bersama Dayang Sumbi memakai bahtera tidak mampu diwujudkan.

Sisa batuan besar untuk membendung sungai itu masih ada hingga sekarang. Sisa batuan besar ini inilah yang kini menjadi obyek wisata Taman Batu Gunung Karang. Tumpukan batuan itu seperti stone garden.

Apabila diamati secara serius, kondisi alam blok Legok Kondang mirip sebuah bendungan yang kering. Kemudian membentuk lembah yang di tengah-tengahnya mengalir sungai Cilutung yang bermuara ke bendungan Jatigede Sumedang.

  1. Gua Batu

Di objek wisata Taman Gunung batu karang itu terdapat gua di bawah bebatuan yang cukup besar. Konon, gua alam itu pernah digunakan sebagai tempat para pejuang kemerdekaan untuk mengatur strategi dan tempat berlindung dari hantaman tentara Jepang serta Belanda
Selamat datang di Area 1000 Goa. Image via: reresepan.com

Simak juga: Taman indah di Jambi, Merangin Garden

Di objek wisata Taman Gunung batu karang itu terdapat gua di bawah bebatuan yang cukup besar. Konon, gua alam itu pernah dipakai sebagai tempat para pejuang kemerdekaan untuk mengatur taktik dan daerah berlindung dari hantaman tentara Jepang serta Belanda.

Dulu, kabarnya pasukan yang dipimpin pendekar perang dari Majalengka, Emen Slamet berlindung di gua tersebut dan mereka mengatur taktik perangnya di sana. Paling tidakdemiian menurut salah salah seorang warga sekitar.

Gua tersebut punya panjang kurang lebih 30 meter, membentang dari timur ke barat. Di beberapa titik gua, luasnya cukup untuk bangkit. Ada pula area terbuka sehingga mampu pengunjung bisa melihat ke atas. Sementara di bab lainnya terdapat area yang sempit dan pengunjung pun harus merangkak melewatinya.

Bagi yang kondisi fisiknya lemah, memasuki gua tersebut akan terasa cukup melelahkan alasannya di beberapa daerah harus naik turun meniti tangga dan merangkak, atau sesekali melompat dari batu ke kerikil lainnya.

Akan tetapi, pengunjung tak perlu takut untuk masuk karena di sana, pengelola menyediakan pemandu. Pemandu selain bertugas menjaga keselamatan juga membawa lampu penerangan. Hal ini alasannya adalah ada beberapa kawasan di dalam gua yang sangat gelap.

hammock di Hutan Pinus Taman Gunung Batu Karang.
Hutan Pinus Taman Gunung Batu Karang. Image via: sorotpublik.com

Objek Wisata Dekat Taman Gunung Batu Karang

Selain wisata permukaan, Majalengka juga punya wisata dalam bumi, yakni wisata Goa. Salah satunya yaitu Goa Lalay. Memasuki area dalam gua pengunjung disuguhi pemandangan stalagmit dan stalaktit yang mempesona.

Hampir di seluruh area gua yang bab dasarnya tergenang air setinggi betis. Menjelajahi gua ini pengunjung akan menemukan riam anggun yang disebut Air Terjun Pelangi oleh warga sekitar. Ini sebab ketika terkena sinar matahari, teladas ini akan membiaskan warna pelangi yang sangat cantik.

Majalengka juga punya wisata yang tidak sekedar menyuguhkan pemandangan alam Gunung Ciremai yang mempesona, namun juga memanjakan pengunjung dengan ragam wahananya yang seru sekaligus mengasyikan. Wisata itu yakni Bukit Alam Hejo.

Bukit Alam Hejo.
Bukit Alam Hejo. Image via: madlutfi

Simak juga: Menanti Sunset di Bukit Sikendil

Di sana ada mulai dari bak renang, sampai jalan-jalan menjelajahi Bukit Alam Hejo sambil menunggang kuda atau naik ATV. Tak hanya sampai di situ, pengunjung juga mampu menjajal wahana flying fox-nya atau menikmati wisata masakan khas kota Majalengka.

Demikianlah pesona dari Taman Gunung Batu Karang di Jawa Barat, yang hadir dengan banyak sekali cerita dan sejarah. Selain menarik sebagai spot foto, tempat-kawasan di atas juga ampuh melahirkan kekaguman yang tak henti-henti pada negeri ini.

Kaprikornus kapan nih? Begitu Pandemi berakhir, segera agendakan.

Malik Pratama

Menulis Adalah Seni